
Duke Valliant langsung meminta Vian mengambil Sakura dari pangkuan Ben dan membawa Sakura keluar dari tempat acara menuju kamar nya di lantai atas. Sebelum menyusul suaminya, Duchess Sabrina meminta Vira untuk melanjutkan acara sambil menenangkan para tamu sebelum mereka kembali lagi.
Suasana yang tadinya mendadak ricuh dan heboh kembali tenang dan kondusif setelah di tenangkan Savira dan Benedict selaku wakil dari Duke Airos.
Terlihat wajah cemas dan khawatir dari muka para Pangeran dan Putri Kerajaan Amoland yang ada di ruangan tersebut. Meskipun demikian terdengar juga bisik-bisik para Nona Bangsawan yang membicarakan Nona muda Salomon dan Sakura yang sempat bicara sebelum Sakura pingsan.
"Panggil Dokter sekarang juga dan panggil juga Pascal ke sini! " perintah Duke Airos pada asisten sekalian ajudannya Freddy.
"Baik Yang Mulia.. " jawab Freddy mengangguk patuh.
Vian langsung meletakkan tubuh Sakura di atas tempat tidur, tidak lama berselang Duchess Sabrina datang dengan wajah cemas dan khawatir. Ia langsung duduk di dekat Sakura dengan tangan mengusap keringat pada dahi Putri bungsu nya dengan hati yang bergejolak.
"Suamiku.. ! Apa yang sebenarnya terjadi pada Putri kita?? Ia tadi sangat baik-baik saja dan sangat bahagia dengan pesta ini?? Melihatnya pingsan seperti ini membuatku sangat takut.. " ucap Duchess Sabrina dengan bibir bergetar menahan tangis.
"Jangan terlalu cemas! Putri kita baik-baik saja, aku yakin itu! Kita tunggu saja kedatangan dokter dan juga Pascal! " jawab Duke Airos menenangkan istrinya dengan nada lembut.
Padahal ia sama cemas dan khawatir nya seperti sang istri, namun ia berhasil menutupinya dengan wajah datarnya. Sedangkan Vian berdiri diam menatap wajah pucat sang adik dengan hati bertanya-tanya kenapa adiknya tiba-tiba seperti ini. Walaupun tadi posisinya tidak terlalu dekat, tadi ia melihat gestur adiknya tidak terlalu suka berbincang dengan lady Salomon meskipun raut wajahnya tidak demikian.
"Apa yang sebenarnya terjadi?? Kenapa Sakura sangat tidak suka berbicara dengan lady Salomon?? Tubuhnya terlihat gemetar saat lady Salomon berjalan mendekati nya sebelum ia pingsan! Apa lady Salomon mengatakan sesuatu yang membuat adikku menjadi pingsan begini?? Aku harus mencari tahu semua ini! Aku tidak bisa diam saja! " ucap Vian dalam hatinya.
Sementara itu, sebuah bayangan melesat keluar dari aula pesta debutante Sakura dengan memakai sebuah topeng yang hanya memperlihatkan mata dan mulut nya saja.
Bayangan tersebut berhenti di balik pilar kediaman Duke Airos dengan mata yang tajam melihat di sekelilingnya sebelum melompat menuju lantai atas. Dibalik dinding luar bayangan tersebut menguping pembicaraan Duke Airos dengan dokter dan dokter sihir.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Putri ku Dokter Gillian?? Apa Putri ku terkena penyakit serius?? Dan apa kau sudah memeriksa Putri ku dengan sihir penyembuh mu Pascal?? " tanya Duke Airos dengan tidak sabaran pada Dokter Gillian dan Pascal.
"Dari pendapat saya pribadi sebagai Dokter, Nona muda tidak terkena penyakit yang serius! Entah apa yang membuat nya masih tertidur seperti ini, karena hasil pemeriksaan mengatakan semua organ vital tubuhnya bekerja dengan baik dan tidak ada masalah sedikit pun! " jawab Gillian dengan wajah heran dan juga bingung.
"Aku juga sependapat! Sihir penyembuh ku tidak mendeteksi adanya penyakit yang harus di sembuhkan pada tubuh Putri mu! Hanya saja aku merasa ada yang beda pada tubuh Putri mu Duke yang membuat aku sedari tadi bertanya-tanya dalam hati! " sahut Pascal ikut menambahkan nya.
