Kesempurnaan Sistem

Kesempurnaan Sistem
Bab 33 Saling Memburu


__ADS_3

" Tolong beri saya kesempatan, saya akan menangkap pemuda itu dan menyerahkannya kepada yang mulia " pinta panglima memohon untuk diberi kesempatan lagi, dia berjanji akan menangkap pemuda itu walau sehebat apapun ilmu yang dia miliki.


Keturunan gog magog itu saling berbicara satu sama lain dengan mengunakan bahasa yang aneh, pada akhirnya mereka setuju memberikan kesempatan kepada panglima untuk menangkap Sabil, mereka tahu bahwa panglima tidak bersalah, pemuda itu yang sangat hebat, untuk menangkapnya mereka membekali panglima dengan panah yang logamnya berwarna hitam pekat.


" Bunuh dia dengan mengunakan anak panah ini, sehebat apapun ilmunya panah ini akan menembus tubuhnya " kata keturunan gog magog penuh percaya diri.


Mata anak panah itu sebenarnya adalah sisa logam yang dibuat oleh Iskandar Zulqarnaen untuk mengurung nenek moyang mereka, kekuatan logam ini sangat luar biasa sekali, bahkan kuku gog magog yang sangat tanjam dan mampu menghancurkan apapun tidak berdaya menembus kekuatan logam ini.


Panglima menerima busur dan lima anak panah dengan hati hati, dia tahu bahwa barang ini sangat berharga, untuk membuktikan kehebatan mata anak panah itu, dia segera menembakan ke arah tank baja yang terbuat dari baja yang keras, mata anak menembus tank baja, bahkan sampai ke belakang dan terus meluncur hingga daya dorongnya sudah tidak bersisa lagi, semua prajurit yang melihat ujicoba ini bergidik ngeri, darimana makhluk itu mendapatkan senjata yang sangat mengerikan ?


Dengan memiliki anak panah ini kepercayaan diri panglima semakin meningkat, cuma satu masalah yang perlu dia atasi, yaitu menyusup ke Saigon mencari dan membunuh pemuda itu, dia segera membentuk team khusus yang terdiri dari para ahli beladiri.


Sabil mendapat perawatan yang baik, luka dalam yang dia derita sudah pulih kembali, militer Perancis mengerahkan dokter terbaik, bahkan mereka mengirim tenaga medis dari Perancis untuk mengobati Sabil. Apresiasi yang tinggi diberikan oleh pemerintah terutama panglima militer atas kesuksesan Sabil membawa duta besar dan rakyat sipil keluar dari Hanoi, mereka juga telah mengetahui apa yang terjadi sewaktu melewati perbatasan, tentu saja militer Perancis tidak mau kehilangan Sabil, maka segala daya upaya dikerahkan untuk mengobatinya.


Satu hal yang tidak disadari militer Perancis dan Sabil bahwa keberadaan dia di rumah sakit Saigon sudah diketahui oleh panglima Viet minh, mereka sedang membuat siasat untuk menyusup ke rumah sakit dan membunuh Sabil.


Cara yang paling mudah tentu saja menyamar menjadi perawat, berpura pura sebagai pasien, panglima dan pasukannya menculik beberapa perawat dan mengambil seragam mereka, sementara perawat disekap di dalam gudang rumah sakit.

__ADS_1


Mereka menuju ruangan Sabil yang dijaga ketat oleh pihak militer, karena yang datang perawat membawa perlengkapan obat dan infus maka mereka mengizinkan mereka masuk ke dalam kamar Sabil.


Infus yang mereka bawa sebenarnya sudah di campur dengan racun arsenik yang dosisnya mampu membunuh seekor gajah, sedangkan panglima menyembunyikan anak panah dibalik jas berwarna putih yang dia pakai, semuanya memakai masker agar wajah tidak dikenali oleh penjaga.


Mereka masuk ke kamar Sabil, dan melihat pemuda itu sedang berbaring beristirahat, " kita ganti infus nya dulu ya pak " kata salah seorang perawat sambil mengeluarkan infus lama dan mengantinya dengan yang baru.


