
Dia melihat rumah penduduk, tapi tidak menemukan tempat penginapan, daerah itu walau terlihat luas tapi memiliki penduduk yang sangat sedikit, seketika Sabil merasa apatis dengan keberadaan Lauren di daerah ini, tapi dia tidak boleh menyerah bukankah dia sudah berjanji kepada Philipe untuk menemukan Lauren ?
Sabil melihat beberapa wanita yang memakai pakaian tradisonal, dia segera menyapa mereka dan menanyakan tempat penginapan, wanita tua itu menunjukan rumah kumuh dan sederhana yang dijadikan penginapan untuk para pelancong.
Dia melihat tempat itu memang sangat sederhana sekali, mungkin karena berada di daerah terpencil dan tidak begitu banyak pelancong, maka terkesan fasilitasnya asal asalan saja, tapi tidak masalah yang penting ada tempat untuk beristirahat dan membersihkan diri gumamnya dalam hati.
Menurut pemilik penginapan sudah tiga bulan ini daerah Himalaya sangat sepi dari pelancong, sejak badai salju sampai ke pemukiman penduduk, ada sebuah tambang yang dulunya ramai sekarang sudah ditingalkan, tambang itu terletak di kaki pegunungan, kepergian para perkerja tambang juga salah satu mengapa daerah iti menjadi sepi.
Mendengar cerita pemilik penginapan hati Sabil berdesir, dia yakin ada sesuatu dibalik tambang itu, dia berencana akan datang dan masuk meyelidiki tambang.
Sebuah bayangan berkelebat dengan cepat mendekati kaki pegunungan, dia melihat sebuah goa yang besar dan gelap, dengan mengunakan obor Sabil masuk ke dalam, kelihatan bahwa goa itu memang bekas galian manusia, banyak barang barang yang tertingal atau sengaja ditingalkan oleh penambang.
Semakin masuk ke dalam hawanya terasa lebih dingin, goa itu sangat panjang dan dalam, tiba tiba sosok makhluk tinggi besar dan berbulu menyerang Sabil, dengan cepat Sabil menghindar.
Dia melihat makhluk yang menyeramkan, tinggi dua meter, mata merah, dan mempunyai cakar yang tajam, makhluk itu kembali melompat dan mencakar Sabil dengan mengeluarkan pekikan yang keras.
Hati Sabil bergetar mendengar pekikan itu, dia sempat melamun tapi segera sadar begitu cakar yang tajam hampir mengenai tubuhnya, dia menahan cakaran itu dengan pukulan tangan, Sabil terlempar dan jatuh kedalam jurang goa, dia tidak menyangka kekuatan makhluk itu jauh di atas kekuatannya.
Jurang itu sangat dalam, sambil memegang obor dia bersalto beberapa kali di udara dan berusaha menginjak bebatuan sebagai penyimbang tubuh, akhirnya dia bisa mengambang di udara, tapi karena tidak ada pijakan untuk naik ke atas, dia berencana untuk terus turun ke bawah jurang.
Sampai di bawah jurang, Sabil melihat banyak aneka tanaman yang sangat aneh bentuknya, jamur yang sangat besar, serta bunga yang berwarna merah darah, Sabil tidak tahu kegunaan dan manfaat tanaman aneh itu.
__ADS_1
Terus menyusuri dasar jurang dia menemukan pintu yang sangat besar terbuat dari logam, bagaimana mungkin ada pintu yang terbuat dari logam di dasar jurang yang begitu dalam dan belum pernah di jamah manusia pikirnya dengan rasa heran
Dia mendekati dan mengamati pintu itu, terbuat dari logam yang kokoh dan dihiasi dengan gambar yang aneh, pintu itu tertanam di sekitar dinding dasar jurang, seperti pintu untuk masuk ke dalam suatu ruangan.
Tapi tidak ada kunci atau benda lain untuk membuka pintu itu, dia mencari cari di sekitar apakah ada mekanisme lain untuk membuka pintu. Setelah lelah mencari dan tidak ketemu dia meraba dinding pintu, merasakan ada sedikit tonjolan di bagian atas pintu dan dengan penuh keyakinan Sabil menekan bagian yang menonjol, seketika pintu bergerser dan berbunyi dengan keras, ada lorong di dalam pintu masuk.
