
Sabil merasa sesak, dia ingin balas memeluk Meiling tapi dia sadar wanita ini sudah bersuami dan dia tidak mau menjadi pengangu rumah tanga orang lain, dia berusaha melepaskan pelukan Meiling.
Merasa Sabil berusaha melepaskan pelukanya Meiling malah mempererat tidak mau melepaskan.
" Izinkan saya memeluk anda walau hanya sementara, saya sangat merindukan anda Sabil ...maafkan saya " dia kembali terisak tersedu sedu.
Akhirnya Sabil berdamai dengan keadaan dia menuruti keinginan Meiling, tidak ada salahnya toh hanya sekadar pelukan sebagai pelepas rindu.
Malam itu Sabil menceritakan semua perjalanannya di Tokya, dan bagaiman dia membalaskan dendam, kemudian berpetualang di Perancis dan kembali ke Jakarta, Meiling yang mendengar kisah Sabil hatinya menjadi sakit, begitu besar tantangan dan perjuangan yang Sabil alami hinga bisa sampai ke sini, sementara di satu sisi dia malaj dengan mudah menyerah terhadap tekanan yang dialami, tapi nasi sudah jadi bubur, tak ada yang mesti disesali, jodoh memang Tuhan yang menentukan, manusia hanya bisa berusaha menjalani prosesnya.
Pagi itu Steve dan Meiling sudah berada di pelabuhan, dia berencana kembali ke Perancis dengan mengunakan kapal, walaupun tujuan kapal itu ke Perancis tapi rute resmi mereka harus transit di pelabuhan Ho chi min.
Kapal meningalkan dermaga dari kejauhan seorang gadis cantik melambaikan tangan tanda perpisahan, sunguh Meiling tidak menyangka Sabil akan kembali mencari dirinya dan kemudian pergi meningalkannya, hatinya hancur, perasaannya tidak menentu dia tidak sadarkan diri di pelabuhan ketika kapal sudah mulai berlayar.
Sabil yang tidak mengetahui kejadian itu masuk ke ruangan kapal, seorang berpakaian seperti nahkoda datang mendekati dan menyapa dirinya " selamat siang sir .." sapanya dengan sikap hormat.
" Siang juga ada apa ya ? " tanya Sabil sedikit curiga, dia tidak mengenal orang ini tapi tingkah laku nahkoda ini seakan mengenal dan tahu siapa dirinya.
Nahkoda segera berbisik ke telinga Sabil, terlihat wajah ekspresi Sabil berubah ketika nahkoda mendengar bisikan nahkoda itu, dia menganguk dan mengikuti nahkoda ke dalam ruangan kemudi.
Nahkoda segera memberikan alat komunikasi kepada Sabil, dengan cepat dia mengambil alat komunikasi dan mendengarkan suatu perintah.
__ADS_1
" Anda harus ke Indocina melakukan evakuasi dan menyelamatkan warga Perancis, sehingha mereka bisa kembali dengan selamat, setelah itu anda harus membebaskan beberapa peneliti yang di tawan oleh pasukan Viet minth " perintah suara yang terdengar dari alat komunikasi.
Sabil menyetujui perintah tersebut dia tahu bahwa yang menghubunginya adalah mentri pertahanan dan keamanan Perancis, nahkoda juga memberikan dokumen rahasia yang beras dari militer untuk dipelajari oleh Sabil.
Sabil keluar dari ruang kontrol kapal seakan akan tidak pernah terjadi sesuatu, padahal dalam hatinya dia merasa heran bagaiman nahkoda kapal ini mengenal dirinya, dia memutuskan membaca dokumen tersebut.
Perang Indochina Pertama juga disebut Perang Indochina Prancis atau Perang Prancis-Vietnam dimulai setelah berakhirnya Perang Dunia II pada 19 Desember 1946 hingga 1 Agustus 1954.
Negara bagian Indochina telah menjadi koloni Prancis sejak abad ke-19, namun, pada Maret 1945, Jepang menahan semua pasukan dan pejabat Prancis, dan menyerahkan semua pemerintahan sipil kepada otoritas lokal.
Kekosongan kekuasaan ini memungkinkan Viet Minh, sebuah organisasi revolusioner yang kuat, muncul di seluruh Vietnam.
