
Pesawat sudah mendarat di bandara, dan Sabil segera dilarikan ke rumah sakit militer, kuat dugaan bahwa mata anak panah yang melukai Sabil mengandung racun, hal ini terlihat ketika tubuh Sabil berwarna kehijauan.
Seluruh dokter ahli tingkat satu dikerahkan untuk mengobati Sabil, terlihat kesibukan dalam kamar bedah, sedangkan Caroline dan kakeknya menungu di luar kamar bedah, mereka sangat khwatir dengan kondisi Sabil.
Selang beberapa jam Sabil berhasil disembuhkan, racun yang berada di dalam tubuhnya berhasil di keluarkan oleh team dokter, dia sudah siuman, dan Caroline serta kakeknya sudah diizinkan untuk melihat keadaan Sabil.
Caroline segera berlari menuju kamar perawatan, dia memeluk Sabil dengan kasih sayang, menciumi kedua belah mata pria itu, sunguh dia sangat merindukan kekasih hatinya ini dan juga terluka melihat keadaan Sabil.
" Kakek bisakah Sabil tidak menerima tugas lagi dari pihak militer ? alangkah lebih bagus dia selalu berada di samping saya, menjalani hidup kami dengan tenang " isak Caroline dengan wajah yang penuh air mata.
Philipe terdiam, dia sangat tahu cucunya mencintai Sabil, sebenarnya dia juga memiliki keinginan yang sama, tapi kepentingan negara berada di atas kepentingan keluarga, dan Sabil merupakan aset militer Perancis yang sudah ditugaskan untuk menyelesaikan permasalahan yang tidak mampu di lakukan oleh pihak militer, dia tidak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan cucunya, Philipe hanya bisa menarik nafas dalam dalam.
Sabil yang sudah sadar tahu dengan kesulitan Philipe dengan lembut dia mengenam tangan Caroline dan berkata " jangan khawatir ini hanya luka kecil saja " dia mengusap air mata di wajah Caroline.
Sebenarnya Sabil bisa saja menyembuhkan dirinya setelah dia sadarkan diri, tapi karena Philipe dan Caroline ada di sini dia tidak mau memperlihatkan kelebihannya, karena takut akan membuat mereka terkejut.
__ADS_1
" Sebaiknya kita kembali ke kastil, saya tidak merasa kerasan di sini lagian lebih tenang dan nyaman berada di kastil ketimbang rumah sakit " pinta Sabil kepada Philipe.
Segera Philipe mengurus seluruh prosedur pemindahan, dengan dikawal militer Perancis Sabil kembali ke kastil, Lauren memandang Sabil dengan tatapan sendu, lagi lagi dia melihat pria ini terluka demi menyelamatkan orang lain, jika bukan pria ini kekasih saudarinya dia akan memutuskan akan berada selalu di samping Sabil, merawatnya dalam keadaan suka dan duka, sayangnya Sabil sudah menjadi milik Caroline.
Berada di dalam kamar Sabil meminta waktu sejenak untuk menyendiri, dia sebenarnya mau mengobati lukanya sendiri hanya tidak ingin orang lain melihat apa yang akan dia lakukan.
Segera Sabil menusuk beberapa jarum perak ke bagian tubuh yang terluka, jarum perak itu bergetar, mengeluarkan darah hitam, sedangkan pada bagian yang dijahit kulit kembali merekat seperti semula.
Setelah mengobati lukanya, Sabil berencana memulihkan stamina dan meningkatkan kekuatan tubuhnya, dia menusuk bagian kepala dengan beberapa jarum, rasanya sangat menyakitkan, tapi mesti dia lakukan jika ingin menambah kekuatan tubuh, selama satu jam dia mencabut jarun itu, sekarang dia kembali dalam keadaan prima bahkan Sabil merasakan kekuatan yang besar berputar di bagian perutnya.
Secara kebetulan dia melirik ke bagian sudut kamar, di sana terlihat samurai kecilnya tersusun rapi juga ada busur dan anak panah yang melukai tubuhnya, dia sempat berpesan kepada salah satu pasukan untuk membawa barang itu ke kastil.
