
Di sebuah tempat yang tersembunyi, seorang pria menggagahi tiga orang wanita secara bergiliran dengan begitu buasnya seperti seekor binatang.
"Tu-tuan.. Saya mohon hentikan! Saya tidak kuat lagi Tuan! Sa-saya mohon! " teriak salah satu wanita yang memohon agar berhenti.
Namun pria itu seakan tuli dengan permohonan wanita tersebut, ia bahkan dengan kasar meluapkan nafsu binatang nya hingga para wanita tersebut menjerit minta ampun.
"Akkkhhh... Sakit..! Saya mohon tolong hentikan Tuan! Saya benar-benar tidak kuat! Saya mohon...! " pekik wanita itu dengan menjerit seraya terus memohon.
Bukannya kasihan, pria tersebut malah tertawa kencang sembari membolak-balikan tubuh polos wanita tersebut dan menunggang nya seperti kuda secara bergantian.
"Hahahaha.. ! Kalian harus membuat aku puas dan saat ini aku masih lapar dan kalian harus menjadi santapan ku sampai puas dan kenyang! Hahahaha... ! " ucapnya sambil tertawa kencang.
Ia terus bergerak di atas tubuh wanita-wanita tersebut secara bergantian hingga akhirnya para wanita itu satu persatu tidak sadarkan diri karena kelelahan di gempur tanpa jeda.
Pria itu mendengus kesal karena ia masih belum puas. Hasratnya masih tinggi dengan pusakanya yang masih tegak dengan kencang. Tanpa malu ia melenggang membuka pintu kamar dalam keadaan polos memanggil pelayan setia nya.
"Bryant.. ! Singkirkan wanita-wanita yang tidak becus ini! Carikan aku wanita yang kuat di ranjang dan bisa mengimbangi permainanku! Jika mereka mati bakar mereka tanpa meninggalkan jejak! Tapi jika mereka masih hidup, bawa mereka ke tempat biasa biar berkumpul dengan sesama nya di sana! " perintah pria itu pada pelayanan setianya.
"Baik Tuanku! " jawab pria garang itu dengan patuh.
Setelah mengatakan hal itu, pria itu berjalan santai menuju kamar mandi untuk menetralisir gairahnya dengan bermain solo sambil membayangkan perempuan yang datang dalam mimpinya.
🌱🌱🌱
Pagi harinya..
Putra Mahkota Julian sedang berada di luar rumah Tetua Shine dengan berlatih sihir nya sambil menunggu Tetua Shine sadar dari tidur panjangnya.
__ADS_1
Istri Kepala suku Oberon yang menunggu Tetua Shine di dalam rumah, memanggil Putra Mahkota dengan wajah berkeringat.
"Yang Mulia.. ! Yang Mulia.. ! Hosh... Hosh... ! " panggil Lumira istri Kepala suku.
"Ada apa Bibi Lumira?? " tanya Julian dengan heran.
"Tetua Yang Mulia! Tetua sudah sadar! " jawab Lumira dengan tersenyum lebar.
"Benarkah?? Syukur lah kalau begitu! Aku akan menemui Tetua sekarang! Oh ya tolong panggil Paman ke sini Bibi! " ucap Julian dengan wajah lega.
"Astaga!! Aku lupa mengabarkan suamiku kalau Tetua sudah sadar! " sahut Lumira dengan menepuk keningnya.
Ia langsung melakukan sihir teleportasi ke rumah nya untuk menemui sang suami yang sedang melakukan pekerjaan nya sebagai kepala suku.
Julian masuk ke dalam rumah tersebut menuju tempat Tetua Shine berada.
"Yang Mulia... ! " ucap perempuan yang begitu cantik dengan tersenyum lembut.
"Julian Nenek! Panggil aku Julian, tanpa gelar Putra Mahkota! " sahut Julian dengan nada tegas.
"Hehehehe.. ! Iya, iya.. ! " ujar perempuan cantik tersebut dengan terkekeh-kekeh.
"Mendekatlah Julian! Aku harus memastikan nya agar aku yakin! " sahutnya lagi dengan melambaikan tangan agar Julian mendekat.
Julian pun berjalan mendekati ranjang perempuan yang ia panggil nenek dan meraih tangan perempuan itu yang terulur kepada nya. Mereka saling bergenggaman tangan sembari duduk di atas ranjang.
