
.
Bagian 40
Neneng menatap pantulan wajahnya di cermin. Ia nampak tak mengenali wajahnya sendiri, karena Neneng memang tidak pernah berdandan sama sekali, eh tunggu. Selain waktu mau 'kencan' dengan Rido waktu itu.
Namun, riasan kali ini terasa berbeda, aura kecantikannya nampak keluar saat ini, entahlah, Neneng rasa ia sangat tidak percaya diri sekarang.
"Bu ... Neng rasa ini terlalu berlebihan," ucap Neneng pelan. Neneng masih memandangi dirinya. Juga baju yang di kenakannya.
Neneng sedikit risih karena baju ini sedikit kekecilan untuknya, bajunya memiliki panjang tepat di atas lututnya.
"Kamu berhak bahagia Neng ... jujur, jika mengingat hati, Ibu belum tau pasti, namun mengingat kamu. Demi kamu Ibu mau menerima Ayahmu kembali," jawab Minah menerawang.
Minah memandang haru anaknya, "sudah cukup kamu direndah-rendahkan Neng, saatnya kamu bangkit!" Minah dalam hati berucap.
Neneng duduk, lalu ia beralih menatap Ibunya. "Bu ... Neng gapapa miskin dan gapunya apa-apa juga, Neng bahagia kok, asal bersama Ibu juga Ayah," ucap Neneng memeluk Ibunya.
Minah sedikit merasa sakit. Anaknya ini memang tidak pernah mengeluh meski sering di hina. Neneng ini memang sabar.
Minah mengecup puncak kepala anaknya. "Neng kok nangis?" Minah melepaskan pelukan mendengar isakan anaknya.
"Neng ... gamau Ibu tertekan demi aku," jawab Neneng.
Minah mengusap sudut mata anaknya. "Siapa bilang. Ibu bahagia sekali Neng ... melihat anak Ibu cantik sekali!" Minah mencoba menghibur anaknya.
"Ibu juga cantik."
"Ya iyalah, kamu gaakan cantik kalau Ibu jelek!" Minah gemas dengan anaknya. Ia menjawel hidung anaknya pelan. Dibalas dengan Neneng yang tertawa.
***
Keysa sudah duduk siap dirumah Rido. Keysa sungguh tak ingin melewati pesta kali ini.
Wira menatap jam dipergelangan tangannya gelisah. "Key susul dulu Rido, Om dan tante berangkat duluan yah!"
Keysa mengangguk dan tersenyum. "Hati-hati Om, tante!"
***
Acara pesta malam ini diadakan di sebuah hotel mewah di jakarta. Handoko menyiapkan segala pestanya agar sempurna.
Handoko sangat bahagia Istri dan anaknya sudah kembali. Oleh karena itu sebagai bentuk syukur, juga kado untuk anaknya ia akan merayakannya malam ini.
Selesai menata persiapan Handoko beranjak menuju kamar yang di sewanya.
Ia menyewa 1 kamar, dengan dua ranjang. Satu untuknya, satu lagi untuk istrinya dan Neneng.
Handoko menatap kagum dua wanita cantik yang tengah duduk menunggu. Handoko segera menghampirinya.
"Hey cantik!" Handoko sengaja mengagetkan Minah. Minah yang terkejut mengalihkan pandangannya.
Handoko tersenyum ia tak tau harus menggambarkan kebahagiaannya malam ini seperti apa, yang jelas Handoko sangat bahagia, keluarganya lengkap.
"Princess Ayah cantik banget!" Handoko memuji anaknya.
__ADS_1
Neneng tersenyum, "Ayah Neneng gamau keluar, malu!"
"Loh kenapa?" Handoko mendekati anaknya.
"Serasa bukan Neneng," ucap Neneng pelan.
"Ini memang bukan Neneng, tapi Neta!"
"Neta siapa, aku kan Neneng."
"Neneng Aneta ... sekarang kamu panggil dirimu Neta oke!" Handoko memberi tahu agar Neneng menjadi sedikit percaya diri. Neneng mengangguk, itu tidak buruk.
***
"Aaaaa!" Keysa menutup mulutnya saat membuka kamar Rido. Keysa mendapati Rido sedang bertelanjang dada, hanya memakai handuk.
Rido tersenyum geli, menjerit tapi kok gak keluar, cuma nutup mulut saja. "Dasar kamu aneh!"
"Aneh apa?" Keysa pura pura tak tahu. Namun dalam hati Keysa tak kuasa menahan tawa.
"Kebanyakan tuh kalau terkejut yang di tutup mata karena gamau liat, ini malah nutup mulut!"
"Hehhee tau aja!" Keysa tertawa. Keysa mendekati Rido dan merentangkan tangannya untuk memeluk Rido. Keysa sangat suka meraba pahatan-pahatan di perut Rido.
"Dasar nakal!"
