
Tujuan ke jepang ini membutuhkan waktu yang panjang kurang lebih satu bulan perjalanan dengan kapal laut, Sabil berteman dengan anak kapal yang dengan senang hati dia mengajarkan bahasa jepang kepadanya.
Anak kapal yang berasal dari Jepang ini sangat baik, sering mengajari Sabil budaya Jepang dan juga memberi setengah makanan yang dia miliki.
Tokyo 18 Agustus 1945
Kekalahan jepang dalam perang Asia timur raya menyebabkan banyak daerah taklukan jepang yang melepaskan diri dan memberontak.
Pasukan tentara jepang yang tidak mau menyerah pada sekutu dan tidak mengakui perintah kaisar untuk menyerahkan diri dan berhentu berperang melakukan harakiri, disinyalir sekitar tiga puluh ribu tentara jepang yang melakukan harikiri daripada menyerah.
Sekarang jepang dikuasai oleh tentara Amerika dan Yakuza, secara administratif Amerika yang berkuasa dan di lapangan Yakuza yang merajalela.
Pelabuhan laut di Tokyo bernama Teu, sangat ramai dengan keberadaan kapal lokal dan internasional, kapal Sabil sudah bersandar di dermaga, dan pelukan perpisahan dilakukan oleh dua orang sahabat yang berbeda negara ini.
Terlihat suasana yang menyedihkan pada penduduk tokyo, mereka berkeliaran mencari tempat perlindungan.
Sejak kekalahan jepang akibat bom antom hiroshima dan nagasaki, pemerintahan menjadi kacau balau, bahkan kaisar tidak punya kekuasaan dan kekuatan, dia berada dalam pengasingan.
Bisa dibayangkan Tokyo mengalami kelaparan dan rentan dengan tindak kejahatan, bahkan memperlakukan tindakan meseum kepada gadis cantik dijalanan diangap hal yang biasa.
Tidak ada yang berani membela, mereka tahu itu dari kelompok yakuza dan lebih baik mereka pura pura tidak melihat dan mencari makanan untuk keluarga mereka.
Terlihat seorang gadis yang sangat cantik ditarik dan dipaksa oleh beberapa preman ke arah bawah jembatan, gadis itu terlihat menyedihkan dia berteriak dan memberontak tapi tak satupun yang berani menolongnya.
Sabil mengikuti kelompok preman itu dengan langkah yang pelan, dia tersentuh dengan pemandangan tragis itu, tapi di juga tidak mau bertindak gegabah.
Kelompok preman itu adalah angota Yakuza yang menguasai Tokyo bridge yang dijadikan tempat tinggal oleh masyarakat Jepang yang rumahnya hancur karena perang.
Banyak penduduk yang tingal di sana dan harus membayar biaya perlindungan pada kelompok Yakuza.
__ADS_1
Bandit Yakuza itu dengan segera mencari tempat yang luang dan sedikit tersembunyi lalu membaringkan gadis cantik itu dengan paksa, mereka sangat bernafsu melihat paras gadis tersebut.
Beberapa preman ini tanpa di komando sudah berbagi tugas, yang satu menahan tangan, dan yang lain menahan kaki si gadis. Lelah dan tak sangup melawan kekuatan para bandit ini gadis itu hanya bisa terisak dan memejamkan matanya.
Dia sudah pasrah dengan keadaan, dia pergi ke Tokyo karena menemui ayahnya setelah menamatkan study di kyoto, bukannya bertemu dengan ayah malah sewaktu menuju rumah dia dicegat dan ditarik paksa oleh preman ini.
" Lepaskan gadis itu " terdengar suara yang dingin dengan logat yang asing, seketika bandit Yakuza berhenti, mereka pikir mungkin tentara Amerika, rupanya seorang pemuda asia yang tampan yang jelas dia bukan dari Jepang.
Salah satu bandit Yakuza segera bangkit sedangkan yang lain masih mengerayangi tubuh gadis cantik itu seakan merasa rugi jika menyiakan kesempatan yang ada.
Sabil tahu bahwa gadis ini tidak berhubungan dengan preman ini, jadi tidak perlu banyak bicara yang dia butuhkan adalah aksi.
