
Ayumni sudah bangun dan juga membersihkan diri, tapi dia tidak melihat kebaradaan Sabil, dengan segera dia keluar dari penginapan mencari Sabil.
Hari ini jika bertemu dengan Sabil dia mau mengajak pria tampan itu mengantarkan ke rumah bibinya, dia takut berpergian sendiri dengan situasi yang sangat kacau di Tokyo.
Jika sudah berada di rumah bibinya dia bisa menemani Sabil tanpa rasa khawatir lagi, ayahnya pasti akan ke rumah bibi dan menemukannya di sana.
Tapi takdir berkata lain, dalam perjalanan mencari Sabil sekelompok tentara Amerika mengikutinya, tentara Amerika ini sangat terkenal dengan nafsu yang besar, sudah banyak gadis Jepang yang mereka perkosa, menurut mereka gadis Jepang sangat cantik, bersih dan mengairahkan.
Jeep itu dengan cepat mendekati Ayumni, dan salah satu tentara menarik tanganya masuk ke dalam mobil, Ayumni terkejut dengan tindakan tentara Amerika itu berusaha melawan, tapi apalah daya dia seorang gadis yang lemah, dengan satu tamparan di wajahnya dia roboh tidak sadarkan diri.
Sementara Sabil yang sudah selesai berlatih kembali ke kamar, tapi kamar itu kosong dan dia tidak melihat sosok Ayumni, dia sedikit merasa khwatir, apakah Ayumni pergi meningalkan dirinya tanpa pamit?
Sabil segera bertanya pada resepsionis dan kemudian mendapat informasi bahwa barusan Ayumni pergi keluar, dengan cepat Sabil berlari keluar mencari keberadaan Ayumni.
Selintas dia melihat ada sosok wanita yang dibawa paksa oleh pasukan Amerika, tapi dia tidak inggin berurusan dengan mereka, sangat besar sekali resiko jika bersingungan dengan pihak tentara Amerika ini.
Terus berjalan dan tidak mendapatkan keberadaan Ayumni, Sabil kembali ke penginapan, dia mandi membersihkan diri dan sarapan, di luar salju jatuh membasahi bumi...
" Bangunkan gadis itu " perintah komandan tentara Amerika pada pasukanya, tentara yang diperintahkan segera memercikan air ke wajah Ayumni, dan dia akhirnya kembali sadar.
Ayumi melihat dia berada dalam suatu ruangan tertutup dengan empat orang tentara Amerika yang sudah tidak berpakaian, empat tentara itu melihat dirinya dengan sangat bernafsu.
" Jangan...kasihani saya " pinta Ayumni memohon belas kasihan mereka, tapi dasar sudah setan menguasai nafsu, mereka malah tertawa dan merobek robek pakaian yang ada di badan Ayumni.
" Saya duluan nanti baru giliran kalian " perintah sang komanda yang hanya bisa dipatuhi oleh ana buahnya, walau kesal dan sudah menahan gairah daritadi tapi ini adalah perintah komanda dan mereka harus taat dan tidak boleh membantah.
Dengan semangat yang tinggi komandan mulai mencumbui Ayumni, dia tidak bisa memberontak , tangan dan kakinya dicekal oleh pasukan yang lain, akhirnya komandan iti menerobos dengan paksa milik Ayumni, gadis itu berteriak dengan keras, sangat menyakitkan...
__ADS_1
Dengan menahan sakit dan airmata berlinang, dia menahan laknat yang menimpa dirinya, dia merasa hancur dan jijik dengan dirinya uang sudah tidak suci lagi, bagaimana mungkin sekarang dia mengharapkan cinta dari Sabil.
Setelah puas memainkan Ayumni, tentara Amerika itu membaw dirinya ke dalam mobil dan membawa ketempat asal pertemuan, mereka melemparkan tubuh Ayumni ke jalan yang tidak jauh dari penginapan
Dengan tertatih Ayumni bangkit dan melangkah pelan menuju penginapan, begiti sampai di depan pintu dia sudah tidak sangup bertahan dan pingsan di sana.
Respsionis yang mengenali dirinya segera memangil Sabil, pemuda itu berlari mendekati Ayumni dan melihat keadaan gadis iti sangat mengenaskan sekali, amarah, sedih dan sedikit rasa kecewa berkecamuk dalam dirinya.
