Kesempatan Kedua Putri Sakura

Kesempatan Kedua Putri Sakura
Pergi ke desa Hime


__ADS_3

Dua hari setelah kepergian Duke ke desa Hime, Sakura tinggal menunggu saat malam tiba untuk melakukan rencananya. Dan malam harinya setelah semua keluarganya tertidur lelap, dan tentu saja itu semua karena sihir pengantar tidur yang diberikan Sakura.


Butuh waktu seharian bagi Sakura untuk menembus barier perlindungan yang di buat ayahnya tanpa harus di ketahui oleh sang ayah dari kejauhan agar Ronan bisa memasuki kediaman nya. Untung saja ia menemukan buku tentang barier sihir perlindungan dari perpustakaan yang ada di kediaman mereka.


Sakura hanya membawa beberapa pakaian yang di bungkus kain yang ia gendong di punggungnya seperti menyerupai tas punggung. Ia juga tidak memakai gaun karena ia memakai pakaian pria yang di beli Betty kemarin. Ia merombaknya menjadi seperti pakaian pria pendekar drama Korea yang dulu sering ia tonton saat tidak ada misi.


"Nona, apa anda sudah siap?? Apakah ini benar anda Nona?? Kenapa anda berpakaian seperti ini dan hanya terlihat matanya saja? " tanya Ronan dengan tatapan menyelidik dan agar terkejut.


"Huh kau ini! Tentu saja ini aku! Aku memakai pakaian ini agar leluasa bergerak saat perjalanan nanti! Lebih baik kau pakai ini juga agar tidak mudah dikenali orang! " jawab Sakura dengan mendengus kesal dan menyerahkan menutup kepala berwarna hitam pada Ronan.


Ronan menerima nya dengan raut muka bingung karena tidak mengerti bagaimana memakainya. Melihat kebingungan Ronan, Sakura menahan tawanya dalam hati. Ia menyambar penutup kepala itu dan memakainya ke kepala Ronan hingga tertutup semua rambutnya kecuali matanya. Ronan persis seperti ninja dengan mata biru terang miliknya.


"Apa kau nyaman dengan pakaian mu itu? " tanya Sakura dengan menatap Ronan yang tampak menggerakkan anggota badannya.


"Pakaian nya enak dan nyaman Nona, meskipun tadi saya bingung bagaimana memakainya saat mau kesini! Hanya saja penutup wajah saya yang sedikit tidak nyaman karena hidung dan mulut saya ikut tertutup! " jawab Ronan jujur.


"Tak apa, itu karena kau belum terbiasa! Mulai sekarang kau selalu pakai pakaian seperti ini jika akan pergi bersama ku! Kau mengerti??? " sahut Sakura dengan tatapan intimidasi.


"Mengerti Nona! " jawab Ronan mengangguk patuh.


Sakura mengangguk senang dan mereka berjalan menuju dua kuda yang di ikat pada pohon yang berada di luar gerbang kediaman Duke Airos.


"Kuda yang cantik! Kau pandai mencari kuda yang bagus untuk ku! " puji Sakura dengan tersenyum lebar di balik penutup wajahnya sambil mengusap surai lembut kuda putih yang tampak seperti bercahaya di dalam kegelapan.


Mereka pergi hanya di sinari cahaya bulan untuk memulai perjalanan mereka ke desa Hime. Sakura melompat ke atas kudanya setelah membetulkan pelana untuk ia duduki. Ronan juga naik keatas kuda miliknya dan mereka berdua mulai menarik tali kekang kuda masing-masing hingga suara ringkikan kuda terdengar kencang dan berlari dengan kecepatan sedang.


Sakura memberikan sihir pada mata kedua kuda mereka agar leluasa berlari di kegelapan meskipun kuda bisa melakukannya karena sudah menjadi kodrat binatang berkaki empat tersebut.


🌱🌱🌱

__ADS_1


"Yang Mulia, apa anda yakin akan kembali Kekaisaran malam ini?? " tanya Henry saat memberikan kuda nya dan kuda Julian minum.


"Tentu saja! Hanya saja kita akan menuju desa Hime terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi di sana sebelum pulang ke Ibukota! " jawab Julian datar sambil memejamkan matanya.


Ia duduk di atas batu dengan posisi bersila sambil memejamkan mata untuk menyerap energi yang ada di sekitar nya.


Setelah cukup beristirahat, mereka berdua melanjutkan kembali perjalanan mereka dan tentu saja Julian tetap setia menggunakan topengnya. Jubah kebesaran nya yang berwarna hitam melambai-lambai karena tiupan angin malam saat kuda hitamnya berlari kencang menebus kegelapan malam.


Ditempat yang berbeda, perjalanan Duke Airos terganggu dengan adanya serangan dari para bandit saat melewati sebuah desa di perbatasan wilayah timur dan utara yaitu desa Muso. Desa yang banyak hutan nya dan jarang terlihat rumah penduduk karena penduduk di desa tersebut membuat kelompok kecil yang hanya mendiami di suatu titik saja.


"Tuanku.. ! Sepertinya akan ada gangguan malam ini! Ada beberapa orang di depan sisi kanan, ada lima belas lagi di sisi kiri, dan sekitar enam atau tujuh belas berada di jarak tiga meter dari mereka! " ucap Sir Nathaniel dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi.


"Aku tau, anggap saja kita tidak tau apa-apa! Selalu siaga dan bersiap-siaplah untuk mengamankan bahan makanan yang ada di dalam kereta! " jawab Duke dengan mata tajam nya melihat ke depan.


