
Sabil melakukan pengintaian, dia merasakan ada sekitar sepuluh kekuatan asing yang sangat kuat berada di markas militer itu, membayangkangnya saja sudah sangat mengerikan apalagi bertarung dengan mereka.
Pasukan Viet minh hilir mudik melakukan penjagaan terhadap markas militer, Sabil membisikan kepada Lauren agar menungu dan tetap terus bersembunyi, dia akan keluar menangkap salah satu penjaga, menukar seragam dan menyusup ke dalam, Lauren yang mendengar instruksi dari Sabil menganguk setuju, dia tahu betul resiko jika tidak patuh terhadap perintah.
Tubuh sabil bergerak dengan cepat, dia membekap salah satu penjaga dan membawa ke tempat persembunyian dengan kecepatan yang sangat tinggi, penjaga itu tidak sadarkan diri, Sabil mengambil pakaian penjaga dan menukar dengan pakaian miliknya.
Dia berjalan dengan pelan dan sedikit menurunkan topi ke bawah agar wajahnya tidak terlihat jelas, tidak ada yang curiga dengan tindak tanduknya, kelihatan sekali bahwa mereka semua didoktrin untuk berjaga dengan sunguh sunguh.
Memasuki ruangan, Sabil di tegur oleh salah satu penjaga " mau kemana, bukannya kamu bertugas di luar " kata penjaga yang heran melihat tindak tanduk Sabil.
" Aduh ngak tahan mau ke kamar kecil " teriak Sabil sambil berpura pura memegang bagian bawahnya, penjaga tertawa melihat kelakukan Sabil.
" Makanya makan durian jangan kebanyakan jadi kebelet gitukan " kekeh mereka, dan segera mereka menyuruh Sabil ke kamar mandi, dan menekankan agar kembali dengan cepat berjaga diluar.
Walaupun tidak ada musuh tetapi kewaspadaan tetap dijaga dengan tinggi, makhluk asing di dalam sangat disiplin dan tidak segan segan bertangan besi jika melihat kelalaian prajurit.
Sabil menuju kamar kecil dan segera bergerak dengan cepat seperti bayangan ke arah ruangan yang cukup besar dan tidak memiliki pengawalan, dia merasa aura yang kuat berasal dari sana.
__ADS_1
Mempertajam pendegarannya Sabil tahu bahwa ruangan itu kosong, tapi bagaimana aura kuat itu berasal dari ruangan ini, " aku perlu memeriksanya lebih teliti dan harus masuk ke dalam " gumam Sabil dalam hatinya.
Dengan hati hati dia membuka pintu, Sabil melihat ruangan yang luas tetapi kosong melompong, segala indra yang dimiliki dia maksimalkan, Sabil melihat ada ruang rahasia dibalik dinding ruangan.
Dia yakin aura kuat itu berasal dari ruang rahasia, dengan sigap Sabil memutar dinding, ruangan rahasia terbuka menampilkan lorong yang luas dan sangat panjang.
Sabil berlari bagaikan angin yang kencang, lorong itu makin menyempit dan menurun, suhu mulai turun dengan drastis, beberapa suara menyeramkan terdengar di telinga Sabil, dia segera meningkatkan kewaspadaan, samurai kecil di tangan kanan kiri digengam dengan sangat erat.
Semakin dekat dengan sumber suara Sabil melihat makhluk yang sangat menyeramkan, ya dia pernah ketemu ketika jatuh di dasar goa, makhluk itu yang pernah menghajarnya habis habisan. Makhluk itu melihat keberadaan Sabil, mereka berlari mengejar dan menyerang Sabil dengan cakar kuku yang sangat tajam.
Sabil yang sudah pengalaman dengan makhluk ini sadar bahwa cakar itu mampu menembus logam, dia tidak mau menahan serangan itu dengan kekuatan tapi menghindari dengan kecepatan dan membelah diri menyerang balik makhluk itu, samurai kecil yang sangat tajam dan beracun segera menebas tubuh keturunan Gog dan Magog.
