Kesempurnaan Sistem

Kesempurnaan Sistem
Bab 21 Duel Sesama Manusia Paling Berbahaya Di Dunia


__ADS_3

Sabil mendekati Pinete, dan kemudian mematahkan tangannya, terdengar jeritan pilu dari Pinete, sunguh dia tidak menduga bahwa semua anaknya buah kalah dan dalam keadaan yang menyedihkan, kalau tau begini dia tidak akan berani mengangu Caroline, dia sangat menyesal.


" Jangan berani berani..saya ketua kelompok Milinee cabang Paris " katanya sambil mengertak Sabil, dia berangapan semua orang takut mendengar nama kelompok Milinee.


Sabil yang heran dengan perkataan Pinete malah mematahkan tangannya yang lain, teriakan menyayat hati terasa menguncang siapaun yang mendengar, sekarang dia tidak lagi berani bersuara.


" Kelompok Milinee yang mana " tanya Sabil mengobati tulang yang patah dan setelah tersambung kemudian mematahkannya kembali.


" Ayo bicara kelompok Milinee apa itu " Sabil kemudian mematahkan tulang kaki Pinete, sambil tanganyan menutup kedua mata Caroline.


Pinete merasakan ketakutan yang luar biasa, dia menyesal mengertak pemuda ini, pemuda ini pembunuh berdarah dingin dia pasti jelmaan iblis, dia menyiksa orang tanpa ada rekasi di wajahnya, seakan akan itu hal yang biasa dia lakukan.


" Ampun tuan..ampun saya tidak berani lagi.." ujarnya sambil menangis tersedu sedu dan mengundang rasa kasihan bagi yang mendengar. Jika Steve memberi dia ampunan dia sudah bertekad menjadi orang yang baik, keluar dari kelompok Milinee dan mengikuti jejak ayahnya belajar ilmu politik dan masuk ke dalam organisasi politik.


Sabil melepaskan Pinete bagaimapun dia tidak memiliki dendam dengan pemuda itu, sebelum dia pergi bersama Caroline dia mengembalikan posisi tulang Pinete ke asalnya.


Pinete menangis tersedu sedu dia senang dirinya tidak menjadi orang cacat, dia berjnaji dalam hati melepaskan semua posisi di kelompok Milinee, tobat tobat jerit hatinya yang sampai sekarang masih merasa ketakutan.


Mundurnya Pinete dari ketua kelompok Miline cabang Paris membuat gempar banyak orang, ditambah lagi informasi bahwa banyak anggota Milinee yang terluka dengan luka yang mengerikan.


Pinete tidak peduli dengan pertanyaan dari ketua cabang lain seputar keputusannya mengundurkan diri, bukan mereka yang merasakan sakit tapi saya, peduli setan dengan tangapan mereka pikir Pinete.

__ADS_1


Kasus ini bergulir menjadi besar, bagaimanapun Paris adalah pusat kelompok Milinee, kehilangan Pinete sama saja dengan kehilangan kekuatan, karena ayah Pinete seorang Gurbernur maka mereka bisa leluasa di Paris.


Pemimpin Milinee mengutus seseorang untuk mengusut kasus ini, pilihan yang terbaik tentu saja memakai Leo, tidak ada kasus yang tidak bisa diselesaikan olehnya, dia seorang pertarung handal dan termasuk orang paling berbahaya urutan lima puluh di dunia.


Sabil dan Caroline tidak tahu jika masalah yang terjadi akan semakin dalam, mereka pergi melihat kebun anggur, kebun itu sangat luas dan tertata rapi, untaian anggur berwarna hijau dan hitam terlihat di mana mana.


Mereka masuk ke dalam kebun dan bercengkrama dengan para petani, petani ini orang yang dikerjakan oleh keluarga Comte blois untuk memetik anggur, mereka banyak berasal dari bangsa Afrika.


" Sunguh menakjubkan " ujar sambil memandang dengan mata penuh kekaguman, di kampungnya sendiri penataan lahan tidak dikelola dengan profesional, biasanya masyarakat hanya mengandalkan alam, mengambil buahnya dan menjual tanpa melakukan pemeliharaan dan pengelolaan.


