Kesempatan Kedua Putri Sakura

Kesempatan Kedua Putri Sakura
Sekarat


__ADS_3

"Ayo percepat lari kuda nya Ronan! Aku ingin kita sampai di sana menjelang malam! " teriak Sakura sambil menarik tali kekang kuda nya.


Kuda putihnya berlari semakin kencang melesat seperti angin di kegelapan malam. Ronan pun ikut menarik tali kekang kudanya untuk mengejar ketinggalan.


Sementara itu Julian dan Henry sudah sampai duluan di desa Hime dengan melewati hutan kematian dan lembah iblis sebagai jalan pintas yang jarang di lalui oleh manusia biasa karena banyak nya makhluk mistis di kedua tempat tersebut.


Ia langsung menuju rumah kepala desa Hime untuk menemui menteri Pertahanan Duke Airos yang kabarnya sudah ada di desa tersebut.


"Yang Mulia, ini rumah kepala desa Hime! " ucap Henry saat mereka berhenti di sebuah rumah yang terbilang besar di desa tersebut.


Julian hanya berdehem dan beberapa pelayan berdatangan menyambut kedatangan mereka di pintu masuk. Tak lama kemudian keluar seorang pria paruh baya yang berambut coklat dan bermata abu-abu bersama seorang wanita paruh baya dan dua anak laki-laki seorang anak perempuan yang berdiri di samping kedua paruh baya tersebut.


"Selamat datang di desa Hime khusus nya di kediaman kecil kami Yang Mulia Putra Mahkota! Semoga Dewa Zeta selalu melindungi dan memberkati Yang Mulia! " ucap mereka sambil membungkuk hormat pada Julian.


"Berdirilah, aku terima hormat kalian! " jawab Julian dengan nada datar.


Karena ia memakai topeng mereka hanya mendengar suaranya saja tanpa bisa melihat wajah dan ekspresi nya.


"Mari Yang Mulia silahkan masuk! " ajak kepala desa Hime yang bernama Viscount Aron Dominik dengan memberikan jalan untuk Julian.

__ADS_1


Julian memberikan kode pada Henry dan Henry menolak secara halus ajakan Viscount Dominik.


"Maaf kan kami Viscount Dominik, kami ingin menemui Duke Airos yang katanya sudah ada di desa ini! Tolong tunjukan jalan dimana tempat Duke Airos selama ia di desa ini! " jawab Henry dengan sopan.


"Duke Airos..??? " beo Viscount Dominik dengan melihat kearah putra nya dengan wajah bingung.


Melihat kebingungan di wajah ayahnya, salah satu putra Viscount Dominik maju dan berbicara di depan Julian.


"Maaf kelancangan saya Yang Mulia! Dua hari yang lalu yang datang ke desa ini bukanlah Duke Airos, tapi Menteri Pertanian Count Leonard dan Menteri ketahanan pangan Marquess Harold. Sampai hari ini Duke Airos belum datang ke desa kami Yang Mulia! " sahut putra Viscount Dominik dengan menundukkan kepalanya.


"Apa?? Jadi Duke Airos belum sampai di desa ini?? " tanya Henry dengan kening berkerut.


"Benar Tuan! " jawab nya lagi dengan mengangguk penuh keyakinan.


"Baik Yang Mulia! " jawab Henry patuh.


"Minta bantuan Ksatria pamanku Henry untuk memperluas wilayah pencarian! " perintah Julian dengan melompat ke atas kudanya.


Henry mengangguk paham dan langsung menarik tali kekang kuda nya agar berlari cepat.

__ADS_1


"Antarkan aku ke tempat Menteri ketahanan pangan dan Menteri Pertanian! " perintah Julian dari atas kudanya.


Putra Viscount Dominik mengangguk patuh dan menaiki kudanya yang tertambat di sebuah pohon tak jauh dari tempat mereka berdiri. Pelayannya langsung membuka ikatan tali tersebut dan putra Viscount berjalan duluan dari Putra Mahkota Julian.


🌱🌱🌱


"Bagaimana dokter? Apa racunnya bisa di keluarkan?? Sudah sehari semalam Niel masih dalam keadaan seperti ini?? " tanya Duke Airos seorang dokter yang ada di desa Muso.


"Maafkan saya Yang Mulia! Saya sudah berusaha segenap kemampuan saya, tapi karena kemampuan saya masih rendah hanya ini yang bisa saya lakukan! Racunnya menyebar dengan sangat cepat dan karena ini lah mulut tuan ini sampai membengkak dan melepuh! Jika perkiraan saya benar maka tuan ini sekarang dalam keadaan sekarat! " jawab dokter tersebut dengan berkeringat dingin.


Duke Airos memandang tubuh Sir Nathaniel dengan pandangan prihatin dan iba. Penyesalan nya tidak membawa Pascal semakin besar karena sampai saat ini Kepala Ksatria nya sekaligus temannya di ambang kematian. Sudah hampir dua hari rombongan Duke di desa ini yaitu desa Muso di wilayah utara karena keadaan darurat setelah insiden di malam itu. Mereka memutuskan untuk mengobati Sir Nathaniel di desa tersebut karena perjalanan ke desa Hime masih memakan waktu dua hari perjalanan.


Duke Airos mengira akan sangat merepotkan rombongan nya jika meneruskan perjalanan dengan keadaan Sir Nathaniel yang seperti ini sehingga ia memutuskan untuk berbelok ke desa terdekat agar Sir Nathaniel bisa di obati. Tapi untung tak dapat di raih malang tak dapat di tolak, ternyata di desa kecil ini mereka hanya mempunyai dokter kelas rendah yang kemampuan nya juga rendah dan tidak ada seorangpun yang memiliki sihir penyembuh. Kebanyakan para penduduk sini hanya memiliki sihir tingkat lima untuk kegiatan mereka sehari-hari.


"Tuan.. ! Saya sudah ke kediaman Duke Salomon di desa Luso dan dokter sihir mereka sedang melakukan perjalanan ke menara sihir dua hari yang lalu! Duke Salomon hanya mengirim dokter mereka dan dokter tersebut ada di luar! " lapor Freddy yang baru datang melakukan perintah Duke Airos.


"Suruh saja dokter itu masuk dan biarkan dia melihat keadaan Niel ! " ucap Duke Airos dengan nada dingin.


Freddy mengangguk patuh dan kembali keluar ruangan tersebut untuk membawa dokter yang ia bawa dari kediaman Duke Salomon.

__ADS_1


"Dasar tua bangka licik! Pasti dia sengaja dan berbohong dengan mengatakan dokter sihir mereka pergi! Kau bisa membohongi semua orang Lucian, tapi kau tidak bisa membohongi aku karena aku tau siapa dirimu! Kau pasti senang Niel diambang kematian karena dulu ia menolak menjadi pengikut mu saat pemilihan Ksatria pribadi di Akademi Militer! " geram Duke Airos dalam hatinya dengan kedua tangan terkepal erat.


Bersambung...


__ADS_2