
Tidak ada lagi yang diharapkan Sabil di Tokyo dia ingin segera menuntaskan dendamnya dan kembali ke kampung halaman, tadinya dia berencana akan tinggal cukup lama, dia tertarik dengan budaya Jepang apalagi ditemani oleh Ayumni.
Tidak membuang waktu Sabil kembali mempelajari kitab yang diberikan oleh sistem, beladiri yang ketiga adalah jurus membelah diri, jurus ini sangat mengerikan sekali dia dapat mengubah sosok pemakai menjadi seribu bayangan.
Belajar ilmu ini sangat sukar dan rumit, butuh konsentrasi yang sangat tinggi, seperti mengurai elemen atom, Sabil harus bisa membelah dirinya dengan kekuatan yang sama dan keahlian yang sama, berbagai percobaan dilakukan oleh Sabil tapi dia hanya bisa membelah diri menjadi sepuluh bagian, seribu..hemm sangat sukar atau bisa dikatakan mustahil.
Tapi Sabil tahu sistem tidak pernah salah dalam memberikan sesuatu kepadanya, sistem akan memberika. sesuatu yang bisa dia kuasai dan itulah kecerdasan sistem. Dalam setengah bulan berada dalam penginapan akhirnya Sabil mampu membelah diri sampai menjadi seribu bayangan, dan hari ini dia berencana mengunjungi keluarga samurai di Shibuya.
Sosok pemuda yang sangat tampan keluar dari penginapan dengan sebilah tongkat di tanganya, pemuda memakai ikat kepala putih dengan rambut beriap yang menambah pesona ketampananya dan dibalut dengan pakaian khas penduduk Jepang.
Yang pasti parasnya sangat mencolok dibanding dengan penduduk yang berjalan disekitarnya, banyak gadis yang melirik secara diam diam melihat keberadaan pemuda tampan ini.
Dalam perjalanan menuju Shibuya, Sabil kembali melihat jep militer Amerika yang sedang melakukan hal yang sama yaitu menculik gadis Jepang yang sedang berada di jalan
Seketikanya amarahnya bangkit, matanya memerah dia yakin bahwa tentara Amerika ini yang menodai Ayumni sampai dia mati gantung diri karena merasa malu dan terhina.
Dia mengikuti laju jeep dengan ilmu meringankan tubuh, jeep itu berhenti disebuah gudang kosong, mereka menurunkan seorang gadis Jepang yang sangat cantik dengan memakai pakaian seragam sekolah.
Wajah gadis itu bercucuran airmata dan pipinya terlihat merah seperti habis ditampar, tanpa basa basi pasukan Amerika itu merebahkan gadis cantik tersebut, mengerayangi dan meremas semua aset yang semakin membuat mereka bernafsu tinggi.
Setiap gadis itu memberontak tentara Amerika menampar dengan keras dan menyebabkan gadis malang itu akhirnya pingsan tak berdaya, gelak tawa tentara Amerika terdengar memenuhi ruangan yang kosong, mungkin mereka bahagia karena setiap kali beraksi selalu berhasil mendapatkan gadis yang cantik.
__ADS_1
" Lepaskan gadis itu, anda sebagai seorang tentara sama sekali tidak bermoral " bentakan dari Sabil membuat mereka menghentikan aktifitas.
Mereka melihat seorang pemuda yang tampan sedang berdiri dengan kukuh sekitar tiga meter dari hadapan mereka, kelihatan seperti orang Asia tetapi yang jelas bukan orang Jepang asli.
" F**ck, mengangu saja, douglas bereskan cecunguk itu segera jika " perintah komandanya sambil menunjuk ka arah Sabil.
Douglas segera melaksanakan perintah komdannya, bagaimana mau menolak pangkat dia paling rendah dalam pasukan ini dan dia juga ingin mencicipi gadis cantik itu, dengan cepat dia memukul kepala Sabil dengan popot senjata.
Sabil yang sudah muak dan marah terlihat menakutkan, bukannya menghindar dari pukulan popor senjata, dia malah meninju balik dan membuat popor senjata yang terbuat dari besi itu patah.
Hanya Douglas yang terkejut melihat kekuatan Sabil sedankan empat lainnya masih sibuk megerayangi gadis malang itu.
