
Sakura putri Dirgantara...
Seorang gadis kecil berlarian bersama adik dan kakaknya di tepi pantai yang sebentar lagi akan menampakkan sunset nya.
Mereka berlarian sembari bermain air dengan disaksikan dua orang dewasa yang duduk bersantai memperhatikan mereka bertiga.
Puas bermain mereka bergabung bersama kedua orang tuanya dan bersantai sambil makan bersama.
Namun kebahagiaan mereka terusik dengan kehadiran beberapa orang preman yang mengamuk di restoran tempat mereka makan sehingga membuat para pengunjung serta pemilik restoran menjadi sasaran amukan preman tersebut termasuk keluarga gadis tersebut.
Preman tersebut menghajar siapa saja dengan membabi buta hingga perkelahian pun tidak bisa di hindari antara pengunjung dan preman itu. Bahkan pemilik restoran terkapar akibat di tusuk preman dan komplotan nya hingga tidak bernyawa. Tidak hanya pria, wanita pun menjadi sasaran amukan preman tersebut bahkan mereka dengan biadab melecehkan para wanita di depan anak-anak.
"Sakura! Ayo kita lari selagi mereka sibuk! " ajak kakak laki-laki nya dengan wajah ketakutan.
"Tapi bagaimana dengan Mama dan Papa Kak? Sakura gak mau ninggalin mereka! " jawab Sakura dengan mata berkaca-kaca.
"Tapi Mama bilang agar kita pergi Sakura! Mama tadi bilang agar kita lari dan menyelamatkan diri! Kita harus pergi dari sini untuk mencari bantuan! " ucap Kakak nya lagi dengan memeluk adik mereka yang tertidur di pangkuan nya.
"Tapi kak, Sakura gak mau ninggalin Mama! " isak nya dengan menggigit bibirnya agar tidak menimbulkan suara.
"Kita pergi cari bantuan Sakura! Kita harus cepat pergi sebelum mereka melihat kita! " jawab kakak nya lagi bersikeras.
Dengan berat hati ia mengangguk dan diam-diam merangkak keluar dari tempat persembunyian yaitu di bawah meja yang tertutup tirai. Dua kakak beradik itu berjalan jongkok dengan sang kakak menggendong adik mereka yang tertidur agar bisa keluar dari tempat itu.
Walaupun susah payah akhirnya mereka berhasil keluar dari lokasi restoran tersenyum dan berjalan menuju hutan, namun lagi-lagi usaha mereka ketahuan oleh salah satu komplotan preman tersebut dan mengejar mereka.
__ADS_1
"Ada yang kabur! Kejar mereka jangan sampai lolos! " teriak salah satu preman yang memergoki kakak beradik itu.
Karena ketakutan, mereka lari masuk ke dalam hutan tanpa memikirkan bahaya apa yang menanti mereka di sana. Preman itu memanggil temannya dan masuk ke hutan mengejar kakak beradik itu hingga tanpa di sadari kakak beradik itu terperosok masuk ke jurang bersama adik kecil mereka yang terbangun saat berlari tadi.
"Aduh sakit sekali!! Kakak.. ! Sella.. ! Apa kalian baik-baik saja?? " ucapnya lemah dengan perlahan membuka matanya.
Begitu matanya terbuka, ia meringis kesakitan pada sekujur tubuh nya yang terasa remuk, kakinya terkilir dan matanya terbelalak saat melihat kakak dan adiknya terbaring dengan tubuh tertancap kayu hingga meninggal.
"Kakak.. !! Sella.. !! " jerit Sakura dengan menangis pilu sambil menggoncang tubuh kakak dan adiknya.
Dengan tangan kecilnya Sakura menguburkan mereka berdua seadanya agar tidak di makan hewan buas. Sambil menahan sakit pada tubuh dan kakinya, Sakura berjalan menyusuri hutan agar bisa keluar dan meminta bantuan. Karena hari sudah malam ia memutuskan untuk terus berjalan tidak peduli dengan bahaya atau perutnya yang lapar.
Akhirnya ia berhasil keluar hutan dan menemukan jalan lebar yang di lewati banyaknya kendaraan. Karena tubuhnya lemah ia berjalan ke tengah jalan hingga akhirnya tertabrak mobil yang melintas.
Sakura di selamatkan oleh penabrak nya di rawat hingga sembuh dan diangkat menjadi anak angkatnya. Sakura di bawa ayah angkatnya keluar negeri tepatnya ke Amerika dan memulai hidup baru di sana.
Sakura bekerja sebagai agen rahasia saat usianya 20 tahun dan ia di jebak teman satu timnya hingga mati di tembak musuh.
"Dor... Dor... Dor!! "
" Aaakkkhhh... !! A-apa yang terjadi?? " teriak Sakura saat jantungnya bersarang dua timah panas.
"Selamat tinggal Sakura! Sampaikan salam ku pada penghuni di surga!! Hahahaha... " ucap seorang wanita sambil tertawa kencang.
"Jennifer.... !! Ke-kenapa kau tega!! " sahut Sakura dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Tega kau bilang! Seharusnya kau tidak masuk ke dalam tim ku! Aku benci kau yang selalu sok pintar dan menjadi kesayangan pimpinan! Aku benci itu! Lebih baik kau mati Sakura! Marilah kau!! " pekiknya sembari kembali memberikan timah panas pada tubuh Sakura.
"Dor..... "
"Bruk.... " tubuh Sakura ambruk dengan tiga peluru bersarang di tubuhnya.
"Tidaaaakkk.... " pekik Rara terbangun sambil memegang dadanya.
Wajahnya berkeringat dingin, dadanya tiba-tiba sakit seakan-akan ia baru saja mengalaminya.
"Nona.. ! Apa yang terjadi?? Kenapa anda berteriak begitu?? " ucap Betty tiba-tiba masuk ke kamar Rara dengan wajah cemas.
"A-aku bermimpi buruk Betty! Ambilkan aku minum! " jawab Rara dengan napas naik turun sambil memegang dadanya.
Dengan cepat Betty mengambil air minum di teko dan mengisinya ke gelas. Lalu ia memberikannya kepada Rara dan di habiskan Rara hanya dalam sekali teguk.
"Apa Nona butuh yang lain?? " tanya Betty lagi.
"Tidak! Kembalilah ke kamar mu! Aku akan tidur lagi! " jawab Rara tegas.
Mendengar jawaban Rara, Betty pun segera keluar dari kamar Nona nya dan menutup pintu kembali.
"Tidak di jaman modern maupun di masa lalu, aku selalu di khianati teman ku sendiri! Teman yang aku percayai menusuk ku dari belakang! Tapi karena aku kembali ke masa lalu, aku tidak akan membiarkan musuh berkedok teman kembali menusuk ku seperti dulu! Aku harus mengubah hidupku masa ini agar di masa depan ku nanti tidak akan bisa yang menusuk ku lagi seperti dalam ingatan ku! " ucap Rara dengan penuh tekad.
Rara merebahkan kembali tubuhnya di kasur dengan melihat langit-langit kamarnya sembari memikirkan lagi rencana masa depannya di jaman ini.
__ADS_1
"Aku harus menjadi kuat sebelum bertemu bajingan itu saat debutante ku di gelar! Aku harus bisa menemukan pelindung ku yang bisa melindungi ku dengan taruhan nyawa nya! Aku tidak bisa ber leha-leha sementara waktu akan terus berjalan! " gumamnya dengan mata menerawang ke atas.
Bersambung..