
Neneng tak bisa berhenti menganga melihat apa yang sedang ada di depannya sekarang.
Pantai!
Ia menatap Rido sekilas, lalu menatap kembali keindahan pantai di hadapannya.
"Pa ... ini pantai?" Neneng masih tidak percaya dengan pemandangan di hadapannya.
"Menurut kamu ini apa? Selokan?" Rido memberi jawaban sarkas.
Neneng berjongkok kemudian menyentuh pasir di bawah kakinya.
Satu hal yang dapat ia simpulkan, ini benar Pantai! Bukan selokan.
Rido mengangkat bahu Neneng agar berdiri kembali.
"Kamu suka?" Rido menatap kilatan bahagia yang terpancar dari raut wajah gadis di hadapannya.
Neneng mengangguk, ia akan berjongkok lagi, namun.
"Mau apa jongkok lagi?"
"Mau buat istana pasir!"
"Kamu sudah besar! Jangan malu-maluin saya yang bawa kamu Neng."
"Kita ke sana yu?" Rido menunjuk hamparan air laut di depannya.
"Saya takut, saya gabisa berenang Pa!" Neneng menolak. Ia lebih suka bermain pasir.
"Siapa yang ngajak berenang?" Rido menaikan sedikit alisnya.
"Saya kesana ngajak main air!"
"Jangan malu-maluin saya Pa! Bapa sudah besar,"
Skak.
Rido mati kutu.
Neneng ketularan pintar ternyata sekarang.
"Ya sudah sekarang maunya apa?"
"Main pasir," jawab Neneng.
Rido berjongkok, ia mengambil segenggam pasir, dan ia kepal di tangannya.
"Au!" Neneng terkejut karena mendapat segumpal pasir mengenai badannya.
"Ayo, katanya mau main pasir?" Rido mengepal lagi segenggam pasir bersiap untuk memukul Neneng.
Neneng memilih berlari, menhindari pukulannya.
"Aaaaaa," Neneng bersorak kegirangan.
"Awas saya tangkap kamu!" Rido masih terus mengejar Neneng.
"Aaa ... au!" Neneng tak sengaja tersandung. Lalu ia terjatuh.
Bruggg.
"Hahaha!" Rido langsung memukul passir di kepalan nya tepat pada wajah Neneng.
Neneng sudah siap dengan segenggam pasir di tangannya, ia berdiri dan.
__ADS_1
"Aaaa! Neneng apa-apaan kamu!" Rido menyingkirkan pasir di wajahnya dengan kesal. Wah ngajak main-main ternyata!
Dengan sekali hentakan ia menggendong Neneng ala bridal style.
Rido membawa Neneng dari pinggir pantai, menuju kawasan pantai yang berair.
"Aaaaa," Neneng meronta-ronta dalam gendongan Rido.
"Pa jangan bercanda, saya mau di bawa kemana!"
Neneng meringis mendapati dirinya sudah semakin dekat dengan air.
"Aaa Pa, jangan lepasin, saya takut!" Neneng tanpa sadar memeluk leher Rido memohon.
"Apa Neng Apa?" Rido sengaja menurunkan sedikit badannya.
"Pa jangaaaa aaah!"
Byurrrr.
***
"Aaaaa," teriak Neneng. Ia melihat dirinya yang kebasahan.
Ia berusaha untuk berdiri karena takut tenggelam, namun sayang, Rido mendorong bahu nya membuat Neneng terjungkal lagi.
"Hahaha." Rido tak bisa berhenti tertawa melihat raut wajah ketakutan Neneng saat ini.
"Pa ...," ucap Neneng setengah putus asa melihat baju nya yang sekarang sudah basah.
Di mata Rido Neneng seperti anak kecil yang merengek meminta peremen, sangat menggemaskan!
"Apa Mbak? Sudah besar kok masih rengek-rengek gitu!" Rido sengaja menggoda Neneng.
Astaga pulang! Neneng lupa. Ia tidak pamit kepada Ibunya. Pasti sekarang Ibunya sedang mencarinya.
"Pa ... liat baju saya basah?" Neneng memegang baju nya melihatkan kepada Rido.
