Kesempatan Kedua Putri Sakura

Kesempatan Kedua Putri Sakura
Perdebatan para Nona bangsawan.


__ADS_3

"Sepertinya anda dekat sekali dengan putra Count Clark sehingga anda dengan santainya memanggil nama panggilan saja! Tapi, ada harus yang anda ketahui yaitu anda dan keluarga saya terutama kakak saya Vira tidak sedekat itu sehingga berhak mengetahui benar tidaknya persoalan ini Nona Salomon! " jawab Sakura dengan melipat kedua tangannya di dada.


Liliana dan beberapa gadis bangsawan terkesiap mendengar perkataan Sakura. Seorang Nona muda pun maju dan berkata kasar pada Sakura.


"Ternyata Nona muda Airos tidak sebaik yang saya kira! Anda terang-terangan menuduh Nona Salomon seperti itu, padahal kan kita semua tau kalau Nona Salomon hanya bersimpati saja dan tidak mungkin mau ikut campur masalah itu! Atau jangan-jangan rumor yang selama ini berhembus memang benar, yang mengatakan Nona muda Airos lah yang sebenarnya bertanggung jawab atas kemalangan yang menimpa Nona sulung Airos! " ucap seorang Nona bangsawan yang berambut pink dengan iris mata abu-abu.


"Lancang sekali kau berkata seperti itu pada adikku.. ! " teriak Savira dengan penuh emosi.


Ia melangkah maju namun di tahan oleh tangan Sakura. Liliana tersenyum miring di sudut bibirnya hingga tidak ada yang menyadari senyumannya itu kecuali Sakura yang melihat nya tanpa Liliana sadari.


"Siapa kau yang dengan lancang menuduh ku seperti itu? Jangan kau kira karena aku belum mengenal sosialisasi Nona-Nona bangsawan di Kekaisaran ini kau seenaknya saja menuduh ku di hadapan semua orang yang ada di sini! Aku tidak peduli ada yang mendukung di belakang mu atau tidak karena sekali lagi kau berkata omong kosong seperti itu maka aku tidak segan-segan merobek mulut mu yang busuk itu dengan tanganku sendiri! " ucap Sakura dengan mata menyorot tajam pada perempuan yang berambut pink tersebut.


"Dan anda Nona Salomon! Aku baru saja memulai debut di kelas Nona bangsawan dengan pesta debutante ku waktu itu, tapi kau sepertinya sudah mulai mencari gara-gara dengan ku! Apa aku pernah melakukan kesalahan sehingga kau tampak seperti menyimpan dendam pada ku dan keluarga ku hingga mempermalukan kami di depan banyak orang seperti ini?? " tambah Sakura lagi dengan melihat ke arah Liliana.


Bisik-bisik para Nona bangsawan mulai terdengar yang membenarkan perkataan Sakura. Tidak hanya itu, tatapan mata yang tadinya menyoroti Sakura dan kakaknya berbalik menyoroti Liliana dan Nona bangsawan yang berdiri di kubunya.


"Apa yang dikatakan Nona muda Airos benar juga ya? Nona Salomon, apa Nona muda Airos pernah menyinggung anda sebelum nya? Sehingga dengan gampangnya mengolok-olok kemalangan yang menimpa Nona sulung Airos! Saya rasa tidak pantas kita ikut campur tangan dalam hal yang bukan ranah kita untuk masuk di dalam nya, apalagi ini menyangkut kehormatan Nona sulung Airos! Sebagai sesama perempuan seharusnya kita ikut prihatin dan bersimpati dengan apa yang menimpa Nona sulung Airos karena jika kita berada di posisi Nona sulung Airos pasti kita akan sedih dan sakit hati kalau kemalangan kita menjadi olok-olokan semua orang! " ucap seorang Nona bangsawan maju ketengah-tengah kerumunan.


Wajah Liliana menggelap mendengar ucapan seorang perempuan yang memojokkan dirinya. Tangannya terkepal erat memegang sisi kedua gaunnya dengan gemetaran karena menahan emosi.


Sakura dan Savira menoleh ke arah perempuan yang berbicara tadi dengan menautkan alisnya karena tidak mengenal perempuan tersebut.


"Oh, maafkan ketidaksopanan saya Nona sulung dan Nona muda Airos! Perkenalkan saya Mariana De Black! Semoga Dewa Zeta selalu memberkati kedua Nona dan dilimpahi umur yang panjang! " ucap perempuan tadi dengan memberikan hormat pada Sakura dan kakak nya.

__ADS_1


Mata Sakura berkilat girang mendengar identitas perempuan yang ikut membela mereka tadi. Ia cepat-cepat mengalihkan nya menjadi biasa saja agar tidak di ketahui semua orang.


"Salam Nona De Black! Maafkan saya dan adik saya yang tidak mengenali Nona! Semoga Dewa Zeta juga memberkati Nona dan kebahagiaan selalu melimpahi Nona! " jawab Savira dengan tersenyum lembut.


Mereka berbincang tanpa memperdulikan para Nona bangsawan yang ada di toko tersebut termasuk Liliana yang menatap mereka dengan penuh dendam.


"Liliana, seperti sulit untuk kita memojokkan Nona sulung Airos karena adiknya tampak garang tidak mudah di provokasi! Kita harus mencari celah di saat Nona sulung Airos seorang diri tanpa adiknya itu! " bisik perempuan yang berambut pink tadi di dekat Liliana.