Setelah perlawanan panjang, pasukan Viet Minh yang dipimpin oleh Ho Chi Minh dan Vo Nguyen Giap, mengklaim kemenangan (Revolusi Agustus) setelah pasukan Jepang dan Prancis Vichy menyerah di Vietnam Utara pada 15 Agustus 1945.
Negosiasi di antara keduanya juga gagal hingga akhirnya Prancis memilih solusi militer, Viet Minh yang didukung oleh China dan Uni Soviet akhirnya menang.
Sebuah perjanjian pun ditandatangani di Jenewa yang salah satunya menyatakan untuk membagi Vietnam menjadi dua, yaitu Vietnam Utara dan Vietnam Selatan.
Vietnam Utara dikuasai Ho Chi Minh dengan ibu kota di Hanoi, sementara Vietnam Selatan dikuasai Kaisar Bao Dai dan PM Ngo Dinh Diem dengan ibu kota di Saigon.
Selain itu, Prancis harus menarik semua pasukan dan warganya keluar dari Indocina, untuk itulah Sabil di tugaskan, dia harus melindungi dan mengawal militer serta sipil keluar dengan selamat dari Indocina, setelah itu membebaskan peneliti yang di tahan oleh pasukan Viet minth.
__ADS_1
Peneliti ini ditangkap dengan tuduhan mencuri benda bersejarah yang dimiliki oleh Vietnam yaitu peningalan Sa huynh.
Sa-Huynh adalah sebuah kebudayaan purba yang dihasilkan oleh bangsa Austronesia di kawasan Vietnam Selatan.
Nama 'Sa-Huynh' diambil dari sebuah nama kampung pesisir yang terletak di sebelah selatan kota Da Nang, Vietnam.
Situs Sa-Huynh merupakan situs penguburan tertua di Asia Tenggara. Berdasar tes karbon, kebudayaan Sa-Huynh eksis pada waktu yang sama dengan kebudayaan Dongson
Peningalan budaya Sa huynh ini konon kabarnya berhubungan dengan dunia lain, dan barang sapa yang bisa mendapatkan kebudayaan ini maka mereka bisa masuk ke dunia itu yang dipenuhi dengan emas serta pengetahuan yang berlimpah.
Mungkin ini salah satu alasan Perancis mengirim peneliti mereka, dan ketika kalah perang mereka di tawan oleh pasukan Viet minth, apakah pasukan itu mengetahui rahasia dan kemudian mengunakan peneliti untuk membuka gerbang dunia lain bisa saja itu terjadi.
Begiti selesai membaca dokumen, Sabil segera membakarnya, cara kerja seorang agen rahasia memang begitu tidak boleh menyimpan dokumen, sebab jika tertangkap musuh maka rahasia negara bisa terbongkar.
Suasana di Hanoi sangat ramai, terlihat tentara Viet mint, Rusia dan Cina sedang berjaga dimana mana, Sabil segera menuju kantor duta besar Perancis, disana juga terlihat kesibukan, tentara Perancis mengumpulkan persenjataan mereka, pegawai duta besar membakar seluruh dokumen yang tidak bisa di bawa dan beberapa prajurit sedang mengumpulkan dan memberi arahan kepada penduduk sipil Perancis yang berkerja di sana.
Sabil segera menemui tentara di post penjagaan kantor duta besar, dia memperlihatkan tanda pengenalnya, seketika tentara berdiri tegap dan memberi hormat militer kepadanya, tentara di post penjagaan merasa terhormat dikunjungi oleh petingi militer pusat, jarang sekali petingi militer dari pusat mengunjungi mereka.
Sabil meminta untuk di antarkan menemui duta besar, dengan segera salah satu tentara membawa Sabil ke salah satu ruangan rahasia, di sana ada beberapa orang yang sedang sibuk membicarakan rencana evakuasi, mereka terkejut ketika salah satu tentara membawa orang asia masuk ke dalam ruangan.
Dengan cepat sebelum terjadi salah paham Sabil memperlihatkan lencana dan dokumennya, semua yang ada di ruangan terkejut dan segera berdiri dengan sikap tegap dan memberikan hormat militer.
__ADS_1
Mereka tidak menyangka bahwa pria asia ini adalah salah satu agen rahasia yang memiliki pangkat sangat tinggi dalam militer Perancis, entah jasa apa yang dia lakukan sehinga pemerintah Perancis menjadikannya salah satu petingi militer.