Kesempurnaan Sistem

Kesempurnaan Sistem
Bab 24 Lauren Yang Ditawan


__ADS_3

Sabil tentu saja setuju, apalagi dia tidak mampu melawan makhluk itu, sangat tidak logis menolak disaat kekuatan tidak cukup untuk melawa mereka.


Makhluk itu mengikuti Sabil, mereka menyusuri lorong dan sampai di pintu keluar, Sabil melihat ke atas, jarak antara dasar dan permukaan sangat tinggi sekali, berdasarkan pengamatannya mungkin berkisar lima ratus meter untuk bisa naik ke permukaan, dia bisa melakukan dengan mengunakan diding batu sebagai pijakan untuk terbang ke atas.


" Ayo ikuti apa yang saya lakukan " katanya kepada makhluk itu. Sabil kemudian melompat dengan tinggi dan menginjak dinding batu sebagai kekuatan pelontar tubuh, makhluk itu juga mengikuti apa yang Sabil lakukan, dalam sekejap mereka hampir samapai di permukaan.


Sabil menarik nafas lega, tapi dia melihat keanehan, setiap makhluk itu hampir mencapai permukaan angin kencang meniup dirinya dan menjatuhkan tubuhnya kembali ke dasar jurang, hal demikian terjadi berkali kali.


" Mungkin sudah nasib mereka untuk hidup di bawah sana " pikir Sabil yang akhirnya pergi meningalkan makhluk itu, di harus segera keluar dari lorong goa ini.


Setelah mencapai pintu keluar Sabil segeran kembali ke penginapan, di rumah itu pemilik bertanya kemana saja dia selama tiga hari ini, pemilik merasa cemas karena tidak ada kabar berita keberadaan pemuda ini.


Sabil kaget dengan perkataan pemilik penginapan, dia merasa baru beberapa jam saja berada dalam dunia makhluk tersebut, mana tahu dia perbedaan waktu antara dua alam begitu besar.


Dengan sedikit beralasan dia menutupi kejadian yang dialami, lagian tidak begitu penting memberitahu pemilik, dia tidak punya kapasitas menanyakan apa yang dikerjakan oleh Sabil.


Setelah sedikit basa basi Sabil memasuki kamarnya, di dalam kamar dia membuka kitab yang diberikan oleh makhluk itu, dalam kita tersebut terdapat metode meningkatkan kekuatan tubuh tanpa batas, bisa bernafas di dalam tanah dan di dalam laut.


Dia harus memakan jamur dan tumbuhan merah seperti gambar dalam kitab itu, untung saja dia sempat mengambil beberapa jamur dan tanaman merah sewaktu pergi dari dasar jurang, makhluk itu mengingatkannya untuk membawa tanaman tersebut.

__ADS_1


Tanpa merasa ragu Sabil memakan jamur dan tanaman merah terasa pahit di lidah, setelah beberapa saat badannya mengalami transformasi, seluruh bagian otot mengelembung, Sabil berteriak kesakitan, bukan hanya otot yang terasa ditarik tarik tapi juga seluruf urat saraf yang terdapat di tubuhnya.


Jika orang biasa tidak akan mampu bertahan dalam situasi ini, hanya saja Sabil sudah memakan pil yang diberikan oleh sistem, sehingga dia mampu bertahan dalam keadaan sadar meski merasakan sakit yang luar biasa, airmatanya menetes menahan rasa sakit dia tidak mampu untuk duduk, Sabil jatuh ke lantai dan mengelepar seperti ayam disemblih, dua jam dia mengalami siksaan, setelah itu keadaan kembali normal, dia merasa sangat kelelahan baik fisik dan mental.


Sabil menyeret tubuhnya ke atas kasur, dia hanya butuh istirahat dan tidur dari kelelahan fisik dan mental yang baru saja dialami, dia kemudian tertidur dalam keadaan tubuh yang masih basah oleh keringat.


Sudah dua hari berlalu, Sabil terbangun dari tidurnya, badannya merasa segar dan prima, dia bisa merasakan kekuatan yang sangat besar ada dalam tubuhnya, segera dia mandi dan membersihkan tubuhnya.