Bayangan putih berkelebat dengan cepat dan mecengkran leher Douglas lalu terdengar bunyi seperti tulang yang patah.
" Cepatlah Douglas kalau kau lambat nanti tidak dapat bagian " bentak komandanya tanpa melihat, dia yakin bunyi tulang patah itu berasal dari pemuda tersebut.
Tiba tiba tiga orang lainnya rubuh di atas perut gadis malang itu, dahi mereka tertancap samurai kecil dan darah mengucur membasahi tubuh gadis itu, dengan sigap dan cepat komandan mengambil senjatanya dan menembak ke arah Sabil, sunguh sangat pantas dia menyandang gelar komandar dengan instingnya yang sangat kuat.
Tapi dia berhadapan dengan Sabil, seorang pemuda yang sudah masak diolah oleh sistem, Sabil menghilang dari muncul secara di depan komandan, dia mematahkan tangan yang memegang pistol itu dan menedang tubuh komandan.
" Berdirilah dan pergilah dari sini " ujar Sabil kepada gadis yang masih dalam keadaan trauma itu, dengan cepat gadis itu membungkuk beberapa kali ke arah Sabil dan lari ke luar.
__ADS_1
Sabil memandang dengan tatapan dingin komandan yang sedang terbaring di tanah, di mendekati dan memperbaiki tulang yang patah di tangan komandan, setelah diperbaiki dia patahkan kembali, jeritan membaha penuh kesakitan bergema dalam ruangan itu.
" Ampun..ampunn....tolongggggg " jerit komandan itu dengan hiteris, tapi Sabil tidak peduli dia mematahkan 36 tulang belikat yang terdapat di tubuh komandan, setelah patah disambung kembali dan patahkan kembali.
" Bunuh saja saya..tolong bunuh saya iblisssss " jerit komandan itu dengan frustasi, dia tidak sangup lagi menahan rasa sakit yang begitu mengerikan, ini bukan lagi penyiksaan sederhana tapi sudah tingkat iblis, mau bunuh diri juga tidak bisa.
" Waktu gadis itu kamu perkosa dan minta ampun, apa kamu lepaskan ? " kata Sabil yang kembali memperbaiki posisi 36 tulang belikat ke tempat semula.
klik...kretak.
Kembali tulang itu dia patahkan, komanda hanya bisa berteriak histeris tanpa bisa melakukan apa apa, dia menyesal melakukan semua kejahatan, bayangan perbuatan jahat yang dia lakukan bermain main dalam pikirannya, mungkin ini karma tapi kenapa sesakit ini...
Mulutnya berbusa saking menahan sakit, air seniya sudah daritadi mengucur dengan deras, dia sudah pernah berperang dimana mana bahkan sudah berapa kali disiksa oleh musuh tapi yang ini? amboi ngga bisa dijelaskan dengan kata kata rasa sakit yang dia derita, dia dipaksa oleh Sabil selalu dalam keadaan sadar.
Fungsi otaknya mulai berubah karena tekanan rasa sakit, depresi dan ketakutan, sekarang dia hanya tertawa seperti orang gila, Sabil merasa cukup, komandan ini akan menjadi orang gila yang cacat dan berkeliaran di jalan jalan kota Tokyo.
Dengan langkah ringan Sabil keluar dari ruangan dan kembali menuju Shibuya, sambil berjalan airmatanya mengalir " tenanglah di sana Ayumni dendammu sudah kyodai balaskan " bisik hatinya.
Suasana di Shibuya terlihat rame, kelihatannya sedang ada perayaan, ratusan pendekar samurai kumpul menjadi satu dan membawa panji peringatan. Ya pendekar samurai sedang memperingati para leluhur mereka.
Sabil berjalan berlawanan dengan arah mereka, dia di bentak oleh pembawa panji peringatan untuk mingir menepi dari jalan " cepat mingir dan jangan menghalangi " bentak pendekar samurai itu
__ADS_1
Tidak ada yang berani membantah perkataan mereka, penduduk sipil yang kebetulan berlawanan arah segera menyingkir dari jalan, tetapi Sabil tetap berjalan lurus ke depan.