
Sakura sedang bersemedi di dalam kamarnya saat Betty datang menemuinya. Ia masih tetap duduk bersila di atas tempat tidurnya dengan mata tertutup begitu Betty masuk kamar setelah mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Nona, Ronan sudah datang menunggu di gazebo belakang bersama adik perempuan nya! " ucap Betty memberitahu Sakura.
Sakura membuka matanya dan menyudahi semedinya. Ia mengganti pakaian nya karena ia hanya memakai pakaian dalaman bagi orang pada zaman itu padahal ia memakai pakaian tipis dengan celana panjang, namun bagi zaman ini itu terbilang pakaian dalam.
"Katakan pada pelayan untuk membawakan teh dan camilannya Betty! Oh ya, dimana keluarga ku? Apakah mereka ada di rumah? " perintah Sakura sambil bertanya.
"Tuan Duke dan Duchess pergi desa sebelah Nona untuk mengecek pekerjaan di sana, Tuan muda sudah berangkat ke istana, sedangkan Nona sulung seperti biasa belajar menyulam dengan Baroness Alicia di ruang belajar. " jawab Betty sambil mengepang rambut Sakura.
Sakura hanya mengangguk mendengar laporan Betty dan mereka keluar dari kamar menuju lantai bawah dengan tujuan yang berbeda karena Betty harus ke dapur dulu untuk melakukan perintah Nona nya tadi.
"Maaf jika kalian berdua menunggu lama! " sapa Sakura begitu memasuki pelataran gazebo.
Ronan segera bangkit dan menunduk hormat pada junjungan nya, sedangkan adik perempuan nya melongo menatap Sakura dengan mata melotot.
"Rheina ! Bersikaplah sopan pada Nona muda! " tegur Ronan pada adik perempuan dengan suara tegas.
"Eh, a-apa?? Ma-maaf kan atas kelancangan saya Nona! Maaf saya tidak sopan di depan Nona! " sahut perempuan muda itu tersadar dan langsung berdiri menunduk hormat dengan wajah ketakutan.
"Hehehehe... ! Tidak apa-apa! Kau lucu sekali dengan mulut mu yang terbuka tadi! " jawab Sakura dengan terkekeh geli.
"Ayo duduk kembali! Jangan takuti adikmu dengan nada suara mu itu Ronan! Oh ya, siapa nama mu tadi? " ucap Sakura lagi sembari mengambil tempat duduk yang sudah di sediakan.
Mereka duduk lesehan dengan alas bantalan kecil yang memang di sediakan untuk duduk. Gazebo ini mirip dengan pendopo dan baru di buat oleh Duke atas permintaan Sakura tiga tahun lalu. Awalnya Duke bingung dengan membuat bangunan seperti permintaan Putri bungsunya, namun setelah bangunan ini selesai di bangun, Duke dan yang lainnya langsung terpukau dengan bangunan tersebut dan menjadikan gazebo ini sebagai tempat mereka jikalau bersantai di siang hari. Apalagi Sakura menambahkan bantalan untuk duduk dan meja-meja kecil untuk menaruh teh dan camilan di atas nya. Terkadang Vian dan Freddy bersantai di sana sambil menikmati semilir angin setelah melakukan aktivitas.
"Nama saya Rheina De Aglerio Nona! " jawab Rheina dengan wajah tertunduk malu.
"Nama yang cantik secantik orang nya! " sahut Sakura memuji dengan jujur.
"Nona terlalu memuji! Sejujurnya Nona lah perempuan yang paling cantik yang pernah saya temui selama ini! Tidak ada perempuan lain yang dapat menandingi kecantikan Nona yang benar-benar memukau dan mempesona! Saya yang perempuan saja langsung jatuh hati saat melihat Nona, apalagi jika itu laki-laki! Pasti semua laki-laki di Kerajaan ini akan tertekuk lutut dengan kecantikan Nona! " jawab Rheina dengan begitu berani mengemukakan pendapatnya.
"Rheina.. ! Jangan bertindak kurang ajar pada Nona muda! " bentak Ronan pada adiknya.
Rheina langsung tersentak kaget mendengar bentakan kakak laki-laki nya. Ia langsung menunduk kan kepala seraya meminta maaf pada Sakura.
