
Lembah iblis..
Sebuah tempat yang terisolasi dari dunia luar dan tangan manusia, yang selalu di ceritakan sebagai tempat bersembunyi nya para iblis. Bagi rakyat Amoland, lembah iblis adalah tempat terkutuk yang tidak bisa di masuki oleh sembarangan orang. Hanya orang yang mempunyai sihir tingkat tinggi yang bisa memasukinya karena butuh sihir yang kuat untuk melawan aura negatif yang melindungi lembah tersebut.
"Nona, kita sudah sampai di bagian luar lembah iblis! Apa Nona yakin untuk masuk seorang diri ke dalam hutan ini? " tanya Ronan yang mencoba menggugah keinginan Sakura.
"Kau tidak perlu khawatir! Aku butuh tempat ini untuk memulihkan energi ku! Aku akan memberitahu mu dengan telepati jika aku selesai di tempat ini! " jawab Sakura dengan nada pelan.
"No-nona bisa sihir telepati?? " tanya Ronan dengan wajah terkejut.
"Tentu saja! Hanya saja sihir telepati ku belum begitu sempurna, masih tingkat 3." jawab Sakura lagi.
Ronan semakin terkejut dengan jawaban Sakura. Ia menelan ludah nya dengan kasar sambil menatap Sakura dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Ya Dewa.. ! Nona ini manusia apa Dewa! Bagaimana bisa tingkatan 3 sihir telepati dibilang belum sempurna! Tingkatan paling rendah yaitu tingkat enam saja itu sudah begitu lumayan seperti aku! Tingkat 3 itu sudah luar biasa hebat! Mau tingkat berapa lagi biar menjadi lebih sempurna?? " batin Ronan sambil geleng-geleng kepala.
Ronan melompat turun dari kuda nya dan mendekati kuda Sakura karena akan membantu Nona nya untuk turun.
"Nona, dengan keadaan Nona yang lemah begini saya tidak tega untuk membiarkan Nona masuk sendiri ke dalam hutan sana menuju lembah iblis! " ucap Ronan lagi dengan nada khawatir.
"Aku tidak apa-apa Ronan! Kau tidak perlu khawatir begitu! Lebih baik kau pikirkan cara untuk merekrut orang yang bisa bekerja di bawah perintah mu! Aku ingin ada orang yang membantu mu saat aku memberikan tugas! Aku tidak bisa melakukannya seorang diri karena aku Putri seorang Duke. Jika aku seorang pengembara mungkin aku tidak membutuhkan banyak pengikut agar bisa membantu ku setiap ingin melakukan sesuatu! Carilah orang yang patuh dan setia agar ia tidak menjadi bumerang untuk kita berdua! Jika tidak ada maka setelah aku selesai dari sini biar aku yang mengikat mereka agar patuh dan setia pada perintah ku! " sahut Sakura panjang lebar.
"Baiklah Nona! Saya akan melakukannya! Akan saya pastikan bawahan ku orang yang patuh dan setia ada saya dan Nona! Oh ya, bagaimana dengan perintah Nona tentang desa Hime? " tanya Ronan setelah mematuhi perintah Sakura.
"Tentu saja kau harus melakukan nya juga! Setelah kau melakukan semuanya barulah kau cari orang yang akan menjadi bawahan mu! Pastikan tidak ada orang yang tau apa yang kau kerjakan disana! Semua nya harus berhasil sebelum musim dingin datang menyelimuti Kekaisaran Amoland! " jawab Sakura sambil menyeka keringat di pelipis nya.
__ADS_1
"Baik Nona! Saya tidak akan melakukan kesalahan sedikitpun! " ucap Ronan penuh keyakinan.
"Bagus! Sekarang pergilah! Aku akan memasuki hutan sekarang juga! Tubuhku benar-benar lelah dan membutuhkan energi kehidupan yang murni di lembah itu! " sahut Sakura dengan berjalan pelan sambil menuntun kudanya.
"Tentu Nona! " jawab Ronan dengan mengangguk patuh.
Sakura memasuki hutan gelap tersebut dengan membawa kuda putihnya. Ia terus berjalan memasuki hutan hingga tubuhnya nya menghilang dari pandangan mata Ronan.
"Semoga berhasil Nona! Dan semoga Nona baik-baik saja di dalam sana! " ucap Ronan dalam hati dengan tulus.
Ronan segera menaiki kudanya untuk kembali ke desa Hime secara sembunyi-sembunyi. Ia akan melakukan semua perintah Nona nya untuk mengatasi masalah kekeringan di desa tersebut.
Beberapa saat sebelum sampai di lembah Iblis.
"Ronan! Selama aku di lembah Iblis, lakukan apa yang seharusnya menjadi tujuan ku ke desa Hime! Aku mengharapkan bantuan mu untuk melakukannya karena saat ini kondisi ku tidak memungkinkan untuk melakukan itu! Jika aku nekat melakukan semua itu di saat tubuhku belum pulih, maka mereka yang mencariku bisa menemukan aku dengan begitu mudah! Hanya kau satu-satunya harapanku untuk membantu Ayahku sebelum musim dingin menyelimuti Kekaisaran ini! " ucap Sakura dari atas kudanya.
