Kesempurnaan Sistem

Kesempurnaan Sistem
Bab 19 Comte Blois


__ADS_3

Setelah kapal bajak laut melarikan diri, Sabil berjalan di atas air dengan santai dan melompot ke atas kapal pesiar, semua yang ada di atas kapal bertepuk tangan dan mengucapkan terima kasih kepada Sabil.


" Anda luar biasa sekali Sabil " ujar Jack yang memandang Sabil dengan terkagum kagum, begitu dia sampai di Perancis dia akan mengenalkan Sabil kepada keluarga Deux.


Kapten dan penumpang juga berterima kasih kepada Sabil, mereka menghargai pahlawan, hari itu Sabil menjadi bintang di kapal pesiar, banyak yang mendekat inggin berkenalan juga mengucapkan rasa terima kasih.


Pelabuhan Le vieux port sudah terlihat dengan jelas dari kapal pasiar, Sabil, Caroline dan Jack segera mengemas semua barang barangnya bersiap turun ketika kapal sudah bersandar.


Ketika mereka hendak turun, kapten dan anak buahnya kembali mengucapkan terima kasih kepada Sabil. " Bonjiur mister, selamat datang di Perancis dan bersenang senang semoga kita berjumpa lagi " kata kapten dengan ramah sambil menyodorkan tas yang indah kepada Sabil.


Tas itu berisi uang, minuman dan cendera mata, Sabil inggin menolak tapi kapten mendesak agar Sabil menerima pemberiannya. Tak mau berdebat Sabil akhirnya menerima tas itu dan turun dari kapal, di bawah Caroline dan Jack sudah menungu Sabil, mobil yang mewah sudah datang menjemput mereka.


Rupanya mobil itu khusus menjemput Jack dan dia inggin mengantarkan Caroline dan Sabil ke kediamana kastil Comte blois


Kastil itu terlihat megah dan artistik, mobil berhenti di depan kastil, setelah berbasa basi dan saling janji bertemu dalam beberapa hari ini, Jack akhirnya meningalkan Sabil dan Caroline.


Caroline masuk ke dalam kastil bersama Steve, para pelayan menyambut kedatangan tuan putri, seorang pria berumur tujuh puluh tahun duduk di kursi bangsawan nan megah, pria yang terlihat sangat berwibawa dan memiliki mata seperti elang ya dialah generasi kedua dari bangsawan Comte blois yaitu Philipe bois.


Philipe dulunya seorang jendral di pasukan militer Perancis, sekarang dia sudah pensiun dan menikmati hari tua, saat ini cucu perempuan yang dia sayangi datang dan menghambur kepelukannya.

__ADS_1


Philipe merasa senang sudah hampir setahu Caroline pergi ke Jepang berkerja dengan badan internasional dibidang kemanusiaan, sebenarnya dia sudah mencegah keikut sertaan Caroline untuk pergi ke negara yang sedang berkecamuk dengan konflik perang, tapi Caroline selalu mendesaknya dengan alasan mau melihat dunia luar.


Philipe akhirnya setuju karena Andrew ada di dekat Caroline, Andrew bertugas di Hongkong dan dia mampu untuk melindungi dan mengawasi anaknya.


Dia melihat seorang pemuda Asia yang berwajah sangat tampan dan bermata sayu, walaupun pemuda itu terlihat biasa tetapi Philipe bisa merasakan bahaya yang berasal dari pemuda itu, dilihat dari tangannya yang lemas serta cara dia bernafas Philipe bisa pastikan pemuda itun seorang yang luar biasa, dia sudah cukup pengalaman dalam menilai seseorang.


" Kakek perkenalkan ini Sabil, dia melindungi dan mengantar aku sampai ke Perancis " kemudian Caroline menjelaskan semu kejadian yang dia alami kepada Philipe.


Philipe marah dengan kejadian yang menimpa cucunya, dia berencana akan menghukum Andrew ketika anaknya kembali dari bertugas, bagaimana Andrew tidak becus dalam mengawasi dan melindungi cucunya.


Sambil menjabat tangan pemuda itu dan saling berkenalan Philipe mengucapkan terima kasih sebesar besarnya kepada Sabil, sebagai seorang bangsawan dia tahu dengan etika.