Shit! Tanpa sengaja Rido salah lihat. Ia terfokus pada dalaman Mbak-Mbak di depannya yang berwarna hitam.
"Saya di ajak pulang kan Pa?"
"Gak ah, kamu kaya tikus kecebur got! Basah semua," ucap Rido tanpa rasa bersalah. Padahal ini semua gara-garanya.
"Terus saya pulang naik apa?" Neneng melihat-lihat sekeliling, ia tak tau ia sekarang berada dimana.
"Pa ...," Neneng merengek lagi. "Ajak saya pulang Pa!"
"Iya-iya ayo berdiri!" Rido menarik tangan Neneng untuk berdiri.
"Pa baju saya?"
Di dalam hati Rido mengutuk dirinya sendiri, "jangan di lihat, jangan di lihat," gumamnya pada dirinya sendiri.
"Kita beli baju baru!" Rido menarik Neneng ke pinggir pantai.
Mereka memasuki pasar, memilih baju-baju yang sekiranya cocok.
Rido memilih baju berwarna perpaduan coklat dan hijau, baju khas pantai, terdapat tulisan pantainya disana.
Lalu ia terpokus pada sebuah dress khas pantai juga berwarna perpaduan pink dan biru.
Ia mengambil dress itu dan mencocokan nya dengan badan Neneng.
Ish! Ia lupa menjaga pandangannya. Neneng membuat ia tak fokus dengan baju basahnya saat ini.
__ADS_1
"Ini buat kamu, ayo kita ganti baju sekarang," ucap Rido.
***
Rido menatap kagum pada Neneng yang baru keluar dari toilet.
Dress biru pink selutut itu nampak sangat pas di tubuhnya. Neneng yang lumayan sedikit berisi membuatnya sangat cocok memakai dress pantai tersebut.
"Gimana Pa?" Neneng memegang baju nya menunjukan lagi pada Rido.
"Bagus!"
"Kan saya yang beliin itu," jawab Rido masih menatap Neneng saat ini.
"Saya tebak, pasti ini baju paaling bagus yang kamu punya!"
Neneng menghela nafas pelan, ternyata Rido tidak bisa jauh dari sifat merendahkan orang lainnya.
"Pa ayo pulang! Sudah sore, Ibu saya pasti nungguin," pinta Neneng.
Rido menyetujuinya, ia melihat jam di pergelangan tangannya, benar, Sudah sore.
Neneng mendahului Rido berjalan di depan.
Ia berbalik menatap pantai yang sedang di lalui nya. Ia sangat bahagia pernah kesini.
Hembusan angin membuat rambut Neneng terbawa, menambah kesan cantik pada dirinya.
Hembusan angin itu juga mengenai dress nya.
Rido menatap kagum pada wanita di depannya.
Ternyata Neneng tak kalah dengan Keysa, jika Neneng punya uang Rido pastikan Neneng akan jauh cantik di banding Keysa.
Jika Neneng berpendidikan, tentu Rido akan lebih menyukai nya di banding Keysa.
***
"Makasih buat hari ini." Rido mengelus puncak kepalanya Neneng.
Bolehkah ia berharap? Saat ini ia ingin memiliki wanita di depannya, ia ingin melupakan sejenak wanita yang sedang jauh menantinya.
Neneng mengangguk, ia keluar dari mobil.
Tanpa sadar ia melupakan kereseknya. Keresek berisi baju basah nya tadi.
Rido menatap kepergian wanita yang baru saja bersamanya.
Ia mengernyit melihat sebuah kantong kresek. "Ini punya siapa," gumamnya pelan.
Karena sangat penasaran ia membuka kresek tersebut.
Melihat isinya membuat Rido tak kuasa menahan tawa.
"Waduhh ... ini harta karun nya Neneng ketinggalan!"
Bersambung ...
Sore gaesss :)
Kira-kira apa yah yang di dalam kresek nya sampai rido tertawa gituh!
Komen & like nya yah semua!!!
Salam kenal dari menejer nya Mbak Neneng😂😂
__ADS_1