
Berada di pantai siang hari membuat Rido mengeluh, ia merasakan pegal di kakinya mengejar Keysa yang semangat sekali menyusuri pantai.
"Key aku nunggu di sana!" Rido menunjuk sebuah warung es kelapa, ia rasa ia butuh kesegaran.
"Nggak, aku gamau sendiri kaya jomblo, lagian kamu ga mau kan kalau aku nanti banyak yang godain?" Keysa sedikit menyenggol badan kekar nya Rido.
Hari ini ia di minta Keysa untuk mengosongkan jadwal kerjanya, padahal banyak pekerjaan mahasiswa yang belum ia periksa.
Ia juga tidak bisa memeriksa kantin kampus hari ini, eh kok jadi kantin kampus? Rido kan dosen bukan penjaga kampus.
Ia melupakan lamunan ia yang terahir memilih fokus kepada kekasih nya saat ini yang sedang disampingnya.
"Key?" Rido menyenggol tubuh mungil kekasihnya.
"Hemm?" Keysa mengangkat kepalanya menatap Rido.
"Kamu betah di sana?" Rido bertanya. Ia mulai menarik pergelangan tangan kekasihnya membawanya ke tepi pantai untuk berteduh.
"Betah ... kok nanya gitu?" Keysa menatap tak paham kekasih di sampingnya.
"Di sana ada cowo sekeren aku gak?"
"Banyak!" Keysa menjulurkan lidahnya.
"Tapi jangan takut!" Keysa memeluk tubuh kekasihnya.
"Cuma kamu yang di hati yang, love you," Keysa sedikit mengeratkan pelukannya.
Dalam hati Rido justru berharap Keysa mendapat seseorang yang di cintainya di sana, karena Rido pun sepertinya sudah tersenggol hatinya di sini.
"Yang fotoin!" Keysa memberikan ponselnya.
Ckrek.
"Sekali lagi," pinta Keysa.
Cekrek.
Keysa menatap hasil gambar yang di ambil Rido. "Kok gini sih, kaya bukan aku ah, sekali lagi!" Keysa memberikan lagi ponselnya.
Inilah yang paling tidak disukai Rido, kekasih selegram nya ini sering menjadikannya tukang potret dadakan, mirip tahu.
***
Neneng duduk melamun menatap pengunjung-pengunjung hari ini ke kios nya.
Namun seseorang yang ia tunggu tak nampak batang hidungnya.
"Kemana dia," gumamnya pelan dalam hati.
Namun ia segera menepisnya, kenapa ia mengharapkan melihat Rido hari ini, jangan bilang Ibu benar bahwa ia sudah mulai baper.
***
"Keysara ayo pulang!" Rido menarik tangan kekasihnya, yang sedang sibuk selfi di atas jembatan.
"Bentar Do, ini spot nya lagi bagus," ucap Keysa menawar.
"Kamu pulang untuk apa sebenarnya sih? Mau ketemu aku? Atau mau nambahin koleksi poto kamu?" Rido menatap jengah wanita yang disampingnya ini.
"Kamu laah. Iya-iya ayo pulang," ucap Keysa mengalah.
__ADS_1
***
Rido memilih pulang kerumah ayah ibu nya, ia tidak mau Keysa betah di rumah pribadinya.
Keysa menolak di antarkan pulang tadi, dengan alasan masih rindu. Namun Rido tetaplah Rido, ia nampak tak rindu sedikitpun.
"Tante mana?" Keysa mendahului Rido masuk kedalam rumahnya.
"Di dapur, sana bantuin masak mamahku!" Rido sedikit mendorong bahu Keysa.
"Gak ah aku mau kangen-kangenan aja sama kamu!" Keysa mendudukan dirinya di kursi ruang tamu.
"Aku ganti baju dulu," ucap Rido pamit.
"Ikut ...," ucap Keysa membuka tangannya seakan mau di gendong.
"Apaan sih Key!" Rido meninggalkan Keysa menuju kamarnya.
Dari kejauhan Rido menatap Keysa yang sedang sibuk berselfie di ruang tamunya.
"Selfie terus sampai mampus," desis Rido geram.
Sesampainya dikamar, bukannya berganti baju, Rido malah berniat membuka hp nya untuk membuka sosial medianya yang ia tak buka hari ini.
Tring. Satu notifikasi muncul di ponselnya.
Ia melihat di instagram nya Keysa menandai sebuah poto pada akun dirinya.
