Kesatria Dua Dimensi Episode 1 " PRAHARA Di RANAH MINANG

Kesatria Dua Dimensi Episode 1 " PRAHARA Di RANAH MINANG
Chapter 42 " Goa lembah Neraka "


__ADS_3

Pagi itu matahari bersinar cukup cerah . Para penduduk bisa melaksanakan rutinitas mereka dengan senang hati . Negeri seribu bunga adalah sebuah negeri yang begitu indah meskipun tidak ada listrik dan jaringan internet ataupun segala macam benda - benda modern lainnya . Tidak ada bangunan megah yang terbuat dari beton dan keramik yang ada hanyalah rumah kayu yang didesain dengan sangat indah lengkap dengan ukiran - ukiran yang sangat cantik dan mempesona .


Keseharian masyarakat di sana adalah bertani dan beternak . Hamparan sawah dan padang rumput yang luas sungguh melambangkan kemakmuran serta kejayaan para penghuninya . Ditambah lagi dengan adanya pemimpin bijaksana yang sangat dicintai oleh rakyatnya . Yaitu Sutan Iskandar Zain .


Pagi itu Sinto Jane dan juga dewi kipas perak memutuskan untuk bermain - main ke pasar desa yang terletak tidak jauh dari istana Sultan . Ranum si bocah pengembala juga ikut menemani mereka . Setiba di pasar Jane dan dewi kipas perak tampak membeli pernak - pernik berupa gelang , cincin serta berbagai macam cendramata lainnya . Sementara Sinto membeli sebuah ikat kepala batik agar ia terlihat sama dengan para pria di negeri itu .


" Ranum , kamu nggak mau belanja ? " tanya Sinto


Bocah pengembala itu tersenyum dan menggelengkan kepala .


" Nggak ah , mending duitnya ditabung " ujar bocah itu


Sinto tertawa lalu melirik kearah Jane dan kemudian bicara meledek .


" Nah lhu dengar nggak Jane ? Nabung !!! Jangan boros banget jadi orang " Ejek Sinto sambil tertawa cekikikan


Jane hanya membalas dengan mencibir kan mulut sementara dewi kipas perak tampak tertawa lepas mendengar ulah mereka .


" O iya Dewi , tentang calon suamimu itu , apa dia punya ciri - ciri fisik yang bisa dikenali ? " Tanya Jane


Dewi kipas perak tampak tertegun sejenak dan kemudian bicara tanpa menoleh kepada Jane .


" Ya , kedua bola matanya masing - masing berbeda warna , yang satu berwarna hitam dan yang satu lagi berwarna biru terang " ujar dewi kipas


Sinto yang dari tadi hanya mendengar akhirnya ikut bicara .


" Apakah keanehan bola mata itu sudah bawaan dirinya sejak lahir atau memang dikarenakan suatu hal tertentu ? " tanya Sinto


Dewi kipas perak tampak menghela nafas panjang .

__ADS_1


" Saat pangeran Ramendra berumur tiga belas tahun ia pergi berburu dengan ayahnya ke hutan larangan , dan saat mereka dihutan larangan mereka menemukan seekor Rusa yang sangat cantik dan cerdik . Sang Adipati yaitu ayah pangeran ramendra sangat ingin memiliki Rusa tersebut dan merekapun memutuskan untuk mengejar Rusa itu jauh kedalam hutan sehingga mereka tersesat . Akhirnya mereka mendapati Rusa itu tengah minum disebuah telaga bersama seekor bayi rusa yang tidak kalah cantiknya . Sang adipati kemudian memanah induk Rusa itu namun bidikan nya meleset dan tepat mengenai mata kiri anak Rusa itu . Induk Rusa yang ternyata adalah seorang peri penunggu hutan larangan itu sangat marah dan ingin membunuh seluruh Rombongan saat itu juga , namun salah seorang abdi dalem yang bernama ki joko progo berhasil membujuk Induk Rusa tersebut . Dan kesepakatan pun akhirnya dibuat dengan mengorbankan satu bola mata anak adipati yaitu pangeran Ramendra , sehingga sejak saat itu bola mata sang pangeran hanya tinggal sebelah dan itu tentu saja membuat orang - orang menjadi jijik dan takut kepadanya , namun pada saat pangeran berumur tujuh belas tahun atas petunjuk seorang tokoh sakti dari pantai selatan adipati jepara diminta memohon bantuan kepada kanjeng Ratu nyi Roro kidul dengan memberikan persembahan berupa tujuh ekor kerbau jantan besar . Dan setelah persembahan selesai ternyata permintaan dikabulkan dan adipati jepara diberikan sebuah mustika berbentuk bola mata berwarna biru yang konon memiliki kesaktian khusus yaitu setiap orang yang memakai mata itu akan dapat melihat makhluk - makhluk halus dari alam jin tingkat ketiga . Dan akhirnya bola mata itu diberikan kepada pangeran Ramendra berikut sebuah keris pusaka peninggalan leluhur mereka " ujar Dewi kipas perak


