Kesempatan Kedua Putri Sakura

Kesempatan Kedua Putri Sakura
Kecurigaan Pria bertopeng


__ADS_3

Tubuh Sakura menjadi semakin kejang saat Duke Valliant menyalurkan sihir cahaya nya. Begitu juga dengan Pascal yang memberikan sihir penyembuhnya hingga membuat tubuhnya mengeluarkan keringat sebesar biji jagung.


Tak lama kemudian tubuh Sakura melemah dan akhirnya kembali tenang seperti sediakala. Duke Valliant dan Pascal langsung luruh dan melemahnya tubuh mereka hingga terduduk di lantai dengan wajah kedua nya yang pucat pasi.


"Aku tidak tau apa yang terjadi dengan tubuh Putri mu Val! Ada energi yang luar biasa kuat di dalam tubuh Putri mu ini! Firasatku mengatakan jika Putri mu bukan orang sembarangan, kelak dia akan menjadi orang yang hebat yang menjadi incaran orang-orang yang tidak bertanggungjawab! " ucap Pascal dengan nada serius.


"Aku juga tidak mengerti Peck! Energi cahaya ku mengalir seperti air pada tubuhnya sehingga membuat tenaga ku terkuras habis! Selama ini aku memberikan energi cahaya ku kepada Vian tidak seperti ini. Aku bahkan tidak bisa mengontrol keluarnya energi ku saat menyalurkan nya pada Sakura! " sahut Duke Valliant dengan suara lemah memanggil nama kecil Pascal.


Mereka berdua menyingkir secara perlahan dari ranjang Sakura dengan tubuh yang melemah karena tenaga mereka habis terkuras saat mengatasi keadaan Sakura tadi.


"Minum lah dulu peck! Aku tidak ingin kau mati kehabisan tenaga hanya karena menolong Putri ku! " sindir Duke Valliant dengan menyodorkan cangkir berisi air putih.


"Tidak usah mencemaskan aku! Pikirkan saja dirimu sendiri yang tubuhmu tidak jauh beda dengan tubuhku! " balas Pascal juga dengan nada sinis.


Mereka berdua lalu terdiam dan saling berpandangan hingga tak lama terdengar suara tawa dua laki-laki paruh baya yang masih bugar itu hingga membuat Duchess Sabrina mendobrak pintu kamar Putri menerobos masuk.


"Maafkan aku suamiku! Karena mendengar suara tawa kalian aku nekat masuk ke dalam! " ucap Duchess Sabrina dengan wajah menyesal saat melihat Duke Valliant dan Pascal menoleh ke arah nya.


"Tidak apa-apa istriku! Maafkan aku yang tidak langsung mengabari mu di luar tadi! Tidak ada yang melarang mu masuk ke kamar ini! " sahut Duke Valliant dengan lembut.

__ADS_1


"Betul itu Duchess! Maafkan kami yang tidak peka dengan kecemasan dan kekhawatiran mu! " ucap Pascal juga dengan wajah menyesal.


"Tidak apa-apa Sir Pascal, saya hanya khawatir dengan keadaan Putri saya! Oh ya bagaimana keadaan Putri kita suamiku? " sahut Duchess Sabrina sopan sembari bertanya kembali kepada sang suami.


"Untuk saat ini Putri kita baik-baik saja Sabrina! " jawab Duke Valliant yang tidak sepenuhnya bohong.


"Jadi maksud mu Putri kita bisa saja kembali seperti tadi? " tanya Duchess Sabrina lagi dengan raut muka cemas.


"Aku tidak tahu istriku! Banyak-banyak lah berdoa supaya Putri kita segera sadar! " jawab Duke Valliant dengan menghela napasnya.


Duchess Sabrina tampak termenung sesaat sampai akhirnya ia berjalan mendekati ranjang tempat tubuh Sakura tertidur dalam damainya. Ia menyentuh pipi putih mulus sang Putri dengan hati yang berkecamuk, hatinya sakit dan perih melihat darah dagingnya tergeletak tak berdaya dan ia semakin sedih saat dirinya sendiri tidak bisa membantu untuk kesembuhan anaknya.


