
Vira berlari keluar kamar adiknya menuju kamar orang tuanya untuk mengabarkan siuman nya Sakura.
Ia membuka pintu kamar orang tuanya dengan kasar hingga membuat semua orang melihat ke arahnya dengan heran.
"Ayah, Sakura sadar! " teriak Vira dengan napas ngos-ngosan.
"Apa??? Kau tidak bohong?? " sahut Duke dengan mata melotot kaget.
Tidak hanya Duke, Pascal dan Freddy juga ikutan terkejut, tapi tak lama raut wajah mereka berubah menjadi bahagia mendengar kabar tersebut.
"Tunggulah di sini bersama Ibu mu Savira! Ayo Peck, Freddy, kita ke kamar Sakura! " ucap Duke memberi perintah pada putri nya.
Mereka bertiga bergegas keluar dari kamar tersebut menuju kamar Sakura dengan perasaan bahagia terutama sekali Duke Airos.
Karena pintu kamar Sakura tidak di tutup, Duke dan yang lainnya langsung masuk saja ke dalam.
"Ayah... " ucap Vian tanpa menoleh dan tetap telaten menyuapkan air minum dengan sendok pada adiknya.
"Rara sayang.. ! Kau sudah siuman Nak! Ayah bahagia sekali kau sudah kembali di tengah-tengah kami lagi! Berjanjilah untuk tidak seperti ini lagi sayang.. ! " ucap Duke dengan duduk di atas ranjang Sakura dengan mata menahan tangis.
Pascal dan Freddy berdiri tegak tidak jauh dari tempat tidur Sakura dengan perasaan lega dan bersyukur melihat Sakura sudah siuman.
Tidak hanya mereka yang lega dan bahagia Sakura siuman tetapi pelayan pribadi Sakura tidak bisa menahan tangis nya melihat Nona yang ia layani akhirnya sadar juga. Betty meluapkan rasa bahagianya dengan menangis sambil menggigit kain.
"Ayah.... " ucap Rara dengan pelan seraya berusaha untuk bangun.
Duke Airos dengan sigap membantu Rara duduk bersandar di sandaran ranjang. Jemari Rara terangkat mengusap pipi ayahnya yang tampak mulai ada kerutan di sudut matanya.
__ADS_1
Ia juga menghapus air mata yang tiba-tiba mengalir di pipi sang ayah dengan sangat lembut.
"Jangan menangis ayah! Rara tidak kenapa-napa! Lihat Rara sudah bersama kalian sekarang! " ucapnya dengan lembut.
Duke mengambil jemari Putri nya dan menciumi tangan tersebut berulang kali.
"Berjanjilah pada ayah untuk tidak lagi seperti ini sayang! Ayah bisa mati jika kau seperti ini lagi! Ibumu juga akan begitu jika kau begini lagi sayang.. ! " sahut Duke Airos nada sendu.
"Iya ayah, Rara berjanji! " jawab Rara tersenyum lembut.
Duke tersenyum bahagia dan langsung memeluk tubuh Putri dengan penuh sayang. Pelukan mereka terlepas dengan kedatangan Duchess yang langsung menuju Putri bungsunya dan memeluknya dengan erat sambil menangis bahagia.
"Hu... Hu... Hu... Putri ku sayang.. ! Ibu senang kau sudah sadar! Hati Ibu sakit melihat kau terbaring lemah tanpa bisa berbuat apa-apa! Ibu bukan Ibu yang baik untuk mu sayang! Wanita tua ini bahkan tidak bisa membantu kesembuhan putrinya sendiri! Hu... Hu... Hu... " ucap Duchess sambil memeluk tubuh Sakura.
Rara mengusap lembut punggung Ibu nya untuk menenangkan perempuan yang sudah melahirkan nya ke dunia ini.
Semua orang yang ada di kamar nya terpana dengan sikap Rara yang dewasa dan tidak kekanakan dan manja seperti sebelumnya. Ia tampak seperti seperti dewasa yang begitu anggun, lembut dan mata nya memancarkan ketegasan dalam setiap kata-katanya.
