Kesempurnaan Sistem

Kesempurnaan Sistem
Bab 27 Ke Batavia Menemui Meiling


__ADS_3

Sabil masuk kedalam kamar Caroline, dia melihat gadis itu berbaring sambil menangis, kedua tangannya menutupi wajah yang sudah bersimbah air mata, Sabil menarik nafas merasakan sesak di dada, dia tidak terbiasa dengan keadaan seperti ini, dari dulu dia tidak terobsesi dengan wanita dia hanya terobsesi dengan judi, jadi dia tidak tahu cara memperlakukan wanita yang dalam keadaan merajuk.


Mengikuti hatinya dia mengelus rambut Caroline, mengusap airmata di wajah dan kemudian memeluk caroline dengan penuh kelembutan


" ne pleure pas Carolin " bisiknya pelan di telingan wanita itu.


Sabil bisa saja membawa Caroline pergi bersamanya tapi bagaimana nanti menjelaskan kepada Meiling tentang siapa wanita untuk dirinya. Lain hal jika dia tahu bahwa Meiling tidak akan mau menikah maka dia bisa mengambil keputusan dengan tegas untuk selalu bersama dengan Caroline.


" Beri aku waktu satu bulan ya, menyelesaikan semua persoalan yang tertingal di Java, aku berjanji akan kembali apapun hasil yang di dapat di Java nanti " kata Sabil membujuk Caroline, dia menciumi kedua mata wanita cantik itu.


" Baik, tidak lebih dari sebulan, lewat dari itu aku akan mencarimu ke


Java " ancam Caroline walaupun di satu sisi dia menyetujui kepergian Sabil.


Sabil menarik nafas lega satu persoalan sudah selesai, dia berjanji hanya satu bulan berada di Java " senyum dong biar makin cantik " godanya yang berhasil membuat wajah cantik yang cemberut itu kembali tersenyum dengan indah.


Pagi itu Sabil sudah berada dalam pesawat pribadi, Philipe mengunakan pesawat pribadinya mengantarkan Sabil kembali ke Java, perjalanan cukup panjang sekitar beberapa kali pesawar transit untuk mengisi bahan bakar.


Pesawat berhasil mendarat dengan sukses di bandara Kemayoran jakarta, Bandara ini pertama kali dibangun pada masa kolonial di tahun 1934.


Peresmiannya dilakukan pada 8 Juli 1940. Memiliki 2 landasan pacu bersilangan, pengelolaan bandara ini dipegang oleh KNILM (Koninklijke Nederlands Indische Luchtvaart Maatschappy)

__ADS_1


Kekalahan Jepang atas Sekutu membuat membuat kekuatan Jepang di Asia menjadi hancur, banyak negara jajahan yang melepaskan diri dari Jepang termasuk Indonesia.


Kemerdekaan tahun 1945 berhasil di raih oleh bangsa Indonesia termasuk penguasaan bandara yang kemudian tahun 1950 dibuka secara resmi untuk penerbangan umum.


Disinilah pesawat itu mendarat, Sabil keluar dari pesawat setelah pamit dan bersalaman dengan pilot, tujuannya sekarang menemui Meiling ditempat penginapan miliknya, ada rasa rindu yang menbuncah di dada Sabil, rindu melihat wajah cantik bermata sipit, rindu dengan kemanjaannya dan rindu dengan kasih sayangnya.


Sabil menaiki transportasi bemo menuju ke penginapan Rembulan Senja, sudah hampir dua tahun dia meningalkan tempat ini, ada semangat yang membara ketika dia sudah berada di pintu masuk penginapan.


" Selamat siang apakah saya bisa bertemu dengan nona Meiling " tanya Sabil dengan sopan kepada resepsionis, dia juga bingung tidak satupun yang dia kenal di penginapan, kelihatannya semua pegawainya sudah ditukar dengan orang yang baru.


Resepsionis cantik itu kemudian menoleh dan melihat seorang pemuda yang sangat tampan bertanya kepada dirinya " maaf tuan hotel ini sudah berganti kepemilikan sekitar satu tahun yang lalu " terangnya kepada Sabil.


