Kesempatan Kedua Putri Sakura

Kesempatan Kedua Putri Sakura
Drama Liliana


__ADS_3

Tanpa menunggu lama, Putri Asteria langsung menarik tangan Vira untuk berjalan menuju kolam ikan yang ia sebutkan tadi. Anna dan Nona bangsawan lainnya ikut di belakang termasuk Liliana dan Ellena.


Decakan kagum Savira dan Nona bangsawan lainnya tergambar di wajah masing-masing saat melihat ikan berwarna-warni berenang di dalam kolam tersebut.


"Ikannya cantik sekali! "


"Iya, airnya juga jernih dan disini sangat sejuk! "


"Bunga teratai nya juga cantik dan mekar dengan sempurna! "


"Iya, ya.. "


Berbagai macam pujian yang di lontarkan pada Nona bangsawan tersebut termasuk Vira dan Anna.


"Bagaimana?? Bagus kan Kak?? " ucap Putri Asteria meminta pendapat Vira dan Anna.


"Bagus sekali Aster! Iya kan Anna?? " jawab Vira dengan bertanya pada Anna.


"Benar! Ikannya juga warna warni dan teratainya tumbuh mekar ! Tidak hanya itu saja, udaranya juga sejuk karena ada pohon yang rindang di dekat kolam ini! " sahut Anna sambil tersenyum mengamati di sekitar kolam ikan.


"Kakak benar! Ayo kita ke pendopo Kak! Kita bersantai sambil menikmati semilir angin yang berhembus! " ajak Putri Asteria sambil berjalan menuju pendopo yang ada di dekat pohon.


Putri Asteria berkata lantang pada Nona-nona bangsawan agar ikut menuju pendopo untuk bersantai.


Savira yang masih fokus melihat ikan-ikan di dalam kolam tidak menyadari jika ia berjalan di belakang para Nona bangsawan lainnya.


"Hei, jangan jalan tergesa-gesa begitu! Aku punya rencana bagus untuk memojokkan si muka polos itu sekarang! Jika tadi gagal maka aku jamin kali ini pasti berhasil! " bisik Liliana pada seorang Nona bangsawan yang berjalan di sisi nya.


"Benarkah itu?? Katakan apa rencananya! " balas perempuan itu dengan sangat antusias sambil ikutan berbisik.

__ADS_1


Liliana berbisik di telinga perempuan berambut hijau muda itu dengan wajah serius hingga terbit senyuman lebar di wajah perempuan berambut apel hijau itu.


"Kau benar-benar hebat Liliana! Aku akui rencana mu benar-benar brilian! Aku tidak sabar untuk melakukannya! " bisik perempuan berambut apel hijau itu dengan wajah bangga.


Liliana tersenyum menyeringai mendengar pujian dari teman satu server nya dalam membenci putri dari Duke Airos.


Mereka berdua tidak menyadari jika gerak gerik nya di amati oleh seseorang yang berjalan lambat tanpa mereka berdua sadari di belakang mereka karena agak sedikit terlambat menyusul para Nona-nona bangsawan menuju kolam.


Para Nona bangsawan berjalan menuju pendopo yang tidak terlalu kecil dengan teratur hingga saat Vira berjalan ke sana, seseorang menjegal langkah kakinya hingga ia terjungkal dan tidak sengaja mendorong Liliana yang berjalan di depannya hingga terdorong masuk ke dalam kolam.


Byurrr..


"Aaaaaaaaaa... ! " jerit Liliana saat terperosok ke dalam kolam.


"Nona Salomon... !! " teriak temannya yang berambut apel hijau itu dengan wajah panik.


Savira berdiam diri seperti patung di atas jembatan kecil dengan wajah pucat karena jantung nya berdebar dengan kencang melihat kejadian yang di luar perkiraan nya.


Savira masih mematung dengan tubuh gemetar, namun sentuhan Ellena di pundaknya membuatnya tersadar setelah beberapa saat kemudian.


"Nona Airos! Apa begini balasan anda pada saya atas kejadian teh tadi?? Asal Nona tau kalau tadi saya benar-benar tidak sengaja! Saya sudah meminta maaf, Tapi anda membalas saya dengan sangat kejam hingga dengan tega mendorong saya masuk ke kolam! Hiks... Hiks... Hiks.. " ucap Liliana dengan tubuh gemetar yang sudah basah kuyup.


"Liliana benar! Saya tidak menyangka Nona sulung Airos benar-benar tega melakukan semua itu! Saya kira Nona Airos seorang yang lembut dan anggun, tapi nyatanya anda begitu jahat, licik dan penuh dendam! Ckck, benar-benar tidak sesuai dengan status kebangsawanan anda! " cibir perempuan berambut apel hijau dengan nada mengejek.


Mata Savira memanas mendengar ejekan dan cibiran yang di tujukan padanya tanpa ia bisa membela diri.


