
Sudah sebulan lebih Sakura terbaring koma di ranjang nya. Pelayan pribadinya Betty dan Duchess Sabrina tidak bosan-bosannya bolak-balik ke kamar Sakura untuk bergantian menjaga dan merawatnya.
Savira tidak bisa membantu banyak karena ia bertugas menggantikan tugas sang ibu sebagai perwakilan Duchess di setiap kegiatan yang selama ini di ikuti nya karena Duchess menolak untuk melakukan tugas yang ia nilai tidak penting kecuali putri nya.
Bahkan rencana pernikahan Vira pun di tunda karena keadaan ini. Vira dan Ben tidak pernah marah karena sejatinya mereka hanya tinggal menunggu waktu saja untuk menikah. Bahkan saat ini Benedict sedang melaksanakan tugas mengatasi masalah kekeringan di wilayah Timur daerah yang di pimpin Grand Duke Leicester.
Penjaga bayangan milik pria bertopeng masih terus mengawasi dan menjaga di sekitar kamar Sakura tanpa ada yang menyadari keberadaan nya.
Malam harinya, Duke Airos yang sedang bekerja di ruang kerjanya di kejutkan dengan kedatangan pelayan pribadi Sakura yang melapor kejadian aneh di kamar Sakura.
"Apa maksud dengan kejadian aneh yang kau katakan Betty?? " tanya Duke dengan memicingkan matanya.
"Silahkan Anda lihat sendiri Yang Mulia Duke! Hamba takut terjadi sesuatu dengan Nona muda! " jawab Betty dengan tubuh gemetar.
"Dimana istri ku?? " tanya Duke Airos sambil beranjak dari kursi nya.
"Yang Mulia Duchess masih di kamar Nona muda Yang Mulia! Ayo cepat Yang Mulia! " jawab Betty sambil berjalan cepat mendahului majikannya itu.
Duke Airos yang heran segera keluar dari ruang kerjanya dengan setengah berlari bersama ajudannya Freddy yang ikut berlari di belakang nya.
Savira dan Savian yang sama-sama baru pulang dari luar ikut keheranan melihat ayah dan ajudannya setengah berlari mengejar pelayan pribadi adik bungsu mereka ke lantai atas.
"Ayo Vir ikuti mereka ke atas?? Aku penasaran kenapa mereka seperti itu? " ajak Vian pada kembaran nya.
Vira mengangguk setuju dan mengikuti kembarannya berlari kecil menuju lantai atas. Duke yang bingung semakin heran mendengar isak tangis istrinya dari luar kamar sehingga membuatnya semakin cepat berlari menuju pintu kamar sang putri.
Brak
Duke Airos langsung shock begitu masuk kamar melihat tubuh Sakura melayang ke atas, begitu juga dengan ajudannya dan anak kembarnya yang langsung terduduk melihat tubuh adik mereka melayang dengan tinggi satu meter dari atas tempat tidur.
__ADS_1
Belum hilang rasa terkejut mereka, tiba-tiba tubuh Sakura mengeluarkan cahaya kuning keemasan dipadu warna hijau yang membuat Duke bertambah shock hingga terduduk di lantai.
"Si-sihir pemurnian!! " ucapnya dengan terbata-bata.
"A-apa yang terjadi Vi-Vian?? " tanya Vira dengan wajah shock.
"Ini sihir pemurnian yang ada dalam legenda! " celutuk Freddy dengan wajah tidak percaya.
"Si-sihir pemurnian?? Sakura punya sihir ?? " ucap Vian dengan wajah pucat karena shock.
Mereka tidak melihat muncul tanda petir di antara kedua alis Sakura dan perlahan menghilang dengan seiring nya cahaya yang tadi menyelimuti tubuh Sakura. Perlahan tubuh Sakura kembali turun ke bawah dengan sendiri nya di atas tempat tidur.
Bruk...
Duchess Sabrina pingsan seketika dan membuat mereka yang ada di sana kalang kabut. Vira langsung berlari menuju Ibu nya setelah sang Duke.
"Jaga adik kalian di kamar ini Vian! Ayah akan membawa Ibu mu ke kamar dulu! Freddy, panggilkan Pascal sekarang juga tanpa di ketahui siapapun! " ucap Duke memberikan perintahnya pada anak-anak nya dan ajudannya.
