
"Boleh saya duduk disini?? " tegur seseorang dari belakang Savira.
Savira yang melamun terkaget mendengar suara itu sontak menoleh ke belakangnya. Seorang perempuan muda seusianya tersenyum ramah berdiri sembari menunggu jawabannya.
"Eh, silahkan saja! " jawab Savira dengan cepat mengatasi ekspresi nya.
Perempuan cantik berambut magenta dengan mata yang sama langsung duduk di sebelah kanan Savira dengan begitu anggun.
"Jangan pedulikan omongan yang membuat kita sakit kepala! Mereka tidak tau apa yang kita alami hingga seenaknya berprasangka buruk seperti itu! Mau kita baik sekalipun mereka akan tetap menggunjing di belakang kita seolah-olah mereka lah pribadi yang benar! " ucap perempuan itu dengan tersenyum dan mata fokus ke depan.
Hati Savira menjadi sejuk mendengar perkataan perempuan cantik itu. Ia menatap lama perempuan itu hingga perempuan itu menoleh ke arah Savira dengan wajah masih tersenyum.
"Maaf jika perbuatan ku tadi menyinggung mu! Aku Savira, siapa anda?? " ucap Savira dengan wajah malu karena ketahuan mengamatinya.
"Aku tidak tersinggung! Aku Mariana De Black! Senang berkenalan dengan anda Nona sulung Airos! " sahut nya dengan mengangguk sopan.
"Panggil aku Savira saja! Anda sangat cantik dari yang aku bayangkan! Sepertinya kita cocok untuk berteman?? " ucap Savira dengan senyuman lebar.
"Kalau kita teman berarti panggil juga aku Anna! " sahut Mariana juga tersenyum lebar.
Savira mengangguk dan mereka sama-sama tersenyum lebar sambil menatap ke depan karena Yang Mulia Permaisuri Emilia sudah membuka pesta perjamuan teh ini.
Para dayang langsung menyajikan teh di setiap meja dengan berbagai macam makanan pendamping seperti camilan buah kering, kue kering maupun roti sebagai pendamping teh. Setelah membuka acara tersebut dan mempersilahkan para Nona-nona bangsawan menikmati nya, Permaisuri dan Selir Utama mengundurkan diri karena menyerahkan sepenuhnya pada Tuan Putri Asteria.
"Baiklah Nona-nona semuanya, kami berdua undur diri dulu dan nikmati perjamuan nya! " ucap Permaisuri Emilia dengan nada lemah lembut.
"Terimakasih Yang Mulia Permaisuri dan Selir utama! " jawab semua Nona bangsawan dengan menunduk sopan.
__ADS_1
Begitu Permaisuri dan Selir utama meninggalkan taman tersebut, Tuan Putri Asteria beranjak dari duduknya menuju meja yang di duduki Savira dan Anna.
"Boleh aku duduk bersama kalian? " tanya Tuan Putri Asteria dengan senyum mengembang di wajahnya.
"Tentu saja Tuan Putri! " jawab Vira dan Anna barengan dengan tersenyum ramah.
"Asyik.. ! Gak enak sekali duduk sendirian di sana! Ayo di makan kue nya! Ini di bawa langsung oleh Kak Obelix dari benua luar! Kalian harus memakannya! " ucap Tuan Putri Asteria dengan wajah ceria.
"Terimakasih Tuan Putri! " jawab mereka berdua dengan agak sungkan.
"Ck.. Panggil Aster saja biar akrab! Mulai sekarang kita teman! Lagian kan kalian berdua seumuran dengan Kak Oscar, jadi aku akan panggil kalian kakak! " ucap Putri Asteria tanpa mau di bantah.
"Tidak boleh menolak! " ancam Putri Asteria dengan menaikkan tangannya saat melihat Savira mau membuka mulut untuk bicara.
Keakraban Putri Asteria dengan Savira dan Mariana membuat seseorang yang menatap mereka dari belakang dengan mata memanas sambil menggenggam erat kedua sisi gaunnya.
"Oh iya, bagaimana jika kita ke sebelah sana! Sebulan yang lalu Ayahanda Kaisar baru saja membuat kolam ikan kecil lengkap dengan bunga teratai nya! " ucap Putri Asteria dengan menunjuk ke arah barat mereka.