"Beda seperti apa maksud mu Pascal! Jelaskan padaku secara rinci! " tanya Duke Airos menautkan alisnya.
"Maksudku, aku melihat tubuh Putri mu tidak seperti tubuh manusia normal lainnya! Ada sesuatu yang beda yang aku tidak tau itu apa karena aku tidak bisa menerkanya! Hanya saja saat ini Putri baik-baik saja dan ia hanya tertidur seperti sedang koma! " jawab Pascal secara terperinci.
"Apa kau bilang?? Koma?? " pekik Duke Airos dengan wajah kaget.
"Iya.. ! Seperti ada yang menahannya untuk bangun dan tetap tidur seperti ini! Tapi yang jelas kondisinya baik-baik saja! " jawab Pascal lagi.
"Baiklah kalau begitu! Terimakasih atas kedatangan kalian berdua dan maaf telah merepotkan! " ucap Duke Airos dengan wajah lesu dan pasrah.
"Tidak apa-apa Tuan Duke, itu sudah menjadi tugas saya sebagai Dokter! " jawab Dokter Gillian dengan santai.
Pascal yang mengangguk pelan, kemudian Dokter Gillian pamit undur diri dan Pascal tetap berada di sana karena ingin bicara empat mata dengan Duke secara pribadi.
"Istri ku.. ! Tunggulah di sini menemani Putri kita! Aku ada urusan sebentar dengan Pascal! Dan kau Vian, kembalilah ke pesta dan bantu saudari mu menangani tamu-tamu kita! " ucap Duke Airos pada Duchess Sabrina dan Vian.
"Baik Ayah... " jawab Vian dengan patuh.
__ADS_1
Duchess Sabrina tidak menjawab karena beliau hanya mengangguk pelan sembari menggenggam tangan Putri nya yang sangat dingin.
Duke Airos pun keluar dari kamar Putri nya dengan diikuti Pascal berjalan ke lantai bawah menuju ruang kerja nya. Begitu Duke keluar, Betty masuk ke dalam kamar Sakura dengan wajah merah dan sembab. Ia menangis melihat keadaan Sakura yang masih betah memejamkan matanya tanpa mau membukanya.
Mereka tidak menyadari jika ada seseorang yang berdiri di luar kamar tersebut dengan melihat semuanya.
"Betty! Tolong ambilkan air hangat dan bawa kemari! Bawa juga handuk kecil! " perintah Duchess Sabrina pada Betty.
"Baik Nyonya! " jawab Betty patuh.
Begitu Betty keluar dari kamar tersebut, Duchess Sabrina kembali menatap wajah pucat Putri nya dengan pandangan sendu. Ia mengusap lembut pipi putih Sakura dengan penuh kasih sayang dan melabuhkan ciuman hangat pada kening nya.
"Oh Putri ku sayang.. ! Bangunlah Nak! Jangan buat Ibu mu cemas dan takut secara bersamaan seperti ini?? Jantung Ibu rasanya hampir lepas melihat mu terbaring lemah seperti ini!! Meskipun kata dokter kau baik-baik saja, entah kenapa Ibu masih merasa takut kau akan kesakitan! Bangunlah Nak! Kembalilah pada Ibu! " ucap Duchess dengan suara serak karena menangis.
Ia tidak bisa lagi menahan tangisan nya yang sedari tadi ia tahan sekuat tenaga di hadapan semua orang terutama di depan suaminya.
Sementara itu Duke Airos sudah duduk berdua dengan Pascal di ruang kerjanya.
"Apa sebenarnya yang ingin kau katakan padaku Pascal?? Apa ini terkait dengan kondisi Putri ku?? " tanya Duke Airos tanpa basa basi.
"Tentu saja Valliant.. ! Di dalam Tubuh Putri mu terdapat aura sihir yang sangat kuat sehingga sangat berbahaya jika di ketahui oleh orang lain terutama oleh menara sihir dan Kaisar! " jawab Pascal dengan wajah serius.
"Apa kau bilang??? " teriak Duke dengan wajah shock.
__ADS_1
Bersambung...