Duke Airos dan Sir Nathaniel bukan orang sembarangan, mereka berdua memiliki tingkat kewaspadaan yang cukup tinggi di bandingkan orang lain. Bahkan Sir Nathaniel mempunyai mata yang tajam yang bisa melihat dalam kegelapan tanpa sedikitpun cahaya. Sebuah anugrah warisan turun temurun dari keluarga ayahnya yang bisa melihat dalam gelap. Meskipun tidak sehebat Sir Nathaniel dan tidak punya keistimewaan seperti Sir Nathaniel, Freddy juga bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Ia mempunyai kecepatan bertarung jarak dekat yang diatas rata-rata dan sihir tanahnya yang bisa membuat lawan beringsut mundur.


"Hentikan perjalanan kalian! Serahkan apa yang ada di dalam kereta itu! " teriak seseorang melompat dari kiri dan berada di depan Duke Airos.


Beberapa orang ikut melompat bergabung bersama temannya yang berteriak kencang dengan membawa pedang masing-masing di tangan nya. Ada sekitar 20 orang yang berdiri di depan mereka dengan pedang yang berkilauan oleh sinar bulan.


"Cih, kalian cukup berani mencegat perjalanan kami malam ini! Kalian tidak tau siapa kami?? Apa kalian tidak melihat lambang yang ada di pintu kereta itu?? " sahut Freddy dengan nada sinis.


"Ciuh.. ! Aku tidak perlu tau dan tidak perduli siapa kalian! Cepat serahkan kereta kuda itu kepada kami dan kami akan mempersilahkan kalian melewati jalan ini! " jawab seseorang lagi dengan nada angkuh dan meludah ke sampingnya.


Sir Nathaniel menatap geram pria angkuh itu dan mengangkat pedangnya, namun di tahan oleh Duke dengan gerakan tangan nya.


"Aku tidak akan memberikan kereta itu karena itu bukan milik kalian! Biarkan kami lewat sebelum terlambat! " ucap Duke membuka mulutnya dengan suara dingin.


"Kau sombong sekali Tuan! Prajurit, serang mereka dan rampas kereta kuda itu! " teriak seseorang dengan keras memberikan perintah pada anak buahnya.

__ADS_1


Mereka langsung menyerang secara bersamaan hingga terdengar suara pedang yang saling beradu di kegelapan malam. Prajurit yang di bawa Duke agak kewalahan melawan para bandit itu karena mereka tidak mempunyai sihir yang hebat seperti Tuan mereka. Sihir mereka sebatas sihir angin, tanah dan air yang sangat rendah seperti kebanyakan rakyat Amoland lain. Setiap sihir memiliki berbagai tingkatan karena tingkatan sihir di dapat karena bakat mereka dari lahir hingga di asah oleh guru yang ahli di Akademi sihir Amoland.


"Fred... ! Amankan kereta kuda! " teriak Duke saat melawan pemimpin bandit tersebut.


"Baik Yang Mulia.. ! " jawab Fred dengan cepat dan mundur ke belakang menuju kereta kuda yang membawa pasokan makanan dan bahan lainnya.


Sir Nathaniel sekuat tenaga melawan mereka yang ternyata sangat banyak dari perkiraan dengan pedang dan sihirnya. Begitu juga dengan Duke yang berhadapan langsung dengan pemimpin nya hingga lengah tidak menyadari jika ada sesosok yang membidik nya dengan anak panah dari jarak lima meter di atas pohon.


Sir Nathaniel yang sedang mengeluarkan sihir pusaran anginnya kaget melihat sesuatu yang melesat keluar dari atas pohon dengan jarak yang cukup jauh menuju Tuannya. Ia berteriak kencang sembari menebas pusaran anginnya pada lawan hingga terhempas beberapa meter ke tanah.


"Menyingkir Duke... ! " teriak Sir Nathaniel sambil berlari ke arah Duke Airos.


Duke Airos yang kaget mendengar teriakan kepala Ksatria nya menoleh ke belakang hingga sabetan pedang dari lawan nya melukai lengannya hingga mengeluarkan banyak darah.


Set... Bruk...


Dua buah anak panah menancap di dada kiri dan lengan Sir Nathaniel saat berlari menyelamatkan Duke Airos.


"Nathan.... !!!! " pekik Duke Airos dengan kencang.


"Hahahaha... ! Mampus kalian! Sekarang giliran kau Tuan sombong! " ucap pemimpin bandit dengan tertawa kencang.


Muka Duke menggelap saat melihat Sir Nathaniel meringis kesakitan dengan bersimbah darah di dada kiri dan lengan nya. Freddy yang mendengar teriakan Tuannya langsung mendekat setelah memastikan kereta kuda mereka aman.


"Kau... !! Nikmatilah kemenangan mu karena itu tidak akan lama! " teriak Duke dengan suara beratnya dan wajah merah penuh amarah.


Ia langsung berdiri kembali setelah mendudukkan Sir Nathaniel di tanah dengan di bantu Freddy.


Duke memejamkan matanya dengan tangan terbentang lebar, ia berkonsentrasi dengan sihir air nya dengan mengambil air di sekitar hutan tersebut hingga tak lama beterbangan molekul-molekul air di udara yang kemudian berubah menjadi duri-duri tajam. Duke membuka matanya dan menatap tajam musuh nya dan sekali kibasan kedua tangannya duri-duri dari air tersebut melesat terbang menuju pemimpin bandit tersebut.

__ADS_1


"Aaaaarrrrgggg.... " pekik pimpinan bandit tersebut dengan begitu histeris saat duri-duri dari air itu menancap di wajah dan seluruh tubuhnya hingga mengeluarkan banyak darah.


Bersambung...


__ADS_2