
Rara berbaring di atas tempat tidurnya dengan posisi terlentang setelah Betty mengganti pakaian dan menyeka badannya yang penuh keringat dengan air hangat menggunakan handuk kecil.
"Ternyata pelatihan awal di dunia ini berat juga ya?? Aku kira akan langsung memegang pedang, tapi ternyata harus dari nol dulu! " gumam Rara dengan mata menerawang melihat langit-langit kamar nya.
"Sayangnya tubuh ku masih usia 10 tahun yang mau tak mau harus berlatih keras agar bisa kuat dan menjadi perempuan tangguh seperti di jaman modern dulu! " keluhnya lagi dengan mengamati kedua jemarinya.
"Ada apa Nona?? Kenapa dengan jemari Nona?? Apa ada yang sakit?? " tanya Betty yang baru saja masuk ke kamar Rara.
"Taruh di sana makanan nya! " perintah Betty pada dua orang pelayan yang membawakan makan siang untuk Rara.
"Aku tidak apa-apa Betty! Aku hanya melihat kenapa jemariku ini kecil sekali! " jawab nya absurd.
"Hehehehe... ! Nona lucu sekali, jelaslah jemari Nona kecil soalnya Nona juga masih kecil! "ucap Betty terkekeh geli.
"Rasanya aku tidak sabar ingin cepat besar dan bisa melindungi diriku sendiri dari para penjahat! " ujar Rara lagi dengan menghela napas kasar.
"Nona ada-ada saja! Ya sudah, ayo makan siang dulu! Saya bantu Nona duduk bersandar di kepala ranjang! " sahut Betty yang masih tersenyum kecil.
Ia lalu mendudukkan tubuh Rara dan mengangkatnya sedikit kebelakang hingga menyandar ke kepala ranjang.
Karena pergelangan tangannya agak sakit, Betty lah yang menyuapi Rara makan siang nya hingga semuanya habis.
"Betty, aku mau istirahat dulu dan bangun kan aku saat sebelum makan malam! Aku mau tidur sejenak, badan ku semuanya mulai terasa pegal dan ngilu! " ucap Rara dengan jujur.
"Baik Nona! Saya permisi dulu! " sahut Betty undur diri dengan membawa bekas makan siang Rara.
Rara tidak menyahut karena matanya benar-benar berat hingga akhirnya ia terlelap menuju alam mimpi.
Lima belas menit kemudian Rara berteriak kencang karena seluruh tubuhnya sakit seperti di gebukin warga sekampung.Tidak hanya itu telapak kakinya sakit seperti di tusuk ribuan jarum hingga membuat nya tidak nyaman tidur dan membuat rasa kantuk yang menyerangnya menghilang.
__ADS_1
"Sakit.... !!! " teriaknya dengan wajah memerah menahan sakit.
Duchess Sabrina yang baru saja pulang dari istana Kaisar menjadi panik dan terkejut mendengar teriakan dari kamar Putri bungsu nya. Begitu juga dengan Betty yang saat itu sedang santai berkumpul bersama temannya sesama pelayan di kediaman Duke Airos langsung berlari ke atas menuju kamar Nona muda nya.
Betty dan Duchess Sabrina sampai bersamaan di depan kamar Rara. Betty dengan cepat membuka pintu kamar tersebut dan mempersilahkan Duchess untuk masuk terlebih dahulu.
"Ya Tuhan sayang??? Apa yang terjadi?? Kenapa kau teriak seperti itu?? " tanya Duchess Sabrina dengan wajah panik dan cemas.
"Hiks... Hiks... Ibu.. !! Badan ku rasanya sakit semuanya!! Rasanya seperti di pukuli orang satu kerajaan! " rengek Rara dengan begitu manja.
Mendengar jawaban sang putri membuat Duchess Sabrina terbelalak kaget dan terlihat mengulum senyumnya.
"Ya Tuhan!! Imut sekali Putri ku!! Bagaimana bisa ia membuat kiasan badannya sakit seperti di pukuli orang satu kerajaan! Dosa gak sih kalau aku tertawa di atas kesakitan nya! " batin Duchess Sabrina menahan senyum.