"Carilah titik hitam yang terkubur di bawah tanah yang mengalami kekeringan! Gali tanah tersebut dan ambil benda yang terbungkus kain putih yang ada benda hitam di dalam nya! Usahakan jangan membuka kain tersebut dan menyentuh nya dengan kedua tangan mu karena itu berbahaya! Masukkan benda tersebut ke sebuah tempayan kecil yang ada tutupnya agar energi benda itu tidak di deteksi kekuatan sihir api! Setelah kau dapatkan benda tersebut, bawalah ke sekitar kediaman ku dan kubur tempayan tersebut karena akan aku musnahkan begitu aku kembali! Jangan lupa tandai tempat di mana kau kubur agar tidak bingung mencarinya! " jawab Sakura panjang lebar.
"Baik Nona! Tapi kalau boleh tau dari mana Nona tau ada benda tersebut di tanah yang mengalami kekeringan? " sahut Ronan sangat penasaran.
"Aku memimpikan nya! Aku melihat ada seseorang yang sengaja menanam benda tersebut agar tidak ada yang bisa memulihkan kondisi tanah meskipun di bantu penyihir dari menara sihir sekali pun! " jawab Sakura sedikit berbohong.
"Benarkah?? Keterlaluan orang itu! Apa ia tidak tahu jika desa Hime tidak bisa menghasilkan bahan makanan dan tanaman obat, bagaimana kita bisa hidup dengan tenang! Kita bisa kelaparan dan sakit berkepanjangan jika tidak ada tanaman obat yang di olah agar menjadi obat! Apalagi sebentar lagi kita akan memasuki musim dingin yang membuat kita begitu membutuhkan makanan dan obat-obatan! " ucap Ronan dengan sangat geram.
"Mereka adalah orang-orang yang tidak bertanggungjawab! Makanya aku bersikeras untuk pergi membantu ayahku mengatasi masalah ini meskipun sekarang semuanya berubah karena keadaan! " sahut Sakura dengan wajah datar.
__ADS_1
"Nona tenang saja! Saya akan melakukan semua perintah Nona tanpa ada kesalahan! Serahkan semuanya padaku! " ucap Ronan dengan menepuk dadanya.
Sakura tersenyum kecil melihat semangat Ronan dan ia percaya begitu saja dengan perkataan Sakura jika mengetahui nya melalui mimpi.
"Ronan! Kau tidak tau saja jika di masa lalu aku mengalami masalah ini dan mengatasinya bersama bajingan itu! Bajingan itulah yang membuat tanah di desa Hime mengalami kekeringan yang tidak bisa di atasi siapapun termasuk penyihir dari menara sihir! Jika dimasa lalu aku tidak memergoki bajingan itu berbicara dengan bawahan nya, mungkin sampai saat ini aku tidak akan tau apa masalah nya! Hanya saja kebodohan ku di masa lalu aku tidak mengatakan hal ini pada ayahku, tapi aku membantu bajingan itu mengatasinya agar mendapatkan hadiah dari Kaisar berupa keistimewaan dalam mengendalikan militer Kekaisaran! Aku benar-benar naif dengan membantu sialan itu hingga tidak sadar jika aku di bodohi mereka! Tapi sekarang aku tidak akan membiarkan bajingan itu menang untuk yang kedua kalinya! Akan aku pastikan ayahku lah yang bisa mengatasi masalah ini! " batin Sakura dengan sangat geram.
Kembali ke saat sekarang.
🌱🌱🌱
"Apa kau sudah melakukan apa yang aku perintah kan Henry?? " tanya Julian dengan mata terpejam tetap dalam posisi lotus.
"Sudah Yang Mulia! Hamba sudah mengirim orang-orang kita untuk mencari keberadaan penolong misterius itu di seluruh penjuru Kekaisaran Amoland! " jawab Henry dengan penuh keyakinan.
"Bagus! Kita harus mendapatkan penolong tersebut sebelum ia berada di pihak yang salah! " ucap Julian.
"Iya Yang Mulia! Eum... Boleh kah saya bertanya Yang Mulia?? " tanya Henry dengan sangat hati-hati.
"Tanya lah apa yang ingin kau tanyakan! " ucap Julian dengan nada tegas.
"Kenapa Yang Mulia bersikeras mencari keberadaan penolong misterius Ksatria Duke Airos?? Apa Yang Mulia curiga jika orang ini sebagai salah satu bagian dari pemberontak yang saat ini kita selidiki? " tanya Henry sambil menundukkan wajahnya nya.
"Tidak! Aku tidak mencurigai nya! Hanya saja jika penolong misterius ini berada di pihak kita maka itu bisa menguntungkan kita saat para pemberontak itu melakukan penyerangan seperti dalam mimpiku! Pokoknya temukan penolong misterius itu sebelum ia di temukan oleh orang lain! " jawab Julian dengan nada tegas.
"Baik Yang Mulia! " sahut Henry dengan patuh.
__ADS_1
Bersambung.