Sabil mendapat firasat yang buruk, dia melihat sepatu yang dipakai oleh semua perawat adalah sepatu militer bukan sepatu yang digunakan oleh perawat rumah sakit, " tungu sebentat saya mau ke kamar mandi dulu " jawab Sabil sambil pura pura tidak tahan lagi menahan air seninya.


Perawat melirik ke teman lainnya meminta persetujuan, jika mereka menghabisi sekarang berbahaya karena militer berjaga di depan pintu, jalan terbaik sabar dan memberi izin kepada Sabil membuang hajatnya. Perawat itu menganguk menyetujui permintaan Sabil.


Di dalam kamar mandi Sabil segera mengeluarkan samurai kecil di lengan kiri kanannya, dia menarik nafas dalam dalam dan kemudian membuka pintu kamar mandi dan langsung berkelebat membantai semua perawat.


Sabil sebenarnya melihat panglima memanah dirinya tapi tidak begitu dihiraukan, peluru saja tidak bisa menembus tubuhnya apalagi cuma anak panah, targernya adalah menghabisi musuh dengan cepat.


Tapi Sabil keliru, dan dia membayar mahal karena mengangap remeh senjata di tangan panglima, anak panah itu menembus bahu kirinya, Sabil terhempas jatuh dengan bahu berlumuran darah, pihak militer mendengar keributan di dalam segera menerobos masuk, mereka melihat seorang pria berjas putih sedang membidik dada Sabil yang terjatuh dengan panah, segera mereka menembak pria itu.


Dor...dor...dor..

__ADS_1


Panglima yang terkena peluru badannya tersentak sentak dan kemudian jatuh ke lantai, seorang tentara Perancis menembak kepalanya hinga mati, sedangkan yang lain sudah di eksekusi semua oleh Sabil.


" Maafkan kami komandan, kami lalai dan membuat komandan terluka " kata salah satu pasukan sambil memapah Sabil kembali ke tempat tidur, sedangkan yang lain segera berlari mencari dokter dan perawat.


" Tidak apa apa, saya sendiri juga hampir saja kecolongan dan mengangap mereka perawat sunguhan " kata Sabil mencoba mendinginkan hati pasukan yang terlihat terpukul dan kecewa.


Segera dokter dan perawat masuk ke dalam kamar melakukan perawatan, bahu Sabil yang tembus oleh anak panah segera dijahit dan dibersihakan.


Sementara pasukan melapor kepada panglima tentang apa yang terjadi di rumah sakit, panglima merasa geram bagaimana mereka dengab mudah kecolongan, Sabil itu aset militer Perancis, dia harus dilindungi dengan kekuatan maksimal.


Demi menjaga keamanan, pangima mengirim helikopter untuk membawa Sabil ke pesawat militer menuju Paris, lebih aman jika dia berada di Paris ketimbang di Saigon.


Sebelum di evakuasi Sabil memerintahkan kepada salah satu pasukan agar membawa busur dan anak panah panah yang dimiliki oleh panglima, dia heran bagaimana anak panah ini bisa melukai bahkan menembus tubuhnya.


Untung saja yang terkena cuma bahu, dia tidak bisa membayangkan jika anak panah itu menembus tubuh atau jantungnya, Sabil bertekad dalam hati tidak akan pernah lagi mengangap remeh senjata musuh, ini menjadi pelajaran bagi dirinya.


Helikopter terbang menuju landasan, pesawat militer Perancis berada di landasan menungu kedatangan Sabil. Pasukan segera mengeluarkan Sabil dari helikopter dan memindahkannya ke dalam pesawat, di dalam pesawat sudah ada dokter dan pasukan khusus bersenjata lengkap melindungi Sabil dalam penerbangannya menuju ke Paris.

__ADS_1


Caroline yang mendapat berita dari kakeknya bahwa Sabil terluka dan sedang di bawa ke Paris terlihat panik, dia segera menuju ke rumah sakit militer menungu kedatangan Sabil, sunguh hatinya sangat cemas, dia tahu Sabil sangat kuat dan jika sudah sampai terluka berarti pemuda itu bertemu lawan yang sangat tanguh.


__ADS_2