__ADS_1
"Maafkan saya Nona! Maafkan kelancangan saya! Sekali lagi saya minta maaf Nona! " ucap Rheina langsung bersujud dengan suara bergetar ketakutan.
"Saya sungguh menyesal dan minta maaf atas ketidaksopanan adik saya Nona! Mohon Nona untuk mengampuni nya! " ucap Ronan juga ikut bersujud di depan Sakura.
"Hahahaha... ! Aku tidak tersinggung sama sekali dengan Rheina Ronan! Bangkit lah kalian berdua karena aku hanya manusia biasa yang tidak pantas di sembah seperti itu! Hanya Dewa yang pantas di sembah dan bukan aku! " sahut Sakura dengan tertawa kecil.
Tidak lama Betty datang dengan dua orang pelayan membawakan nampan berisi teh dan camilan nya. Pelayan tersebut langsung pergi setelah melakukan tugas nya dan Betty langsung mengambil tempat duduk di samping Sakura.
"Betty, perkenalkan ini Ronan dan adiknya Rheina! Kalian berdua, ini Betty pelayan pribadi saya dan juga orang kepercayaan saya! " ucap Sakura memperkenalkan mereka bertiga.
Mereka saling mengangguk hormat sebagai tanda perkenalan tanpa perlu berjabat tangan karena di jaman ini berjabat tangan itu hanya di lakukan oleh para bangsawan saja.
"Aku panggil Rein saja ya biar gampang! " ucap Sakura pada Rheina.
"Terserah Nona saja! " jawab Rheina dengan pelan.
"Baiklah! Rein, mulai sekarang kau akan menjadi pelayan pribadi ku seperti Betty! Kau akan melayani ku dan tinggal di kediaman ini mulai hari ini dan seterusnya! Apa kau mau melakukan nya Rein?? " tanya Sakura dengan menatap Rheina.
"Mau Nona, mau! Terimakasih sudah mau menerima saya menjadi pelayan pribadi Nona dan mengizinkan saya tinggal bersama Nona! " jawab Rheina cepat dengan wajah kegirangan.
"Baik Nona! " jawab Betty dan Rein barengan.
Setelah mereka berdua pergi, tinggal Sakura dengan Ronan saja yang ada di gazebo. Sakura memasang barier pelindung agar percakapan mereka tidak bisa di dengar orang lain.
"Ada yang ingin kau sampaikan pada ku Ronan?? " tanya Sakura langsung tanpa basa basi.
Ronan terkejut dengan pertanyaan Sakura yang bisa tau jika ia ingin mengatakan sesuatu padanya.
"Tidak udah kaget begitu! Aku hanya punya firasat jika kau ingin menyampaikan sesuatu padaku! " sahut Sakura dengan wajah santai.
"Saya ingin memberikan ini Nona! " ucap Ronan dengan mengambil sesuatu di balik pakaian nya.
Sebuah pot kecil dengan tumbuhan yang baru tumbuh di keluarkan dari balik pakaian nya. Ia menaruhnya di depan Sakura yang membuat Sakura menautkan kedua alisnya.
"Ini tumbuhan yang waktu mau di ambil pengawal waktu itu! Tanaman ini adalah bunga Citrus atau dikenal dengan Black Rose . Tanaman ini hanya tanaman biasa bagi pecinta bunga, tapi bagi penganut aliran sesat bunga ini bahan utama untuk menciptakan ilusi dan halusinasi saat melumpuhkan musuh! Tanaman ini satu-satunya yang tersisa di daratan ini karena sudah habis dimusnahkan oleh menara sihir berabad tahun yang lalu! Saya menyerahkan bunga ini pada Nona karena menurut saya Nona yang bisa di percaya untuk menjaga nya! " ucap Ronan dengan wajah serius.
__ADS_1
"Kenapa tidak kau musnahkan saja tanaman ini jika berbahaya kalau di temukan oleh orang yang salah! " sahut Sakura menautkan alisnya.
"Tidak boleh Nona! Bunga ini menjadi satu-satunya bahan tambahan obat untuk menetralisir seseorang jika terkena sihir hitam! Jika kelopak bunga ini di campur dengan bahan yang lain seperti akar ginseng, minyak Chamomile, minyak sereh dan hati beruang madu akan membuat orang yang terkena aliran hitam atau sihir hitam menjadi seperti sembuh seperti sediakala! Tanaman ini tidak boleh jatuh ke tangan yang salah Nona! " ucap Ronan dengan tegas.
