Kesempatan Kedua Putri Sakura

Kesempatan Kedua Putri Sakura
Mengubah tujuan


__ADS_3

Sama seperti sebelumnya, dokter yang dibawa Freddy juga tidak bisa berbuat apa-apa karena kondisi Sir Nathaniel sudah sangat parah. Duke tidak bisa menyembunyikan kesedihannya atas apa yang menimpa kepala Ksatria nya dengan memasang wajah datar.


"Ya Dewa... ! Kirimkan lah kami penolong untuk Niel dan berikan lah ia kesempatan untuk hidup di dunia! Kabulkan lah permohonan ku Dewa... !! " gumam Duke Airos lirih sambil menggenggam tangan Sir Nathaniel.


Freddy yang berdiri di sudut mengusap airmata yang keluar di sudut matanya. Ia langsung pergi keluar karena tidak ingin kelepasan menangis di depan Sir Nathaniel.


Sementara itu Henry dan pasukan Ksatria milik Grand Duke Leicester berpencar mencari keberadaan Duke Airos di desa yang ada di sepanjang jalan menuju desa Hime. Sudah seharian mencari tapi belum juga di temukan karena jarak antara desa yang satu dengan yang lainnya memang cukup jauh.


"Bagaimana?? Apa ada kabar baik? " tanya Henry di atas kudanya pada salah satu Ksatria Grand Duke Leicester.


"Belum Tuanku.. ! Hanya saja saat ini Sir Reiner dan bawahannya sedang menuju ke wilayah utara karena ada desa yang memiliki jarak tidak terlalu jauh dengan perbatasan wilayah utara dan timur. Kemungkinan besar rombongan Duke Airos ada di desa tersebut! " jawab salah satu Ksatria milik Grand Duke Leicester.


"Baiklah.. ! Aku akan menyampaikannya kepada Yang Mulia Putra Mahkota! Siapa namamu karena mungkin nanti kami masih membutuhkan bantuanmu! " ucap Henry dengan mengangguk paham.


"Hugo Tuanku.. ! Nama saya Hugo! " jawab Ksatria tersebut dengan sopan.


"Baiklah, jika ada kabar lagi dari pemimpin mu langsung saja beritahu aku! " ucap Henry sambil mengendalikan kudanya agar berjalan kembali.


"Baik Tuanku.. ! " jawab Hugo dengan menunduk patuh.


🌱🌱🌱


Saat ini Sakura sedang berada di sebuah danau yang ada di dalam hutan kecil untuk memberi minum kudanya. Ia memutuskan untuk memberi kudanya minum sembari menunggu Ronan yang pergi mencari makanan di hutan bagian dalam.


"Airnya segar dan jernih! Lebih baik aku mandi dulu sebelum Ronan kembali ke sini! " gumam Sakura dengan mata berbinar melihat air jernih di depan matanya ini.


Tanpa banyak berpikir, ia langsung melepaskan pakaian pria nya satu persatu hingga menyisakan pakaian tipis saja yang dianggap orang pada zaman ini sebagai pakaian dalam. Karena belum ada bra, Sakura menutup dadanya dengan lilitan kain panjang yang hanya pada bagian dadanya saja.


Byur...


Tak hanya mandi, ia menangkap ikan dengan tangan kosong menggunakan sedikit sihirnya dan melemparkan ikan tersebut ke daratan hingga ikan tersebut menggelepar di atas rumput.


Merasa sudah agak kedinginan, Sakura menyudahi mandinya dan keluar dari dalam danau dengan menggunakan sihir angin agar rambut dan tubuhnya kering tanpa menggunakan handuk ataupun hairdryer seperti di zaman modern dulu.


"Rasanya seperti mimpi aku punya semua elemen sihir, tapi seperti yang dikatakan dewa saat di alam bawah sadar ku kalau aku harus membantu semua orang jika keistimewaan ini tetap aku pertahankan! Mudah-mudahan saja dengan keistimewaan ini aku bisa menggagalkan dua kunyuk itu dalam mengambil alih istana seperti di masa lalu! " gumam Sakura lirih sambil memakai pakaian nya kembali.

