Kesombongan Sang Dosen Muda

Kesombongan Sang Dosen Muda
bagian 20


__ADS_3

#Kesombongan_Sang_Dosen_Muda


#Mbak_Neneng


                       Bagian 33


"Jangan ganggu kami." Minah melepaskan tangan Handoko sedikit kasar.


"Dimana anaku, dimana anak kita?" Handoko menatap Minah dengan tatapan penuh pengharapan.


Orang tua mana yang tidak berharap. Berharap melihat anak nya yang bahkan tak pernah ia jumpai.


Bukan tanpa alasan Handoko baru mencari Minah dan anaknya sekarang.


Handoko menunggu saat yang pas, dan sekarang lah saat nya. Ia tidak akan menyia-nyiakannya.


"Sejak kapan kamu peduli? Kamu tau? Aku mengandung nya sendiri, dan mengurusnya juga sendiri, aku tidak perlu kamu Mas!" Minah jengah ia tak kuasa menahan air matanya lagi.


"Minah aku ingin melihat anakku, dan Ibuku menginginkan cucu nya," ucap Handoko.


"Bilang sama Ibumu yang kaya itu, si miskin penyakitan ini tidak akan memberi tahukan apapun perkara anaknya," ucap Minah masih menahan emosi.


Minah tak habis fikir, setelah kepergiannya dahulu, ternyata Handoko belum juga berfikir, bahwa Ibunya salah.


"Minah ... tolong!" Handoko berniat meraih kembali pergelangan tangan Minah, namun dengan sigap Minah menepis nya.


"Tolong ... jangan cari kami lagi, Mas," ucap Minah yang mulai pergi dari hadapan Pria yang entah apa di sebutnya ini.


***


Neneng merasa sedang di alam impiannya. Ia terduduk di sebuah kursi mewah, yang berada di puncak sebuah restoran, di temani gemerlap nya cahaya bintang-bintang malam.


Ia memandang pria di depannya, yang tersenyum hangat kepadanya, membuat ia gugup.


"Hey ...," panggil Rido. Rido sengaja memanggil Neneng yang terlihat gugup sekali malam ini.


"Hm?" Merasa terpanggil, Neneng mengangkat wajahnya.


"Cerah!" Rido berseru menahan tawanya.


"Apa yang cerah?"


"Bintang nya," ucap Rido.


"Oh ...," jawab Neneng pelan.


"Juga kamu!"


"Eh?" Neneng menatap Rido.


"Kamu juga cerah malam ini, tak kalah dengan bintang-bintang." Rido mulai meraih tangan wanita di depannya.


Neneng bingung menjawab Ia hanya mengangguk-nganggukan kepala nya saja.


Sebenarnya saat ini ia tidak terlalu bahagia, mengingat ketidak pahaman ia akan Rido.


Sebenarnya ia ini siapanya Rido? Mengingat hal itu membuat Neneng blank seketika.


Ia ingin berontak, namun tak bisa. Ia ingin membenci, namun hati menyukai.


***


"Eh Bang udah lama?" Neneng yang baru pulang 'kencan' menatap heran Danu.


Danu terkesiap melihat perempuan cantik di depan matanya. Danu mengucek-ngucek matanya, ini gak salah.


Neneng? Masyaallah calon istri, cantik sekali.

__ADS_1


"Bang?" Neneng mengulangi panggilannya.


"Eh iya!"


"Mau minum apa?"


"Apa aja, jangan terlalu manis, manis nya udah kelewat sama Neneng!" Danu sedikit menggoda Neneng.


Yang di goda juga tertawa pelan, ini perbuatannya Rido dasar, Neneng jadi heran mengapa Danu ikut tidak konsen seperti Rido.


Neneng melangkahkan kakinya menuju kamarnya terlebih dahulu, untuk menyimpan paparbag berisi baju tadi, juga ia berniat mengganti baju nya.


Neneng membuat teh manis hangat, lalu menyajikannya kepada Danu.


"Minum dulu, Bang," ucap Neneng mempersilahkan.


Danu langsung menyeruput minuman itu, "manis bangeet Neng!"


"Abang suka?" Entah kenapa Neneng terlihat bodoh bertanya seperti ini.


"Suka ...," Danu menggantungkan ucapannya.


"Alham-" ucapan Neneng terpotong oleh Danu.


"Sama Neneng," ucap Danu, ia tak ingin menutupi perasaannya lagi.


"Eh?" Neneng mengangkat wajahnya menatap Danu.


Ia bingung, jika pernyataan cinta ini benar, ia harus menjawab apa.


"Jika Neng bersedia, Abang ingin seriusan Neng," ucap Danu memberanikan diri.


Ia fikir apa lagi yang harus di tunggu nya, sebelum Neneng di ambil orang lain.


"Maaf Bang," keluh Neneng.


***


Rido melihat isi galerinya, pada acara kencan tadi, Rido sengaja mengabadikan moment spesial nya bersama Neneng.


Ia sedikit menyunggingkan senyum mengingat Neneng belajar makan menggunakan sumpit, namun Neneng tetap tidak bisa, sampai akhirnya Rido yang menyuapinya. Kampungan memang, tapi sosweet juga.


