Kesempurnaan Sistem

Kesempurnaan Sistem
Bab 16 Peristiwa Hebat Di Kowloon


__ADS_3

Melihat tindakan Sabil, kedua pemuda bermata sipit menjadi resah, tidak mungkin lagi mereka membuang waktu, kalau sudah meningalkan pelabuhan akan sulit menghabisi gadis itu.


Dengan gerakan cepat mereka menusukan pisau ke badan Sabil tapi, tubuh itu bergoyang dan menjadi bayangan sambil masih terus memegang tangan Caroline, tiba tiba dua penjahat ini merasa tubuh mereka lumpuh, sebenarnya bukan lumpuh tapi ketika Sabil menghindar dia juga melakukan lemparan samurai kecil ke arah dua penjahat triad itu.


Sabil dan Caroling keluar dari pelabuhan seakan tidak terjadi apa apa, sedangkan di belakang mereka terjadi keributan ketika penumpang lain melihat dua sosok tubuh tergeletak tewas dengan samurai kecil yang menancap di dahi mereka.


Mereka meningalkan pelabuhan menuju Kowloon dengan mengunakan mobil sewaan, tujuannya menemui ayah Caroline di kantor duta besar Perancis.


Tapi dalam perjalanan mereka dihadang oleh ratusan anggota triad, pejabat Perancis yang terlibat perdagangan opium meminta bantuan kepada triad yang ada di Hongkong untuk segera membereskan semua kekacauan, sebelum Caroline sampai di kantor duta besar.


dorr. dorrr


Terdengar suara tembakan membabi buta menghantam badan mobil, sopir tewas seketika, Sabil yang melihat situasi sedikit panik, dia melihat bahwa anggita triad sudah mengepung mereka dan menembakinya, dia bisa saja selamat tapi bagaimana dengan Caroline, jeritan dan teriakan Caroline membuat Sabil menjadi tersadar dari pikirannya.


Dengan segera dia memeluk Caroline dan melindungi dari sambaran peluru, baju yang dikenakan oleh Sabil sudah robek di sana sini akibat terkena peluru dia segera mendobrak pintu mobil dan berusaha keluar sambil melemparkan beberapa samurai kecil kepada musuh.


Caroline memejamkan matanya dia sudah pasrah dengan keadaan, anehnya dia tidak merasakan sakit, dia hanya merasakan dekapan yang hangat dan kokoh, segera membuka matanya Caroline terkejut melihat Sabil , peluru tidak mampu melukai tubuhnya.


Beberapa anggota triad tergeletak roboh terkena lemparan samurai kecil, dengan cepat Sabil mengunakan pintu mobil yang terlepas sebagai tempat perlindungan dari tembakan peluru, dia menyuruh Caroline diam ditempat.

__ADS_1


Badan Sabil bergerak seperti kilat, di kanan kirinya memegang samurai kecil yang dia gunakan untuk membunuh kelompok triad yang sedang mengepung dan menembaki mereka, hanya terdengar lenguhan seperti sapi yang disemblih serta tubuh yang bertumbangan seiring dengan melesatnya bayangan itu.


Anggota triad yang lain panik mereka tidak tahu apa yang terjadi, yang mereka lihat teman teman mereka roboh berjatuhan dengan luka yang menganga, sekarang mereka merasa ketakutan, siapa gerangan musuh yang mereka hadapi ini ?


Sabil tidak mau membuang waktu, dia tahu jika bukan mereka yang terbunuh maka dia dan Caroline yang pasti terbunuh, sambil bergerak cepat seperti hantu dia membelah diri menjadi puluhan bayangan yang membunuh musuh dengan kecepatan yang sama.


" Hantu..hantu..." teriak anggota triad berlarian tak menentu, mereka sudah berusaha menembak bayangan tersebut tapi tidak terluka sedikitpun.


Rasa putus asa dan ketakutan menjadi jadi dalam diri mereka, akhirnya semua melepaskan senjata dan sujud menyerah dan memohon ampun, percuma, mereka tidak akan bisa menang lebih baik ambil keputusan yang bijaksana.


Sabil yang melihat lawan sudah menyerah sambil melemparkan senjata, segera memangil Caroline keluar dari perlindungan dan mengumpulkan semua senjata musuh.