Dia bingung bagaimana mencari keberadaan Lauren, disaat dia sedang sarapan di penginapan, Sabil melihat dua pemuda bermata sipit masuk ke penginapan dan keluar dengan membawa makanan yang banyak, entah bagaimana dia curiga dengan kedua orang itu.


Dia mengikuti kedua orang itu yang masuk ke sebuah rumah tua, Sabil menyelinap dengan peringan tubuhnya, ruangan dalam rumah itu tidak memiliki fasilitas apapun seperti meja dan kursi, hanya ruangan luas dan kosong.


Sabil tidak mau bertindak tergesa gesa dia memberi jeda waktu sekitar sepuluh menit supaya kedua pemuda tapi sudah melangkah jauh dari pintu masuk.


Merasakan waktu yang sudah tepat, Sabil keluar dari persembuyiannya dan mengetuk lantai kayu tersebut, segera lantai itu terbuka dan dengan cepat tubuhnya melompat masuk ke dalam sambil membekap mulut penjaga pintu.


Dia memukul tengkuk penjaga pintu hinga tak sadarkan diri, ruangan itu luas dan sangat panjang, Sabil melangkah dengan hati hati, dia melihat banyak sekali terdapat pintu disebelah kanan dan kiri lorong.


Sabil membuka salah satu pintu dengan pelan, ruangan itu kosong, tapi dia melihat beberapa orang yang di belengu dan diikat, dia yakin mereka adalah tawanan.

__ADS_1


Mereka terlihat kurus dan menderita, Sabil segera menutup pintu dan mendekati tahanan " ada apa dengan kalian " dia bertanya dengan pelan.


Melihat seorang pemuda yang tampan bertanya mereka kebingungan, tadi mereka pikir pemuda ini adalah salah satu kelompok penjahat yang menahan mereka, mana mereka tau rupanya pemuda ini seorang penyusup, hati mereka merasa senang, mungkinkah pemuda ini bantuan yang dikirimkan untuk melepaskan mereka?


" Kami adalah arkeolog yang berasal dari Paris, kami melakukan pengalian tapi ditangkap, sudah lama kami ditahan dalam ruangan ini kata salah satu pria mewakili teman temannya.


Mendengar bahwa mereka arkeolog dari Paris jantung Sabil berdetak dengan kencang, segera dia memperlihatkan foto Lauren dan menanyakan apakah mereka mengenal wanita ini.


" Wanita ini salah satu team kami bernama Lauren, dia juga ikut ditangkap dan ditahan tapi kami tidak tahu dimana mereka ditempatkan, ruangan pria dan wanita berbeda " Kata pria itu.


Dengan kekuatannya Sabil mematahkan besi yang mengurung mereka dan membuka tali yang mengikat tangan tahanan itu.


" Tungu di sini jangan keluar dan jangan berbuat gaduh, apapun yang kalian dengar nanti kalian dilarang untuk keluar " kata Sabil mewanti wanti mereka.


Tahanan itu mengangukan kepala mereka setuju dengan permintaan Sabil, mereka melihat pemuda itu keluar dan menutup pintu kembali, bukan Sabil tidak butuh bantuan mereka tapi dari fisik sudah kelihatan tahanan itu tidak cukup kuat, bukannya menolong nanti malah menjadi beban, sedangkan Lauren masih belum diketahui keberadanya.


Sabil memeriksa pintu satu persatu, sehinga sampai pada satu ruangan yang bersih dan terawat, di dalam sedang berbaring gadis cantik berambut pirang dan bermata biru cerah, dia melihat bahwa gadis itu adalah Lauren.


Karena takut membuat Lauren terkejut dia membekap mulut gadis itu " jangan berteriak saya Sabil utusan dari kakek anda Philipe, saya ditugaskan untuk mencari dan menjemput anda " katanya dengan pelan.

__ADS_1


Lauren menoleh ke belakang dia menemukan sosok wajah yang tampan dan rupawan dari face wajahnya kelihatan dia berasal dari Asia.


__ADS_2