
Tak pernah terpikir oleh ketiga tentara itu temannya terbunuh dengan samurai, dua orang berteriak dengan keras sambil melayangkan samurainya ke arah Sabil.
Banzai!!!!
Teriakan khas dari para samurai ketika menyerang musuh terdengar memekakan telinga, sebenarnya teriakan ini adalah motifasi untuk menambah kekuatan serangan dan membuat mental lawan menjadi ciut, tapi mereka berhadapan dengan Sabil, pendekar samurai yang lahir dari sebuah dendam.
Dua sabetan melesat dengan kencang ke arah tangan dan kaki sabil, tanpa menoleh dan hanya mendengar desir angin serangan sabil menahan kedua tebasan itu dengan sarung samurainya
Tak..tak..
Samurai lawan terpental ke belakang, dan Sabil mengunakan kesempatan tersebut dua larikan cahaya secepat kilat menghantam tubuh dua prajurit, dan samurai itu masuk kembali ke dalam sarungnya.
Kini tinggal perwira tentara Jepang, dia punya firasat tidak akan selamat dari pertarungan ini tapi dia tidak mau menyerah, bagaimanapun dia seorang perwira yang sudah punya pengalaman dalam memainkan samurai.
Dia menarik nafas dan menahanya, mengangkat tinggin samurai dengan kedua tangannya yang kokoh, melangkah dengan hati hati dan kemudia meloncat sambil mengayunkan samurai, ini tekhnik yang tinggi dilakukan pendekar samurai, tidak sembarangan orang bisa menangkis serangan ini.
Dua sosok berkelebat saling menyerang, Sabil merasakan lengannya perih tertebas samurai sedangkan perwira sudah tergeletak sambil menutupi perutnya yang robek
" Tuan, permainana samurai anda begitu hebat " ucapan terkahir dia lontarkan dan dia menutup matanya, dia menyusul ketiga rekan rekannya ke alam baka
Sabil duduk menyandar di balik kayu, dia merasa lelah dan kesakitan, luka di bahunya, cukup dalam dan banyak mengeluarkan darah, dia tidak menyangka perwira itu begitu mahir dalam mengunakan samurai, melihat situasi dia harus segera membereskannya sebelum mendapat masalah.
" Tuan - tuan yang ada di sini saya yakin diantara kalian ada yang jadi pejuang, tolong ambil senjata mereka dan kuburkan mereka agar tidak diketahui markas militer jepang " Sabil menatap mereka dengan penuh permohonan, jika ada yang berkhianat dan memberitahu markas militer jepang dia yakin tidak bisa bertahan.
Beberapa orang berdiri dan mengambil semua senjata tentara jepang, dan memperingati yang lagu makan agar jangan membocorkan rahasia.
__ADS_1
" Kami kagum denganmu anak muda, jangan khwatir semua akan kami beresi tanpa meningalkan jejak " ucap salah satu pejuang pribumi sambil menatap iba kondisi yang dialami oleh Sabil, tapi mereka tak punya cukup waktu mereka harus menguburkan tentara jepang yang tewas sebelum tentara lain datang berkunjung.
Gadis penjual nasi menatap iba Sabil yang sedang menyandar menahan sakit, dia memapah Sabil kedalam kamarnya dan segera menutup warung nasi.
Dia mengobati luka sayatan di bahu Sabil, luka sayatan itu harus dijahit dan diperban, Sabil yang merasa kesakitan kemudian terlelap tidur tak berdaya.
Saat sadar Sabil melihat dirinnya ada di atas tempat tidur, tempat tidur itu beraroma lembut sepertinya kamar seorang wanita.
Sewaktu mau turun dari pembaringan dia melihat dibawah seorang gadis lagi tidur beralaskan tikar, dia terkejut. Kemudian dia ingat gadis ini penjual nasi diwarung tempat dia membantai keempat tentara jepang dan dimana dia juga terluka dimakan samurai perwira jepang.
