
Dengan cepat Sabil membelah diri mejadi lima bayangan, Leo yang melihat ini merasa terkejut, ilmu apa yang digunakan oleh orang Asia ini pikirnya.
Lima bayangan itu segera menyerang Leo dengan ilmu peremuk tulang, Leo menyangka bayangan itu hanyalah ilusi, dia hanya perlu fokus kepada tubuh asli yang dimiliki pemuda ini.
Dengan mata yang nyalang dia memperhatikan setiap bayangan, tapi dia salah duga, bayangan itu asli semua, tubuhnya dicengkram dengan erat oleh tangan dari empat bayangan tubuh Steve, terdengar bunyi tulang yang remuk di sana sani, pungung tulang remuk, tulang tangan remuk dan tulang paha remuk, dia mati dengan mata terbelalak tidak mengerti dan rasa penuh ketakutan.
Dari balik jendela kastil di ruang utama, Philipe menyaksikan perkelahian yang terjadi di luar, dia merasa bulu tengkuknya merinding ketika mendengar jeritan kesakitan Leo dan juga terkejut menyaksikan kehebatan ilmu Steve yang bisa membelah diri menjadi beberapa orang.
Philipe sebenarnya sudah mendapat bocoran dari inteligen militer, bahwa kelompok Milinee mengutus orang untuk menghabisi Sabil, dia sebenarnya bisa saja mengutus pasukan untuk mengatasi utusan itu tapi dia inggin melihat kemampuan Sabil, hasilnya sunguh mengerikan.
Setelah menghabisi musuh Sabil segera kembali ke kastil, begitu dia masuk Philipe sudah menungu di depan pintu, Sabil terkejut, dia bertanya dalam hati apakah Philipe menyaksikan pertarungannya.
" Maaf Philipe, ini tidak seperti yang anda pikirkan " dengan cepat Sabil meminta maaf, firasatnya Philipe sudah tahu apa yang terjadi.
Philipe tertawa dengan ringan seolah olah yang terjadi hal biasa dan tidak berpengaruh pada dirinya
" Adakalanya seorang pria tahu untuk mundur dan juga tahu kapan saat untuk berbuat, musuh tidak dicari kalau datang pantang kita untuk lari dan menghindari " kata Philipe dengan bijak
Philipe mengajak Sabil masuk ke dalam dan duduk bersama, sebenarnya dia ada permintaan kepada Sabil, masalah yang selama ini sangat menyiksa dirinya.
" Sabil sebenarnya Caroline bukanlah cucu tunggal, saya juga mempunyai cucu satu lagi yang bernama Lauren, sayangnya dia hilang di Cina sewaktu mengikuti ekpedisi pengalian arkeologi di Himalaya, saya mohon anda bisa membantu menemukan cucu saya " pinta Philipe dengan mata sendu dan penuh permohonan, mendadak wajahnya kelihatan bertambah tua.
__ADS_1
" Saya membesarkan dia dari kecil sejak kedua orangtuanya sudah tiada karena kecelakaan, setiap malam saya merasakan sakit dan pedih jika mengenang Lauren " setetes air mata meluncur di wajah Philipe.
Sabil yang dengan tenang mendengar ceritanya merasa kasihan melihat Philipe, dia memposisikan dirinya dengan Lauren yang sama sama kehilangan orang tua bedanya dia seorang pria dan Lauren seorang wanita, tentu sebagai seorang pria dia memiliki hati yang tegar.
Berbeda dengan Lauren kehilangan orang tua sewaktu kecil membuat hatinya merana dan terluka, apakah karena itu dia ikut ekpedisi, padahal di sini dia bisa hidup dengan nyaman bersama kakeknya.
Karena Sabil juga tidak ada memiliki perkerjaa yang penting dilakukan, dia menyetujui permintaan Philipe, merasa sangat senang Philipe mengengam tangan Sabil penuh rasa bersukur dan terima kasih.
Segera dia menyerahkan semua dokumen Lauren untuk dilihat dan dipelajari oleh Sabil. Gadis itu terlihat sangat cantik di foto dan menurut keterangan Philipe dia putus komunikasi dengan Lauren lima bulan lalu sewaktu Lauren dan team berada di Himalaya.
