Kesempatan Kedua Putri Sakura

Kesempatan Kedua Putri Sakura
Bertemu musuh utama


__ADS_3

Sekelebat potongan ingatan tiba-tiba muncul dalam ingatan Sakura yang membuatnya menjadi pusing.


Sakura memutuskan tatapan matanya dengan cepat agar pusing nya segera hilang.


"Siapa laki-laki itu?? Kenapa hatiku menjadi sakit saat melihat matanya ?? Sepertinya laki-laki itu sangat berbahaya untuk ku dan sebisa mungkin aku harus menghindari nya! " gumam Rara dalam hatinya.


"Nona muda Airos! Perkenalkan saya Julio Pangeran pertama, Ini adik saya Obelix Pangeran kedua, ini Oscar Pangeran ketiga dan yang cantik ini adik perempuan kami satu-satunya Putri Asteria! " ucap Pangeran pertama memperkenalkan diri.


Mendengar nama Oscar mata Rara membulat kaget dan ia langsung mengubah ekspresi kaget nya dengan cepat agar tidak di lihat oleh mereka semua yang ada di sana. Untung saja Rara langsung menunduk begitu mendengar nama Oscar di sebutkan tadi.


Tubuhnya tiba-tiba terasa lemas seperti jelly karena ia bisa melihat wajah orang yang membuat ia menjadi masuk ke tubuh masa lalunya.


"Angkat kepala mu Sakura, angkat!! Kau harus kuat dan jangan lemah seperti ini! Tunjukkan pada bajingan itu kalau kau tidak akan takut pada nya meskipun ia tidak mengenalimu! Jangan tunjukkan kelemahan mu pada semua orang terutama pada bajingan itu! " batin nya sembari mengumpulkan kekuatan untuk menegakkan kepalanya.


"Selamat datang di pesat kedewasaan saya Yang Mulia Pangeran semuanya dan Tuan Putri ! " jawab Rara menunduk hormat.


"Santai saja Sakura! Jangan terlalu kaku begitu! Oh ya, sepertinya kita seumuran meskipun beda bulan! Panggil saja aku Aster tanpa embel-embel Tuan Putri! " sahut Tuan Putri Asteria sembari menggenggam tangan Rara.


"Saya tidak berani Tuan Putri! " jawab Rara sungkan.


"Ish, ini perintah Sakura! Lagi pula dua bulan lagi aku juga akan mengadakan pesta debutante ku di istana! Kau harus datang dan aku tidak menerima penolakan! " ucap Tuan Putri Aster tanpa mau di bantah.


"Baiklah jika anda bersikeras Tuan Putri, eh Aster maksud saya! " sahut Rara pasrah.


"Nah, itu baru bagus! " jawab Putri Aster dengan wajah bahagia.


Rara hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Putri Aster yang ternyata sama keras kepala nya seperti dirinya.

__ADS_1


Interaksi mereka di saksikan oleh para Pangeran terutama Pangeran ketiga yang sedari tadi menatap Sakura dengan begitu takjub dan terpesona.


"Mengapa aku merasa tidak asing dengan wajah cantik dan imut itu?? Dia tidak memakai riasan yang berlebihan tapi tetap terlihat cantik dan mempesona! " ucap Oscar dalam hati nya.


"Heh! Tutup mulutmu itu Oscar! Apa kau mau di lihat semua orang melihat seorang wanita seperti ingin memakannya saja! " tegur Pangeran kedua dengan berbisik sambil menyenggol bahu Oscar.


"Kenapa kau berisik sekali Obelix?? Urus saja urusan mu sendiri dan asal kau tau aku bukan ingin memakannya! Tapi merasa seperti pernah mengenalnya dan wajahnya seperti tidak asing tapi ini baru pertama kali kita bertemu! " jawab Oscar ketus dengan ikut berbisik.


"Heleh.. ! Jangan ngawur kau! Mana mungkin kalian pernah bertemu dan kau terlalu mengada-ada! " cibir Obelix.


"Aku tidak bilang kami pernah bertemu sebelum nya tapi aku seperti merasa pernah kenal dan wajah itu terasa tidak asing bagiku! Kau mengerti tidak perkataan ku ini?? " sahut Oscar benar-benar kesal pada kakaknya itu.


