Kesempurnaan Sistem

Kesempurnaan Sistem
Bab 10 Mengantar Ayumni


__ADS_3

Yang jelas pemuda ini bukan berasal dari Jepang, logat bahasanya sedikit aneh, mungkin saja dari Philipin atau Indonesia pikir Ayumni


Sabil menyerahkan makanan dan minuman yang dia beli, tanpa cangung dan malu Ayumni dengan lahap memakan kue itu dia betul betul merasa kelaparan


Tangan Sabil terulur ke mulut Ayumni dan membersihkan sisa makanan yang terdapat di mulutnya.


" Makan dengan perlahan biar bisa dicerna oleh perut dengan baik, jika masih kurang kyodai masih punya uang membeli kembali " ujar Sabil dengan lembut yang membuat Ayumni hatinya terkenyot kenyot tak karuan.


" Kyodai jika nanti ayah saya tidak ketemu bagaimana" tanya Ayumni dengan mimik penuh kekhawatiran


" Jangan takut kita akan tinggal di penginapan dan mencari kembali keberadaan ayah kamu, jika kamu percaya sama saya " tutur Sabil yang membuat hati Yumni menjadi tenang.


Disaat kacau balau seperti ini dia bisa memperkirakan semua hal akan berjalan dengan mulus, ayahnya seorang militer jepang tentu sibuk dengan keadaan sekarang, jika tidak bertemu bagaimana keadaanya nanti, dia sudah tamat belajar di kyoto dan pindah Tokyo menemui ayahnya.


Setelah merasa kenyang dan cukup beristirahat mereka berdua berjalan beriringan menuju kediaman Ayumni, tiba tiba salju turun dengan lembut menghiasi jalan disekitar jalan, ya rupanya musin salju sudah datang.


Sabil belum pernah melihat salju, negaranya hanya mengenal musim panas dan musim dingin, dia merasa heran bagaimana bisa udara berubah menjadi butiran salju, tapi ini cukup indah menurutnya.


Rumah itu terlihat besar dan megah, halamannya luas dan ada taman yang berisi bunga bunga yang indah, tapi kediaman itu sangat sunyi bahkan bisa dibilang tidak berpenghuni, berkali kali Ayumni mengetok pintu dan memangil ayahnya serta pelayan tapi tak satupun yang menyahut apalagi membuka pintu.


Sabil yang tahu dengan gelagat membawa Ayumni pergi dari kediaman mewah itu, dia tahu rumah itu tidak ada penghuninya dan dalam keadaan terkunci rapat.


Setelah bertanya kepada Ayumni tentang penginapan disekitar sana, Sabil dan Ayumni segera pergi menuju penginapan. Mereka berencana menyewa dua kamar tapi kamar itu sudah penuh dan hanya tersisa satu kamar saja.

__ADS_1


Tanpa merasa malu Ayumni setuju dan segera menarik tangan Sabil menujun ke kamar, dia mau mandi, badan terasa lengket dan kotor, tidak sedikitpun Ayumni merasa takut, dia merasa aman dan berpikiran Sabil seorang pria yang baik.


Setelah bergantian membersihkan tubuh, mereka saling bercerita satu sama lain, dari keterangan Ayumni dia mengatakan ayahnya ditempatkan di Philipina, setelah kalah perang kembali ke Jepang dan dia menghubungi Ayumni untuk kembali ke Tokyo.


Sedangkan ibunya dari kecil sudah meningalkan Ayumni dan tidak diketahui keberadaanya sampai sekarang, dia dibesarkan oleh ayah dan bibinya.


Ayumni bertanya tentang kedatangan Sabil ke Jepang, Sabil hanya menceritakan sebagian besar bahwa dia mencari seorang tentara yang bernama Atsasuki yang telah menbantai keluarga dan penduduk kampungnya.


" Atsasuk..hem Atsasuki.." gumam Ayumni, dia merasa familiar dengan nama itu, Sabil yang mendengar gumamannya seketika berkeringat dingin, jauh sudah perjalanan yang dia lakukan bahkan sampai ke Jepang, dia berharap dari Ayumni bisa mendaptkan informasi tentang keberadaan musuh bebuyutannya ini.


Setelah mengingat dan berpikir dengan keras Ayumni sadar bahwa Atsasuki kini bekas komandan ayahnya, dia dulu sering mengunjungi ayahnya ke rumah.