Puas menyusuri kebun anggur, Sabil dan Caroline pulang kembali menuju kastil, Philipe sudah menungu kedatangan mereka, dia mendapat informasi dari pihak militer bahwa Sabil dalam bahaya, karena bergesekan dengan kelompok Milinee.


Sebenarnya Philipe tidak merasa khawatir karena Sabil pasti bisa menghadapinya, tetapi karena Sabil tamu di rumahnya dan juga menyangkut masalah Caroline, tentu ini sudah menyangkut masalah harga diri, bagaimana mungkin kelompok bandit itu berani mengangu tamu keluarga bangsawan kerajaan.


Leo sudah mendapat informasi dari kelompok Milenee yang terluka bahwa yang menyerang mereka adalah seorang pemuda Asia yang bersama dengan seorang gadis cantik Perancis, setelah dia selidiki lebih dalam Leo terkejut bahwa yang digangu oleh Pinete dan rombongannya cucu dari bangsawan comte blois.


Tidak mudah berurusan dengan keluarga bangsawan kerajaan, tapi karena Caroline baik baik saja tentu tidak ada masalah, mereka tidak mengincar tuan putri itu tapi mengincar pemuda Asia yang sudah merugikan kelompok mereka.


Leo mulai melakukan pengintaian di sekitar kastil, tidak sulit bagi dia seorang grand master beladiri untuk meyusup ke sana. Sabil bukannya tidak tahu bahwa ada yang melakukan pengintaian di sekitar kastil, instingnya sangat tajam, tapi dia tidak tahu apakah itu orangnya Philipe atau dari pihak lain, dari balik jendela dia memperhatikan gerak gerik penyusup itu.


Tubuh Sabil bergoyang dan menjadi bayangan yang dengan kecepatan tinggi melompat dari jendela dan langsung menuju ke tempat persembunyian Leo.

__ADS_1


Leo terkejut ketika tiba tiba sudah ada seorang pemuda ras Asia yang terlihat tampan sudah berdiri di hadapannya, dia sama sekali tidak merasakan kehadiran pemuda itu, Leo merasakan dirinya dalam bahaya.


" Siapa anda, dan apa yang anda lakukan di luar kastil " tanya Sabil sambil menatap Leo dengan tajam menyelidik.


" Ohh rupanya kamu ya yang menyakiti kelompok Milinee di taman menara Eiffel " balas Leo sambil mempersiapkan diri, dia tahu lawan yang dihadapi bukan lawan biasa.


Sabil segera ingat kejadian siang tadi, dia tidak menyangka bahwa masalah ini akan menjadi panjang, bukankah dia sudah mengampuni para begundal itu ?


" Iya saya yang berkelahi dengan mereka, preman kurang ajar yang mengangu kekasih saya, bukankah saya sudah bermurah hati mengampuni mereka? " kata Sabil dengan acuh tak acuh


Merasa marah dan malu, Leo segera menyerang Sabil, dia mengunakan tinju besi yang tajam di tangannya, Sabil segera menangkis pukulan dari Leo, tapi dia merasakan tangannya sakit, dengan cepat dia melihat tanganya yang terluka dan berdarah di makan besi yang runcing yang berasal dari tangan Leo.


" Sialan tangannya sunguh berbahaya, seharusnya aku lebih hati hati tadi " umpat Sabil dalam hati, dia merasa marah karena telapak tangannya merasa nyeri dan sakit. Badan itu bergoyang dan dengan kecepatan tinggi cakar Sabil mengengam punggung Leo.


Leo merasakan angin menyusuri pungungnya dengan cepat dia berbalik dan melakukan tendangan yang kuat ke arah angin yang datang


Buk..


Cakar Sabil dan tendangan Leo beradu satu sama lain, Leo merasa celananya robek dan kulit kakinya di makan oleb cakar Sabil, sedangkan Sabil mundur beberapa langkah, tendangan itu sangat kuat.


" Cakar nya sangat mengerikan bisa merobek kulit " keluh Leo dalam hati dia sangat kaget dengan kehebatan yang dimiliki oleh cakar Sabil.

__ADS_1


Sabil mulai serius dia tidak mau bermain main, terlalu lama akan menimbulkan kecurigaan Philipe nantinya, bagaimana mungkin dia yang baru datang dan sebagai tamu membuat kekacauan di kastil Philipe


__ADS_2