Bukan Philipe tidak melakukan pencarian, dia sudah mengutus banyak orang mencari Lauren, bahkan mengunakan kerajaan Perancis menekan Cina tapi pemerintah Cina juga tidak tau masalah Lauren ini, dan team yang dikirim pulang dengan tangan hampa, soal biyaa yang dikeluarkan jangan ditanya lagi besarannya
Caroline yang mengetahui bahwa Sabil akan mencari Lauren meminta ikut serta, tapi Sabil menolak, dia tidak yakin apa yang akan dia hadapi di sana nantinya, tidak tahu seberapa bahaya yang akan menghadang dan tentu saja tidak ingin Caroline terluka nantinya.
" Lebih aman di sini dan tungu saya pulang " kata Sabil sambil membelai rambut Caroline sewaktu mereka berduaan di dalam kamar.
Caroline juga tidak berani lagi bersikeras dia juga tahu akan menjadi beban bagi pria ini jika ikut dan mengalami masalah, dia hanya tidak ingin berpisab dari Sabil.
Dia memeluk Sabil dengan erat sambil mencium bibir Sabil yang segar kemerahan, mendapat respon yang demikian Sabil juga ******* dan menghisap bibir Caroline, lidahnya membuka paksa belahan bibir itu dan bermain di dalamnya.
Suasan bertambah panas, ada hasrat yang minta dituntaskan, baju mereka sudah bertebaran di mana mana, Sabil mendesak untuk masuk, Caroline merengangkan pahanya sambil mengigit bibir, ini pertama kali bagi dirinya.
__ADS_1
" Ahhh.."
Desaha nikmat terlepas dari mulutnya dia sekarang menjadi wanita sejati dari pria yang sangat dia sukai dan cintai, Sabil yang memang memiliki daya tahan yang kuat, melakukan berbagai macam gaya dan posisi mengapai kenikmatan yang hakiki, dan setelah dua jam semuanya berakhir, mereka kelelahan dan tidur bersama.
Baru paginya mereka bangun, Caroline berdiri mau membersihkan tubuh tapi dia meraskan sakit dan perih dibagian selakangannya, Sabil segera mengendong Caroline dan kemudian memandikannya, di dalam kamar mandi perbuatan panas itu kembali terulang.
Sudah waktunya Sabil berangkat, semua keperluan sudan disiapkan oleh Philipe, baik uang, dokumen, dan juga hal penting lainnya.
Philipe membawa Sabil ke landasan pesawat, rencananya sudah dibuat begitu sampai di Himalaya Sabil akan turun dengan parasut, artinya pesawat tidak akan melakukan pendaratan.
Tidak ada masalah bagi Sabil sebenarnya, toh dia bisa berjalan di atas udara dan berlarin di atas air, dia tidak perlu mengunakan parasut, tapi demi menghindari berbagai macam pertanyaan dia menganguk menyetujui.
Sebelum berangkat Caroline datang menemuinya, memeluknya dan meminta dia agar berhati hati, mereka berciuman dengan intens, setelah merasa puas, Sabil masuk ke dalam pesawat dan terbang meningalkan Paris.
Jarak dari Paris ke Himalaya cukup jauh, apalagi Himalaya terkenal dengan cuaca yang sangat ekstrim bisa dikatakan terlalu dingin, pilot mengatakan bahwa dia menghindari melewati pegunungan karena mesin pesawat bisa mati karena beku.
Sabil dianjurka untuk terjun di daerah sekitar perbukitan yang hangat, setelah mendapatkan titik koordinat yang tepat pesawat segera terbuka dan Sabil terjun ke bawah.
Dia sama sekali tidak membuka parasutnya dia salto berkali kali di udara untuk mengurangi kecepatan jatuh, dan akhirnya dia mengambang di udara, untung saja tidak ada yang melihat, jika ada orang lain yang melihat maka dia bisa dipuja sebagai dewa yang hidup.
Pemukiman penduduk berada sekitar satu kilometer berjalan kaki, hari sudah mulai gelap, dia harus mencari tempat penginapan, dengan ransel di pungungnya Sabil berlari mengunkan peringan tubuh .?
__ADS_1