Duchess melepaskan pelukannya dan menangkup wajah putri bungsunya dengan tatapan binar kebahagiaan.
"Jangan meminta maaf sayangku! Kau tidak bersalah! Terimakasih sudah kembali di tengah-tengah kami lagi! Terimakasih sayang! " ucap Duchess dengan menciumi seluruh wajah Putri bungsunya berulang-ulang.
Duke mendekati perempuan-perempuan yang ia cintai dan memeluk mereka berdua dengan penuh cinta. Vira dan Vian ikut mendekat dan mereka ikut memeluk tubuh ayah dan ibu mereka secara bersamaan hingga semua keluarga Duke saling berpelukan Bersama-sama.
Berita tentang siuman nya Sakura tersebar di seluruh wilayah barat, bahkan hingga ke istana Kekaisaran Amoland. Hal itu juga sudah terdengar oleh pria bertopeng karena laporan Ksatria bayangannya yang ia perintahkan untuk menjaga dan mengawasi Sakura selama ini.
Sementara itu, Sakura sekarang sedang duduk di balkon kamar nya dengan berbagai macam rencana untuk ke depan nya.
__ADS_1
"Hari ini sudah tiga hari aku tersadar dari tidur panjang ku! Aku harus bergerak cepat untuk mencegah rencana busuk dan jahat Liliana dan Oscar! Tapi sebelum itu aku harus merekrut orang-orang yang akan membantuku menjalankan semua rencana ku! Oh iya, aku ingat di kehidupan dulu Betty punya kembaran yang pintar bela diri! Karena mereka terpisah sejak remaja mereka baru bertemu saat aku sudah menjadi istri bajingan itu dan ia menjadi salah satu bawahan terhebat bajingan itu! Aku harus menemukan nya sebelum bajingan itu dan menjadikan nya orang-orang ku! Aku akan menjadikan nya sebagai salah satu pengawal setiaku! " gumam Rara penuh tekad.
Ia mulai menyusun rencana di otaknya sambil meminum teh yang telah di sediakan oleh pelayan pribadi nya.
Keesokan harinya, Sakura meminta izin ayahnya untuk pergi keluar dengan alasan bosan di dalam kamar terus.
"Ayah akan mengizinkan mu pergi keluar sayang! Tapi dengan syarat kau akan keluar bersama pengawal yang ayah suruh! " jawab Duke atas permintaan Putri bungsunya itu.
"Lebih baik aku terima saja kemauan ayah karena jika tidak begini aku tidak akan bisa keluar dari kediaman ini! Aku tidak bisa menunda lebih lama lagi untuk menemukan keberadaan kembaran Betty! " ucap Rara dalam hatinya.
"Baik ayah! Rara tidak keberatan sama sekali, hanya saja perintahkan para pengawal untuk tidak terlalu mencolok karena Rara tidak ingin menjadi pusat perhatian semua orang! " sahut Rara mengangguk patuh.
Duke tersebut lega karena putrinya tidak membantah sama sekali dan menurut dengan patuh.
Dengan di bantu Betty, Rara bersiap-siap untuk pergi keluar dari kediaman mereka dengan wajah berbinar bahagia. Jika kakak nya tidak sedang sibuk, pasti ia akan mengajak semua kakak kembarnya menemaninya pergi keluar untuk berjalan-jalan dan mencari keberadaan kembaran nya Betty.
Mereka pergi dengan menaiki kereta kuda yang di kawal oleh sepuluh prajurit kediaman Duke Airos.
"Huh... Pergi dengan kereta ini sungguh membuat punggung dan bokong ku sakit! " keluh Rara saat tubuhnya terombang-ambing karena jalanan yang berbatu.
Betty tersenyum geli mendengar keluhan Nona muda nya.
"Kita akan kemana Nona?? " tanya sang kusir dari luar kereta pada Sakura.
"Kita ke desa Tarake aja! Kebetulan hari ini kan pasar mingguan di desa itu! Aku ingin berjalan-jalan di sana sambil menikmati suasana keramaian! " jawab Sakura dengan begitu antusias.
Bersambung...
__ADS_1