KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN

KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN
#014


__ADS_3

***rumah rika


setibanya dirumah rika....gitta lansung masuk kekamar yang telah disediakan oleh rika....sekarang rika tinggal dirumah yang dibeli oleh hendra...sedangkan rumah dari suami pertamanya dbiarkan kosong, hanya ada pembantu yang selalu membersihkan rumah mendiang suaminya.


setibanya dikamar....gitta kaget bukan main...pasalnya dikamar itu gitta melihat semua benda kesayangannya yang sebelumnya ada dirumah mendiang ayahnya.


"ibu....kenapa semua barang barangku ada disini....tanya gitta dengan heran....


karna tadi sebelum ibu kerumah sakit...ibu meminta izin kepada hendra untuk membawa dan merawatmu disini sampai kau benar benar pulih. jadi ayahmu....maksud ibu om hendra lah yang mempunyai ide ini....agar kau tidak merasa asing selama disini. rika memberikan penjelasan.


"gitta duduk diatas kasur sambil melihat seisi ruang kamarnya....dan terlihat gitta sedikit mengeluarkan senyum dari bibir mungilnya.


ibu kebawa dulu gitta....ibu akan menyiapakan makan siangmu. ucap rika yang ingin mau keluar dari kamar gitta.


ibu......


iyaaa sayang.....ada yang bisa ibu bantu lagi untuk kamu...?


tidak bu.....aku cuma mau tanya....nando dimana bu....?


ooohhhhh itu....saat kau sudah keluar duluan....dan lansung masuk rumah....nando mengatakan kalau mamanya menyuruhnya untuk kebandara...karna adik sepupunya datang dari luar negri. ucap rika.


gitta hanya mengangguk tanda mengerti.


rika pun pergu dari kamar gitta....dan menghela nafas....rika berharap dengan tinggalnya gitta dirumahnya...semoga bisa membuat gitta semakin dekat dengan hendra suaminya, yang tak lain adalah ayah kandung gitta sendiri.


*****sore hari


hendra pulang dari kantor....saat hendra mau masuk kekamarnya....tanpa sengaja hendra melihat gitta yang tertidur pulas, kebetulan pintu kamar gitta tidak tertutup.


"hendra masuk kekamar gitta, dan menyelimuti tubuh gitta....hendra lalu mencium kepala gitta.....terimakasih kau sudah mau tinggal dirumah papa nak walaupu hanya sebentar....ucap hendra pelan. dan pergi meminggalkan kamar gitta.

__ADS_1


gitta meneteakan air mata....yaa gitta berpura pura tidur saat dia tau hendra sudah pulang dari kantor....karna dia tidak kuat melihat hendra, hati gitta kini bercampur aduk....antara benci, iba, sayang, semua berkecamuk dalam hatinya.


"papa.....bagaimana aku bisa membencimu pah....saat aku menyakitimu dengan kata kata rasanya hati ku sangat hancur pah....tapi aku tidak bisa terima saat kau lebih sayang dengan hartamu ketimbang aku dan ibu ku....ucap gitta dalam hati.


**malam hari


hendra sudah tampak menuruni tangga, dan disambur senyuman manis oleh rika.


sayang...kau pasti sudah lapar....ucap rika sambil memeluk suaminya.


hendra hanya tersenyum melihat tingkah istrinya....kau masih sama seperti dulu sayang....ucap hendra yang telah mencium pelipis rika.


apa gitta sudah makan....tanya hendra....


rika menggelengkan kepalanya....katanya dia belim lapar, dan menyuruh kita untuk makan duluan saja.


aku akan mengantarkan makan untuk gitta....aku tidak mau putri tambah sakit, dia pasti sudah lapar...ucap hendra lalau mengambil makanan untuk gitta..


sayang....bukanya aku tidak mau kau mengantarkan makanan untuk gitta.....pasti nanti dia akan.....ucapan rika terhenti saat tangan hendra sudah menutup mulutnya....


tok tok to.....


masuk bu".....


hendra membuka pintu....gitta sangat terkejut melihat hendra yang membawakan makan malam unyuknya.


makanlah....kau pasti sudah lapar....ucap hendra sambil meletakkan dimeja samping tempat tidur gitta....


gitta hanya diam....sambil melihat kearah hendra.


"apa perlu aku menyuapimu princes....? ucap hendra....

__ADS_1


gitta menggelengkan kepala....


kalau kau tidak mau aku suapi....makanlah....hendra membujuk gitta


"papa.....ucap gitta sambil melihat hendra....


hendra terkejut mendengar gitta menyebutnya papa....


"kau sangat ingin aku memanggilmu dengan kata kata itu bukan....? sampai kau rela menahan rasa laparmu hanya untuk mengantarkan ku makanan beracun ini...ucap gittta....kau jangan senang dulu....aku mau kemari hanya karna ibu ku yang memaksaku....kalau bukan karna ibuku aku tidak akan menginjakkan kaki dirumah busuk mu ini....meskipun rumahmu bak istana bagi orang yang memandangnya...mata gitta sudah tidak bersahabat lagi.


gitta....apa maksud mu....tanya hendra dengan suara yang sudah berubah.


"haaa....ternyata tuhan memberi kau harta yang berlimah....tapi tuhan juga memranugerahkan kebodohan dari kau masih dalam kandungan ibumu...sindir gitta


"iyaa kau benar nak....aku terllu bodoh yang telah menyianyiakan mu....andai saja waktu bisa diputar aku rela kehilangan hartaku dan ditukar dengan harta berharga yang ada didepanku sekarang ini....guman hati hendra


apa kau sudah selesai dengan akting mu tuan....kalau sudah kau bisa keluar dan kembali membawa makanan yang tadi kau bawa...ucap gitta yang telah membuang mukanya.


hendra keluar dari kamar gitta tanpa membawa apa yang disuruh putri nya....


begitu hendra menutup pintu kamar gitta....dua terkejut melihat rika sudah menangis yang berdiri disamping kamar gitta sambil menyandarkan punggungnya ketembok dinding.


hendra memeluk istrinya, dan membawa rika kekamar mereka...


kau terlalu tili hendra....ucap rika sambari menyandarkan dirinya diatas tempat tidurnya...


gitta sudah mengetahui semuanya....lirih rika


hendra seperti tersambar petir disiang bolong...


apa......? dari mana dia tau akan hal ini...tanya hendra dengan suara yang sudah meninggi.

__ADS_1


aku tidak tau....tapi saat dirumah sakit aku melihat mamamu menenui gitta...dan mamamu juga kelihatan terkejut saat gitta sudah mengetahuinya.


hendra hanya diam .....dia tidak tau lagi harus berbuat apa....


__ADS_2