[Es kelapa seger, namun lebih seger di peluk kamu!] Begitulah kira-kira captionnya.
Foto yang di ambil tadi sepertinya, ia tidak sadar saat Keysa tadi memeluknya, Keysa juga memotretnya. Untungnya disana wajah Rido tidak jelas karena Rido memalingkan wajahnya.
Di caption nya ia tulis, [pengen makan bakso, biar seger liat pelayannya] Rido menyunggingkan sedikit seringainya. Ia menunggu seseorang memarahinya.
Semenit kemudian ia mendapat gedoran pintu keras dari luar kamarnya.
"Rido hey, Hapus! Aku lebih seger!"
***
Pagi-pagi sekali Rido sudah memutuskan untuk berangkat ke kampus.
Hawatir jika Keysa keburu datang lagi menghampirinya, banya tugas nya yang terbengkalai gara-gara Keysa pulang.
'Sabar calon istri,'
Melihat pak satpam sudah stand by menjaga gerbang membuat nya tersenyum, ternyata ada yang lebih pagi darinya.
***
"Bi Rido nya ada?" Keysa datang untuk mengunjungi kekasihnya, hari ini adalah hari terahirnya di indonesia, besok ia sudah harus masuk kuliah lagi.
"Sudah berangkat Non," jawab pembantunya.
"Oh gitu yah!" Keysa membalikan badannya, dan pamit undur diri.
***
"Mbak buka lowongan jadi pelayan bakso gak?" Salah seorang pelanggan bertanya pada Neneng yang sedang membersihkan meja di pinggirnya.
__ADS_1
"Engga, emang kenapa?" Neneng penasaran.
"Mau jadi seger aja, kabarnya Pa Rido kemaren bikin status suka sama pelayan bakso seger," ucap salah seorang mahasiswa mulai pada cekikikan.
"Wah stalker berat nih kayanya! Rido lovers ceritanya?" Salah satu temannya ikut bercanda.
"Iyadong dari awal aku penggemar setia! Siapa tau aja kalau aku juga jadi pelayan bakso di bilang seger!" Mereka terus bercanda.
Neneng yang tidak paham dengan pembicaraan mereka memilih mengambil mangkok-mangkok bekas, dan mencucinya.
***
Tok. Tok.
"Masuk!"
"Do ko ninggalin sih! Aku tadi kerumah," Keysa masuk langsung mendudukan dirinya di kursi yang tersedia.
"Ah itu ini banyak tugas kan kemarin di tinggalin," ucap Rido mengelak.
***
Satu jam berkutat dengan tugas tugas mahasiswa membuat Rido lelah, melirik Keysa yang ternyata sedang membaca koleksi buku di ruangan nya.
"Key aku mau ke kantin dulu!" Rido menutup laptop nya. Dan ia akan beranjak, namun.
"Mau jajan bakso?" Keysa mendekati Rido.
Rido mengangguk, lalu Keysa menurunkan bahu Rido agar terduduk kembali.
"Aku beliin!" Keysa meninggalkan Rido di ruangannya.
***
Neneng melihat-lihat lagi pengunjung hari ini namun seseorang yang ia tunggu nya tak kunjung juga datang ke kios nya.
"Mbak bakso nya satu pake mangkok, dan pake nampan, nanti saya balikin kok." Keysa yang sudah berada di sana langsung memberitahukan keinginannya.
Dalam hati Neneng bertanya-tanya, jika orang biasanya membeli bakso pake toge atau pake cuka, ini malah meminta pake mangkok dan nampan, aneh.
Neneng mulai menyiapkan pesanan Keysa tadi, lalu tak sengaja mata mereka bertemu.
Siapa dia, Neneng berkata dalam hati nya. Apakah ia mahasiswa baru? Karena sebelumnya Neneng tak pernah melihatnya.
***
Keysa segera membawa bakso pesanannya tadi ke ruangan Rido.
Ia langsung masuk tanpa mengetuk pintu, ia berjalan layaknya model fasionshow, dengan semangkok bakso dan nampan di tangannya.
Setelah sepenuh nya mereka dekat, Keysa meletakan secara perlahan semangkok bakso itu.
Di angkatnya nampan oleh tangan kirinya keatas kepala, lalu tanganya yang satu lagi ia taruh di pinggangnya.
"Gimana? Aku ga kalah seger juga kan?" Keysa menaik turunkan alisnya.
Rido menahan tawa melihat tingkah laku wanita di depannya.
'Sabar calon istri,'
Bersambung ...
__ADS_1