" Setahu saya dia sudah kembali ke Jepang, dia berasal dari keturunan keluarga samurai di Jepang dan dia juga bekas komandan pasukan ayah saya" terang Ayimni yang membuat mata Sabil berbinar.


" Apakah anda tahu dimana dia tinggal di Tokyo " tanya Sabil dengan penasaran. Ayumni menyebutkan bahwa keluarga samurai di Tokyo berada di Shibuya, mungkin Sabil bisa menemukan keberadaan Atsasuki di Shibuya.


Dalam keluarga itu terdapat tokoh samurai yang sangat disegani karena keahlian dan kemahirannya dalam beladiri, bukan hanya jago samuria tapi juga karate dan taekwondo yang beranama Sanada Yukimura.


Sanada Yukimura ini disegani banyak pihak dia merupakan legenda hidup bagaimana tanguhnya seorang samurai, tidak seorangpun ahli samurai di Jepang mampu mengalahkan orang ini.


Mendengar penuturan Ayumni, Sabil berpikir panjang apakah kemampuan dan keahlian yang dia miliki sudah bisa menghadapi keluarga samurai, dia hanya punya modal keahlian memainkan samurai panjang dan kecil soal beladiri yang lain dia tidak memilikinya.


Lelah berpikir Sabil menyuruh Ayumni untuk tidur, dia bisa melihay kelelahan di wajah gadis cantik itu

__ADS_1


" Yoku nemeru Ayumni san, biar nanti anda akan lebih segar dan bersemangat mencari ayah anda "


kata Sabil dengan lembut dan penuh perhatian.


Ayumni yang memang merasa lelah tenaga dan pikiran segera tertidur dengan lelap, sementara Sabil mencoba memangil sistem dalam pikirannya.


[ Sistem bisakah anda mendengar saya ]


[ Ya penguna sistem sudah terkoneksi dengan anda, apa yang anda butuhkan ]


[ Sistem saya membutuhkan ilmu beladiri yang hebat untuk melawan musuh, musuh saya ternyata sangat kuat dan berasal dari kekuarga samurai, saya tidak percaya diri menghadapinya ] keluh Sabil kepada sistem.


[ Baiklah sistem akan memberikan anda buku beladiri kuno yang sangat hebat, silahkan anda ambil di saku baju anda ]


Dengan segera Sabil menemukan buku beladiri yang ada di dalam saku bajunya, begitu dia membuka buku beladiri diri, setiap tulisan tentang jurus beladiri kuno yang terdapat di buku seketika masuk ke dalam kepalanya dan buku yang dia pegang sekarang berubah menjadi lembaran kertas kosong.


Beladiri itu disebut dengan kungfu, setiap jurus sangat mematikan dan mengandung tenaga yang kuat.


Sabil keluar dari kamar dan bertanya kepada resepsionis ruang kosong yang bisa dia gunakan, resepsionis segera menunjukan ruangan tersebut.


Setelah masuk dan mengunci pintu Sabil mencoba gerakan jurus yang ada dalam pikitannya, jurus pertama adalah peremuk tulang, jurus ini sangat berbahaya dan kejam dapat meremukan tulang musuh dengan cengkraman tangan.


Sabil mempraktekan semua perintah yang terdapat di dalam pikirannya untuk mempelajari jurus peremuk tulang ini, setelah beberapa kali mencoba dia berhasil, dia melakukan uji coba dengan mencengkram kayu yang terdapat dalam ruangan itu, kayu itu remuk ketika terkena cengkraman Sabil.

__ADS_1


Jurus Kedua adalah berjalan di atas awan, jurus ini merupakan jurus meringankan tubuh agar bisa bergerak dengan cepat dan mampu berjalan di atas air dan udara. Jurus ini terfokus tentang pengelolaan nafas pada tubuh.


Sabil mencoba dengan gigih walau berkali kali melakukan kesalahan, dia pantang menyerah dan dengan keuletannya jurus ini berhasil dia kuasai, dia melompat sambil menahan nafas dan menyimpan di paru paru, mengambang di udara dan mulai melangkah dengan pelan, dia mengulang ulang jurus ini sampai pagi akhirnya datang menerangi bumi.


__ADS_2