Kesempatan Kedua Putri Sakura

Kesempatan Kedua Putri Sakura
Awal mulai malapetaka


__ADS_3

Duke Airos dan para menteri yang bertanggungjawab mengatasi masalah tanah bahu membahu membuat tanah kembali bisa di tanami bahan obat-obatan dan bahan pokok makanan seperti umbi-umbian, jagung, gandum dan kacang-kacangan.


Grand Duke Leicester juga membantu dengan memberikan tenaga manusia dari pada prajuritnya dan rakyat dari desa Pine dan Kine yang dengan sukarela membantu mereka menanam kembali penghasilan terbesar Kekaisaran Amoland.


Putra Mahkota Julian ikut mengawasi bersama Ajudannya Henry dari kejauhan.


"Yang Mulia...! Tetua Shine jatuh pingsan! "


"Apa yang terjadi Kepala Suku? "


"Entahlah Yang Mulia! Tetua Shine pingsan secara tiba-tiba! "


"Beliau mengigau memanggil anda Yang Mulia! "


"Baiklah..! Aku akan ke desa sekarang juga! "


"Baik Yang Mulia! Kami akan menunggu anda! "


Julian mengakhiri telepatinya dengan kepala suku Oberon.


"Henry..! Tetap lah disini mengawasi mereka yang bekerja agar tidak ada satupun yang mengganggu selama para Duke menghijaukan kembali tanah ini! " perintah Julian di balik topeng nya.


"Baik Yang Mulia! Memangnya Yang Mulia mau melakukan apa? " jawab Henry sambil bertanya.


"Kepala suku Oberon baru saja menghubungi ku melalui telepati! Tetua Shine mendadak pingsan dan memanggil namaku! Aku harus ke sana dengan sihir teleportasi! Jika ada apa-apa hubungi melalui telepati saja! " jawab Julian seraya pergi dari tempat ia berdiri tadi.


Ia langsung memejamkan matanya dan dalam sekejab Julian hilang dari pandangan Henry. Dalam sekejab juga ia berada di sebuah rumah jamur yang berwarna putih yang mempunyai satu titik berwarna biru di atas atap nya.


Julian mengetuk pintu dan Kepala Suku Oberon yang membukakan pintu. Tetua Shine tidak pernah mengizinkan siapapun memasuki kediaman nya kecuali Putra Mahkota Julian dan kepala Suku Oberon. Saat ia pingsan ia sedang berbicara dengan Kepala Suku Oberon yang ia panggil melalui sihir telepati.


"Syukurlah anda sudah datang Yang Mulia! " ucap Kepala suku Oberon seraya memberikan hormat.

__ADS_1


"Iya paman! Bolehkah aku bertemu langsung tetua? " jawab Julian tanpa melepaskan topeng nya.


"Tentu saja Yang Mulia! Mari ikut saya! " sahut Kepala Suku Oberon dengan mempersilahkan Julian berjalan.


Kepala Suku Oberon membawa Julian ke sebuah ruangan yang sangat luas setelah melewati lorong yang panjang.


"Rumah ini sungguh luar biasa! Tidak aku sangka dalam nya sebesar dan seluas ini! " ucap Julian dengan decakan kagum.


"Tentu saja Yang Mulia! Jangan terkecoh dengan penampilan luarnya yang tampak begitu kecil! Inilah keistimewaan Tetua yang bisa membuat rumah kecil menjadi lebih besar dan luas dari yang orang lihat! Silahkan masuk Yang Mulia! " sahut Kepala Suku Oberon sambil membuka sebuah pintu yang berwarna biru.


Sebuah ruangan dengan sebuah ranjang yang berbentuk kelopak bunga yang berwarna biru seperti warna pintu dan warna di tengah-tengah atap rumah jamur.


Seorang wanita dengan rambut panjang bewarna putih terbaring dengan mata terpejam. Wajahnya begitu damai meskipun ada banyak kerutan di sudut matanya.


"Apa beliau mesih belum sadar? " tanya Julian yang berdiri tidak jauh dari tempat wanita itu terbaring.


"Belum Yang Mulia... ! " jawab Kepala suku dengan jujur.


Mereka terdiam sejenak dan memandang wajah damai Tetua Shine dengan penuh tanda tanya.


Julian dan Kepala suku berjalan mendekati ranjang Tetua Shine dengan saling bertatapan satu sama lain.


"Apa maksud perkataan nya Paman? " tanya Julian bingung.


