
Bagian 41
Keysa sangat mabuk malam ini, ayahnya Haryono membawanya pulang, karena hawatir anaknya kenapa-napa.
Tak lupa Haryono pamit dengan Rido, kekasih anaknya, dan izin membawanya pulang terlebih dahulu.
Sejujurnya Haryono tak begitu menyukai Rido, mengingat Rido terkesannya cuek sekali dengan Keysa.
Namun ia tak bisa memaksa anaknya, Keysa sangat menyayangi Rido. Juga ia tak ingin hubungannya dengan Wira, ayahnya Rido menjadi rusak.
***
Rido bagaikan jomblo malam ini, ia terduduk sendiri, kekasihnya sudah pulang. Dan kedua orang tuanya sibuk menemui relasinya.
Rido menggeram kesal saat melihat seorang Pria yang mendekati Neneng, dan mengajaknya berkenalan.
Ini tidak bisa di biarkan.
***
Neneng izin kepada ayahnya untuk ke toilet dahulu, Neneng ingin menghindari para Pria yang senantiasa mendekatinya.
Melihat Neneng menjauh membuat Rido menyeringai. Ia mengikuti Neneng pergi.
Neneng berjalan sendirian, ia melihat-lihat sekelilingnya, lorong menuju toilet sangatlah sepi.
Melihat suasana mendukung, dengan sekali hentakan, Rido menggapai tangan Neneng, dan ia bawa lari.
"Hey!" Neneng terkejut mendapati tangannya di tarik secara tiba-tiba. Gadis itu tak melihat dengan jelas siapa yang menariknya saat ini, yang jelas ini pria.
Pria?
__ADS_1
Neneng menggoncang-goncangkan tangannya yang sedang di tarik paksa. Namun dengan kekuatan penuh Pria itu berhasil membawa Neneng memasuki sebuah tangga darurat.
"Diam ...," ucap Pria itu pelan. Saat berbalik, Neneng terkejut mendapati orang yang telah menarik tangannya, Rido?
"Maafin saya Neng ...," ucap Rido menyesal. Rido menggenggam erat tangan Neneng lalu mengusap-ngusapnya pelan.
Neneng membuang pandangannya, Neneng memilih memandangi lantai yang di pijakknya. Malas sekali rasanya harus memandang Rido saat ini.
Kring ... kring.
Mereka berdua terdiam mendengar sebuah ponsel berbunyi. Neneng merasakan getaran di tas selempang kecilnya.
"Halo?"
"...,"
"Sedang di tangga darurat Ayah." Rido membulatkan matanya. Apa Neneng bodoh? Mengatakan bahwa ia sedang berada di tangga darurat.
"...,"
Rido merebut ponsel Neneng. Lalu ia sembunyikan di balik badannya. "Apa kamu bodoh? Mengapa kamu bilang sedang berada di tangga darurat!" Rido geram. Bagaimana jika ayahnya menyusul. Dan mendapati Neneng sedang dengannya, bisa di benci ia oleh Handoko.
"Kan saya memang di tangga darurat!" Neneng kesal. Memang salahnya apa, ia tau kok ini namanya tangga darurat.
"Kamu tau tidak? Biasanya di tangga darurat banyak orang yang melakukan mesum!" Rido melangkahkan kakinya mendekati Neneng.
"Me. Mesum?" Neneng otomatis ikut memundurkan langkahnya.
Rido tertawa, Neneng memang sangat mudah sekali di gertak.
"Jangan macam-macam!" Neneng berniat mendorong badan Rido yang sudah sangat dekat dengannya.
__ADS_1
Namun, siapa sangka? Rido malah memgambil tangannya, lalu ia mengecupnya pelan.
"You are beautiful, and sexy tonight!" Rido menyeringai nakal. Memang benar malam ini Neneng sangat cantik dan seksi sekali. Dress yang dikenakannya malam ini seakan kekecilan untuk tubuhnya yang cukup besar.
Neneng melamun, ia memikirkan arti dari ucapan Rido barusan, "Beautiful artinya Cantik," ucap Neneng sedikit tersenyum.
"Sexy itu ...-"
"Ya kamu seksi malam ini!" Rido tertawa gemas. Neneng ini memang keliatan sekali sangat minim berbahasa inggris.
Namun selamatlah Neneng karena Neneng anak dari orang kaya sekarang. Ia bisa less bahasa ingris nanti.
"Pa lepasin!" Neneng meronta, tetapi pergerakkannya seakan dikunci saat ini.
"Maafkan saya dulu ... baru saya lepaskan."
Neneng mengangguk. Tak ada pilihan lain, ia tidak mau ayahnya menunggu lama.
Melihat anggukan Neneng, Rido tersenyum.
"Lepas dong Pak ... saya sudah maafkan," ucap Neneng.
"Satu lagi ...," ucap Rido menggantungkan ucapannya.
"Apa?"
"Tetaplah jadi milik saya," ucap Rido santai.
"Anda gila!"
Bersambung ...
__ADS_1
Hari ini up 2 bagian ... kebangetan kalau gak komen! Heheheh ... 😂
Rido menyesal? Modus! 😜😜😜