
Para pendekar samurai yang berada dalam kelompok, memandang Sabil dengan heran, mereka tahu bahwa pemuda ini sedang mencari gara gara, yang mereka herankan apa yang diandalkan pemuda ini sehingga berani memprovokasi para pendekar samurai yang jumlahnya hampir seratus lima puluh orang.
Seratus lima puluh orang ini bukan pendekar samurai kelas teri, rata rata mereka adalah para senior yang sudah ikut melatih samurai junior lainnya. Dan sekarang hanya seorang anak muda membawa tongkat memprovokasi mereka ?
Pembawa panji peringatan memberikan tongkat panji kepada yang lain, dia ingin sedikit memperlihatkan keahliannya dalam memainkan samurai agar kelompok yang ada semakin hormat kepada dirinya, dengan sigap dia mencabut samurai dan bergerak dengan cepat menebas leher Sabil.
Sabil hanya diam, ketika samurai hampir mengenai lehernya, samurainya dengan cepat berkerja, satu larikan sinar putih bergerak cepat dengan dua kali tebasan, tebasan pertama menangkis serangan samurai lawan, setelah tangan lawan merasa kebas dan samurianya jatuh maka tebasan kedua dengan cepat dilakukan membelah kepala pendekar samurai itu.
Crashhh
Kepala pendekar samurai itu jatuh ke tanah sedangkan tubuhnya masih berdiri dengan darah yang keluar seperti air mancur. Dua serangan tadi hanya membutuhkan waktu berkisar tiga puluh detik, teriakan terkejut dan marah segera mengema, dengan cepat pendekar samurai lain membentuk lingkaran mengelilingi Sabil.
Mereka terkejut melihat kecepatan anak muda ini dalam memainkan samurai, walau hanya melihat sinar putih mereka yakin itu adalah samurai, dan tongkat yang dia bawa adalah sarung samurai yang sudah di modifikasi.
Melihat dengan jelas paras Sabil mereka tahu bahwa pemuda ini bukan orang Jepang, lantas bagaimana mungkin seorang asing bisa memainkan samurai dengan mahir ? bahkan mengalahkan sekelas guru samurai.
Sabil menghirup nafas dan menahan udara di dadanya, dia bergoyang dan tiba tiba tubuhnya membelah diri menjadi ratusan, dan kemudian menyerang kelompok pendekar samurai yang mengepung dirinya, kilatan cahaya samurai saling berkelebat dimana mana, pekikan, jeritan dan bagian anggota tubuh berserakan di tanah putus dimakan tebasan samurai.
Hanya butuh waktu sepuluh menit dari seratus lima puluh pendekar samurai hanya satu yang tersisa, tersisa bukan karena dia hebat tapi sengaja disisakan oleh Sabil untuk menanyakan keberadaan Atsasuki.
__ADS_1
Pendekar samurai itu mengigil ketakutan demikian juga dengan penduduk sipil yang melihat pembantaian itu, bayangan tubuh Sabil kembali menyatu, sunguh aneh tapi itulah kenyataan yang mereka lihat.
Tidak ada jurus samurai seperti itu, bahkan pencipta dan leluhut samurai sendiri tidak pernah melakukan gerakan seperti itu
" Hantu...hantu .." dengan gemetar pendekar samurai itu berkata terbata bata dan melihat Sabil dengan mata penuh ketakutan, sementara penduduk sipil hanya berani menunduk tanpa mampu mengangkat wajah mereka.
Sabil memperintahkan pendekar samurai itu agar mendekatinya, dengan gemetaran pendekar samurai itu melangkah menuju ke arah Sabil.
" Jawab dengan jujur, saya mencari Atsasuki bekas komandan militer Jepang yang berasal dari keluarga samurai, dimana keberadaannya sekarang " tanya Sabil sambil menatap dingin pendekar samurai itu.
Jujur atau tidak dia harus jujur tak ada gunanya berdusta kepada pemuda ini, dia belum mau mati dia masih memiliki istri yang cantik dan uang yang banyak, untuk bertarung? hanya Tuhan yang tahu bagaimana kehebatan pemuda ini memainkan samurai.
