
Ronan kembali melompat dari satu pohon ke pohon yang lain hingga berada di dekat kuda mereka yang diikat di balik semak-semak pohon.
"Tunggu di sini dulu Nona! Saya akan mencari tempat untuk berteduh malam ini! " ucap Ronan dengan menaruh tubuh Sakura dengan pelan di atas rumput dengan bersandar di sebuah batu besar.
Sakura hanya mengangguk pelan karena saat ini tubuhnya benar-benar lemas karena mengeluarkan banyak sihir dan tenaga saat melakukan sihir tadi.
Begitu Ronan pergi, Sakura langsung duduk dengan posisi lotus sambil memejamkan matanya dengan nafas yang teratur secara perlahan.
Ia menyerap energi kehidupan untuk memulihkan kondisinya agar fit kembali. Mempunyai sihir penyembuh itu bukan tidak beresiko karena kita mentransfer energi kita untuk membantu orang apalagi untuk orang yang sudah sangat sekarat.
Hanya saja satu keistimewaan Sakura, sebanyak apapun ia mentransfer energi nya ia hanya lemas saja dengan keluarnya seteguk darah segar. Bukan pingsan atau semacamnya seperti dokter sihir yang biasanya. Sakura di anugerahi keistimewaan dengan menguasai semua elemen sihir dan sihir penyembuh tingkat tinggi tanpa merusak tubuhnya.
"Anakku... ! Pergilah ke lembah iblis untuk memulihkan energimu agar kembali optimal! Tenaga mu yang sekarang hanya bisa bertahan untuk beberapa hari karena energi mu terserap hingga setengahnya! Tubuhmu harus pulih sempurna agar bisa menggunakan sihir penyembuh lagi karena jika tidak tubuhmu akan terus lemah hingga dua purnama! Pergilah anakku! Pergilah!! "
Telinga Sakura berdengung saat mendengar bisikan gaib di telinga nya. Hanya saja setelah bisikan itu hilang, hembusan angin yang lembut menyentuh wajahnya hingga membuat Sakura membuka matanya.
Saat Sakura akan berdiri, Ronan datang dengan wajah yang sulit di artikan.
"Maaf Nona, tidak ada tempat yang bisa di gunakan untuk bermalam malam ini! " ucap Ronan dengan menghela napas nya dengan kasar.
"Tak masalah! Malam ini juga kita akan ke lembah iblis, aku harus memulihkan tenaga ku agar optimal agar bisa menggunakan sihir penyembuh lagi di sana! " sahut Sakura santai.
"A-apa?? Le-lembah iblis?? " ucap Ronan dengan suara yang nyangkut di tenggorokannya.
"Kenapa?? Apa kau takut pergi ke sana?? " tanya Sakura memicing kan matanya.
"Ti-tidak! Hanya saja ini di luar dugaan saya Nona! Lembah iblis bukan sekedar lembah biasa yang bisa di masuki oleh sembarang orang! Hanya orang yang mempunyai sihir tinggi yang bisa masuk ke dalam lembah itu dan sihir saya tidak termasuk di dalam nya Nona! " jawab Ronan dengan jujur.
"Kau tenang saja! Kau hanya berjaga di luar lembah, karena aku sendiri yang akan masuk ke dalam nya! Kita harus pergi karena aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi! Firasat ku mengatakan jika seseorang sedang mencari keberadaan ku terkait pertolongan ku tadi! " ucap Sakura sambil berjalan ke arah kudanya.
"Tapi Nona.. ! Bagaimana bisa saya membiarkan Nona memasuki lembah iblis seorang diri?? Saya tidak mau terjadi sesuatu pada Nona, saya akan ikut memasuki lembah iblis meskipun kemampuan sihir saya jauh di bawah Nona! Saya akan melindungi Nona sesuai dengan sumpah saya! " sahut Ronan dengan wajah sungguh-sungguh.
__ADS_1
"Tidak perlu Ronan! Kau harus melakukan sesuatu yang penting untukku saat aku memasuki lembah iblis! Aku tau kekhawatiran mu, tapi sekali lagi aku pasti baik-baik saja di dalam sana! Ayo kita pergi! " ucap Sakura dengan tersenyum lembut.
Ronan mengangguk pasrah dengan perkataan Nona nya. Ia pun melompat ke atas kudanya menyusul Sakura yang sudah berjalan duluan menembus kegelapan malam.
🌱🌱🌱
Desa Hatake kediaman Duke Airos.
Sudah empat hari Sakura pergi dari kediamannya menyusul sang ayah ke wilayah Timur. Namun tidak seorang pun yang tahu kepergian nya kecuali Betty dan Rein karena Sakura membuat kloning yang menyerupai dirinya dari sihir yang ia miliki yaitu elemen tanah.
Sakura palsu hanya mengurung diri di kamar dan hanya sesekali keluar untuk menampakkan diri agar tidak di curigai. Hal itu tentu saja dengan bantuan Betty dan Rein yang selalu menjadi garda terdepan jika ada hal yang mendesak seperti saat ini.
"Betty, apa Rara benar-benar tidak mau keluar rumah hari ini?? " tanya Savira dengan wajah memelas.