Sabil melihat kastil dengan penuh kekaguman, kastil itu sangat besar dan luas seperti benteng pertahanan, pilar pilar batu berdiri dengan kokoh, serta hamparan pemandangan bunga yang indah berada di halaman kastil.


Dia masuk ke dalam kamar tamu yang disediakan, kamar itu terlihat indah dengan semua perlengkapan yang mewah, Sabil segera membuka tasnya dan menyusun baju ke dalam lemari, tapi dia terkejut ketika menemukan tas berisi uang yang sangat banyak, secara insting percaya bahwa uang itu berasal dari Andrew untuk dirinya sebagai imbalan melindungi dan mengantar Caroline sampai ke Perancis.


Sabil kemudian mandi dan segera beristirahat, dia merasa lelah berada di atas kapal selama seminggu lebih, dan sekarang dia bisa tidur dengan tenang di kasur yang empuk dan harum tanpa merasakan gelombang air laut.


Setelah puas beristirahat dia mendengar ketukan di pintu kamarnya, dengan segera dia membuka pintu dan melihat seraut wajah cantik dan mempesona dengan memakai pakaian putri kerajaan ya itu adalah Caroline.

__ADS_1


Caroline yang biasanya memakai pakaian umum ketika berada di kastil harus menuruti aturan yaitu memakai pakaian putri kerajaan sesuai identitasnya, Sabil melihat dengan pandangan nanar.


Pakaian itu terlihat indah di tubuh Caroline, dengan rambut tergerai serta mata biru sejernih lautan ditambah dengan kulit yang putih mulus serta badan proposional klop sudah dia bagaikan seorang peri yang turun dari kahyangan.


Caroline tertunduk malu ketika melihat bagaimana Sabil menatap dirinya, sadar akan situasi Sabil langsung menarik tangan Caroline masuk ke dalam kamar dan memeluk dirinya, aroma wangi yang lembut keluar dari tubuh Caroline yang memicu nafsu Sabil.


Sambil memeluk Caroline, Sabil kemudian mencium lembut bibir Caroline, gadis itu pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Sabil, toh itu yang dia harapkan, dia sudah jatuh cinta sejak Sabil menolong diriya.


Sabil mengigit bibir bawah Caroline yang secara reflek membuka mulutnnya, dengan cepat Sabil memainkan lidahnya ke dalam mulut Caroline, mengeksplore seluruh bagian dalam mulut yang dirasakan Sabil manis dan hangat.


Caroline merasa terpancing dia membalas ******* bibir Sabil, dan berusaha membuka baju Sabil, dengan cepat Sabil merebahkan tubuh Caroline di atas tempat tidur, sebelum mereka bertindak lebih jauh terdengar pintu kamar diketuk.


" Maaf tuan, mister Philipe menungu anda makan di ruangan bawah " kata pelayan itu dari pintu, dia tidak berani masuk karena bertentangan dengan etika bangsawan.


Sabil dan Caroline kaget dan seketika saling melepaskan pelukan, nafas Caroline masih terengah engah dengan pakaian yang kusut dan wajah yang memerah, ya ada hasrat yang tertahan dan belum sempat di lampiaskan, demikian juga dengan Sabil, dia segera masuk ke kamar mandi dan menyiram kepalanya dengan air dingin menstabilkan nafsunya yang sedang bergelora.


Setelah di rasa cukup dia keluar berbalut handuk, Caroline melihat tubuh Sabil yang indah dan menawan, delapan pax seperti roti sobek tercetak di perutnya, otot dada mengembung dengan seksi dan puluhan luka terdapat di pungung dan badannya yang menambah kejantanan seorang Sabil.


Tanpa malu Caroline memeluk badan maskulin itu, tangannya bermain di dalam handuk, memainkan benda kenyal dan sangat tegang, Sabil mengigil dengan apa yang dilakukan oleh Caroline.

__ADS_1


Dia membuka handuk Sabil dan memainkan benda kenyal dan tegang itu di dalam mulutnya, Sabil tak mampu berkata kata, dia meremas rambut Caroline dan secara alami memaju mundurkan kepala Caroline sampai akhirnya benda itu mengeluarkan cairan disertai dengan keluhan yang keluar dari mulut Sabil.


__ADS_2