Beberapa samurai kecil meluncur dari tangannya kiri dan kanan, dengan kecepatan yang sulit di nalar tiga orang yang sedang mengarap gadis cantik itu mengelepar dan mati di tempat, dahi ketiganya dimakan oleh samurai kecil.
Bandit Yakuza yang tadi berdiri terkejut melihat semua temannya sudah tewas, selama ini belum ada yang berani menyerang kelompok Yakuza, bahkan tentara Amerika yang berkuasapun tidak berani bertindak semena mena karena Yakuza partner mereka.
" Bagero..!!!!
Sabil berdiri dengan tenang, tangannya tergantung lemas, dan kemudian bergerak mencabut dan memasukan kembali samuria ke dalam sarung kayunya, terlihat bandit tersebut terbelah dua dengan darah yang memancur kemana mana.
Gadis cantik itu segera mengenyahkan mayat si bandit yang berada di atas tubuhnya, dia merapikan pakaian dan berlari mendekati Sabil.
" Terima kasih atas pertolongan anda " ujarnya sambil membungkuk beberapa kali.
Sabil dengan cepat memegang kedua pundak gadis itu dan berusaha mendirikannya, dia merasa tidak nyaman ketika orang lain membungkuk untuk dirinya.
" Tidak apa apa, saya hanya kebetulan lewat, sekarang nona sudah aman, silakan lanjutkan tujuan nona " kata Sabil dengan lembut.
" Jibun no namae Ayumni jin desu " gadis itu memperkenalkan namanya kepada Sabil.
__ADS_1
" Watashi Sabil jin desu "
Sabil juga memperkenalkan dirinya dan kemudian melangkah keluar dari bawah jembatan, dia harus pergi mencari penginapan dan mencari informasi keberadaan Atsasuki.
Tak sengaja menoleh ke belakang Sabil melihat Ayumni mengikuti dirinya, dia merasa heran dan segera bertanya.
" Naze watashi ni shitagatte kudasai"
" Oh saya takut pergi sendirian, jika kyodai berkenan maukan mengantarkan saya pulang " tutur gadis itu menatap Sabil dalam dalam.
Terharu di pangil kakak, Sabil seakan melihat saudari perempuannya yang sudah meningal pada sosok Ayumni, dia mengengam tangan gadis cantik itu dan membawanya ke luar dari lorong jembata.
Ayumni tersipu malu ketika Sabil mengengam tangannya dan mengajak berjalan, dia merasa mereka seperti pasangan, siapa yang tidak suka melihat pria tampan menawan bermata sayu ini, hemm..
Sabil melihat taman yang berada didekat Tokyo bridge, mengajak Ayumni duduk di kursi taman, dia kagum dengan keindahan bunga sakura.
Memetik setangkai bunga sakura dan memasangkannya ditelinga Ayumni
" Ima yori kirei ni mieru Ayumni desu " gosa Sabil yang membuat wajah putih mulus itu semakin kemerahan, sangat jarang Sabil melihat kecantikan oriental sepert ini.
" Arigatōgozaimashita Kyodai " senyum Ayumni yang memperlihatkan kedua lesung pipinya, sejenak Sabil terpana melihat keindahan ini.
Mereka berdua duduk di taman saling bercerita dan bercanda, seakan akan dunia milik mereka berdua dan yang lain mengontrak, keduanya lupa pada tujuan yang satu seharusnya pulang kerumah dan yang satu lagi seharusnya mencari penginapan.
Kryuk...kryuk..
Sabil menatap Ayumni dan tertawa terbahak bahak, dia mendengar perut ayumni yang berbunyi karena lapar, Ayumni juga merasa malu menutup wajah dengan kedua tangannya.
Sabil membelai rambut Ayumni yang hitam legam dengan lembut, kemudian berdiri membeli beberapa makanan dan minuman.
__ADS_1
Dari kejauhan melihat pemuda yang baik hati ini Ayumni sangat bersukur sekali dengan pertemuan mereka. Tidak pernah dia melihat pemuda setampan iti di Jepang, bahkan selain tampan pemuda itu lembut, baik hati dan jago bela diri.