"Maafkan saya Nona! Hanya saja sudah dua hari ini Nona muda uring-uringan karena tamu bulanannya datang. Dan puncaknya semalam Nona muda tidak bisa tidur hingga hampir subuh, padahal ia selalu mengkonsumsi obat yang di berikan dokter! Sekarang Nona muda masih tertidur pulas Nona, saya tidak tega membangunkan nya! " jawab Betty dengan segudang alasannya.
"Ya Dewa... ! Kasihan sekali adikku itu! Ya sudah, kalau begitu aku pergi sendiri saja bersama Luna dan Irish. Oh ya, tolong jaga baik-baik adikku Betty! " ucap Savira dengan wajah prihatin.
"Tentu saja Nona! Saya akan selalu menjaga Nona muda! " jawab Betty dengan menunduk sopan.
"Huh, untung saja tidak ketahuan! Sampai kapan saya harus berbohong seperti Nona Muda?? Cepatlah Nona muda kembali karena saya takut ketahuan jika semua ini bohong! " gumam Betty dengan lirih.
Karena Sakura tidak enak badan, Savira terpaksa pergi sendiri ke istana untuk menghadiri undangan minum teh Putri Asteria. Perjalanan dari desa Hatake ke ibukota Kekaisaran yaitu kota Airones memakan waktu dua jam dengan menggunakan kereta kuda.
Sebenarnya Savira terpaksa pergi karena ia tidak nyaman menghadiri undangan apapun semenjak rumornya tersebar luas. Hanya saja karena ini undangan Tuan Putri, ia tidak bisa menolak nya karena hal itu tidak di benarkan di Kekaisaran ini.
"Nona, kita sudah sampai! " ucap kusir kereta dari luar.
Luna dan Irish keluar terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Savira. Savira menghirup oksigen banyak-banyak sebelum memantapkan diri keluar dari kereta nya. Ia mengulurkan tangan dan di sambut Luna untuk membantunya keluar dari kereta.
Untung saja jaman ini gaun nya tidak memakai kerangka yang lebar di bagian roknya dan berat lagi untuk di bawa hingga sedikit memudahkan ia untuk beraktivitas apapun.
__ADS_1
Dengan langkah pasti Savira berjalan mengikuti prajurit yang menyambut kedatangan nya memasuki istana.
"Mari Nona saya antar ke taman bunga paviliun timur! Semua Nona bangsawan sudah datang dan berkumpul di sana! " ucap seorang dayang yang datang menyambut Sakura saat mereka sampai di gerbang paviliun timur.
Paviliun barat khusus tempat kediaman Putra Mahkota, paviliun timur tempat para Pangeran dan Putri Kekaisaran, Paviliun Naga kediaman nya Kaisar, Paviliun Phoenix kediaman permaisuri, dan Paviliun utara kediaman para selir kaisar.
Saat Savira memasuki taman bunga tersebut, ternyata para Nona bangsawan sudah banyak yang datang dan menduduki meja yang telah di sediakan Tuan Putri Asteria. Saat ini Tuan Putri Asteria duduk di hadapan mereka semua dengan begitu anggun bersama Permaisuri dan Selir utama di kedua sisinya.
Savira berjalan menuju mereka dengan langkah tegap dan dagu terangkat sembari mengumbar senyuman tipis.
"Salam hormat saya kepada Yang Mulia Permaisuri, Selir utama dan Tuan Putri Asteria! Semoga Dewa Zeta selalu memberkahi dan memberikan umur yang panjang untuk Yang Mulia Permaisuri, Selir utama dan Tuan Putri! " ucap Savira dengan anggun ala Nona bangsawan kelas atas.
Permaisuri Emilia tersenyum lebar begitu juga dengan Selir Violetta dan Tuan Putri Asteria.
"Aku terima hormat mu Nona sulung Airos! Silahkan duduk di kursi nya Nona! Saya senang Nona sulung Airos bisa datang ke perjamuan teh Putri saya Asteria! Sebentar lagi pesta ini akan di mulai ! " ucap Permaisuri Emilia dengan begitu lembut.
"Terimakasih Yang Mulia! " sahut Savira dengan menunduk sopan.
Ia pun berbalik dan menuju meja yang di tunjuk dayang di paviliun timur ini. Karena ini pesta Nona bangsawan, jadi para pelayan pribadi mereka semua menunggu di tempat yang lain sembari menunggu pesta teh selesai.
Bisik-bisik terdengar dari meja yang ada di sebelah Savira duduk. Satu meja di isi empat orang Nona bangsawan, dan saat ini Savira duduk sendiri karena para Nona bangsawan belum semuanya datang.
"Aku kira Nona sulung Airos tidak punya muka keluar rumah setelah rumornya tersebar luas! "
"Iya, tidak aku sangka ternyata mental nya kuat juga ya?? "
"Tapi ngomong-ngomong kenapa ia datang sendiri?? Kemana adiknya Nona muda Airos?? Tidak mungkinkan Nona sulung melarang adiknya ikut?? "
"Eh, atau jangan-jangan dia sengaja tidak datang karena ingin mempermalukan Tuan Putri?? "
"Lancang sekali Nona muda Airos menolak undangan Tuan Putri negeri ini?? "
__ADS_1
Savira mengepal kedua tangan nya di bawah meja menahan amarah mendengar bisikan nona-nona bangsawan yang duduk di meja sebelah dengan menyudutkan ia dan adiknya. Bisikan mereka tidak seperti bisikan karena ia mendengar nya dengan sangat jelas.
Bersambung...