Mengikuti lorong yang panjang dia akhirnya sampai di ujung goa, Sabil melihat cahaya yang sangat terang, dihadapannya terdapat suatu kawasan yang luas dan megah.
kawasan itu seperti sebuah kota, di mana berdiri sebuah bangunan besar seperti istana yang berkilauan dan di sekitarnya di kelilingi oleh rumah rumah penduduk.
" Ada dimana aku ini, bagaimana mungkin di bawah tanah ada kota seperti ini, bahkan lebih maju dan lebih indah ketimbang kota yang pernah aku lihat sebelumnya " gumamnyan dengan penuh rasa kegelisahan
[ Ya penguna sistem ada di sini, penguna tidak perlu khawatir kita ada di kota bawah tanah yang disebut dengan Agartha, kota ini tidak dapat dijangkau oleh manusia kecuali karena takdir ] jelas sistem.
[ Menurut legenda yang diceritakan, Agartha adalah tempat istimewa di mana penghuninya sangat sempurna, memiliki ilmu tinggi, dan kekayaan alam yang berlimpah.
Alexandre saint-yves d'alveydre menjadi orang yang pertama kali membawa legenda ini kepada oran-orang Eropa. Ia percaya bahwa kota ini terdapat di Himalaya.
Dalam Agama maka makhluk ini disebut dengan gog dan magog atau yajuj dan madjuj ] mendengar keterangan yang sangat rinci dari sistem Sabil sangat terkejut.
Dia pernah mendengar cerita dari ayahnya bahwa gog dan magog ini adalah bangsa yang dikutuk, mereka dikurung oleh Iskandar Dzulkarnaen karena sering membunuh dan merugikan manusia, kekuatan mereka sangat luar biasa dan jumlah mereka sangat banyak, mana tahu Sabil bahwa dia akan terdampar sampai ke sini.
__ADS_1
" Lebih baik aku tidak memasuki wilayah ini " pikirnya, dia takut tidak akan mampu melawan penghuni daerah ini dan sangat tidak yakin bahwa Lauren berada dalam kota ini.
Sabil segera kembali ke dalam lorong, tapi begitu dia hendak melangkah beberapa makhluk seperti yang dia lihat di dalam goa mengampirinya, salah satu makhluk itu bertanya " Bagaimana kamu bisa sampai ke sini ?" bentaknya dengan menampakan taring gigi yang sangat tajam
Sabil mengigil ketakutan dia tahu tidak akan mampu mengalahkan makhluk ini, buktinya ketika beradu pukulan dengan makhluk itu di dalam goa, dia terlempar jauh akibat perbedaan kekuatan yang sangat mencolok.
" Saya terjatuh dari jurang dan menemukan pintu masuk ke wilayaj ini " ujarnya menjelaskan.
Makhluk itu saling berbisik dengan temannya, entah apa yang mereka bisikan tapi firasat Sabil mengatakan bahwa dia dalam bahaya.
Dengan cepat Sabil mengunakan ilmu peringan tubuhnya dia berlari seperti kilat, makhluk yang saling berbisik tadi terkejut dan segera mengejar Sabil, lari mereka juga sangat cepat dan lincah.
Mereka mampu mengimbangi kecepatan Sabil yang sudah mengunakan peringan tubuh, bahkan mereka sudah berdiri di depan menghadang langkah Sabil.
" Kenapa kamu lari " kata mereka dengan heran kepada Sabil, mereka perlu pemuda ini untuk menunjukan jalan keluar yang selama ini mereka cari.
" Saya tidak mau mengangu kalian, saya hanya mencari seseorang, dan sekarang saya mau pergi melanjutkan pencarian " ujar Sabil sambil memusatkan seluruh kekuatannya di telapak tangan, dia siap siaga jika makhluk itu tiba tiba menyerang.
" Kami tidak akan mengangu kamu, bahkan kami akan memberikan hadiah ilmu beladiri yang tidak akan mungkin dikalahkan oleh seluruh manusia jika kamu mau membantu kami " jawab mereka memberikan penawaran kepada Sabil.
Mereka hanya ingin Sabil memberitahu cara keluar dari tempat itu dan menuju ke dunia atas, untuk meyakinkan Sabil mereka memberi buku itu terlebih dahulu.
__ADS_1