Kesempatan Kedua Putri Sakura

Kesempatan Kedua Putri Sakura
Penyempurnaan sihir


__ADS_3

Seorang pria yang Sakura lihat di alam bawah sadarnya berjalan menghampiri mereka berdua. Sakura yang masih lemas hanya diam saja melihat mereka berdua yang tampak akrab satu sama lainnya.


"Kita bertemu lagi Sakura! Hanya saja sekarang tidak di alam bawah sadar mu tetapi di dunia nyata! Anak kecil di depan mu itu adalah jemaan Dewa kehidupan yang selalu berubah wujud seperti keinginan nya sendiri, jadi kau jangan heran jika ia berubah wujud menjadi pria ataupun wanita! " ucap Dewa Zeta dengan penuh kharisma nya.


"Jadi ini bukan mimpi! Kenapa aku bisa ada di sini? Bukan nya tadi aku mendadak pusing saat berada di dalam hutan? " sahut Sakura dengan melihat di sekelilingnya.


Sebuah padang rumput yang luas dengan beberapa bukit yang menghijau. Di atas salah satu bukit ada sebuah pohon besar yang rindang dengan daun yang begitu lebat dan rimbun hingga jika berteduh di bawahnya bisa terlindung dari panas matahari dan air hujan.


"Ini adalah gerbang menuju lembah iblis! Pohon itu salah satu pintu masuknya! Hanya orang-orang yang di kehendaki Dewa yang bisa menemukan pintu masuk ke lembah iblis! Kau butuh tempat itu untuk memulihkan tenagamu serta berlatih agar bisa mengendalikan semua elemen sihir yang ada di dalam tubuhmu hingga sempurna! " ucap Dewa Zeta dengan menunjuk ke arah pohon tersebut.


Ia menekan kening Sakura dengan ujung jari telunjuk nya hingga keluar cahaya kuning yang memasuki tubuh Sakura. Setelah 10 menit ia melepaskan nya dan berjalan pelan menuju pohon rindang tersebut.


"Ayo cepat Sakura! Aku sudah menambah energimu agar bisa berjalan lagi! Kau harus segera berendam di Telaga Surgawi sebelum matahari terbenam! " seru Dewa Zeta dengan suara lantang.


Sakura berdiri cepat dan berlari mengejar Dewa Zeta yang sudah berjalan jauh menaiki bukit. Dewa Zenos terkekeh sembari menunggang Pegasus melihat Sakura kesusahan menyamakan langkah kaki Dewa Zeta yang lebar dengan kakinya yang mungil.


Ketika sampai di atas bukit Sakura bengong dan kagum karena tidak menyangka kalau pohon yang terlihat dari jauh begitu besar seperti pohon raksasa dan ada lobang di samping batang nya persis seperti sebuah pintu masuk meskipun tidak ada pintu nya.


"Ayo kita masuk! " ucap Dewa Zeta dengan berjalan terlebih dahulu.


Jelmaan Dewa kehidupan juga turun dari atas Pegasus dan ikut berjalan memasuki lobang yang terdapat di bagian samping pohon raksasa tersebut. Sakura berjalan di belakang mereka dengan perasaan yang berkecamuk di dalam pikiran nya.

__ADS_1


"Astaga.. ! Kenapa lorongnya panjang sekali? Aku kira hanya masuk saja dan langsung sampai, tapi rupanya seperti sebuah jalan yang panjang yang entah di mana ujungnya! " desis Sakura dengan lirih.


Meskipun pemasaran, Sakura tidak bertanya banyak karena tidak ingin di anggap banyak bicara. Ia mengikuti dengan diam meskipun dalam hatinya ia mengeluh karena kakinya mulai capek.


"Kita sudah sampai! " ucap Dewa Zeta dengan menunjuk ke arah cahaya terang di depan mereka.


Sakura tampak bersemangat melihat cahaya tersebut dan dengan rasa tidak sabaran ia berjalan cepat menuju cahaya itu.


"Wah... Ini benar-benar indah! Tempat nya seperti di Surga karena udaranya begitu sejuk dan sangat nyaman! Aku tidak menyangka ada tempat seperti ini di dunia ini! Benar-benar mengagumkan! " pekik Sakura pelan dengan bibir menyunggingkan senyuman lebar.


"Ayo ke air terjun yang di sana! " ajak Dewa Zeta sambil berlalu.