[ Penguna mata anak panah itu terbuat dari logam khusus yang tercipta puluhan ribu tahun yang lalu, logam ini merupakan sisa sisa yang tertingal sewaktu dikurungnya makhluk yang sering membuat kerusakan di muka bumi yang dikenal dengan nama gog dan magog, logam itu bahannya hanya bahan biasa dia menjadi istimewa ketika dengan tekhnik peleburan yang dilakukan oleh utusan sang creator, logan tidak beracun, tetapi oleh panglima Viet minh dicampur dengan racun supaya bisa membunuh anda dengan cepat ] jelas sistem dengan terperinci, Sabil hanya menganguk entah apa yang dia pikirkan.
Tiba tiba ide muncul di kepalanya, dia akan menjadikan mata anak panah itu sebagai senjata, membuat beberapa samurai kecil, Sabil mendatangi Philipe yang sedang berada di ruang tamu.
__ADS_1
" Philipe bisakah anda membantu saya, saya ingin membuat samurai kecil dari mata anak panah ini " tanya Sabil yang sangat berharap Philipe bisa mengabulkan keinginannya, bukankah Philipe mempunyai banyak relasi di militer, tentu gampang bagi dirinya untuk mewujudkan tersebut.
" Bisa, kenapa harus dengan mata anak panah itu, jika anda membutuhkan bahan yang lebih baik militer bisa mencarikannya " jawab Philipe yang merasa heran dengan permintaan sederhana dari Sabil.
" Cukup dari bahan ini saja, tolong jangan dicampur dengan bahan lain, murni dari logam ini " ujar Sabil sambil menyerahkan mata anak panah kepada Philipe.
Philipe menghubungi pihak militer dan mengutarakan maksudnya, dia ingin supaya samurai yang dibuat dengan tekhnik yang sempurna dan waktunya tentu saja sesingkat mungkin, Philipe punya firasat Sabil akan mengejar musuhnya kembali ke Hanoi.
Ya memang Sabil merasa marah dengan musuh nya yang ada di Hanoi, sejak dia terjun dalam pertempuran kali ini dia terluka sangat parah, dia marah karena kehebatan lawan tapi karena kecurangan lawan yang memakai racun di mata anak panah.
Sabil menduga ada kekuatan hebat tersembunyi di Hanoi yang mengerakan tentara Viet minh, lagian tugasnya membebaskan para peneliti juga belum dia lakukan, sebagai orang yang dipercaya oleh pihak militer Perancis, Sabil tidak mau mengecewakan panglima, bagaimapun jalannya dia harus melaksanakan misi, hanya menungu waktu beberapa hari sampai samurai kecil selesai dikerjakan oleh pihak militer.
Dia trauma dengan senjata seperti itu [ sistem punyakah solusi menahan ketajaman logam itu ? ] tanya Sabil sesunguhnya dia trauma dengan ketajaman logam tersebut, dia harus mempunyai solusi jika tidak ingin terluka kembali.
[ Sistem sudah menganalisis tekhnik pembuatan logam ini, tekhnik yang digunakan sangat sempurna ditambah lagi ada kekuatan yang berada di luar jangkauan sistem yang menyempurnkan logam tersebut, untuk sementara sistem belum bisa menandingi tekhnik pembuatan logam ] jawab sistem yang membuat Sabil berpikit keras.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian Philipe memangil Sabil dan memberikan kotak kecil yang dibungkus dengan rapi, " itu merupakan samurai yang anda minta, pihak militer sudah menciptakan samurai kecil dengan tekhnik yang tinggi murni tanpa campuran bahan lain.
Sabil segera membuka kotak itu dan melhat lima samurai kecil terlihat indah dan berkilau, dia mengambil sebuah samurai dan mengoreskan samurai kecil dengan lembut ke dinding kastil, seketika dinding kastil tergores dalam dimakan sayatan samurai.