Duke langsung menggendong sang istri dengan bridal style keluar dari kamar putri bungsu nya bersamaan dengan Freddy yang akan keluar memanggil Dokter penyihir pribadi keluarga Duke Airos Pascal De Damaris.
Sepeninggalan orang tua mereka, Vira dan Vian mendekati Sakura yang masih betah memejamkan matanya di atas tempat tidur.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Bangun lah Dik! Sudah cukup kau membuat kakak khawatir selama hampir dua bulan ini! Apa kau tidak ingin bermain bersama kami berdua lagi? Bangun lah Sakura! Kakak mohon.. " ucap Vian dengan suara lirih sambil mengusap pipi Sakura yang halus dan begitu lembut.
Vira tidak bisa menahan tangis nya sambil berdiri mematung melihat wajah sang adik bungsu yang masih tetap memejamkan matanya. Seseorang ikut menangis di balik dinding dekat pintu sambil menggigit kain agar suara tangisannya tidak terdengar.
Cahaya dari tubuh Sakura ternyata terlihat dari atas pepohonan oleh Ksatria bayangan yang selalu mengawasi dan menjaga Sakura dari jarak jauh.
"Cahaya apa itu?? Karena banyaknya orang di sana aku jadi tidak bisa mendekat! Darimana cahaya terang itu berasal? Kenapa hanya di kamar Nona muda Sakura?? " gumamnya dengan penuh tanda tanya.
__ADS_1
Tak lama kemudian ia menjadi semakin penasaran saat melihat seseorang keluar dari gerbang kediaman Duke menggunakan kuda. Ia melompati pagar tinggi dari atas pohon dan mendarat apik di tanah. Dengan mengendap-endap ia memasuki pekarangan Duke Airos dan memanjat balkon hingga sampai ke lantai kamar Nona yang ia awasi hampir dua bulanan ini.
Ia menyamarkan keberadaan nya agar tidak di ketahui oleh putra sulung Duke Airos yang ada di dalam kamar Nona nya.
Suasana di dalam kamar tersebut kembali hening setelah Vira menghentikan tangisannya beberapa saat yang lalu. Ksatria bayangan menajamkan pendengaran nya untuk mendengar informasi dari dalam kamar tersebut, namun tidak mendapatkan apa-apa.
Sementara itu, Pascal dan Freddy akhirnya sampai di kediaman Duke Airos dengan cepat hingga membuat Ksatria bayangan langsung menghilang dengan sihir teleportasi saat menyadari kedatangan dokter penyihir dari menara sihir di kediaman itu.
Freddy membawa Pascal langsung ke arah kamar pribadi Duke Airos.
"Syukurlah kau sudah datang Peck! " ucap Duke Airos begitu menyadari siapa yang memasuki kamar nya.
"Apa yang terjadi Vali? Kenapa istrimu bisa pingsan malam-malam begini? " tanya Pascal langsung kening berkerut.
"Sembuhkan dulu istriku ! Nanti akan aku ceritakan semuanya di ruang kerja! " jawab Duke Airos datar.
Pascal pun terdiam dan mulai melakukan tugas nya meletakkan telapak tangannya di atas dahi sang Duchess.
"Istrimu hanya shock dan biarkan ia beristirahat sebentar! Aku membuat nya tertidur sebentar agar tenaga nya segera pulih dan segar kembali! " ucap Pascal dengan menjauhkan telapak tangannya dari kening Duchess.
Vira dan Vian yang masih duduk diam di sofa melihat ke arah adik mereka dengan pikiran yang ber kemelut di benak mereka masing-masing.
Mereka berdua tidak menyadari gerakan pelan jari jemari Sakura yang akhirnya membuat Sakura membuka matanya setelah tidur hampir dua bulan.
"A-air... ! A-air... ! A-air... ! " ucap Sakura dengan suara lirih dan serak.
Mata Vira dan Vian membulat lebar mendengar suara lirih dari arah ranjang adik mereka. Mereka berdua melonjak kaget dengan langsung mendekati Sakura.
"A-air... ! Ha-haus.... ! " ucapnya lagi dengan suara lirih.
__ADS_1
"Viraaaa!!! Cepat panggil ayah!! Sakura sudah sadar??? " teriak Vian dengan wajah menangis haru.
Bersambung...