Tadi Rido sengaja mengajak Neneng untuk berselfie. Rido ingin sedikit mengabadikan moment indah nya bersama Neneng.


"Cantik sekali kamu Neng," gumam nya pelan. Rido terus menggeser foto foto Neneng pada ponselnya.


Bolehkah ia berharap sekarang, Rido nampaknya sudah jatuh sejatuh-jatuh nya sekarang.


Rido sudah tidak mengingat Keysa yang jauh dari nya, salahkah Rido jika bosan dengan Keysa, dan memilih melampiaskan kebosanan nya pada Neneng?


Toh Rido memberikan kebahagiaan juga pada Neneng, walau sementara.


Entahlah, siapa yang tau jalan fikiran Rido kemana, nampaknya ia tak memikirkan dampak perbuatannya kedepan.


***


Keysa sangat bahagia mendengar kabar bahwa pelatihannya tidak jadi selam enam bulan. Keysa merasa lega karena dalam waktu dekat ia bisa pulang dan menemui kekasihnya.


Anak jaman now, bukannya merindukan orang tuanya malah merindukan kekasihnya.


Keysa berfikir, ia menimbang-nimbang, apakah kepulangannya harus di beritahukan pada Rido? Atau jangaan.


Lebih baik jangan, ini akan menjadi surprise yang bagus, Rido akan bahagia mendapat kepulangan Keysa yang tiba-tiba.


Ah mengingat senyum Rido membuat Keysa tidak sabar, "tunggu aku Do!"


***

__ADS_1


Handoko mengutus dua orang kepercayaan nya untuk mengikuti Minah. Handoko yakin Minah tidak akan tahu rencananya.


Handoko bukan ingin menyakiti Minah, ia hanya ingin melihat anak nya, salah kah?


Ting ...


Ponsel nya berbunyi pertanda sebuah pesan masuk. Tanpa menunggu lama Handoko langsung membuka ponsel nya.


Di sana terdapat sebuah foto gadis yang sedang duduk di sebuah halaman rumah yang ... kuno.


Siapa gadis ini, apakah mungkin ini anaknya?


[Tuan, ini adalah anak dari Ibu Minah, namanya Neneng Aneta, sesuai permintaan tuan untuk menyelidiki anak nya Ibu Minah,]


Deg.


Jadi benar, gadis ini ... ini kamu nak? Anak ayah ...


Handoko memperbesar foto yang di dapatnya. Ia terkejut. Gadis ini ternyata ... yang berjualan gorengan waktu itu.


Handoko belum pikun, ia ingat benar ini yang jualan gorengan di lampu merah kemarin!


"Astaga Nak, ayah memang benar-benar Ayah yang buruk," ucap Handoko meringis membayangkam kehidupan anak nya selama ini.


***


Rido terkejut melihat halaman kampus penuh dengan balon, beserta hiasan-hisan mewah.


Di sana tertulis "Happy Birthday Rido Kaindra S"


Rido sedikit menyunggingkan senyumnya, ulah siapa ini, apakah ia sangat spesial di mata mahasiswi nya?


Deg.


Rido terkejut mendapati sorak sorai mahasiswa nya, bukan bukan terkejut akan hal itu, Rido terkejut melihat siapa yang membawa kue ulang tahun mewah yang di giring oleh para mahasiswa nya.


"Happy birthday sayang!" Keysa memberikan senyuman terbaik nya pada Rido.


"Sudah pulang Key?" Rido mengingat ini belum enam bulan, mengapa Keysa sudah pulang.


"Kamu ga senang aku pulang?"


***


"Udah liat belum, kejutan ulang tahun dosen ganteng, katanya dari tunangan nya, sosweet banget!" Ucap salah satu mahasiswa yang sedang bergosip ria di kantin.


Neneng menghentikan langkahnya, sebelum kembali menyajikan pesanan. Dosen ganteng? Neneng tau julukan itu untuk siapa. Dan tunangan?


"Aku pernah liat Pa Rido deket-deket sama Mbak Neneng, aku kecewa awalnya, masa aku yang modis kalah sama tukang bakso!" Mahasiswa itu seperti tak kuasa menahan tawanya.


"Pas tadi liat ternyata tunangan Pa Rido lebih modis, dan tau gak? cantik banget, aku rasa memang Pa Rido serasi sekali dengannya," ucap nya terus memberikan pendapatnya.


Neneng sudah tak kuasa lagi menahan tangis nya, kenapa Rido ... jahat sekali.


Minah, Ibunya juga ternyata mendengar perkataan mahasiswa barusan, tak kuasa menahan amarah, bisa-bisa nya anaknya mengalami nasib yang sama dengannya.


***


Dari kejauhan Neneng menatap sepasang insan yang berbahagia, tengah saling menyuapi kue.


Neneng tidak terlalu bodoh, ia tau apa arti dari Happy Birthday, yang berarti saat ini Rido tengah berulang tahun.


Ia merasa sedikit sakit di ulu hati nya. Meski ia tau Rido tak sungguh-sungguh menyukainya, namun satu hal yang pasti. Neneng benar-benar menyukai Rido.


Bersambung ...


Next kilaaat nih mak + bagian nyah panjang dari akuu heeheheh komenya yaang panjang yah!

__ADS_1


__ADS_2