Kesempurnaan Sistem

Kesempurnaan Sistem
Bab 25 Melarikan Diri Bersama Lauren


__ADS_3

Firasatnya mengatakan pemuda tampan ini bukan termasuk kelompok penjahat yang menangkap dan menista dirinya, ya selama di tahan dia dijadikan sebagai pemuas nafsu dari bos penjahat yang bernama Loris.


Lauren dan teamnya sampai sekarang tidak pernah tahu mengapa mereka diculik dan ditahan, pernah dia bertanya pada Loris tapi yang di dapat bukan jawaban melainkan tamparan, berbulan bulan dia dijadikan sebagai pemuas nafsu.


Selama disekap dia tidak diperbolehkan keluar dari ruangan, bahkan untuk bertemu dengan penjahat lain juga dilarang, semua sudah tersedia, kamar mandi, baju, dan makanan, dia hanya diperbolehkan berkomunikasi dengan pelayan yang mengatur semua kebutuhannya.


Sangat menyedihkan hidup seperti ini, pernah terlintas untuk bunuh diri tetapi dia teringat dengan kakeknya Philipe, Lauren berharap masih ada kesempatan dirinya untuk bertemu dengan Philipe.


Sekarang saat dia mendengar pemuda ini mengatakan datang untuk membawa dirinya kembali ke Paris untuk menemui kakek, hatinya merasa senang dan gembira, harapan yang dulu hilang kini muncul kembali.


Lauren memberi isyarat agar Sabil melepaskan bekapan tangannya, dia menganguk mengerti apa yang diinginkan oleh pria itu.


Sabil melepaskan bekapan tangannya dan memberi tanda kepada Lauren agar berbicara dengan pelan, gadis itu kemudian menghirup nafas dalam dalam dan berkata " saya percaya sama anda, tolong bawa kembali bertemu kakek, saya disiksa oleh penjahat itu di sini".


Sabil menganguk mengerti, dia paham apa yang dialami oleh gadis itu, tapi dia juga mengigatkan agar jangan terbawa emosi, khawatir penjahat mendengar dari luar dan masuk ke ruangan ini, kalau dia sendiri nggak bakalan takut tapi sekarang ada Lauren di sisinya.


Mereka keluar dari ruangan dengan hati hati, menuju tempat tahanan lain yang sudah dilepaskan oleh Sabil, dia kemudian mengajak semuanya lari dan keluar dari tempat itu.


Seorang pria dari kelompok arkelog berkata masih ada teman mereka yang disekap dan dikurung, tapi Sabil mengabaikan permintaan tersebut.


" Membawa begini banyak sudah sangat beresiko, kita tidak memiliki senjata, gunakan kesempatan yang ada untuk kabur dan mencari pertolongan " ujarnya dengan wajah sedikit kesal, bukan tanggung jawab dia untuk membebaskan mereka, apalagi bertaruh nyawa, tugas dia hanya mencari dan membawa Lauren kembali ke Paris.

__ADS_1


Sabil menarik tangan Lauren tanpa mengindahkan lagi rombongan itu, terserah bagi mereka untuk pergi atau menolong yang lainnya, dia membuka lantai kayu dan membawa Lauren naik ke atas.


Kelompok arkeolog akhirnya mengikuti Sabil, mereka juga takut berada dalam tahanan yang gelap dan sempit, kekurangan makanan dan bau yang pengap.


Baru saja semuanya naik ke atas terdengar suara tembakan .." dor ..dor ", dengan cepat lantai kayu ditutup dan ditahan dari atas, mereka ketakutan dikejar oleh kelompok penjahat.


Sabil yang melihat keadaan segera memerintahkan Lauren dan teman temannya lari dan mencari tempat perlindungan, biar dia menghadapi kelompok penjahat ini.


Setelah melihat Lauren dan teman nya kabur dan mencari tempat perlindungan Sabil tidak lagi menahan lantai kayu, dia akan menyerang begitu merek naik ke atas.


Kelompok penjahat segera naik begitu merasakan pintu kayu tidak lagi ditahan. Mereka tidak takut naik ke atas karena tahu semua tahanan yang kabur tidak memiliki senjata, apalagi fisik mereka yang lemah.