Ucapan Putri Asteria yang keras membuat semua Nona bangsawan menoleh ke arah barat mereka.
Tampak sebuah kolam yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil di sana. Tidak hanya itu, ada juga beberapa pohon yang rindang dengan sebuah pendopo di samping kolam tersebut.
"Ayo kita ke sana! " ajak Putri Asteria sambil berdiri.
Seorang Nona bangsawan terlihat antusias melihat ke arah sana sambil tidak memperhatikan jika ujung gaunnya menyangkut di ujung kursi. Liliana Salomon tersenyum menyeringai melihat semua itu, dengan berdiri anggun ia berjalan mendekati Nona bangsawan tersebut dan menyenggol bahu Nona bangsawan tersebut hingga Nona bangsawan itu hilang keseimbangan. Ditambah lagi gaunnya tersangkut hingga ia mau tidak mau membalikkan badan nya agar gaunnya tidak sobek hingga menabrak meja yang di duduki Savira dan teh yang ada di atas meja tersebut tumpah ke gaun Savira yang masih terduduk di kursinya.
"Astaga Nona Ellena ! Maafkan saya yang terburu-buru dan tidak sengaja menyenggol anda! " ucap Liliana dengan tampang tidak berdaya membantu Nona tersebut untuk berdiri.
__ADS_1
Nona yang di panggil Ellena tidak menghiraukan ucapan minta maaf Liliana karena ia fokus melihat ke arah Savira dengan tatapan bersalah.
"Maafkan saya Nona Airos! Saya benar-benar tidak sengaja! Gaun saya tersangkut hingga hilang keseimbangan hingga gaun Nona kotor begini! " ucap Nona bangsawan itu dengan mata berkaca-kaca.
Ia berdiri di depan Vira dengan menautkan kedua tangannya meremasnya agar ketakutan nya berkurang. Bagaimana pun juga status sosialnya di bawah Vira yang seorang Putri sulung Duke yang begitu terkenal.
Savira yang masih kaget dan shock hanya terdiam tanpa bisa berkata apa-apa. Ia tersadar saat Anna menyentuh bahunya.
"Kau tidak apa-apa Vira?? " tanya nya dengan lembut sambil menyentuh bahu Vira.
"Iya Kak, kakak baik-baik saja kan?? " tanya Putri Asteria juga dengan nada khawatir.
"Eh, a-aku tidak apa-apa! " jawab Vira sadar dari keterkejutan nya sambil melihat ke arah Nona Ellena dan Liliana yang berdiri di samping Nona tersebut.
"Maafkan saya Nona Airos! Saya benar-benar tidak sengaja! " ucap Nona Ellena sekali lagi dengan tatapan menyesalnya.
"Tidak apa-apa Nona Ellena! Saya tau anda pasti tidak sengaja! " jawab Vira dengan lembut.
"Nona Ellena! Saya harap Nona lebih berhati-hati lagi dan perhatikan sekeliling anda agar kejadian ini tidak terulang lagi! " tegur Putri Asteria dengan menatap tajam Ellena.
"Maafkan saya sekali lagi Tuan Putri! " jawab Ellena dengan menundukkan kepalanya.
"Dan anda Nona Salomon! Hal ini berlaku juga pada anda, karena buru-buru anda sampai tidak memperhatikan jalan anda hingga menabrak orang sembarangan! Gara-gara anda gaun Kak Vira sampai kotor begitu! " ucap Putri Asteria lagi dengan nada tegas pada Liliana.
"Sudah Aster, jangan di perpanjang! Aku tidak apa-apa! Nanti akan di bersih kan saat pulang ke rumah! " lerai Vira dengan agak tidak enak karena Asteria menegur mereka berdua di hadapan semua Nona bangsawan.
"Brengsek si Vira ini! Aku ingin ia malu karena gaunnya kotor tapi Tuan Putri malah mempermalukan aku di hadapan semua orang! Awas kau Vira ! Aku akan membalas nya berkali-kali lipat! Mereka juga apa-apaan memanggil nama saja seperti teman akrab! Benar-benar sial! Melihat wajah lembutnya itu membuat ku muak sama seperti adiknya yang sialan itu! " ucap Liliana dengan geram dalam hatinya sambil meremas kuat gaunnya.
__ADS_1
Bersambung...