Sabil mengangkat tubuh Ayumni dan membawanya ke kamar, dia mengobati luka yang ada di tubuhya ayumni dan membersihkan badannya, ada tatapan kasihan melihat kondisi gadis ini.
Ayumni kemudian sadar dan terlihat masih trauma dan ketakutan " jangan ampuni saya " jerit Ayumni ketika melihat Sabil, dia menyeret badanya ke sudut kamar.
Sabil yang melihat kejadian ini segera memeluk Ayumni
"sadarlah ini saya Kyoda " jawab kata Sabil dengan hati yang pilu.
" Kanashimu koto wa arimasen Ayumni san..jangan bersedih..." bisik Sabil dengan pilu.
Ayumni yang kelelahan batin dan raga nya tertidur dipelukan Sabil, dia merasa tentram berada dalam pelukan hangat dan penuh kasih sayang, dalam tidurnya dia megigau memohon ampun kepada tentara Amerika, Sabil teringat dengan peristiwa yang dia lihat tadi pagi, apakah wanita Ayumni..?
Dia memukul kepalanya merasa bodoh dan tidak peka, pasti wanita yang di tarik tentara Amerika iti Ayumni, Sabil tak henti henti mengumpat dan mencaci dirinya yang selalu bertindak terlalu hati hati.
Dia membawa Ayumni berbaring di ranjang, Sabil tahu Ayumni belum makan apapun dari tadi, dengan mengecup dahi Ayumni Sabil pergi keluar membeli sarapan, dia ingin ketika kembali nanti Ayumni bisa makan dengan lahap dan mengupayakan kondisi mental nya pulih seperi semula.
Sabil membeli bakpoa berisi daging dan secangkir teh hangat, dengan bergegas dia kembali ke kamar, dia berkeyakinan bahwa Ayumni mungkin sudah bangun karena dia pergi cukup lama, membeli bakpoa di musim salju anda harus menjalani antrian yang panjang dan melelahkan.
Dia membuka pintu kamar dengan pelan tapi Sabil melihat pemandangan yang tidak dapat dia percayai.
__ADS_1
Ayumni terlihat tergantung di tali dia bunuh diri akibat tidak bisa menerima penghinaan yang menimpa dirinya, wajah cantik itu mati dalan keadaan airmata yang beruraian dan senyum putus asa, makanan serta teha hangat yang dibawa oleh Sabil jatub berserak ke lantai.
" Ayumni....Ayumni " teriaknya dengan pedih penuh rasa frustasi, dia tidak menyangka Ayumni akan melakukan tindakan ini.
" Ikanaide Ayumni ikanaide (jangan pergi ) " isak Sabil sambil memeluk mayat Ayumni, dia menurunkan mayat gadis malang itu dan membaringkangnya di ranjang.
Resepsionis yang mendengar suara jeritan pilu Sabil segera mendatangi kamar, dan dia juga melihat peristiwa tragis itu, dia bersedih tapi apalah daya, dia hanya seorang gadis penjaga penginapan.
Sebelum kekalahan Jepang, kondisi dan situasi selalu makmur dan aman, para gadis berkeliaran dengan riang tanpa rasa takut, berbanding terbalik sejak Jepang mengalami kekalahan, sekarang mereka diburu untuk dijadikan budak nafsu baik oleh tentara Amerika maupun dari bangsa sendiri yaitu Yakuza.
Setelah pulih dari kesedihannya Sabil mendatangi resepsionis meminta bantuan untuk menguburkan Ayumni, dan resepsionis yang baik hati itu tidak menolak permintaan Sabil, bagaimapun dia juga seorang perempuan, dan jika dia berada di posisi Ayumni...
Dengan di bantu oleh beberapa orang mereka berhasil menguburkan Ayumni, mereka akhirnya pergi meningalkan Sabil yang masih termenung di kuburan Ayumni, rasa dingin mulai menusuk tubuh Sabil, rupanya salju turun dengan cukup deras, Sabil dengan tatapan mata merah melangkah meningalkan kuburan Ayumni.
Aku belajar dari sang rembulan
Yang selalu setia menyinari langit malam dengan cahayanya
Walau awan menyapa kelam
Walau bintang terlihat suram
Tetapi aku yakin bahwa akan terang
Tidurlah dengan tenang wahai jiwa yang terluka
Sayonara i ' ko Ayumni san, aku tidak pernah melupakan dirimu....
__ADS_1