
#Kesombongan_Sang_Dosen_Muda
#Mbak_Neneng
Bagian 32
~Tidak untuk wanitaku~
___________________________________
Dari kejauhan Handoko menatap sosok yang sangat ia rindu kan. Dia ialah Minah istrinya.
Mereka sebenarnya tak sempat bercerai dulu, Minah yang memutuskan pergi tanpa mendengar penjelasan Handoko, membuat Handoko sedih.
***
Dulu ... Handoko di jebak, di jebak oleh ke dua orang tua nya, Handoko di beri obat tidur, dan melupakan apa yang ia lakukan.
Sampai saat wanita keinginan Ibunya meminta pertanggung jawaban, Handoko menurut.
Dan Minah? Ibunya Neneng ini memilih pergi tanpa pamit, menghilang bagai di telan bumi, tanpa kepastian apapun.
Handoko sempat kalap dalam mencari istrinya, dan pada akhirnya Handoko menerima takdirnya, dan menerima permintaan orang tuanya untuk menikahi perempuan pilihan mereka.
Dari kejauhan Minah, menatap kecewa pada suaminya. "Hanya segitu kah cinta mu Mas?" Minah meneteskan air mata, lalu mengusap perut yang masih ratanya.
"Sabar ya Nak, meski tanpa Ayah, Ibu jamin, kamu akan bahagia!" Minah terisak lalu melenggang pergi dari sana.
Orang tua Handoko nampak terkejut mendengar perempuan pilihan mereka benar-benar hamil, pasalnya itu hanya pura-pura agar hubungan rumah tangga Handoko rusak, dalam fikiran mereka wanita itu tidak hamil hanya berpura-pura.
Pada hari melahirkan, orang tua Handoko langsung meminta Handoko untuk menceraikannya.
Bagaimana bisa perempuan terhormat pilihan mereka mengandung anak orang lain, dan meminta pertanggung jawaban Handoko? Menjijikan.
Setelah pristiwa itu orang tua Handoko, tidak sehat, mereka selalu terfikir akan Minah.
Meski Minah bukan menantu pilihan mereka, namun berbeda dengan anak yang di kandung nya. Mereka menginginkan Cucu.
Handoko membelalakan mata nya, menatap kamar yang tak pernah ia tempati kembali seusai kepergian Minah.
__ADS_1
Ia mendapati secarik surat dari Istri tercinta nya. Di sana tertulis, "jangan cari aku, dan buah hati kita, kami akan bahagia tanpamu."
Salahkan mereka yang tidak tau ini sejak awal, karena mereka langsung memutuskan pindah agar Minah tak mudah menemukan mereka.
Namun di balik kelicikan mereka, justru sesuatu yang di simpan selama 9 bulan ini membuat mereka terkejut.
"Han cari Minah, dan bawa cucuku!"
"Ini semua salah Ibu, jika saja Ibu tidak menjebakku, mungkin kami akan bahagia saat ini."
"Salahmu yang memilih perempuan miskin penyakitan itu!"
"Cukup Bu, aku muak dengan Ibu!"
Handoko memutuskan untuk meninggalkan kedua orang tua nya, dan memulai hidup yang baru.
Handoko merintis usaha, dan menuai hasil yang fantastis.
Siapa sangka, karena memang ia pintar, ia dapat membangun usaha yang berpenghasilan melebihi kedua orang tua nya.
"Coba saat itu aku berani seperti ini, mungkin Minah dan anakku, tidak akan berahir seperti ini," ucap Handoko tak henti-hentinya menyesal.
***
Deg.
"Kamu?" Minah tak menyangka dengan apa yang ia lihat saat ini.
Sosok ini?
Dengan sigap, Minah ingin melarikan diri, namun sayang, Handoko menahan tangannya.
"Maafkan saya, saya menyesal! Tolong kasih saya kesempatan," ucap Handoko memohon.
"Saya maafkan, tolong lepaskan, kita sudah tidak ada urusan apa-apa lagi!" Minah menggoyang-goyangkan tangannya yang di genggam erat.
"Dimana anakku?"
***
__ADS_1
Rido menunggu dengan sabar wanita yang sedang berada di ruang salon ini.
Rido sengaja membawa Neneng ke salon hari ini, karena ia ingin berkencan dengan Neneng.
Rido tak mungkin bukan mengajak kencan di warung kaki lima?
Jadi ... Rido memutuskan mendandani Neneng agar Neneng pantas di bawanya ke restoran bintang lima.
Rido pintar bukan? Tentu. Itu sudah tidak bisa di ragukan lagi.
Rido melongo, Rido terkagum menatap wanita yang baru keluar dari ruang ganti ini.
Lihat ini ... dia? Neneng ... Neneng sangat berbeda, ini sempurna.
Rido menatap Neneng dengan tatapan kagum nya.
"Pa!" Neneng menyadarkan lamunan Rido.
Rido sedikit menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
"Pa ... ini cocok?" Neneng bertanya ragu, pasalnya disini baju-baju nya sangat bagus.
Neneng merasa tak pantas memakai, baju-baju seperti ini.
Rido mengangguk, lalu tersenyum simpul.
"Kamu cantik!"
"Mbak!" Rido memanggil pelayan butik nya.
"Ya tuan?"
"Tolong carikan baju yang bermodel seperti ini!" Rido menunjuk baju yang di pakai Neneng saat ini.
"Bungkuskan sepuluh!"
"Hm Pak? Apa tidak terlalu berlebihan ...?" Neneng sedikit berbisik ragu.
"Tidak untuk wanitaku," jawab Rido berbisik.
__ADS_1
Bersambung ...