Bisik-bisik terdengar begitu kencang seperti bukan sebuah bisikan para Nona bangsawan membenar kan ucapan Liliana dan teman nya itu. Sedangkan Liliana menangis dengan pilu sambil memeluk dirinya sendiri dengan tubuh gemetar.


Anna dan Putri Asteria berlari kecil menuju Savira dengan wajah khawatir.

__ADS_1


"Kakak tidak apa-apa?? " tanya Putri Asteria dengan menyentuh tangan Vira.


"Iya, kau tidak apa-apa Vira! Wajah mu sangat pucat! " tambah Anna juga dengan wajah khawatir.


"Aster, Anna! Aku benar-benar tidak mendorong nya! Aku tidak balas dendam dan tidak sengaja terdorong hingga Nona Salomon masuk ke sana! Aku sungguh tidak melakukan semua itu! " ucap Savira akhirnya membuka mulut dengan air mata berlinang.


Putri Asteria ingin bicara lagi namun begitu mulutnya mau mengeluarkan suara, terdengar suara yang membuatnya kesal setengah mati.


"Tuan Putri! Kami semua di sini melihat dengan jelas kalau Nona Airos yang mendorong Nona Salomon hingga masuk ke dalam kolam! Seharusnya Tuan Putri bisa bersikap adil untuk membela Nona Salomon yang menjadi korban Nona Airos! Jangan karena Tuan putri berteman dengan Nona Airos, Tuan Putri melupakan semua peraturan jika seseorang berbuat salah! Tuan Putri tidak menanyakan keadaan Nona Salomon tapi langsung pergi ke arah Nona Airos yang jelas-jelas baik-baik saja! " ucap seorang Nona bangsawan yang berambut coklat terang begitu juga dengan matanya.


"Lancang sekali perkataan anda Nona Anderson! Anda tidak sadar berbicara dengan siapa?? Berani sekali Putri seorang Count berbicara tentang peraturan jika seseorang berbuat kesalahan! " sahut Mariana dengan menatap nyalang perempuan itu.


Putri Asteria tersenyum sinis melihat ke arah Liliana dan rombongan Nona bangsawan yang berdiri berseberangan dengan nya. Ia berjalan maju ke depan dan memberikan tanda pada Anna untuk menyingkir.


"Berani sekali kau mengkritik di wilayah kekuasaan ku! Kau pikir dengan status mu itu kau bisa mengatur dan meninggikan suara mu di depan ku begitu?? Bahkan aku belum sempat bertanya bagaimana kronologi kejadian itu bisa terjadi pada mereka berdua, tapi kau begitu lancang menghakimi Nona Airos tanpa mendengarkan pembelaan nya! " ucap Putri Asteria dengan memandang rendah perempuan berambut coklat terang itu terang-terangan.


"Tuan Putri benar Nona Alfonso! Anda tidak berhak menghakimi Nona Airos tanpa mendengarkan pembelaan nya terlebih dahulu! Bisa jadi ada orang yang sengaja mendorong Nona Airos hingga ia terdorong ke depan dan menabrak Nona Salomon hingga tercebur ke dalam kolam! Lagi pula di sini banyak Nona-nona bangsawan dan bahkan ada para pengawal juga, tidak mungkin dari sekian banyak orang tidak ada yang melihat kejadian ini dari awal! Pasti ada saksi yang melihat kejadian ini meskipun itu sulit! " sahut seorang Nona bersurai abu-abu yang bernama Alena Delamoor.


"Saya setuju dengan anda Nona Delamoor! " ucap Anna mendukung nya.


"Saya minta maaf jika menyinggung perasaan Tuan Putri! Saya hanya membela Nona Salomon yang menjadi korban di sini! Saya memperjuangkan keadilan untuk Nona Salomon! Tuan Putri bisa bertanya pada Nona-nona yang ada di sini apakah mereka melihat semuanya atau tidak! Rasanya tidak mungkin ada orang yang dengan sengaja mendorong Nona Airos hingga membuat Nona Salomon masuk ke dalam kolam! " sahut Ciara Anderson keukeh membela Liliana.


Savira mendongakkan wajahnya dengan penuh amarah saat mendengar perkataan perempuan itu. Wajahnya memerah dan kedua tangannya menggenggam erat kedua sisi gaunnya menahan amarah yang akan meledak.


"Jadi anda berkata jika aku berbohong begitu?? Anda seakan-akan menuduh ucapan saya itu mengada-ada alias omong kosong?? " ucap Savira dengan sorot mata yang tajam.


"Saya tidak menuduh anda Nona! Lihat saja, kalau anda tidak bersalah kenapa anda marah seperti akan memakan orang saja! " sahut Ciara Anderson dengan tersenyum mengejek.


Suasana di pinggir kolam tampak memanas dengan perdebatan mereka yang saling membela pendapat masing-masing.

__ADS_1


"Ada apa ini ramai sekali??? Bukannya ini perjamuan minum teh, kenapa aku mendengar ada keributan kecil di sini?? " tegur seseorang dengan suara bariton yang berat di belakang Savira dan Putri Asteria berdiri.


Bersambung..


__ADS_2