Tetua Shine memejamkan matanya hingga sebuah cahaya biru keluar dari tubuhnya. Cahaya tersebut mengalir ke tubuh Julian seperti air yang hangat. Mereka terus seperti itu tanpa menyadari jika kepala suku sudah berada di kamar tersebut bersama Lumira istrinya.
__ADS_1
Tetua Shine membuka matanya hingga terlihat iris nya yang berbeda warna. Yang satu warna merah dan satu bewarna kuning, itu adalah tanda seseorang yang bisa melihat kejadian yang akan datang.
"Julian.. ! Pergilah cari titisan Dewi Azura! Saat ini ia sudah bangkit dengan penyempurnaan sihir nya! Kita membutuhkan nya untuk Kekaisaran ini sebelum ia di temukan oleh iblis dan keturunan nya! Seseorang telah membuka segel mantra terlarang dan menggunakan mantra tersebut untuk kejahatan dan ambisinya! Hanya dia lah yang bisa memusnahkan iblis bertubuh manusia itu, hingga ia tidak bisa merasuki para manusia bodoh dan serakah yang menjual jiwa nya pada iblis itu! " ucap Tetua Shine panjang lebar.
"Apa maksud nenek?? Apakah kita akan berhadapan dengan iblis??Dimana aku mencari titisan Dewi Azura itu?? " tanya Julian dengan wajah bingung.
"Tetua! Apakah ini ada hubungannya dengan ramalan di kitab suci kuno yang ada di kuil?? " tanya Kepala suku Oberon ikut nimbrung.
"Kalian sudah datang!! Betul sekali Silvester! Akan datang sang penyelamat titisan Dewi Azura yang akan menyelamatkan kita dari iblis bertubuh manusia yang akan membawa kehancuran untuk tanah Amoland ini! Kita harus menemukannya sebelum iblis itu yang menemukannya! " jawab Tetua Shine dengan tegas.
"Jadi musuh kita adalah iblis?? " beo Julian seraya berpikir keras.
"Betul! Tapi ia mendiami raga manusia yang menyembah nya hingga nanti raga tersebut menjadi milik iblis itu! Perlahan tapi pasti, jiwa iblis itu menggerogoti pemilik tubuh hingga tidak tersisa kecuali jiwa nya yang benar-benar murni, ia tidak akan terpengaruh dengan bisikan iblis. Mereka yang seperti ini rela menjual jiwanya dengan iblis agar bisa meraih ambisinya selama ini! " sahut Tetua Shine lagi.
"Lalu bagaimana aku bisa menemukan nya Nenek? Apakah ada ciri-ciri khusus agar aku mengenali titisan Dewi Azura?? " tanya Julian lagi dengan bingung.
"Hatimu! Hatimu lah yang bisa menuntunku untuk menemukan titisan Dewi Azura! Hatimu pasti mengenalinya karena kalian sudah pernah bertemu ketika kecil! " jawab Tetua Shine yang terdengar tidak masuk akal.
Julian berpikir keras untuk memahami maksud perkataan Tetua Shine yang tampak begitu membingungkan.
"Tidak udah berpikir keras begitu! Nanti saat ketemu hatimu pasti mengenalinya karena ia di takdir kan untuk menjadi pendamping mu memimpin Kekaisaran ini! " ucap Tetua Shine dengan tersenyum lebar.
"Jadi maksud nenek dia seorang wanita??? " tanya Julian lagi dengan terbelalak kaget.
Tetua Shine menganggukkan kepalanya. Anggukan kepala Tetua Shine membuat hati Julian bimbang.
"Nenek bilang, titisan Dewi Azura itu seorang wanita yang kelak menjadi pendamping ku! Tapi aku mencintai perempuan lain yang tidak lain gadis kecil yang bertemu saat aku di gigit ular waktu itu! Bagaimana bisa aku menikahi perempuan lain sementara hatiku sudah menjadi milik gadis kecil itu! Meskipun seorang Kaisar tidak di larang untuk memiliki wanita lebih dari satu, tapi aku tidak suka dengan hal yang seperti itu! Aku hanya ingin punya satu wanita yang benar-benar aku cintai! Aku tidak ingin membagi tubuh dan cintaku pada wanita lain selain wanita yang aku cintai! " batin Julian dengan perasaan bimbang.
__ADS_1
Bersambung...