"Benar apa yang dikatakan Nona Ciara, Nona! Lebih baik kali ini kita mengalah dan mencari cara yang lain untuk mempermalukan Nona sulung Airos di lain kesempatan! Karena tidak selamanya adiknya selalu membuntuti kemana kakaknya pergi! " bisik pelayan pribadi Liliana pada Nona nya.


"Kalian berdua benar! Lagian Benedict pasti tidak akan bisa lepas dari adik sepupuku karena saat ini Ellie sedang mengandung. Pastinya Count dan Countess tidak akan membiarkan Benedict menceraikan Ellie yang mengandung cucu laki-laki mereka! " ucap Liliana pelan dengan tersenyum miring.


Sakura melirik sinis Liliana dengan ekor matanya saat Liliana dan rombongan nya keluar dari toko sepatu. Para Nona bangsawan yang masih di dalam toko kembali melanjutkan belanja mereka tanpa menghiraukan perdebatan singkat antara Liliana dan Sakura tadi seolah-olah tidak terjadi apa-apa di toko tersebut.


"Rasanya ingin aku lempar kotoran pada wajah Nona yang sombong tadi! " bisik Rein pada Betty saat mereka menunggu Sakura yang sedang memilih sepatu.


"Iya, aku saja geram sekali melihatnya dan tangan ku terasa gatal ingin mencakar wajahnya yang sok cantik itu! Apalagi Nona yang berambut pink tadi yang juga membuatku muak, sok ingin membela tapi ikut-ikutan menghina dan menuduh Nona muda! " sahut Luna ikutan menyuarakan kekesalan nya.


"Sudah, kalian tidak usah banyak omong sekarang ini! Takutnya ada yang mendengar dan menyebarkan gosip murahan lagi untuk menyerang Nona-Nona kita! Ingatlah jika dinding dan angin juga bisa mendengar! " ucap Betty memperingati teman-temannya.


"Ah, maafkan aku kakak karena kelepasan! " sahut Rein dengan wajah menyesal.


"Iya, kami juga! " tambah Luna dan Irish ikutan menyesal.

__ADS_1


"Tidak apa-apa! Lain kali kita harus berhati-hati jika ingin bicara dan pastikan hanya kita yang mendengar nya! Jangan sampai ucapan kita menjadi bumerang untuk Nona yang kita layani! " jawab Betty dengan bijaksana.


Rein, Luna dan Irish mengangguk paham dan kembali menunggu Nona mereka sembari mengamati hal di sekeliling mereka dengan begitu teliti.


🌱🌱🌱


Sementara itu di Aula Kekaisaran..


Suasana tegang dan penuh aura intimidasi yang kuat sedang berlangsung di dalam ruangan Aula. Kaisar Maxime berdiri tegak dengan tegak pinggang dengan wajah penuh amarah.


"Katakan padaku kenapa hal ini bisa terjadi selama hampir 6 bulan menteri ketahanan pangan?? Kenapa selama ini tidak ada laporan yang masuk kepada ku atau ada yang sengaja menahan laporan itu?? " teriak Kaisar Maxime dengan mata menyorot tajam kepada semua menterinya.


Semua menteri dan pejabat Kekaisaran Amoland merinding dan sesak nafas akibat aura kuat Kaisar yang mengeluarkan auranya termasuk para pemimpin wilayah yang ikut dalam rapat ini. Duke Airos menetralisir dirinya dengan kekuatan sihirnya agar kekuatan Kaisar tidak mempengaruhi nya.


"Perdana menteri, menteri pertanian, menteri pertanahan, dan menteri ketahanan pangan! Aku tidak mau tau, kalian harus mengatasi masalah kekeringan di wilayah Timur bersama Grand Duke Leicester sampai selesai sebelum datangnya musim dingin tahun ini! Pastikan pasokan obat-obatan dan bahan pokok makanan tercukupi hingga musim dingin selesai! " ucap Kaisar memberikan titahnya.


"Tapi Paduka, bagaimana kami bisa mengatasinya disaat musim dingin akan tiba dalam tiga minggu lagi? " tanya Menteri Pertanian dengan menundukkan kepalanya.


"Itu urusan kalian semua! Kalian bisa bekerjasama dengan penyihir dari menara sihir untuk mencari jalan mengatasi semua masalah ini! Kalian semua membuat aku marah karena kalian memancing kemarahan ku! " jawab Kaisar Maxime tidak peduli dan berbalik badan menuju singgasana nya.


"Ampuni kami Paduka! Ampuni kelalaian kami semua! " teriak beberapa menteri yang di tunjuk sembah sujud meminta keringanan agar Kaisar mau membantu mereka.


Seorang pria mengepal tangan nya melihat kearoganan Kaisar Maxime dari jauh dengan sorot mata penuh amarah dan dendam.

__ADS_1


"Cih, hanya karena kau seorang Kaisar, kau berlagak sombong dan angkuh dengan kekuasaan mu! Tunggu saja Maxime, aku akan membalas semua kekejaman dan kejahatan mu kepada keluargaku! Akan aku pastikan kau menangis darah saat tahta ini menjadi milikku Maxime! " batin pria itu dengan wajah menggelap.


Bersambung..


__ADS_2