"Saya juga tidak tahu Yang Mulia! Hanya beliau lah yang bisa menjelaskan semuanya kepada kita! " jawab Kepala suku dengan menghela napasnya.


"Kalau begitu, aku akan tetap di sini menunggu Tetua bangun! Entah kenapa firasat ku mengatakan jika ini hal yang penting bagi kita! " ucap Julian kepada Kepala suku.


"Silahkan saja Yang Mulia! Saya juga akan menemani Yang Mulia menunggu Tetua sadar dari tidur panjang nya! " sahut Kepala suku juga.


Julian hanya mengangguk pelan, ia kemudian duduk di kursi santai yang di sediakan Kepala suku untuk beristirahat.

__ADS_1


🌱🌱🌱


"Hahahaha... ! Aku berhasil, aku berhasil.. !! Aku akan menjadi orang yang kuat di Kekaisaran ini dan juga di dunia ini! Hahahaha... ! Aku berhasil... ! " suara teriakan dengan penuh tawa kemenangan di teriakkan oleh seorang pria di sebuah ruang rahasia di kediaman nya.


"Selamat Tuanku.. ! Hamba senang menjadi bagian dari keberhasilan anda! " ucap seorang pria dewasa dengan menunduk hormat.


"Tentu saja Sergio! Aku akan menjadi penguasa di Kekaisaran ini dan menyingkirkan Maxime sialan itu dari singgasana nya! Hahahaha... ! " sahut pria misterius itu dengan tertawa menyeramkan bagi siapa yang mendengar nya.


Pria misterius itu berhasil membuka segel mantra terlarang dan menggunakan nya dengan memberikan darahnya. Sebuah buku yang ia curi di dalam menara sihir yang mengatakan petunjuk tentang bagaimana mantra terlarang itu di gunakan. Ia mencuri nya dari tempat yang selama ini di lindungi oleh pendeta sihir tertinggi dari menara sihir.


"Bagaimana persiapan kita untuk menggulingkan Kekaisaran ini Sergio? " tanya pria misterius itu dengan lantang.


"Sedikit mengalami masalah Tuanku! Desa yang kekeringan itu kembali pulih oleh orang yang misterius! Batu sihir yang ada di tempat rahasia kita hancur berkeping-keping karena ada yang menemukan penyebab kekeringan itu! Maafkan saya mengecewakan anda Tuanku! " jawab pria baya yang di panggil Sergio dengan menundukkan kepalanya.


"Hmm... ! Tidak apa-apa Sergio! Seperti nya orang itu akan menjadi rintangan kita dalam menguasai Kekaisaran ini! Cari orang yang membantu itu hidup-hidup dan bawa kepadaku secepatnya! Jangan sampai orang itu di tangkap oleh orang lain karena ia akan aku jadikan senjata untuk menyingkirkan Kaisar sialan itu! " ucap pria misterius itu memberikan perintahnya.


"Siap Tuanku! Akan hamba laksanakan! " jawab pria baya itu dengan patuh.


Pria paruh baya itu pergi dengan sihir teleportasi dari hadapan Tuannya.


"Hmm.. Aku harus mencari perempuan yang ada dalam mimpiku agar bisa menjadikannya permaisuri ku saat aku menjadi Kaisar negara ini! Perempuan yang begitu cantik dengan mata hijau dan rambutnya yang hitam! Benar-benar sesuai kriteria idaman ku! " gumamnya dengan memegang dagunya.


Memikirkan perempuan dalam mimpi nya membuat hasrat dan libido nya seketika mencuat.


"Brengsek! Hanya memikirkan nya saja sudah membuat aku birahi seperti ini, apalagi jika bertemu langsung dan memiliki nya! Akan aku buat dia mengerang nikmat di bawah ku tanpa ampun! " sahutnya lagi dengan suara serak menahan gairah.


"Bryant... !! Bawa kan aku wanita yang seperti biasa! Aku butuh tiga untuk melampiaskan hasrat ku! Pastikan ia belum pernah aku sentuh sebelum nya! " teriak pria misterius itu memanggil seseorang dengan kencang.


Dalam sekejab seorang pria bertubuh besar dengan rambut kuning, mata lebar dan iris mata yang sama dengan rambutnya, wajahnya yang begitu garang dan seram datang menghadap pria misterius itu.


"Lakukan apa yang aku perintahkan tadi Bryant! Ingat agar tidak ada kesalahan sedikit pun! " perintah pria misterius itu dengan keras.

__ADS_1


"Baik Tuanku! " jawab pria bertubuh besar itu dengan patuh.


Bersambung..


__ADS_2