
Setelah selesai dan kembali membersihkan diri mereka berdua turun ke bawah menuju ruang makan, di sana sudah duduk Philipe menungu kedatangan mereka.
Di atas meja sudah tersedia hidangan yang lezat, roti besar, daging pangang dan bermacam macam lainnya, sunguh ini makanan yang sangat mewah, dan untuk minuman ada angur yang sangat harum dan tentu saja harga nya sangat mahal.
Mereka makan dengan tenang, setelah selesai makan, Philipe menuangkan anggur ke dalam gelas Sabil " coba itu, anggur terbaik yang kami miliki dan kami produksi " jelas Philipe.
Sabil kemudian meminum anggur itu dan merasakan rasa manis juga rasa pahit dalam mulutnya, sesunguhnya dia tidak suka minum anggur atau minuman keras lainnya, hobinya dulu hanya berjudi, sekarang seiring waktu sudah bertambah dengan suka sama wanita cantik yang sering membuat sakit kepala.
" Anggur sangat luar biasa mister Philipe " puji Sabil seolah olah dia mengerti dengan seluk beluk anggur. Philipe menganguk dan tertawa dengan bangga, jarang sekali orang yang tidak menyukai anggur yang mereka produksi.
Philipe kemudian menceritakan bahwa dia memiliki kebun anggur yang luas demikian juga dengan kilang pembuatan wine, bahkan menurut informasinya bahwa wine yang berada diseluruh dunia berasal dari produksi kilangnya, tak heran dia sangat kaya raya.
Dia juga menjelaskan sebenarnya Andrew akan menjadi ahli waris sebagai generasi ketiga, tapi Andrew menolak karena dia lebih memilih berkerja di pemerintahan, tentu saja pilihan jatuh ke tangan Caroline.
Entah apa tujuan Philipe menjelaskan kepada Sabil, dia merasa itu bukan konsumsi publik yang harua dia ketahui, apakah philipe inggin mengatakan secara tersirat kepada Sabil bahwa dunia dia dan cucunya sangat berbeda jauh? berbagai pikiran muncul di benak Sabil
Melihat perubahan pada wajah Sabil dengan cepat Phlipe segera meluruskan, dia paham Sabil mungkin salah paham, dia inggin mengatakan bahwa Caroline perlu mendapatkan pendamping yang kuat untuk mempertahankan dominasi dari keluarga Comte blois.
__ADS_1
Sabil segera paham dengan tujuan Philipe, raut wajahnya yang tadi suram kembali ke awal menjadi cerah dan gembira, dia tahu Philipe sedang berusaha menyatukan dia dengan cucunya Caroline.
" Caroline ajak Sabil menikmati keindahan kota paris " desak Philipe sebagai strategi supaya Sabil dan Caroline bertembah dekat.
" Baik kek selepas makan kami berdua akan jalan jalan menikmati keindahan kota Paris " jawab Caroline dengan hati berbunga bunga karen senang bisa berduaan dengan Sabil.
Selepas makan mereka pergi berdua menyusuri jalan di Paris sambil bergandengan tangan, yang satu tampan rupawan dan satu lagi cantik jelita, dari balik jendela Philipe melihat mereka berdua.
Dia segera menghubungi Andrew dan bertanya tentang identitas Sabil, berhubung ayahnya yang bertanya Andrea tidak menyimpan rahasia apapun, dia mejelaskan identitas Sabil yang luar biasa, philipe yang mendengar sangat terkejut sampai cerutunya lepas dari tangan, dia sudah menduga pemuda itu seorang yang luar biasa tetapi yang tidak dia duga Sabil termasuk nomor sepuluh pemuda paling berbahaya di dunia, terus terang dia merasa tersanjung dan banga cucunya bisa memiliki seorang Sabil.
Paris saat ini memasuki musim gugur, bunga bunga indah bertebaran dan berjatuhan ke jalan jalan, Sabil mengambil angrek yang indah dan masih segar meyisipkannya ke telinga Caroline, gadis itu tersipu malu dan mengengam erat lengan Sabil, dia merasakan hari ini begitu indah.