Sabil menjadi lemas seketika, kemana dia harus mencari keberadaan Meiling, melihat mukanya yang bermuram durja, resepsionis merasa kasihan lalu dia menambahkan sedikit info bahwa pemilik yang lama sudah menikah dan khabarnya mereka kembali ke negara asal mereka Cina.


Sabil meraba kalung pemberian Meiling di lehernya, dia mengingat ketika akan berlayar gadis itu memberikan kalung ini dan dia memberikan cincin berlian sebagai tanda saling mengikat hati.


" Tuan anda tidak apa apa ? " tanya resepsionis yang melihat Sabil tengelam dalam lamunan yang panjang, Sabiln dengan cepat menguasai dirinya.


" Oh saya baik baik saja, bisakah saya mendapat kamar untuk menginap di sini, saya butuh untuk beberapa hari " kata Sabil dengan cepat mengubah ekspresinya.


" Baik, saya akan sediakan kamar tuan " jawab resepsionis yang cantik itu sambil mengurus administrasi pembayaran kamar.

__ADS_1


Segera Sabil melakukan pembayaran dan masuk ke dalam kamar, tak banyak barang yang harus dibereskan, dia hanya membawa satu tas ransel yang berisi beberapa pakaian, dokumen dan uang.


Hatinya merasa patah, ada sedikit air mata yang tergenang di sudut matanya, dia sama sekali tidak menyangka bahwa Meiling sudah menikah dengan pria yang lain. Capek tubuh capek, hati dan pikiran membuat Sabil tertidur di atas kasur, mungkin lebih baik tidur daripada merasakan luka hati yang tidak berdarah.


Dia bagun ketika hari sudah menjelang malam, Sabil mandi membersihkan dirinya, tujuannya malam ini keluar dan menikmati keindahan kota Jakarta di malam hari.


Daerah Jakarta di malam hari masih terlihat kotor dan dipenuhi oleh gelandangan, pasca kemerdekaan masih banyak penduduk yang tidak mempunyai tempat tingal, walau pemerintah sudah membuat pemukiman di daerah Galur, Rawa puter, dan Cempaka putih tetapi tidak mencukupi.


Tidak banyak pembangunan yang dilakukan, adapun kawasan yang cukup mewah di Jakarta hanya di Pasar baru dan jalan juanda, dikedua tempat ini banyak tempat kuliner sekaligus pasar malam.


Sabil memilih pergi ke jalan Juanda, dia belum makan sejak siang tadi, sekarang saatnya melepaskan kerinduan makanan khas tradisional.


Sebuah mobil mewah behenti di depan restoran, seorang gadis cantik bermata sipit turun dari mobil, gadis itu sangat cantik dengan rambut terurai dan gaun hitam yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih, seorang yang cukup rapi juga turun dari balik pintu sopir, dia mengengam tangan gadis bermata sipit dan masuk ke dalam restoran dimana Sabil juga sedang makan di sana.


Tak sengaja mata Sabil melihat gadis cantik bermata sipit itu, dia terkejut itu adalah Meiling, hampir saja Sabil berteriak memangilnya, tapi dengan cepat kesadaran muncul begitu melihat tangan Meiling digengam oleh pria lain.


" Apakah itu suaminya " gumam Sabil dalam hati.


Merasa terus di perhatikan gadis itu juga melihat ke araha Sabil, keningnya berkerut mencoba mengingat sesuatu tentang sosok pria tampan yang sedang memperhatkannya, tak lama matanya membelalak dan mulutnya terbuka lebar seakan dia terkejut melihat sesuatu.


Meiling yang daritadi merasa diperhatikan oleh seseorang sejak dia masuk ke dalam restoran bersama suaminya merasa tidak nyaman, dia ingin melihat dengan jelas wajah pemuda itu, ketika pandangan mereka bertemu, Meiling sangat terkejut melihat sosok itu, ya itu adalah pria yang selalu dia rindukan setiap malam.

__ADS_1


" Sabil.." desisnya dengan perlahan, jantungnya berdetak kencang, wajahnya memerah, tapi dia sadar dengan posisinya saat ini, Meiling datang kesini bersama suaminya.


__ADS_2