
Putri Asteria langsung membalikkan badan nya untuk melihat siapa yang datang, begitu juga dengan Savira.
"Kak Julio.. "
"Pangeran Pertama.. "
Savira dan Putri Asteria sama-sama terkejut dengan kedatangan Pangeran pertama di taman bunga Timur.
"Kenapa kakak ada di sini? Ini kah pesta untuk para wanita? " tanya Putri Asteria dengan menautkan kedua alisnya.
"Kakak kebetulan lewat mau ke Paviliun kakak dan tidak sengaja mendengar keributan kalian! Ada masalah apa hingga kalian semua ribut di sini? Bukannya kalian semua sedang pesta teh ya? " jawab Pangeran pertama sambil bertanya kembali.
Putri Asteria terdiam begitu juga dengan Savira dan Nona bangsawan lainnya. Savira yang masih menahan emosi di dadanya langsung bereaksi dengan pamit untuk pulang.
"Maafkan atas kelancangan saya Yang Mulia Pangeran dan Tuan Putri Asteria! Saya mau pamit pulang saja karena saya tidak bisa di sini untuk lama-lama karena masalah ini! Saya butuh menenangkan diri atas tuduhan Nona Salomon dan antek-antek nya! Selamat siang Yang Mulia berdua! " ucap Savira dengan memberikan hormat ala bangsawan kepada Pangeran pertama dan Putri Asteria.
Setelah mengatakan semua itu dan memberikan hormatnya, Savira langsung pergi dari taman tersebut dengan air mata berlinang dan tangan terkepal erat menahan gejolak amarah di dadanya.
__ADS_1
Luna dan Irish yang melihat kedatangan Nona mereka dengan wajah kacau menjadi heran dan bingung. Saat mereka hendak bertanya, ucapan Savira membuat mulut mereka berdua bungkam seketika.
"Aku sedang tidak ingin bicara dan kita pulang sekarang juga! " ucap Savira dengan pandangan lurus ke depan tanpa menoleh sedikitpun.
Luna dan Irish mengikuti dari belakang dengan diam karena meski tidak bicara, mereka tau jika saat ini Nona nya sedang mengalami hari yang tidak mengenakkan.
Sementara itu, para Nona bangsawan yang melihat sikap Savira semakin kuat mencibir dan menghina sikap Savira yang jauh dari sikap seorang Nona muda bangsawan. Mereka bahkan tidak sungkan bergunjing di depan anggota Kekaisaran yaitu Pangeran pertama Julio dan Putri Asteria.
"Jika kalian masih tetap berbicara buruk tentang Nona Airos, silahkan pergi dari sini karena perjamuan ini aku tutup! " ucap Putri Asteria dengan nada tegas.
"Tuan Putri! Bagaimana bisa anda tega berbuat seperti ini kepada saya?? " ucap Liliana dengan wajah terkejut.
"Apa yang di katakan adikku sangat benar Nona Salomon! Tidak mungkin di antara sekian banyak Nona bangsawan di sini tidak ada yang melihat kejadian nya dari awal?? Terlebih lagi para pengawal yang berjaga juga pasti ada yang melihat kejadian nya meskipun hanya salah satu di antara meraka! Saya harap anda merenungkan kembali tindakan anda Nona Salomon! " ujar Pangeran pertama dengan nada tegas.
"Saya setuju pendapat Tuan Putri Asteria! Saya juga siap menjadi saksinya jika Nona Salomon membawa masalah ini ke pengadilan Kekaisaran! " ucap Anna dengan penuh keyakinan.
"Saya juga siap menjadi saksinya karena saya melihat kejadiannya dari awal! " teriak seseorang yang berdiri di belakang Ellena.
__ADS_1
Semua mata menoleh padanya dengan tatapan tidak percaya. Liliana, Ciara dan Nona berambut apel hijau sontak saling bertatapan dengan wajah pucat.
Lg
"Nona Antoinette de Sadgard! " ucap Putri Asteria bergumam.
"Anda melihat semua nya??? " tanya Pangeran pertama dengan nada serius.
"Benar Yang Mulia! Saya melihat semuanya saat Nona Airos di dorong seseorang hingga ia tanpa sengaja mendorong Nona Salomon masuk kedalam kolam ikan! " jawab perempuan bersurai jingga dengan suara lembut dan tenang.
"Bagaimana ini Liliana?? Aku tidak mau di tangkap dan masuk penjara karena masalah ini?? " bisik Ciara dengan wajah pucat.
"Jangan bersikap gegabah Ciara! Jangan perlihatkan wajah ketakutan mu di depan mereka! Bukan hanya kau yang takut, tapi aku juga takut kalau ayahku sampai tahu masalah ini! " balas Liliana juga dengan berbisik.
"Sialan Putri Marquess rendahan itu! Aku tidak tahu jika ia melihat semua kejadiannya! Kalau begini ceritanya, bisa-bisa rencanaku untuk merusak nama dan citra Putri Duke Airos sialan itu gagal total! Kalau masalah ini sampai ke pengadilan Kekaisaran, ayah pasti akan murka karena aku mengacaukan sebagian rencananya! Benar-benar sial! " umpat Liliana dalam hatinya.
Bersambung..
__ADS_1