Baik Sinto , Jane dan juga Ranum tampak begitu takjub mendengar kisah yang diceritakan dewi kipas perak . Namun karena hari telah menunjukkan pukul setengah dua mereka segera bergegas menuju istana untuk makan siang . Setiba di istana sang Raja dan juga kakek berjubah biru telah menunggu mereka bersama hidangan yang telah tersedia dan merekapun makan dengan lahap .


***


Garang tampak cukup tenang melangkah kedalam gua yang sangat gelap itu . Berbagai kejadian yang dialaminya beberapa waktu terakhir telah menempa dirinya menjadi peribadi yang tangguh , mandiri dan juga pemberani . Ambisi untuk menjadi kesatria terkuat terus menggerayangi otak bocah tampan itu . Apalagi setelah ia mengetahui kabar tentang Sinto yang menjadi pemilik sah Pedang Naga Salju , Tentu saja ambisinya menjadi semakin menjadi - jadi . Bagaimanapun ia tidak boleh kalah dengan Bocah kota yang telah menjadi musuh bebuyutannya itu . Hal itu lah membuat ia memberanikan diri bertemu langsung dengan Tokoh utama dunia kegelapan yang bergelar Kaisar Api .


Jalan terjal dan tebing curam yang dilaluinya membuat ia tak bisa berjalan cepat . Disampingnya Pelayan setianya yang bernama Siampa Gadang terus mengikuti kemana garang pergi . Setelah cukup jauh berjalan akhirnya mereka sampai dibuah Sungai yang airnya adalah api yang menyala . Jika saja bukan garang yang datang pasti saja sudah hangus dibakar oleh hawa panas yang bersumber dari sungai api itu . Disamping sungai terdapat jalan panjang menuju ke sebuah air terjun besar yang juga airnya juga terdiri dari lahar panas . Mungkin karena inilah tempat itu disebut Goa lembah Neraka .


Garang terus berjalan menyusuri tepian sungai api itu dan di kiri kanan jalan tampak tergolek banyak sekali tengkorak manusia yang sudah mati dan garang yakin itu adalah mayat orang - orang yang mencoba masuk ke tempat itu . Dengan menggunakan ilmu peringan tubuh akhirnya garang sampai dengan selamat tepat disebuah dataran yang letaknya berhadap - hadapan dengan air terjun . Hawa panas ditempat itu sungguh sangat menjadi - jadi . Siampa gadang pun tampak sudah mulai kelelahan dan kehabisan udara . Garang mengalirkan sebagian tenaga dalamnya ke tubuh makhluk gendut besar itu dengan harapan makhluk itu bisa bertahan beberapa jam lagi .


Garang memandang kearah telaga tepat dibawah air terjun api itu dan betapa sangat kagetnya dia melihat seorang gadis cantik yang tengah asyik mandi dan berenang didalam telaga api itu . Gadis itu memiliki rambut panjang berwarna merah dan sepertinya ia tidak menyadari akan kehadiran garang ditempat itu . Karena ia tidak pernah sebelumnya menerima kedatangan manusia ditempat itu .


