Kesempurnaan Sistem

Kesempurnaan Sistem
Bab 26 Kembali Ke Paris


__ADS_3

" Maafkan saya nona, bukan maksud saya begitu, saya hanya coba membuka obrolan " kata Sabil yang merasa bersalah tidak mampu menjawab pertanyaan dari Lauren, sebenarnya bukan tidak mampu tapi bagaimana cara menjelaskannya dia sendiri juga sedang bermasalah dalam urusan asmara, dia sudah meniduri Meiling dan Caroline.


" Tidak apa apa, saya yang terbawa emosi " ujar Lauren dengan lembut, dalam hati dia geli melihat ekspresi wajah pemuda itu yang kelihatan panik dan kebingungan.


Beberapa hari kemudian helikopter milik Philipe datang menjemput, mereka akan dibawa ke bandara Tibet, di sana pesawat pribadi sudah menungu untuk membawa mereka kembali ke Paris.


Loris yang baru saja datang terkejut melihat tempat mereka bergelimangan dengan mayat anak buahnya, dia segera memeriksa ruang tahanan dan melihat bahwa Lauren sudah tidak ada lagi di sana.


" Segera kumpulkan anak buah, kita akan pergi mencari tahanan yang kabur, dan lengkapi persenjataan kalian semua " perintahnya, dia marah besar bagimana tempat ini bisa ditemukan, apakah ada anak buahnya yang berkhianat ?


Tapi itu tidak mungkin, dia mengenal semua anak buahnya dengan detil bahkan termasuk keluarga mereka, untuk masuk ke dalam organisasi tidak mudah, seluruh identitas anggota sudah diverifikasi dengan cermat, merasa pusing dia tidak mau menduga duga yang nantinya bisa menyebabkan kesalah pahaman, lebih baik mencari dan menangkap mereka kembali terutama Lauren.


Tempat ini sangat terpencil tidak mudah bagi mereka melarikan diri tanpa adanya sarana transportasi dan makanan, Loris yakin bahwa mereka masih ada di daerah sekitar untuk bersembunyi.


Tempat yang dituju oleh Loris dan anak buanya tentu saja penginapan yang sering mereka datangi untuk membeli makanan, dia akan meminta informasi kepada si pemilik penginapan.


Begitu Loris dan anak buahnya sampai kepenginapan, dia melihat tahanan sudah di bawa pergi dengan helikopter, mereka menembaki helikopter tanpa henti, tapi karena jaraknya terlalu jauh peluru tidak satupun mengenai helikopter itu.


" Bawa mobil kemari dan ikuti helikopter itu " perintahnya dengan wajah memerah, dia merasa dipecundangi di depan mata dan anak buahnya betapa memalukan.

__ADS_1


Sabil melihat dari atas, dia terkejut ketika serombongan orang di atas mobil menembaki helikopter yang mereka tumpangi, sempat terniat untuk turun menghabisi semua penjahat itu tapi untungnya pilot helikopter sangat handal dalam mengemudi.


Dalam setengah jam perjalanan helikopter sudan sampai di bandara Lhasa Gonggar, pesawat yang bertuliskan Comte blois sudah menungu kedatangan mereka, dengan cepat mereka memasuki pesawat dan segera pesawat lepas landas menuju Paris.


Loris dan anak buahnya tidak mampu mencapai bandara tepat waktu, mereka hanya mampu melihat pesawat itu terbang tinggi dengan rasa kesal dan marah.


Laure merasa tidak percaya mereka bisa selamat dan keluar dari tempat terkutuk itu, dia mencubit tanganya membuktikan bahwa dia tidak sedang bermimpi " aw sakittt " jeritnya yang kemudian di tertawakan oleh Sabil dan teamnya.


Philipen dan Caroline sudah berada di bandara Charles de gaulle Paris menungu kedatangan pesawat yang membawa Lauren dan teamnya, sunguh Philipe tidak menyangka Sabil menemukan Lauren dengan cepat, dia sudah mendapatkan informasi dari Sabil bahwa cucu dan teamnya berhasil dia selamatkan.