__ADS_1


Ia mengeringkan rambutnya dengan sihir angin dan menggulungnya dengan rapi sambil menutupnya dengan penutup kepala yang ia buat hingga tertutup sempurna kecuali matanya.


Terdengar suara langkah kaki di depan Sakura dan ternyata Ronan datang dengan membawa kain yang kemungkinan adalah makanan.


"Nona! Hanya ini yang saya temukan di dalam hutan! " lapor Ronan sambil meletakkan kain tersebut diatas rumput dan membukanya.


Tampak buah-buahan seperti pisang, beri hutan, mangga dan beberapa buah lainnya.


"Ini sudah lumayan, aku juga menangkap beberapa ikan tadi! Kau siapkan apinya karena aku akan membersihkan ikannya dulu! Kita akan memakan ikan bakar sebelum melanjutkan perjalanan! " ucap Sakura dengan menunjuk kearah ikan yang menggelepar di atas rumput.


"Baik Nona! " jawab Ronan dengan mata berbinar melihat ikan tersebut.


Sakura mengambil belati kecil yang ia selipkan di kaki nya untuk mengeluarkan isi perut ikan. Ia dengan telaten mencuci bersih ikan yang sudah diambil isi perutnya dan menusuk kannya dengan ranting kecil yang ia tajamkan ujungnya.


Ada empat tusuk ikan ukuran sedang yang akan mereka bakar. Sakura menyerahkan ikan-ikan tersebut kepada Ronan untuk di bakar karena apinya sudah menyala.


Mereka duduk bersisian di depan api dengan Sakura memakan buah-buahan yang dicari Ronan tadi.


"Ronan, apakah kau mempunyai ilmu peringan tubuh?? " tanya Sakura sambil memakan pisang.


"Ajarkan aku sihir teleportasi! Biarpun hanya bisa jarak dekat, setidaknya itu memudahkan aku atau kau untuk bertemu di saat genting! " pinta Sakura pada Ronan.


"Aduh Nona, saya tidak bisa mengajarkan Nona sihir itu! Kalau Nona mau saya punya buku untuk belajar sihir teleportasi! Bukan saya menolak karena sihir teleportasi tidak bisa di ajar kan dan hanya bisa di pelajari oleh orang nya sendiri! " sahut Ronan dengan wajah menyesal.


"Hmmm, tidak apa-apa! Berikan saja bukunya karena aku akan belajar sendiri nanti! Sepertinya ikannya sudah matang, ayo kita makan karena perutku sudah lapar! " ucap Sakura dengan santai.


"Eh iya Nona! " sahut Ronan dengan mengambilkan ikan untuk Sakura.


"Lumayan enak meskipun tidak menggunakan bumbu seperti garam dan teman-temannya! " komentar Sakura saat memakan ikan yang mereka bakar.


"Itu karena ikan nya segar Nona, jadi meskipun tidak menggunakan garam tetap terasa manis di lidah! " sahut Ronan.


"Kau benar! Ikan yang segar memang terasa manis! " ujar Sakura membenarkannya.


Selesai makan mereka kembali meneruskan perjalanan karena masih membutuhkan waktu setengah hari untuk sampai di desa Hime. Saat akan memasuki gerbang wilayah timur, Sakura dan Ronan menghentikan kuda mereka karena melihat banyak prajurit yang berkumpul di gerbang tersebut.

__ADS_1


"Kita bersembunyi dulu Ronan! Samarkan keberadaan mu dari orang-orang itu dan cari tau ada apa hingga mereka berkumpul di sana! Aku akan menunggumu di atas sana setelah aku menyembunyikan kuda-kuda ini! " perintah Sakura dengan cepat.


"Baik Nona! " jawab Ronan patuh dengan langsung melompat ke tanah.


Sakura juga melompat ke tanah dengan gerakan pelan tanpa menimbulkan suara. Ia langsung menuntun kedua kuda mereka untuk memasuki semak-semak dan menyembunyikan kuda tersebut di antara pepohonan yang rimbun dengan mengikat tali ke dahan pohon.