Mereka mencari tempat duduk disekitar taman, Sabil melihat ada penjula es krim dan dia membeli untuk Caroline dan dirinya, mereka makan es krim sambil tertawa dan bercanda.
Beberapa pemuda berwajah sangar mendekati mereka, kelompok pemuda itu rupanya tertarik dengan Caroline yang sangat cantik dan seksi, dengan berbagai alasan mereka mulai mencari masalah, pengunjung taman yang lain segera menghindar mereka tahu itu kelompok Milinee, kelompok penjahat yang sangat terkenal di Paris bahkan diseluruh Perancis.
Kelompok Milinee ini sangat kuat bahkan orang orangnya sudah menyusup dalam pemerintahan dan militer sehingga kelompok ini mejadi congkak dan sombong, bahkan berani mengangu orang umum secara terang terangan.
__ADS_1
" Gadis cantik ayo kemari berasama dengan kami, apapun yang kau ingginkan akan kami berikan asal kamu mau melayani kami " kata pemuda itu yang diikutin dengan gelak tawa gerombolannya, pemuda itu bernama Pinete anak dari gurbenur Paris.
" Maaf saya sedang bersama kekasih saya, mohon mencari yang lain " ujar Caroline dengan sopan, dia tidak mau mencari masalah, bukan karena takut tapi hari ini dia lagi merasa bahagia.
Mendengar penolakan Caroline, Pinete menjadi marah, tagannya terulur menarik baju Caroline, belum pernah seorang gadispun yang berani menolak dirinya, dia adalah anak penguasa Paris, apapun yang dia ingginkan pasti dia dapatkan, sekarang dia di tolak di depan anak buahnya secara terang terangan
Sebuah cengkraman yang kuat memegang tangan yang hendak meraih baju Caroline, ya itu tangan Sabil, sudah dari tadi dia bersabar hati, tapi karena pemuda ini sudah keterlaluan dia harus bertindak.
Cengkraman itu kuat seperti tank yang menjepit baja, rasanya jangan di tanya lagi pasti sangat menyakitkan, wajah Pinete terlihat merah padam bahkan pucat pasi dia merasakan tulang tangannya akan patah " sakit...sakitt lepaskan " jeritanya dengan keras.
Tapi mana mau Sabil melepaskan dengan gampang, dia sudah merasa tersingung dengan kelakuan pemuda sombong ini, " krak...krak " terdengar bunyi tulang yang patah, Pinete menjerit sekuat mungkin merasakan sakit yang teramat sangat, sementara teman temannya melihat dengan keadaan yang tidak berdaya.
Jika mereka maju menyerang makan Sabil akan lebih menguatkan jepitan tangannya, wajah Pinete sudah berlumuran air mata, hatinya merasa marah melihat iblis ini tapi dia takut bersuara, semakin dia melawan maka semakin kuat jepitan itu.
" Maafkan...maafkan saya...ampun " jeritnya dengan rasa trauma dan penuh permohonan, Sabil yang merasa sudah merasa cukup melepaskan cengkramannya dan melemparkan Pinete.
Begitu terlepas dengan cepat dan bersuara keras dia membentak agar anak buahnya segera menyerang Sabil " serang dan bunuh bajingan itu " teriaknya, dia sangat mendendam atas apa yang dilakukan oleh Sabil kepada dirinya.
__ADS_1
Beberapa pemuda mengeluarkan pisau menyerang Sabil, tapi dengan mudah semua serangan itu di hindari oleh Sabil, dan kemudian Sabil menyerang balik dengan mengunakan jurus peremuk tulang, setiap dia menyerang setiap itu pula terdengar bunyi tulang yang remuk.
Tak butuh waktu yang lama semua anak buah Pinete terkapar di tanah dengan merintih pilu dan kesakitan, ada yang remuk tulang tangannya, ada yang remuk tulang kakinya dan ada juga tulang pungungnya remuk di makan tangan Sabil.