" Siapa yang menyuruh kamu mengikuti kami " bentak Sabil dengan wajah yang suram dan menakutkan, dia merasa marah karena lagi lagi dia membunuh orang, padahal dia sudah berniat untuk tidak lagi bertindak demikian, tapi kondisi dan situasi membuat dirinya melepaskan niat tersebut.


" Itu pasti Achiles pejabat militer Perancis yang terlibat penjualan opium " kata Caroline memberitahu Sabil.


Sabil tahu bahwa hanya segitu informasi yang bisa dia dapat, anggota triad ini tidak akan mungkin berani menyembunyikan sesuatu darinya, " pergi kalian sekarang, jangan sampai saya melihat kembali, dan jangan mengejar gadis ini apapun perintah yang kalian dapat, kalau tidak ..." Sabil segera mengambil seorang anggota triad dan menebas tubuhnya.


Anggota triad yang lain mengigil dan menganguk, dengan cepat mereka berlarian seperti ayam yang lepas dari kandang, persetan dengan misi yang penting selamat dulu dari tangan iblis ini pikir mereka.

__ADS_1


Caroline terpana dengan kehebatan Sabil, dia tidak pernah menduga pemuda tampan berada di sisinya ternyata seorang pendekar yang hebat, mampu menaklukan peluru dan mempunyai ilmu yang aneh, dia bersukur bertemu dengan Sabil.


Mereka segera menuju ke Kowloon, dengan mengunkan mobil yang digunakan oleh musuh, Sabil dan Caroline akhirnya sampai di kedubes Perancis, setelah menjalani prosedure pemeriksaan mereka segera di bawa menghadap duta besar.


" Ayah... " teria Caroline kepada sosok pria yang terlihat gagah dan berwibawa, dia Andrew blois generasi ketiga dari bangsawan Comte blois dan menjabat sebagai dutas besar Perancis untuk wilayah Hongkong.


" Anakku..Caroline " dia memeluk gadis iti dengan penuh kasih sayang, sebenarnya Andrew suda mendapatkan informasi dari inteligen bahwa putrinya menjadi incaran mafia triad, Andrew sudah memerintahkan pasukan khusus untuk mencari keberadaan Caroline dan melindunginya.


Siapa sangka bahwa sekarang anaknya berada di sini, dia melihat sosok pria oriental asia berwajah tampan mendampingi Caroline, tahu dengan gelagat ayahnya Caroline langsung memperkenalkan Sabil, dia menceritakan bagaimana Sabil melindunginya di Tokyo bahkan sampai mengantarkanya ke Hongkong untuk bertemu dengan Andrew.


" Terima kasih atas pertolonganmu anak muda, tanpa kamu mungkin saya tidak akan pernah lagi bertemu dengan putri saya Caroline " ucap Andrew penuh rasa sukur dan terima kasih.


" Sama sama tuan, saya kebetulan saja saya bisa menolong putri tuan " balas Sabil sambil merendah.


Andrew mengajak keduanya ke dalam ruangan khusus, dia menyuruh pelayan menghidangkan makanan yang enak untuk Sabil dan Caroline.


Sebelum makan Caroline memberitahu ayahnya tentang seorang pejabat militer Perancis yang berbisnis opium dengan mafia triad yang bernama Achiles.


Andrew yang mengetahui berita ini serta bukti foto yang diberikan oleh Caroline sangat terkejut dan marah, dia kenal dengan Achiles, beraninya orang itu mengkhianati negara dan mau membunuh anak gadisnya.

__ADS_1


Dengan segera dia meningalkan ruangan dan masuk ke dalam kamar kerja, dia menekan salah satu tombol yang ada dalam lukisan, dan kemudian lukisan itu terbelah memperlihatkan ruangan kecil yang diisi oleh perangkat komunikasi yang cangih.


Segera dia menyampikan informasi ke pusat secara detail, pusat yang mendengar masalah ini mengeluarkan perintah komando agar menangkap hidup atau mati Achiles, tidak ada kompromi dengan pengkhianat negara, siapapun yang terlibat harus dihabisi dan dilibas.


__ADS_2