Melihat musuh sudah tewas, Sabil kembali menyusuri lorong, semakin ke dalam lorong bertambah sempit seperti berada dicelah gunung, seratus meter keluar dari lorong sempit terdapat ruangan yang sangat luas yang dipenuhi oleh keturunan Gog dan Magog.
Sabil sangat terkejut melihat jumlah mereka yang sangat banyak, mereka terlihat seperti sedang mengadakan pemujaan di atas altar, tak mai ketahuan Sabil berbalik pergi menuju ruang tempat dia masuk.
Menutup ruang rahasia, Sabil keluar dengan sikap yang normal sambil pura pura mengeluarkan nafas lega karena sudah membuang hajatnya, pengawal yang melihat kedatangan Sabil kembali tertawa " Lain kali jangan rakus walaupun enak " kata mereka terkekeh.
__ADS_1
Sambil mengancungkan jempol Sabil segera keluar kembali ke tempat persembunyian Lauren, dia melepaskan semua pakaian seragam penjaga dan mengajak Lauren keluat dari tempat itu dengan cepat, bagaimanapun Sabil yakin bahwa kematian keturunan Gog Magog akan segera diketahui oleh yang lain.
Benar saja, setelah berada cukup jauh, sirene berbunyi markas militer Viet minh, segera semua penjaga melakukan penyusuran sekitar seratus meter dari markas militer, mereka menemukan bahwa salah satu penjaga yang berada diluar dalam keadaan pingsan dan tidak berpakaian.
Sabil mengendong Lauren dan kemudian lari dengan ilmu meringankan tubuh, Lauren yang terkejut karena di gendong secara tiba tiba hanya mampu menutup mata dan merangkul leher Sabil dengan erat, dia merasakan tubuhnya melayang dengan kecepatan tinggi.
Keturunan Gog Magog yang sudah menyelesaikan pemujaan mereka menemukan bahwa sepuluh orang rekannya tewas dengan mengenaskan, mereka meraung dengan keras dengan suara yang menakutkan.
Bagaimana mungkin ada musuh yang bisa menyusup ke ruang rahasia bahkan membunuh sepuluh orang rekan mereka, sunguh tidak masuk akal tapi itu terjadi, pemimpin keturunan Gog Magog segera keluar dari ruang rahasia, dan memangil seluruh penjaga markas militer Viet minh.
Penjaga segera berkumpul dengan ketakutan yang luar biasa, apalagi mereka tidak mampu menjelaskan bagaimana sampai bisa kebobolan, atas kesalahan ini kepala penjaga di tebas kepalanya dengan cakar pemimpin keturunan Gog Magog yang sangat tajam
Kepala itu tergeletak di tanah dengan darah mengucur deras, keturunan Gog Magog segera mengerubuti mayat dan meminum darah yang keluar, sebagian mencabik cabik daging kepala penjaga dan memakannya mentah mentah, sudah cukup lama mereka menahan hasrat untuk tidak meminum darah dan memakan daging manusia.
Bukannya tidak bisa, karena mereka masih memerlukan tentara ini, keturunan Gog Magog menahan selera dan hasrat mereka, sampai mereka tidak memerlukan prajurit ini lagi maka mereka akan membunuh dan memakan seluruh prajurit penjaga.
Penjaga lain yang melihat kelakuan makhluk itu menjadi pucat pasi dengan hukuman yang diterima komandan mereka, bahkan ada yang sampai terkencing di celana saking merasa takut, sebagaian prajurit lain muntah di tempat ketika makhluk keturunan itu memakan daging komandan mereka mentah mentah.
__ADS_1
" Keluar dan cari penyusup tersebut, jangan sampai kalian menjadi korban berikutnya " bentak pemimpin keturunan Gog Magog kepada seluruh prajurit penjaga, tanpa dikomando lagi semua segera berhamburan keluar dari tempat mengerikan itu.