
#Kesombongan_Sang_Dosen_Muda
#Mbak_Neneng
Bagian 36
Anda boleh rendahin saya dalam hal keuangan, pendidikan, atau penghasilan. Tapi soal harga diri? Saya rasa anda keterlaluan!
____________________________
Rido Pov
Ponselku terus berbunyi pertanda sebuah panggilan masuk, tetapi aku yakin itu bukan dari Neneng, dan aku sedikit malas untuk mengangkat nya.
Hari ini aku malas sekali untuk berinteraksi dengan orang lain ... entah kenapa mendengar kemarin Neneng berbicara serius padaku membuatku sedikit, ehem takut.
Aku takut ia benar-benar tak bisa menjalin hubungan denganku lagi, padahal aku masih ingin menjalin sesuatu dengannya.
Neneng itu ... kuno, namun sifatnya yang sedikit lugu membuatku tertawa bebas ketika bersama nya. Dia selalu mendengarkan ucapanku, dan menjadikan ku seakan-akan orang yang paling bisa, dan paling tau, aku suka itu. Meski terkadang ia sedikit geram karena ia baru sadar jika ia sedang di tindas, haha lucu sekali.
Berbeda dengan Keysa, kami sama-sama pintar, terkadang jika sedang bersama kami selalu dengan keinginan kami sendiri.
Dan tak jarang pula kami berdebat, untuk menentukan siapa yang menang, hanya untuk hal sepele.
Ting nong.
Kudengar bel rumah ku berbunyi. Siapa kira-kira yang bertamu, mengganggu saja.
Ini hari minggu ... aku ingat kalau aku meliburkan semua pelayan ku, mengingat Neneng yang akan membersihkan rumahku, tapi sekarang.
Sudahlah ... mbok yo masa pacar sendiri di jadiin pembantu.
__ADS_1
Eh! Apakah aku mengakuinya? Tidak ... ini pacar sementara gaes ... Keysara pertama.
Dengan malas aku melangkahkan kaki ku menuju pintu kamar ku untuk keluar, dan tak lupa ku ambil kaos, karena sekarang aku tak memakai baju.
Ting nong.
Ish ... mengapa tidak sabaran sekali sih, "sebentar!" Aku segera memakai kaos.
Cklek.
Neneng?
Tak dapat di bendung lagi, senyumku terbit sekarang. Berarti pepatah pisang nyamperin monyet tidak berlaku sekarang.
Toh ini kucing manis nyamperin srigala lapar, dan apa ini ... ku lihat dari atas sampai bawah ini adalah baju bagus. Tapi ... ini bukan baju yang sudah ku belikan kemarin, dari mana Neneng mendapat baju lebih bagus dari yang ku belikan.
"Ada apa?" Aku mencoba bersikap sedikit cuek. Malu dong masa iya Rido kemarin sudah di tinggalkan masih baik saja.
"Ini apa?" Aku menerima amplop itu, dan membolak balik nya.
"Uang ...," jawabnya pelan.
Uang ... maksudnya? Serius dia benar benar ingin memutuskan hubungan denganku.
Ku tarik tangannya untuk memasuki rumahku.
Lalu sengaja ku dorong bahu nya agar ia terduduk di sofa ruang tamu ku.
"Apa maksudnya ini," tanyaku. Entah kenapa aku sedikit emosi sekarang.
"Ini adalah uang Pa ...," jawab Neneng. Ia tak berani menatapku. Ia hanya menunduk diam.
__ADS_1
"I know itu uang tapi ... untuk apa? Saya tidak butuh uang kamu," ucapku kesal. Aku melempar balik amplop berisi uang itu padanya.
Sebenarnya aku heran bagaimana orang miskin dengan mudah nya mendapatkan uang.
"Rido tolong ... aku rasa kita sudah seharusnya tidak ada apa-apa lagi. Tolong terima ... saya merasa bersalah dengan jas kamu yang saya rusak, dan ini uang untuk pembebasan saya." Ia hendak berdiri, namun ku tarik lagi tangannya hingga ia terduduk kembali.
"Berapa ...?" Aku penasaran memangnya ia mampu mengganti berapa. Palingan hanya lima ratus ribu, itupun uangnya pasti kombinasi, uang lima ribuan sepuluh ribuan, dan temannya yang lain.
"14,5juta. Bapak kasih diskon kan waktu itu? Saya harap bapak ingat ...," ucapnya pelan.
What? Serius 14,5 juta. Lupakan soal diskon, tapi dari mana ... uang itu jumlahnya tidak sedikit.
"Jangan bilang kamu nyuri uang!" Aku memicingkan mata.
Ia menggeleng kuat, aku beralih membuka amplop itu dan melihat isi nya.
Aku terbelalak. Bayanganku salah, uangnya seratus ribuan lembar gaes.
"Neng ... jangan bilang kamu jual diri? Kalau iya kenapa gak sama saya saja!"
Plak.
Aku merasakan panas di pipiku Neneng menamparku. Dan kulihat matanya berkaca-kaca.
"Anda boleh rendahin saya dalam hal keuangan, pendidikan, atau penghasilan. Tapi soal harga diri? Saya rasa anda keterlaluan!"
Neneng berlari meninggalkanku mematung disini. Ya tuhan ... apa yang telah ku lakukan. Apakah aku menyakitinya?
Bersambung ...
Duh yang panas makin panas nih Rido jaat hem😂
__ADS_1