"Sudahlah terserah kau saja! Aku mau bergabung ke tempat makanan saja! Omongan mu makin hari makin ngawur saja! " ucap Obelix dengan malas.


"Sialan kau Obelix! Kalau saja kau bukan kakak kandung ku sudah aku bunuh kau dari dulu! " umpat Oscar dengan lirih pada kakaknya itu.


Sakura yang berhasil menghindari semua pangeran merasa lega akhirnya ia bisa bernapas dengan leluasa tanpa merasa sesak. Ia berbaur dengan kakak perempuan nya Savira dan tunangan nya Benedict.


"Sakura! Kau sangat cantik malam ini! Aku tidak menyangka anak kecil yang dulu aku lihat sudah memasuki usia kedewasaan dan begitu cantik! " puji Ben dengan tulus.


"Terimakasih kakak ipar! Kau membuat ku menjadi malu! " jawab Rara dengan pipi merona merah karena tersipu malu.


Vira dan tunangan nya tertawa kecil melihat muka Sakura yang memerah karena malu. Itu sangat kontras sekali dengan kulit putih susu yang ia miliki.


Tawa kecil mereka rupanya kedengaran oleh sekelompok para gadis bangsawan yang ikut hadir dalam pesta ini. Salah satu gadis bangsawan itu berjalan mendekati Sakura dan kakaknya.


"Salam sejahtera untuk Nona pertama Airos dan Nona muda Airos! " ucap gadis tersebut dengan membungkuk hormat ala gadis bangsawan.

__ADS_1


"Salam sejahtera juga untuk anda Nona muda Salomon! " jawab Vira juga dengan sopan dan hormat.


Sakura mendelik ke kanan nya melihat gadis yang di sapa kakaknya itu. Matanya memindai gadis itu dengan begitu cermat dan hati bergemuruh dengan hebat. Tangan nya terkepal erat menggenggam gaunnya tanpa ia sadari. Perasaan marahnya membuncah hebat seakan-akan ingin mencabik tubuh gadis itu sekarang juga.


"Jadi ini penjahat yang kedua! Serigala berbulu domba yang berkedok sahabat! " ucap Rara dengan begitu kesal dalam hatinya.


Nona muda Salomon alias Liliana De Salomon menautkan alisnya melihat wajah datar Sakura yang menatap nya begitu lekat seperti sedang mengejeknya.


"Sialan gadis bau kencur itu! Berani nya ia memasang wajah datar dengan tatapan mengejek seperti itu padaku! Belum tau dia siapa Liliana De Salomon ini! Awas saja kau, akan aku tandai kau dalam lingkungan para gadis bangsawan Amoland ini! " umpat Liliana kesal dalam hatinya.


"Apa ada sesuatu di wajah ku Nona muda Airos??? Kenapa kau melihat ku seperti itu?? " tanya Liliana sedikit basa basi.


"Ah, maaf kelancangan saya Nona muda Salomon! Saya hanya mengagumi Anda yang selama ini saya dengar begitu cantik dan berkelas! Ternyata aslinya bertatap muka lebih dari apa yang saya bayangkan! " jawab Sakura dengan makna yang berbeda.


"Anda terlalu memuji saya Nona muda Airos! Panggil saja saya Lian biar semakin akrab! Lagipula usia kita hanya berbeda dua bulan saja! " jawab Liliana dengan tersenyum malu.


"Sepertinya itu tidak mungkin Nona muda Salomon! Saya tidak berani selancang itu memanggil nama kecil Nona! " tolak Rara secara halus.


"Dalam mimpimu Liliana! Aku tidak sudi memanggil nama mu ! Dan aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dengan menjalin persahabatan dengan rubah ekor sembilan seperti mu! " batin Rara dengan menahan amarahnya dalam hati.


Tiba-tiba sekelebat ingatan memasuki otaknya hingga tanpa sadar ia memekik kecil.


"Akh.... Sakit sekali... ! " pekik Sakura kesakitan sambil memegang kepala nya.


Pekikan Sakura membuat semua mata tertuju kearahnya, Duke Valliant dan istrinya bergegas ke arah mereka hingga akhir nya Rara jatuh pingsan dengan di sambut cepat Benedict.


"Sakura... !!!! " teriak Vira bersamaan Duke Valliant bersamaan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2