Ronan sudah mengendap-endap di dekat para prajurit itu untuk menguping pembicaraan mereka. Sedangkan Sakura mengamati dari atas pohon dengan jarak beberapa meter dari Ronan sambil menyamarkan aura keberadaan nya agar tidak di ketahui siapa pun.


"Kenapa perasaan ku mengatakan ada hal besar yang terjadi? Apakah terjadi sesuatu di desa yang ayah tuju? " gumam Sakura dari atas pohon.


Tidak lama terdengar suara dari kejauhan yang mengatakan untuk segera menyusul ke wilayah utara yaitu desa Muso.


"Katakan pada pimpinan jika aku akan mengabarkan ini kepada Yang Mulia Putra Mahkota! Secepatnya aku akan menyusul ke desa itu! " teriak seseorang dari atas kuda menuju arah yang menjadi tujuan Sakura.


Para prajurit itu bubar dengan dua arah yang berlawanan, yang satu tetap lurus dan yang lainnya berbalik ke belakang.


"Apa yang terjadi? Kenapa aku mendengar ada Putra Mahkota tadi? " tanya Sakura langsung saat Ronan sudah ada di atas pohon sebelahnya melalui sihir teleportasi.


"Ada kabar buruk Nona! Rombongan Duke belum sampai di desa Hime, mereka masih di desa yang ada di wilayah utara karena hal darurat! Dari yang saya dengar, Yang Mulia Putra Mahkota ada di desa Hime dan langsung memerintahkan untuk mencari tuan Duke saat tau mereka belum sampai di desa tersebut! Sekarang apa yang kita lakukan Nona! " jawab Ronan langsung tanpa jeda.


"Apa ayah baik-baik saja?? " gumam Sakura dengan wajah cemas.


"Saya tidak tau Nona! Hanya saja mereka baru mengetahui jika tuan Duke ada di sana bersama rombongan mereka dan belum di ketahui bagaimana keadaan mereka! " ucap Ronan lagi.


"Kita ubah tujuan kita Ronan! Entah kenapa firasat aku tidak enak sekarang ini, aku takut ayahku kenapa-napa di sana! Aku harus memastikan dengan mataku sendiri jika ayahku baik-baik saja! " perintah Sakura sambil melompat turun ke tanah.


"Baik Nona! " jawab Ronan patuh dan melompat turun.


Ia langsung mengambil kuda mereka yang tertambat di dahan pohon dan membawanya dekat Sakura.


"Ikuti saja jejak mereka Ronan dan jangan sampai mereka tau jika kita mengikuti mereka! Aku akan menyamarkan langkah kuda kita agar tidak di dengar siapapun selain kita! " perintah Sakura sambil naik ke atas kuda putihnya.


Ronan hanya mengangguk, ia pun memimpin jalan setelah Sakura memberikan sihir pada kuda mereka.


"Kenapa ada Putra Mahkota di desa Hime? Setau ku di masa lalu kekeringan ini terjadi sebulan sebelum kami menikah. Aku membantu Oscar mengatasi masalah ini dan membuat Oscar mendapatkan hadiah karena berhasil mengatasi masalah ini dari Kaisar! Sementara di masa lalu Putra Mahkota mati keracunan saat pesta ulang tahun Permaisuri setahun setelah kami menikah! Lagi pula di masa lalu tidak ada Putra Mahkota di desa Hime saat aku membantu Oscar saat itu! Kenapa semua nya jadi seperti ini?? Aku pergi kesini karena tidak mau si kunyuk itu yang berhasil mengatasi masalah ini, tapi mengapa ada Putra Mahkota disini?? Ini sungguh membuat aku bingung! Mengapa yang aku alami sekarang tidak sama saat yang aku alami di masa lalu?? Kalau begini masalah nya, aku jadi bingung bagaimana mencegah bajingan itu agar tidak bisa mendapatkan ambisi nya dan membuat mereka berdua menderita! Haish... Benar-benar menjengkelkan!! " omel Sakura dalam hatinya sepanjang perjalanan.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2