Sementara itu di alam bawah sadar nya, Sakura berteriak histeris menahan sakit pada seluruh tubuhnya yang terasa seperti di cabik-cabik sedemikian rupa, tulang-tulang nya seperti terlepas dari dagingnya saking sakit yang ia rasakan.


"Anakku... ! Jangan kau lawan rasa sakit ini! Biarkan lah ia bekerja agar semua kekuatan ini menyatu hingga ke aliran darah mu sekali pun! Tenangkan dirimu serta hatimu, pikirkan orang-orang yang kau sayangi agar pikiranmu menjadi tenang dan rileks supaya kekuatan ini cepat terserap oleh tubuhmu! " ucap Dewa Zeta dengan terus menekan jarinya di antara kedua alis Sakura.


Dengan tubuh yang begitu sakit, Sakura menenangkan hati nya dengan mengingat momen kebersamaan nya bersama semua keluarga nya baik di kehidupan lalu maupun saat di kehidupan masa depannya. Tubuhnya yang sedari awal tegang dan kaku secara perlahan mulai melemah dan tampak tenang terlihat dari raut keningnya yang kembali mulus dan tidak berkerut seperti tadi.


"Bagus Sakura! Teruslah seperti itu, sebentar lagi kekuatan nya akan menyatu hingga ke aliran darah mu! " ucap Dewa Zeta tersenyum lebar.

__ADS_1


Sakura terus memejamkan matanya membayangkan kenangan indah yang pernah ia miliki hingga akhirnya Dewa Zeta melepaskan jari telunjuk nya dari dahi Sakura dengan perasaan puas.


"Bukalah matamu Sakura! Selamat atas kekuatan Dewa yang ada di dalam tubuhmu! Pergunakan kekuatan ini untuk membantu semua orang tanpa melihat siapa orang tersebut, jika mau menggunakan kekuatan ini untuk kejahatan secara sengaja maka kekuatan ini akan langsung menggerogoti tubuhmu hingga kau mati dan kau tidak akan bisa bereinkarnasi kembali. " ucap Dewa Zeta lagi panjang lebar.


Sakura membuka matanya secara perlahan dan ia merasa tubuhnya sangat ringan seperti kapas. Tidak hanya itu, saat menyentuh kulit wajahnya terasa semakin halus dan lembut. Tidak hanya itu saja, sebuah tanda petir muncul di keningnya tepat di antara kedua alisnya yang berwarna hijau kekuningan.


"Pergilah berjalan ke arah utara, nanti akan kau temui sebuah danau yang ada air terjun berwarna pelangi. Mandilah di bawah air terjun itu dengan posisi di tengah bunga lotus yang mekar sembari menyerap semua energi yang ada di sekitar danau tersebut. Lakukanlah sampai kau merasa cukup dan pergilah ke arah selatan untuk menemukan jalanmu untuk pulang! " ucap Dewa Zeta memberikan petunjuk setelah memberikan berkatnya pada Sakura.


Sakura mengangguk paham dan membungkukkan badannya tanda ia menghormati Dewa tersebut. Ia pun pergi ke arah yang di sebutkan Dewa tadi dengan berjalan ke arah utara.


Sementara itu di dunia nyata, Pria bertopeng yang sedang menyamar melihat sesuatu yang tidak terduga.


"Henry.. ! Bukan kah itu Duke Salomon? Apa yang ia lakukan di pinggiran Ibu kota? " tanya Pria bertopeng dari atas kudanya.


"Benar Yang Mulia.. ! Itu Duke Salomon dan Menteri Pertahanan! Apa Yang Mulia mencurigai sesuatu dari mereka berdua?? " jawab Henry sambil bertanya balik.


"Entahlah, firasat ku mengatakan ada sesuatu hal mencurigakan di antara mereka berdua karena seperti yang kita tahu setiap berkumpul di Aula Kekaisaran mereka selalu bersitegang. Selidiki apa hubungan mereka secara diam-diam Henry! Aku tidak bisa meremehkan hal sekecil apa pun! " perintah Pria bertopeng itu dengan nada tegas dan dingin.


"Baik Yang Mulia, akan hamba laksanakan! " jawab Henry menunduk patuh.

__ADS_1


__ADS_2