"Kalau begitu berati di Kerajaan ini ada yang menggunakan sihir hitam atau aliran hitam?? " tanya Sakura lagi dengan mimik serius.
"Saya tidak tau Nona, karena sepengetahuan saya sihir hitam yang selalu di gunakan oleh aliran sesat atau sekte sesat sudah di larang oleh menara sihir. Saya juga mendengar jika saat saya kecil dilakukan pembersihan besar-besaran terhadap penganut aliran sesat tersebut hingga ke akarnya. Bahkan jika ada yang ketahuan mempelajari sihir hitam akan di musnahkan saat itu juga. Makanya saat saya melihat tanaman ini saya langsung mengamankannya dengan membelinya di penjual tanaman dan obat-obatan di desa Tarake! " jawab Ronan lagi.
"Hmm, aku tidak tau jika di zaman ini ada juga sihir hitam! Aku kira hanya ada di dongeng-dongeng saat aku kecil dulu! " gumam Sakura dengan mengetuk dagunya.
Mereka tampak terdiam sesaat sambil meminum teh yang di sediakan.
"Aku tidak menyangka ada sihir hitam dan aliran sesat di jaman ini! Aku kira fokus ku sekarang hanya mencegah kematian ku dan keturunan keluarga ku dari para bajingan itu, tapi nyatanya ada lagi penghalang berupa masalah pemuja aliran sesat ini! Entah kenapa firasatku mengatakan jika aku akan berhadapan dengan penganut aliran sesat ini! Padahal setau ku dalam ingatan tidak ada aliran sesat atau sihir hitam saat pemberontakan Oscar dalam mengambil tahta kerajaan Amoland ini! Apa mungkin hal itu ada setelah aku mati?? Haish, ini benar-benar bikin sakit kepala saja! " batin Sakura menghela napas nya dengan kasar.
Ronan hanya diam melihat Nona nya menghela napas dengan kasar tanpa mau menegurnya.
"Bagaimana dengan pekerjaan mu di Guild Bulan perak? Apa itu tidak mengganggu mu saat menemui ku? " tanya Sakura memecahkan keheningan.
"Saya di sana sebagai wakil kepala Guild Nona, jadi tidak punya tugas banyak karena ada bawahan yang akan melakukan tugasnya. Apalagi saat ini tidak ada pekerjaan penting dan berat yang di lakukan Guild Bulan perak sebatas pekerjaan mencari informasi! " jawab Ronan jujur.
"Bagus-bagus lah kau di sana karena keberadaan mu di sana sangat aku butuhkan! Laporkan jika ada informasi penting dari sana jika itu menyangkut aku dan kediaman ini! " ucap Sakura memberikan dukungan nya pada Ronan.
"Terimakasih Nona atas pengertian nya! Nona akan menjadi prioritas utama saya dari pada pekerjaan saya di Guild Bulan perak! " jawab Ronan dengan sungguh-sungguh.
Tiba-tiba Sakura menegakkan kepalanya sambil melihat sekelilingnya dengan sikap waspada. Ronan yang melihat sikap Nona nya juga ikut meningkatkan kewaspadaan nya terhadap hal di sekitar mereka.
"Sepertinya ada yang datang dan mencoba menguping pembicaraan kita Ronan! " ucap Sakura dengan memejamkan matanya.
"Nona benar, hanya saja baunya sudah menghilang saat saya mengeluarkan insting saya! " sahut Ronan membenarkannya.
"Bersikap waspada lah dimana pun kau berada Ronan! Kita tidak tau siapa saja yang mencoba mencari masalah dengan kita! Kembalilah ke Bulan perak dan tunggu panggilan ku saat aku membutuhkan bantuan mu! " ucap Sakura sembari membuka matanya.
Ia kembali menghapus barier pelindung di gazebo dan Ronan segera pergi secepat kilat seperti angin.
"Siapa yang mencoba memasuki wilayah Duke Airos dengan begitu berani? Tapi kenapa aku merasa seperti sedang di awasi saja dan orang itu seperti tidak ingin berbuat jahat! Apakah ia mengawasi kediaman ini atau sedang mengawasi aku?? " gumam pelan Rara saat ia hanya sendiri duduk di gazebo.
__ADS_1
Bersambung..