Garang tampak melongo karena tidak hanya aneh tetapi gadis itu juga memiliki paras yang sangat cantik . Rambut panjang sepinggang dan berwarna merah itu menambah kecantikan gadis berkulit putih bersih itu . Setelah cukup lama menyaksikan pemandangan indah itu Garang langsung terkejut dan melompat ke udara saat satu bola api melesat tepat kearah kepalanya . Lalu terdengar satu teriakan marah dan ternyata itu adalah gadis berambut merah itu .


Garang terpaksa harus memandang ke jurusan lain karena tidak ingin melihat aurat gadis cantik yang terpampang jelas didepan matanya . Perlahan gadis itupun melirik kearah garang yang sedang memandang ke jurusan lain dan dalam hati gadis itu berfikir .


" Tampaknya dia bukanlah laki - laki mesum " gumamnya


Setelah selesai berganti pakaian gadis itu kembali menoleh kearah garang dan berteriak menghardik .


" Siapa kau dan apa keperluanmu di tempat ini ,. Haaaaa !!! ?? " teriak gadis cantik berjubah hitam itu .


Garang yang seumur - umur baru kali ini dihardik apalagi oleh seorang perempuan cilik itu tampak kikuk dan salah tingkah . Dalam hatinya ia ingin sekali mendamprat gadis itu namun mendengar gadis itu adalah penghuni tempat ini akhirnya garang memilih diam saja dan menjawab seadanya .


" Ohhh Maaf , kedatanganku kesini adalah untuk bertemu dengan sang Kaisar api " ujar Garang agak kikuk


Siampa gadang yang baru satu kali ini mendengar garang meminta maaf tampak menggigil menahan tawa . Gadis berambut merah itu kembali menghardik garang kali ini dengan meletakkan kedua tangan di pinggang .

__ADS_1


" Perlu apa kau mencari kakekku , saat ini tidak ada di rumah !! Mungkin tiga hari lagi dia akan kembali " hardik gadis itu


Garang tampak tambah kikuk namun kali ini dalam hati ia merasa sangat jengkel dengan gadis itu . Ingin rasanya ia menampar mulut perempuan itu namun karena mengetahui gadis itu adalah cucu dari Kaisar api Garang sekali lagi memilih untuk bersabar .


" Hmmhhh , kalau begitu kami akan menunggunya disini " jawab garang sambil menggaruk garuk kepala


Kali ini Siampa Gadang tidak dapat lagi menahan tawa dan dia nampak bergolek golek di tanah karena saking gelinya . Garang yang melihat Jadi marah dan melampiaskan kekesalannya kepada siampa gadang


" Kenapa kau tertawa makhluk jelek !!! ? " hardik garang


Siampa terus saja tertawa dan setelah tawanya habis ia kemudian berkata


" Tak kusangka ternyata kesatria terkuat yang dijuluki Pangeran Api akhirnya takluk karena seorang gadis kecil " ujarnya lalu kembali tertawa ngakak


Gadis cantik berambut merah itu tampak sedikit kaget setelah mendengar ucapan siampa gadang namun kembali dengan gaya sombong ia berkata


" Ohhhh , Jadi kau orang yang bergelar Pangeran api itu ? Kalau begitu baiklah kau boleh menunggu kakek ditempat ini tapi jangan harap kau akan dapat jatah makan disini !!! " ujar si gadis sambil terus melotot


" Hmhhh , baiklah aku akan menunggu disini " jawab garang


Gadis cantik itu kemudian melirik kearah Siampa gadang .


" Hai makhluk gemuk yang sangat lucu , kalau kau mau kau boleh tinggal dengan ku di istana , sepertinya kau tidak tahan dengan hawa panas ditempat ini " ujar gadis itu sambil tersenyum manis


Siampa yang memang mulai merasa sangat lelah dan kehabisan udara kemudian memandang sejenak kepada Garang . Dan garang pun membalas dengan satu anggukan . Gadis itu sangat senang dan kemudian membawa siampa gadang terbang menembus Goa dibalik air terjun itu . Dan tinggallah garang sendiri di tempat itu sambil menggerutu jengkel .


" Dasar gadis kurang ajar , tunggu pembalasanku " gerutunya sambil terbang melesat mencari tempat yang cocok untuk beristirahat .


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2