Rupanya gadis ini yang menolong dan merawat dirinya, begitu dia sadar ada perban yang melekat kuat di bahunya.
Dia merasa kasihan melihat gadis itu tidur dibawah, dengan hati hati Sabil memindahkan gadis itu ke ranjang dan menyelimutinya.
Sesampainya di penginapan Sabil mandi dan menganti pakaian, dia naik ke kasur dan melamun. Dia berpikir kemampuannya belum maksimal walau sudah mempelajari hampir sebagian ilmu samurai terbukti dia masih bisa terluka.
Jika bisa terluka karena perwira saja bagaimana jika dia berhadapan dengan pendekar samurai lainnya, dia tidak bisa membayangkan separah cedera yang akan dia alami.
Ding
Tiba tiba sistem berbunyi, sistem memberikan satu buah pil kekuatan dan senjata rahasia berupa samurai kecil.
[ Pil berguna bagi penguna untuk ketahanan tubuh dari serangan musuh dan senjata rahasia ini bisa digunakan untuk serangan mendadak dan jarak jauh ]
Sabil merasa senang, dia segera meminum pil yang sudah ada secara otomatis di ranjangnya.
__ADS_1
Pil itu sangat pahit dan kemudian bereaksi, tubuhnya terasa terbakar dan semua otot, syaraf seperti mengalami pembaharuan. Rasa sakit ini berlangsung selama sepulih menit, badanya basah kuyup karena keringat tetapi dia merasakan kondisi tubuhnya kuat dan prima.
Dia melihat sejumlah samurai kecil yang ada diranjangnya, dia harus melatih mengunakan atau melempar samurai ini dengan tepat dan cepat.
Untuk membawa samurai kecil ini, dia membuat sarung khusus dilengan kiri dan kanannya sehingga samurai bisa di bawa dengan mudah kemana mana.
Dua hari Sabil berlatih di dalam kamar, dia hanya keluar untuk pergi makan saja, dia melatih kembali seluruh gerakan, kecepatan, kekuatan, dan pertahanan dalam mengunakan samurai panjang.
Setelah dirasa cukup dia juga melatih mengunakan samurai kecil, pertama cukup repot jika mengambil samurai kecil dari bahu kiri dan kanan, memakan waktu dan beresiko.
Mengatasi itu Sabil membuat seluncur kulit pada bagian bahu kiri dan kanan agar samurai kecil dengan mudah meluncur ke tangannya sesuai waktu yang dia inginkan.
Melempar samurai kecil hingga tepat sasaran dalam satu kali lempar bukan soal yang mudah, sudah ratusan kali Sabil melakukan percobaan dengan melempar samurai kecil ke kaleng dari jarak yang berbeda beda.
Kegagalan demi kegagalan tidak membuat dia menyerah justru menambahkan motifasi bagi dirinya, jika hal ini saja sudah menyerah bagaimana mau membalas dendam.
Dengan kegigihan hatinya dia berhasil melempar beberapa samurai kecil tepat pada sasaran. Tidak cukup puas dengan itu dia melatih insting agar bisa merasakan keberadaan musuh dan melempar samurai kecil dengan tepat.
Seminggu sudah berlalu, pergerakan Sabil dalam membunuh tentara jepang juga ikut terhenti, tapi kejutan besar terjadi.
Empat tentara jepang yang hilang membuat markas militer jepang menjadi guncang, tiga tentara dan satu perwira yang hilang bagai di telan angin tentu membuat komandan militer bertanya tanya.
Razia besar besaran segera dilakukan di berbagai penginapan, tempat minum dan rumah judi, semua di geledah militer jepang dan jika di angap mencurigakan langsung di tangkap dan di bawa ke markas militer.
Sabil yang mengetahui informasi itu, sudah bersiap siap untuk pergi meningalkan desa ini, toh dia sudah mendapatkan khabar bahwa Atsasuki sudah tidak lagi berada di desa ini, dia sudah di pindahkan ke markas militer besar di jakarta.
__ADS_1