Sosok gadis yang cantik berlari keluar dari pintu pesawat, Philipe merentakangan kedua tangannya dan memeluk gadis itu, Lauren membalas pelukan philipe dengan erat sambil menangis " maafkan aku kakek ..maafkan aku " dengan terisak dia meminta maaf kepada Philipe.


Caroline juga memeluk Lauren, mereka saling menangis satu sama lain penuh kerinduan dan keharuan, bagaimana tidak dari kecil mereka selalu bersama dalam pengasuhan kakek, dan keduanya juga mengalami nasib yang sama, satu di kejar triad dan satu lagi ditawan oleh kelompok penjahat.


Mereka kembali ke kastil, Caroline menceritakan tentang Sabil, baik awal pertemuan mereka dan pertolongan Sabil kepada dirinya sewaktu di Tokyo, Lauren mendengarkan cerita itu dan merasa takjub, dia teringat dengan pelukan hangat ketika Sabil membawanya ke helikopter, wajahnya seketika memerah antara rasa senang dan malu mengingat pelukan itu.


Sabil merasa sudah saatnya dia balik ke Java, sudah beberapa kali kepulangannya terus tertunda, dia juga berniat menemui Meiling, jika gadis itu setuju maka dia akan menikahinya dan hidup bersama.


Bagaimanapun Meiling yang terlebih dahulu merebut cintanya, tidak adil jika dia meningalkan Meiling dan lebih memilih Caroline.

__ADS_1


" Philipe saya akan pulang ke Java, ada sedikit masalah yang mesti saya bereskan di sana " kata Steve ketika mereka berempat lagi santai duduk di kastil, wajah Caroline langsung berubah menjadi muram.


Philipe mengerti sosok pria seperti Sabil ini mempunyai banyak hal yang misterius, tapi yang dia bisa pastikan pria ini orang yang sangat bertangung jawab dengan setiap perkerjaan yang dia terima, apalagi cucunya Caroline sangat mencintai Sabil.


Sebenarnya Philipe sudah berbicara dengan panglima militer Perancis untuk merekrut Sabil sebagai agen khusus, dan panglima yang melihat data Sabil tentu sangat menyetujuinya, dia sudah memberikan dokumen kepada Philipe pengangkatan Sabil sebagai agen khusus.


Agen khusus tidak terikat dengan latihan militer, agen khusus hanya di perlukan ketika negara memiliki tugas yang sangat berbahaya, jadi dia bebas mau kemanapun asal ketika negara membutuhkan dia akan datang dan mengerjakan misi yang diberikan.


" Ini terimalah, dan ingat ketika sedang dalam keadaan genting dan darurat kamu dapat menghubungi dubes dan militer Perancis dimana kamu berada, pihak militer Perancis sudah mengangkat kamu sebagai agen rahasi mereka " kata Philipe sambil menyerahkan dokumen, identitas serta alat komunikasi militer.


Sabil terkejut, bagaimana bisa Philipe melakukan semua ini tanpa memberitahu dirinya terlebih dahulu, dia merasa dijebak oleh Philipe, tapi ya sudahlah dia juga tidak punya keluarga lagi di Java, angap saja Philipe menjadi bagian keluarganya.


" Kapan anda akan berangkat ke Java " tanya Philipe memutuskan lamunan Sabil.


" Beberapa hari ini.." kata Sabil sambil melirik ke arah Caroline yang sudah menangis dan berlari ke dalam kamarnya, Philipe menarik nafas dengan berat.


" Baiklah saya akan menyedikan transpotasi untuk kamu, dan kamu hanya diberikan waktu satu bulan di Java setelah itu harus kembali ke sini, sekarang selesaikan masalaj kamu dengan Caroline " tegas Philipe sambil memandang Sabil lekat lekat.


Bukan dia tidak tahu bahwa Sabil dan Caroline memiliki hubungan yang dalam, bahkan sudah saling tidur bersama, dia memberikan kompensasi wakti kepada Sabil karena yakin dengan pria ini.

__ADS_1


Sabil yang merasa tercekat dengan perkataan Philipe segera berlalu pergi menuju kamar Caroline, memang harus ada pembahasan agar tidak menimbulkan kebencian serta kesalah pahaman ke depannya.


__ADS_2