Sakura mengikuti dari belakang dengan wajah yang masih tersenyum bahagia.


"Masuklah ke dalam gelembung sihir itu Sakura! Bersemedi lah di sana dengan posisi lotus tanpa menggunakan apapun seperti bayi yang baru lahir! Gelembung sihir itu membuat kau tidak bisa dilihat oleh siapa pun termasuk Dewa sekalipun! Aku akan membimbing mu melalui kontak batin atau telepati! " ucap Dewa Zeta dengan tegas.


Sakura mengangguk patuh dan berjalan memasuki gelembung sihir. Ia membuka semua pakaian nya dan duduk bersila dengan posisi lotus sambil memejamkan matanya.


"Fokus lah Sakura dan jangan kau pikirkan apapun selain merasakan energi yang ada di sekeliling mu! " ucap Dewa Zeta melalui telepati.


Sakura melakukan apa yang diperintahkan Dewa Zeta dan beberapa saat kemudian beberapa elemen sihir keluar mengelilingi gelembung sihir Sakura. Ada Air, Api, Es, Tanah, Tumbuhan, Angin, Petir, bergerak mengelilingi Sakura.

__ADS_1


"Tetap fokus Sakura! Rasakan dan serap energi yang ada di sekitar mu hingga tubuhmu terasa ringan! Jika ada suara-suara sumbang jangan kau hiraukan karena itu ujianmu agar kau gagal dalam melakukan penyempurnaan ini! Jangan anggap ini sulit karena ini semuanya tergantung pada tekad dan niatmu! " ucap Dewa Zeta lagi dengan telepati.


Sakura yang sedang fokus mendengar suara Ibu nya yang memanggil dan suara ayahnya yang memintanya pulang. Ia tetap memejamkan matanya dan memusatkan pikirannya pada satu titik yaitu elemen-elemen sihir yang ada di dalam tubuh nya.


"Kau yakin anak itu berhasil melakukan penyempurnaan ini? Apa kau tidak bilang jika proses ini membutuhkan fisik yang kuat? Seperti yang aku lihat kondisinya lagi tidak stabil karena terlalu menggunakan banyak sihir penyembuh hingga menjadi sedikit lemah! " tanya Dewa Zenos yang duduk bersila di samping Dewa Zeta.


"Aku sangat yakin! Meskipun energi tubuhnya terkuras habis, dia bukan anak yang lemah! Aku melihat tekad yang kuat di sorot matanya yang begitu tenang dan menghanyutkan secara bersamaan! Aku yakin ia pasti berhasil! " jawab Dewa Zeta dengan penuh keyakinan.


Dewa Zenos hanya mengangguk pelan, ia kembali berubah wujud pria tampan seperti rekannya Dewa Zeta.


Sakura tiba-tiba merasa seluruh tubuhnya sakit seperti di tusuk ribuan jarum. Ia sekuat tenaga menahan rasa sakit itu meskipun air mata mengalir dari matanya yang masih tertutup rapat. Ia menggigit bibirnya hingga berdarah menahan rasa sakit di seluruh tubuh nya seperti di kuliti hidup-hidup.


Setelah rasa sakit nya menghilang, ia kembali menahan rasa dingin pada tubuh nya yang membuat tubuhnya bergetar hebat karena dingin yang menembus ke semua tulang-tulang nya. Bibirnya bergetar dan membiru karena menahan dingin.


Sakura kembali menahan rasa panas setelah rasa dingin menghilang. Seluruh tubuh nya seperti terbakar dan ia merasa berada di tengah-tengah api yang menyala. Air mata kembali mengalir di pipinya menahan rasa panas yang menggerogoti nya.


Setelah rasa panas hilang, sebuah tanda petir kembali terlihat di antara kedua alis nya dengan warna putih. Tubuh Sakura yang semula polos seperti bayi sudah terbungkus pakaian biru dan putih yang begitu indah yang menutupi semua tubuhnya hingga sebatas leher.


Duarrr...


Bunyi ledakan besar saat gelembung sihir Sakura hancur berkeping-keping. Sakura melayang dengan posisi lotus dan mata terpejam. Dewa Zeta tersenyum bangga sembari berdiri bersamaan dengan Dewa Zenos yang ikutan berdiri.

__ADS_1


"Bangun lah Sakura! Buka matamu ! " perintah Dewa Zeta dengan suara tegas.


Bersambung...


__ADS_2