Tidak hanya Duchess, Betty pun ikut menahan tawa nya mendengar kata perumpamaan Rara bersamaan rengekan nya.
Tidak ingin anaknya marah, Duchess Sabrina mengusap lembut kepala Rara sembari memberikan ciuman hangat di kening Putri nya.
Rara menganggukkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca.
"Telapak kakiku seperti tertusuk ribuan jarum ibu?? " adunya dengan bibir mengerucut maju.
"Biar saya pijitin telapak kakinya ya Nona, setidaknya mengurangi rasa sakitnya meskipun tidak banyak! " ucap Betty mengajukan diri.
Rara kembali menganggukkan kepalanya dan Betty langsung duduk di dekat kaki Rara, memijat nya dengan lembut hingga membuat sakitnya lumayan berkurang.
Rara kembali meringis menahan sakit di sekujur tubuh nya hingga sudut matanya mengeluarkan cairan bening yang di ketahui oleh mata Duchess Sabrina.
"Jangan di tahan sakitnya sayang!! Ibu akan meminta Freddy untuk memanggil Pascal agar menyembuhkan mu dengan sihir penyembuh nya! " ucap Duchess ikut meringis saat melihat wajah kesakitan anaknya.
__ADS_1
"Jangan ibu.. ! Percuma saja latihan Rara kalau di sembuhkan oleh sihir Paman Pascal! Rara harus kuat dan menahan sakit ini agar nanti nya tubuh Rara kebal terhadap rasa sakit! " jawab Rara dengan suara lemah.
Duke Valliant yang hendak masuk ke kamar Putri nya tersenyum bangga dengan perkataan sang Putri yang tetap teguh dengan keinginan nya untuk belajar berpedang dan bela diri.
"Rara bukan perempuan lemah dan Rara adalah perempuan yang kuat dan tangguh! Rasa sakit ini masih bisa Rara tahan Ibu! " tambah nya lagi dengan sedikit meringis.
"Oh sayang ku.. " ucap Duchess Sabrina dengan penuh haru.
"Keturunan Duke Airos memang harus kuat dan tangguh, ia tidak boleh lemah hanya karena rasa sakit ini! Ayah bangga padamu sayang.. " ucap Duke yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar tersebut.
"Ayah.... " desis Rara dengan tersenyum senang.
Betty menunduk hormat atas kedatangan Duke Valliant ke kamar Nona nya. Ia masih tetap memijit telapak kaki Rara yang masih terus meringis menahan sakit.
"Ayah akan menyuruh Dokter memberikan mu ramuan agar mengurangi sakitnya tanpa menggunakan sihir sayang!! " ucap Duke Valliant dengan memberikan kecupan lembut di kening sang Putri.
"Terimakasih ayah... " jawab Rara pelan.
Setelah itu Duke keluar bersama dengan Duchess Sabrina untuk menyuruh Ajudan pribadi nya Freddy untuk memanggil dokter. Dokter pada zaman ini belum seperti dokter zaman modern yang mempunyai peralatan canggih. Mereka bisa dikatakan seperti tabib yang mengobati dengan ramuan hanya saja gelar dokter nya yang sudah mulai keren.
"Betty.. Aku mengantuk sekali tapi tubuh ku semuanya sakit dan membuat aku tidak bisa tidur! " rengek Rara dengan suara imutnya.
"Maafkan saya Nona! Saya tidak bisa membantu Nona mengurangi rasa sakit nya! " jawab Betty dengan mata berkaca-kaca.
"Betty, sepertinya aku mengerti perkataan Sir Nathaniel tadi yang mengatakan jika aku butuh waktu beberapa hari untuk latihan kembali dan mengatakan aku tidak bisa tidur nyenyak! Ternyata ini maksud nya aku tidak bisa tidur nyenyak. " ucap Rara pelan.
"Oh Nona... Maafkan ketidakberdayaan pelayan pribadi mu ini! " sahut Betty dengan suara penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa Betty!! Tolong pijat kakiku lagi Betty, setidaknya rasa sakitnya sedikit berkurang meskipun pegal-pegal di tubuhku masih begitu terasa! " ucap Rara dengan sedikit menggerakkan kakinya.
__ADS_1
"Baik Nona.. " jawab Betty patuh.
Bersambung..