***
Handoko tersenyum saat memasuki ruangan hotel yang di sewanya. Di sana para tamu sudah nampak hadir memenuhi kursi yang tersedia.
Rekan-rekan bisnis, dan keluarganya bertepuk tangan kala melihat Handoko menggandeng dua orang wanita bersamanya.
Anak-anak dari relasinya, atau bisa disebut pewaris perusahaan mereka menatap kagum pada wanita berbalut dress biru itu, sangat-sangat anggun.
"Do senyum!" Dari kejauhan Rido dan Keysa nampaknya tidak menyadari kehadiran pemilik pesta.
Keysa sibuk mengajak Rido berselfie, untuk ia upload di akun instagram miliknya. Hingga pengumuman dari pembawa acara merebut fokusnya.
"Mari kita sambut Pa Handoko dengan sang istri!"
Semua orang yang hadir nampak bertepuk tangan meriah.
"Mana anaknya ... katanya Om Handoko mau mengenalkan anak gadisnya," ucap Keysa melihat-lihat.
"Selanjutnya inilah dia princess cantik yang tengah berulang tahun malam ini," lanjut pembawa acara itu.
"Aneta!"
Kali ini tepuk tangannya sangat meriah, Neneng merasakan kakinya lemas, ia sangat malu ia merasa ingin menutup wajahnya.
Dari kejauhan Rido menatap tidak percaya pada penglihatannya. "Neneng," ucapnya sangat-sangat terkejut.
"Kamu kenal?" Keysa menyelidik.
Rido hanya diam ia masih menatap Neneng yang di perkenalkan sebagai Aneta itu. Tunggu-tunggu. Itukaan.
Bu Minah. Ibunya Neneng. Jadi benar ... Neneng? Anaknya Om Handoko?
__ADS_1
"Mati aku!" Rido merutuki dirinya sendiri dalam hati.
***
Acara malam ini sangat meriah Neneng mendapat sambutan baik dari seluruh rekan bisnis Ayahnya.
Tak sedikit juga dari mereka meminta Neneng untuk berkencan dengan anak mereka.
"Han!" Wira mendekati Handoko yang sedang berbincang-bincang.
"Ini anakmu?" Wira menatap kagum pada Neneng. Neneng hanya tersenyum canggung.
"Mana Rido Wir?" Handoko melihat-lihat seluruh tamunya.
"Itu dia! ... Rido sini kamu!" Wira meneriaki anaknya yang sedang melamun sendiri.
Rido terperanjat kaget mendapat panggilan Ayahnya. Kebetulan Keysa sedang izin ke toilet barusan, Rido memutuskan untuk mendekati Ayahnya.
"Do kenalin ... ini Aneta ... Anaknya Om Handoko!" Wira sedikit mendorong bahu anaknya untuk bersalaman.
Neneng nampak membola mendapati Rido mengulurkan tangannya. "Aneta," ucapnya pelan.
"Ri. Rido. Rido Kaindra!" Rido berusaha menormalkan cara bicaranya. Ia menutup keterkejutannya malam ini.
Ia sungguh-sungguh tak percaya ini!
Neneng menggoncang-goncangkan genggaman Rido pada tangannya. Nampaknya Rido sangat enggan melepaskannya.
***
Keysa mencari kekasihnya. Keluar dari toilet ia tak mendapati kekasihnya dimanapun.
"Aaaaa!" Keysa hampir terjatuh. Tetapi ada yang menyangga badannya saat ini.
Keysa menatap wajah di hadapannya ini, sangat tampan.
"Kamu tidak apa-apa?"
Keysa menggeleng lalu menegakkan dirinya, "terimakasih!" Keysa berucap tulus.
"Kenalin saya Rian!" Pria dihadapan Keysa mengulurkan tangannya.
"Keysa!" Keysa menerima uluran pria itu. Lalu di lanjut dengan senyum canggung miliknya. "Aku kira Rido itu paling tampan, ternyata ada yang lebih tampan!" Keysa bersorak dalam hati.
"Duluan yah!" Rian meninggalkan Keysa sendiri.
***
Setelah acara pemotongan kue Neneng mendapat banyak sekali kado ulang tahun.
Hampir setiap orang yang memberi kado meminta nomor teleponnya. Jika saja Handoko tidak di sampingnya Neneng tidak tau harus bagaimana. Ia bersyuukur ayahnya senantiasa mendampinginya.
"Selamat ulang tahun!" Neneng mendapat lagi sebuah kado dari rekan ayahnya. Tidak-tidak mungkin ini anaknya karena masih sangat muda.
"Terimakasih!" Neneng memberikan sedikit senyumannya.
"Kenalin saya Rian, Riandi Atmaja, putra dari Wisnu Atmaja!" Rian mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Siapa Wisnu Atmaja, entahlah nampaknya malam ini otak Neneng harus di kosongkan, untuk mengingat nama-nama baru.
Bersambung ...