Kesombongan Sang Dosen Muda

Kesombongan Sang Dosen Muda
bagian 29


__ADS_3

ini episode terahir disini akan aku lanjutin di akun Li A dengan judul ( Mbak Neneng ) cari aja yah pasti ada.


kenapa di ganti? karena itu akun lama aku kemarin lupa gimana masuknya, dan sekarang aku inget jadi di sana aja yah terusannya 😍


#Kesombongan_Sang_Dosen_Muda


#Mbak_Neneng


 


Bagian 42


 


Neneng terbangun mendapati gedoran pintu dari ibunya. Saat ini mereka sudah pindah ke rumah Handoko.


"Bangun Neng, subuh!" Neneng terperanjat. Astaga! Ia kesiangan. Dengan terburu-buru ia menuju kamar mandi untuk mengambil air wudu, dan melaksanakan shalat.


Mungkin Neneng kecapean pesta selamalam sangat menguras tenaganya. Apalagi Rido! Bersyukurlah kemarin ada yang menolongnya ... jika tidak?


***


"Anda gila!" Neneng setengah berteriak mendengar keinginan Rido.


Neneng terus memukul dada bidang Rido meronta meminta dilepaskan. Namun sayang Rido semakin memperkikis jarak diantara mereka.


Hampir saja Rido merebut ciuman kedua Neneng.


Bukkk.


Neneng membelalakan matanya mendapati Rido dipukul. Ia melihat siapa yang telah menyelamatkannya kali ini.


Riandi! Neneng bersyukur tadi Riandi mengajaknya berkenalan. Mungkin Riandi tau ketakutan Neneng saat ini.


"Tuan ... saya tidak menyangka anda mesum sekali!" Rian memberi tawa masamnya. Lalu ia beralih menatap wanita yang sedang meringis melihat pertengkarannya barusan.


"Kamu tidak apa-apa?" Rian mendekati Neneng.

__ADS_1


Neneng menggeleng. "Terimakasih," ucap Neneng. Lalu ia pergi meninggalkan dua pria itu.


***


Neneng sedikit mengembangkan senyumnya, "aku harus bertanya pada ayah," gumamnya pelan.


Ya Neneng akan bertanya soal Rian pada ayahnya, Rian kelihatannya baik, dan orangnya tidak mesum seperti Rido.


***


Rido sangat pusing hari ini ... ia di berondongi pertanyaan dari Keysa, kenapa yang kemarin mengantarkannya pulang bukan ia melainkan ayahnya.


Sudah dijelaskan ayahnya yang minta, ia malah bilang ga perhatian, sabar cewe.


"Ngelamun ajaa!" Wira menepuk bahu anaknya yang sedang melamun.


Rido memang sering menginap ahir-ahir ini mengingat Keysa di indonesia, pasti Keysa akan sering mengunjunginya jika ia sendiri di rumah.


Rido tersenyum cangung. Ia mengingat kan ayahnya sangat dekat dengan Om Handoko, pasti ayahnya bisa membantunya.


Wira mengangkat dagunya mengisyaratkan pertanyaan apa pada anaknya.


"Papa bisa gak bantuin Rido buat dekat dengan Aneta," ucap Rido pelan.


"Aw sakit Pa sakit." Rido melindungi dirinya dari pukulan ayahnya.


"Kamu gila ... kamu sudah memiliki Keysa Do ... liat yang cakep dikit kamu berpaling, dasar playboy!" Wira heran dengan anaknya. Apa Rido ingin menghancurkan hubungannya dengan Haryono.


Meski Wira akui, Aneta memang jauh lebih baik dari Keysa, setidaknya Aneta itu sopan, dan cukup pendiam, ia tidak terlalu menunjukan eksistensinya, berbeda dengan Keysa sangat aktiv, dan kesopanannya sering terlupakan jika sudah dengan Rido.


"Sebenarnya Rido ...." Rido tak kuasa melanjutkan ucapannya. Jika ayahnya tau Rido mempunyai masalalu yang sedikit buruk dengan Neneng pasti ayahnya akan memarahinya.


"Setialah Do! Itu lebih baik."


***


Pagi ini nampaknya Handoko sangat bahagia, ia melihat anak dan istrinya sangat lahap sekali makan. Ini masakan Minah, Handoko sedikit terharu.

__ADS_1


Dulu Handoko berfikir, ia takut tidak merasakan kehangatan ini lagi dengan Minah, namun ternyata semua harapannya terwujud.


"Tambah Neng nasinya!"


Neneng menggeleng lalu tersenyum, "engga Neng udah biasa makan segini, kalau kebanyakan Erik nanti kehabisan," ucap Neneng seraya tertawa pelan.


Miris, itulah dalam fikiran Handoko, selama ini Neneng memang kekurangan sekali.


Membahas tentang Erik, sekarang adik Minah sudah bersedia mengurus Erik kembali, karena suaminya menerimanya.


Padahal Minah sangat ingin mengajak Erik kesini, disini semuanya ada Erik pasti bahagia.


"Bu kita kunjungi Erik yu?"


"Boleh," jawab Minah. Minah juga sudah rindu dengan anak bujangnya itu.


"Ayah boleh ikut?"


Neneng dan Minah menatap Handoko, lalu mereka tersenyum.


"Gaboleh ...!" Minah menolak.


Handoko terdiam, apakah ia tidak bisa masuk kedalam kebahagiaan mereka.


"Heheheh." Minah dan Neneng tertawa kompak.


"Boleh!" Mereka berucap serempak.


Handoko terseyum haru. Coba dari dulu ia mencari anak dan istrinya, mungkin ia akan merasakan kebahagiaan dari dulu.


Bersambung ...


sekali lagi episode terahir disini akan aku lanjutin di akun Li A dengan judul ( Mbak Neneng ) cari aja yah pasti ada.


kenapa di ganti? karena itu akun lama aku kemarin lupa gimana masuknya, dan sekarang aku inget jadi di sana aja yah terusannya 😍


baca terus yah! 😍 disana sudah tersedia 30 bagian!

__ADS_1


__ADS_2