" Atsasuki sekarang menjadi kepala Yakuza sektor shibuya anda bisa menemukan di markas Yakuza dekat dari sini digedung bla..bla ujarnnya memberitahu Sabil.
Tubuh itu berkelebat denga cepat dan menghilang seketika, ratusan orang yang berada di jalan dan melihat pemandangan itu hanya bisa berteriak
" samuraienjeru...samuraienjeru ( malaikat samurai ) " teriak mereka, sejak saat itu legenda tentang malaikat samurai ini berkembang dengan luas di sana.
Kembali ke Sabil, pemuda itu sampai di gedung Yakuza, gedung itu terlihat sangat luas dengan berbagai macam pria sangar berada di dalam , dia bingung mau bertanya pada siapa karena tak satupun yang dia kenal.
__ADS_1
" Koni ' ciwa, maafkan saya, saya mau bertanya dimana Atsasuki berada " walau pelan suaranga terdengar sangat jelas, seketika semua orang melihat ke arahnya, lalu kembali ke kesibukan masing masing mengacuhkan keberadaannya.
Merasa di acuhkan Sabil merasa kesal, dia melihat orang yang lagi latihan di dalam ring dan kemudian melompat kesana dan memukul kedua pria itu yang terlempar sampai ke luar ring.
Segera ruangan itu mejadi gempar, bagaimana mungkin ada orang asing yang datang ke markas Yakuza dan berani membuat kekacauan? tentraa Amerika yang berkuasa saja tidak berani, ini orang asia yang entah darimana datang dan membuat keributan
Beberapa kroco dari Yakuza itu melompat ke atas ring mereka mau bergaya dengan membuat Sabil babak belur, tendangan dan tinju mengarah dengan keras ke tubuh Sabil, tapi semua terlihat sangat lambat di matanya.
Tendangan itu dia cengkram dengan tangan dan kemudian mengoyak d kaki anggota yakuza itu, tulang kaki terlihat dibagian daging yang terkoyak, sedangkan yang memukul dia pegang bahunya dan merobek tangan itu dan tulang tangan segera terlihat dari daging yang dikoyak itu.
Kroco Yakuza itu menjerit kesakitan dengan keras ketika tangan dan kaki mereka hanya tingal tulang, preman Yakuza lain melihat pemandangan itu dengan keringat dingin membasahi tengkuk mereka, ini terlalu mengerikan bagaimana mungkin menyobek daging kaki dan tangan hanya dengan jari, ini sunguh perbuatan iblis...
Tak ada yang berani naik ring setelah itu, Sabil kembali bertanya dengan suara yang dingin " Dimana Atsasuki " suara itu seperti bunyi dalam kuburan terdengar jauh tapi jelas di telinga.
Seorang senior Yakuza segera menjawab pertanyaan Sabil sebelum keadaan berubah menjadi lebih mengerikan " dia berada di kantor pusat Shinjuku menghadiri pertemuan seluruh kepala cabang " kata menjelaskan kepada Sabil.
Sabil tahu sangat susah masuk ke kantor pusat dengan penjagaan yang ketat apalagi yang menghadiri seluruh kepala cabang Yakuza, untuk itu dia perlu membawa sandera agar laluasa masuk ke dalam dan menemukan Atsasuki.
Dengan cepat tubuhnya sudah berada di depan wakil ketua Yakuza cabang Shibuya, dia mencengkram dengan erat leher wakil ketua itu yang gemetaran ketakutan.
__ADS_1
" Bawa saya ke sana, jika sudah sampai dan bisa masuk anda saya lepaskan " bisik Sabil ketelinganya. Dia tidak berani menolak, dia tahu ini iblis tidak segan segan mematahkan lehernya, dalam hati dia mengumpat dan mencaci Atsasuki, siapa yang iblis ini yang dia provokasi dan membawa ke masalah ke kantor cabang Shibuya
" Baik...baik saya akan mengikuti perintah anda, kita pergi sekarang juga " jawab wakil ketua dengan wajah memelas, dia tidak mau berlama lama dekat dengan iblis ini, semakin lama dia merasakan nyawanya semakin dekat dengan kematian.