Bayangan itu berkelebat dengan cepat dan memengal musuh dengan samurai kecil, kelompok penjahat bertumbangan di makan samurai, hanya satu yang tersisa itupun disengaja untuk memperoleh informasi.


Pejahat itu sudah mengigil ketakutan, bagaimana bisa ada manusia bergerak secepat itu, apalagi melihat luka sayatan ditubuh temannya, Steve menarik tangan penjahat tersebut " Ceritakan yang kamu tahu tentang tawanan " tanya Steve dengan suara yang dingin


Sadar tidak bisa bermain main dengan pria ini dia menceritakan segalanya " mereka yang ditangkap akan di jadikan kurir membawa opium dan heroin ke Paris, caranya dengan membedah tubuh mereka dan menyembukan opium di sana " tentu saja mendengar perkataan penjahat ini Sabil menjadi murka, dia segera membunuhnya dan keluar dari rumah itu.


Sabil melihat Lauren dan temanya, mereka segera berkumpul dan di bawa ke penginapan, pemilik penginapan heran darimana orang orang ini berasal, pakaian mereka kumal dan bau, perasaan di daerah belum pernah dia berjumpa dengan mereka.


Melihat mata yang waspada dari pemililk penginapan, sabil mengeluarkan batangan emas " ini untuk anda miliki, sediakan mereka kamar, baju dan makanan " kata Sabil sambil menyodorkan batangan emas kepada pemilik penginapan.

__ADS_1


Tentu saja pemilik penginapan sangat senang, dia menganguk dan segera menyiapkan semua yang Sabil sebutkan.


" Untuk sementara kita tinggal di sini sambil menungu jemputan, kalian bisa mendapat kamar masing masing, Lauren bersama dengan saya" ujar Sabil membuat rancangan.


Mereka menganguk dan merasa senang, bisa lepas dari tempat yang mengerikan, dan sekarang mereka masuk ke dalam kamar yang sudah di siapkan pemilik penginapan, Sabil dan Lauren juga masuk ke kamar mereka.


Banyak pertanyaan dalam kepala Lauren yang hendak dia sampaikan kepada Sabil, tapi dia lebih memilih diam, tekanan yang dia alami selama 5 bulan ini sebagai budak nafsu dari Loris mempengaruhi psikologis dan mentalnya.


Dia merasa takut jika banyak bertanya Sabil akan bosan dan meningalkannya, pikiran pikiran negatif selalu hadir dalam pikirannya.


Melihat Lauren yang melamun Sabil merasa kasihan, sedikit dia bisa menebak apa yang terjadi sama gadis ini, dilihat bagaimana dia diperlakukan berbeda dengan tahanan yang lain serta ditempatkan dalam ruangan yang nyaman, tapi dia tidak ingin membahas karena bisa membuka Lauren merasa tertekan dan terluka.


" Sebentar lagi nona bisa bertemu dengan Philipe dan menjalani kehidupan yang lebih baik " kata Sabil yang berusaha memulai obrolan.


" Kehidupan yang baik bagaimana? apakah masih ada pria yang mau menjadi suami aku nantinya setelah mengetahui apa yang aku alami " tanya Lauran sambil menatap Sabil


" Saya rasa masih banyak pria yang baik dan akan menikahi nona, karena nona seorang gadis yang cantik dan juga seorang terpelajar, tidak ada yang sempurna, semua manusia punya kekurangan, cinta itu bukan hanya bisa menerima kelebihan saja tetapi juga kekurangan pasangan " ujar Sabil berusaha untuk bijak dan memilih kata kata yang tepat.


" Lantas maukah anda menikahi saya dan bisa menerima kekurangan saya ? " tanya Lauren yang membuat Sabil diam tidak berkutik, dia hanya mau membuka obrolan, lantas bagaimana akhirnya dia sendiri yang terpojok, jika ingin jujur dia bisa menerima keadaan Lauren kika di hatinya belum ada Meiling dan Caroline.


Melihat Sabil yang terdiam Lauren menutup kedua matanya dan terisak, memang kadang teori lebih mudah dari perbuatan, dia tidak bermaksud menyudutkan pria ini, bagaimana pun pria ini adalah penyelamatnya.

__ADS_1


__ADS_2